Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Lagu santai Bruno Mars lahir dari kebuntuan di studio, lalu berubah menjadi hit global yang tetap relevan.
Balikpapan TV - Hai Ces! “The Lazy Song” milik Bruno Mars mungkin terdengar seperti lagu yang dibuat sambil bermalas-malasan. Namun justru dari rasa jenuh dan keengganan bekerja di studio, lahir salah satu lagu paling dikenal dari era awal karier Bruno Mars.
Lagu ini menjadi bagian dari album debut Doo-Wops & Hooligans dan kemudian berkembang menjadi hit internasional, lengkap dengan video musik sederhana yang justru sangat mudah diingat.
Berawal dari hari ketika mereka sedang tidak ingin bekerja
Di balik “The Lazy Song” ada Bruno Mars bersama Philip Lawrence dan Ari Levine, yang saat itu tergabung dalam tim kreatif The Smeezingtons. K'naan juga tercatat sebagai salah satu penulis lagu.
Cerita awalnya cukup sederhana: mereka sedang berada di studio, tetapi beberapa hari tidak menghasilkan lagu dan mulai merasa jenuh. Dari situ muncul gagasan membuat lagu tentang tidak ingin melakukan apa pun.
Menariknya, kesederhanaan konsep tersebut tidak berarti prosesnya otomatis mudah. Ari Levine pernah menjelaskan bahwa mereka justru mengalami kesulitan menemukan groove dan drum yang tepat. Setelah fondasi ritmenya terasa pas, bagian lain baru bisa dibangun di atasnya.
Kredit resmi yang tercatat untuk lagu tersebut menempatkan Bruno Mars, Philip Lawrence, Ari Levine, dan K'naan sebagai penulis, sementara produksinya ditangani The Smeezingtons.
Bukan sekadar lagu tentang malas
Secara musikal, “The Lazy Song” mengambil pendekatan reggae-pop yang ringan. Produksinya tidak terasa seperti lagu yang ingin menunjukkan kemampuan teknis secara berlebihan.
Justru itu kekuatannya.
Tema yang sangat sederhana—ingin menghabiskan hari tanpa melakukan apa-apa—dibungkus dengan melodi yang mudah diingat dan groove yang santai. Bruno Mars bahkan menggunakan aktivitas sehari-hari yang sangat biasa sebagai bahan cerita dalam lagu.
Hasilnya terasa dekat dengan pengalaman banyak orang: ada hari ketika pekerjaan, telepon, rencana, bahkan kewajiban sosial terasa ingin ditunda sebentar.
Di situlah “kemalasan” dalam lagu ini bekerja lebih sebagai fantasi tentang mengambil jeda daripada sebuah manifesto untuk tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Ride or Die EVAN: Debut Solo Eks Heeseung ENHYPEN yang Buka Babak Baru
Saat Bruno Mars ikut menentukan arah videonya
Cerita menarik lainnya datang dari video musik.
Bruno Mars tidak puas dengan video yang sebelumnya disiapkan label karena menurutnya tidak menggambarkan lagu seperti yang ia inginkan. Ia kemudian mendapat kesempatan membuat versi lain dengan anggