That’s My Girl Fifth Harmony: Kisah di Balik Anthem Pemberdayaan yang Bikin Perempuan Bangkit

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:37 WIB
Penampilan kompak para personel Fifth Harmony saat menyapa penggemar di atas panggung dengan penuh ceria. (BTV/Ai)
Penampilan kompak para personel Fifth Harmony saat menyapa penggemar di atas panggung dengan penuh ceria. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: “That’s My Girl” menjadi anthem pemberdayaan Fifth Harmony, lahir dari kolaborasi Tinashe dan produser yang membentuk karakter energiknya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! “That’s My Girl” dari Fifth Harmony bukan sekadar lagu pop tentang menyemangati seorang perempuan. Dirilis sebagai single dari album 7/27 pada 2016, lagu ini datang ketika Fifth Harmony sedang berada di salah satu fase paling penting dalam perjalanan karier mereka.

Ada alasan mengapa lagu dengan teriakan “That's my girl” berulang-ulang ini terasa seperti ajakan untuk bangkit. Di balik beat, brass yang tebal, dan vokal lima anggota Fifth Harmony, terdapat gagasan sederhana: perempuan yang pernah jatuh tetap bisa berdiri lagi.

Lagu ini lahir sebelum menjadi milik Fifth Harmony

Menariknya, “That’s My Girl” tidak sejak awal ditulis khusus untuk Fifth Harmony.

Lagu tersebut ditulis oleh Tinashe Kachingwe, Alexander Kronlund, dan Lukas Loules. Kronlund dan Loules juga menangani produksinya. Kredit resmi lagu mencatat sejumlah musisi yang memperkuat warna brass, termasuk saxophone, trombone, dan trumpet.

Lagu itu juga memiliki cerita kecil di balik judulnya. Menurut catatan yang mengutip wawancara Lauren Jauregui dengan Spin, judul awalnya adalah “She’s My Girl” sebelum kemudian menjadi “That’s My Girl”.

Tinashe disebut menulis lagu tersebut ketika sedang menjadi pembuka dalam tur Katy Perry. Dari titik itulah sebuah lagu tentang dorongan, kemandirian, dan kekuatan perempuan kemudian menemukan rumahnya bersama Fifth Harmony.

Kenapa bunyinya terasa seperti lagu untuk bangkit?

Secara musikal, “That’s My Girl” memadukan karakter R&B dan dance-pop dengan produksi yang besar. Durasi lagunya sekitar 3 menit 24 detik, sementara brass, bass berat, dan drum elektronik membuat aransemennya terasa seperti anthem.

Struktur tersebut penting karena pesan lagunya bukan renungan yang tenang.

Lagu ini berbicara kepada seseorang yang sudah pernah bekerja keras, terluka, jatuh, lalu bangkit lagi. Karena itu, energi musiknya dibuat seolah mendorong pendengar untuk bergerak, bukan berhenti pada rasa kecewa.

Tema tersebut juga membuat “That’s My Girl” mudah ditempatkan dalam konteks female empowerment. Lauren Jauregui sendiri menjelaskan kepada Entertainment Tonight bahwa lagu tersebut memang berbicara tentang girl power dan kebutuhan perempuan untuk saling mendukung.

Fifth Harmony menemukan panggung yang tepat

Ketika “That’s My Girl” muncul, Fifth Harmony sedang membawa momentum besar dari album 7/27.

Album tersebut sebelumnya telah menghasilkan “Work from Home” dan “All in My Head (Flex)”. “That’s My Girl” kemudian dipilih sebagai single berikutnya dan menjadi single ketiga sekaligus terakhir dari era album tersebut.

Yang menarik, lagu ini bahkan sudah mendapatkan konteks pemberdayaan perempuan sebelum single resminya beredar luas.

Pada 2016, “That’s My Girl” digunakan dalam materi video yang menampilkan tim senam perempuan Amerika Serikat menjelang Olimpiade Rio. Potongan tersebut menampilkan para anggota Fifth Harmony bersama para atlet yang sedang mempersiapkan diri menuju Olimpiade.

Jadi, pesan lagu dan visual yang menyertainya bertemu pada titik yang sama: kerja keras, ketahanan, dan keberanian untuk tampil.

Baca Juga: Die On This Hill Sienna Spiro Ternyata Lahir dari Kesalahan Piano, Kisahnya Bikin Merinding

Video musiknya membawa cerita ke dunia pasca-apokaliptik

Video musik resmi dirilis pada 19 September 2016 dan disutradarai Hannah Lux Davis.

Konsepnya jauh dari video pop yang hanya mengandalkan koreografi dan glamor.

Fifth Harmony ditempatkan dalam suasana dunia yang seperti telah mengalami kehancuran. Dengan busana putih dan latar yang terasa seperti dunia distopia, mereka bergerak di tengah lingkungan tersebut dan membantu orang-orang yang berada di sana.

Visualnya mendapat pengaruh kuat dari estetika Mad Max.

Pilihan ini membuat pesan lagu terasa lebih konkret. “Bangkit” tidak lagi hanya menjadi metafora dalam lirik, tetapi diterjemahkan menjadi gambaran lima perempuan yang datang ke ruang penuh kehancuran lalu membawa energi baru.

Setelah dirilis, seberapa besar kekuatannya?

Di Amerika Serikat, “That’s My Girl” mencapai posisi No. 73 di Billboard Hot 100. Lagu ini juga mencapai posisi No. 19 di Mainstream Top 40.

Di Inggris, performanya bahkan lebih kuat. Official Charts mencatat lagu tersebut mencapai No. 26 dan bertahan selama 13 minggu di tangga lagu.

Menariknya, performa Hot 100 di AS datang setelah penampilan Fifth Harmony di American Music Awards 2016. Setelah tampil di acara tersebut, “That’s My Girl” masuk Hot 100 untuk pertama kalinya di posisi 73.

Lagu ini kemudian memperoleh sertifikasi Gold di Amerika Serikat dan Platinum di Inggris, menunjukkan bahwa performanya tidak berhenti pada momentum perilisan saja.

Baca Juga: Teh Hijau Tulus dan Maknanya, Saat Rasa Hampa Tak Perlu Dipaksa Hilang

Ada satu konteks penting dalam sejarah Fifth Harmony

“That's My Girl” punya tempat khusus dalam kronologi Fifth Harmony karena menjadi single terakhir mereka sebelum Camila Cabello meninggalkan grup pada Desember 2016.

Artinya, jika dilihat dari sejarah grup, lagu ini berada di ujung sebuah era.

Ketika dirilis, Fifth Harmony masih tampil sebagai lima anggota: Ally Brooke, Normani, Lauren Jauregui, Dinah Jane, dan Camila Cabello. Tidak lama kemudian, konfigurasi grup berubah dan Fifth Harmony melanjutkan perjalanan sebagai kuartet.

Di situlah lagu ini memperoleh makna tambahan secara retrospektif. Ia bukan hanya bagian dari era 7/27, tetapi juga menjadi salah satu rekaman terakhir yang merepresentasikan Fifth Harmony dalam formasi lima orang.

Mengapa “That's My Girl” masih terasa relevan?

Kekuatan terbesar lagu ini justru terletak pada kesederhanaan pesannya.

Ia tidak membutuhkan cerita yang sangat spesifik. “That’s My Girl” bisa ditujukan kepada teman yang baru melewati masa sulit, perempuan yang sedang mengejar karier, seseorang yang sedang mencoba bangkit dari kegagalan, atau bahkan kepada diri sendiri.

Itulah sebabnya lagu ini bekerja lebih seperti anthem dukungan daripada sekadar lagu cinta atau lagu pop biasa.

Ada pula jejak musikal dari tradisi girl-group empowerment sebelumnya. Lagu ini kerap ditempatkan dalam garis yang sama dengan karya-karya pemberdayaan perempuan seperti “Independent Women” dari Destiny’s Child.

Pada akhirnya, Fifth Harmony tidak menciptakan gagasan baru tentang perempuan yang kuat. Yang mereka lakukan adalah mengemas gagasan lama tersebut dengan bahasa pop 2016: beat yang besar, brass yang agresif, koreografi, visual distopia, dan chorus yang mudah diteriakkan bersama.

Baca Juga: Suanggi, Ilmu Kutukan Tayang 10 September, Bawa Horor dan Folklor Indonesia Timur ke Bioskop

Poin Penting

Insight Redaksi

Yang membuat “That’s My Girl” menarik bukan karena lagu ini menjadi single terbesar Fifth Harmony. Justru nilainya terlihat ketika musik, visual, budaya pop, dan perjalanan karier grup dibaca sebagai satu cerita.

Lagu tersebut membawa pesan tentang perempuan yang bangkit ketika Fifth Harmony sendiri sedang berada di titik penting dalam perjalanan mereka. Beberapa bulan setelah perilisan single, formasi grup berubah drastis.

Karena itu, “That’s My Girl” hari ini terdengar seperti lebih dari sekadar lagu penyemangat. Ia juga menjadi snapshot dari Fifth Harmony pada penghujung era lima anggota.

Dan mungkin itu alasan lagu ini tetap mudah dikenali: pesannya sederhana, tetapi konteks sejarahnya jauh lebih besar daripada chorus yang terdengar catchy.

Kalau lagu ini pernah menjadi soundtrack masa sulit atau momen bangkitmu, mungkin sekarang waktunya memutarnya lagi. Kadang sebuah lagu tidak perlu memberi solusi; cukup mengingatkan bahwa setelah jatuh, masih ada alasan untuk berdiri.

Kalau kamu suka musik dengan cerita di balik proses pembuatannya, masih banyak karya lain yang menyimpan kisah menarik—bukan sekadar lagu yang terdengar enak, tetapi juga bagian dari perjalanan manusia di baliknya.

FAQ

1. Apakah “That's My Girl” lagu tentang pemberdayaan perempuan?

Ya. Tema utamanya adalah dukungan, kemandirian, ketahanan, dan pemberdayaan perempuan. Lauren Jauregui juga menjelaskan bahwa lagu tersebut memang berkaitan dengan girl power.

2. Siapa yang menulis “That's My Girl”?

Tinashe Kachingwe, Alexander Kronlund, dan Lukas Loules.

3. Kapan video musiknya dirilis?

Video musik resmi dirilis pada 19 September 2016.

4. Apakah lagu ini sukses di chart?

Lagu ini mencapai No. 73 di Billboard Hot 100 dan No. 26 di UK Official Singles Chart. Di Inggris, lagu tersebut bertahan 13 minggu di chart.

5. Mengapa lagu ini penting dalam sejarah Fifth Harmony?

Karena “That's My Girl” merupakan single terakhir dari era 7/27 dan menjadi single terakhir Fifth Harmony sebelum Camila Cabello meninggalkan grup pada Desember 2016.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Musik Pop Fifth Harmony That's My Girl Girl Power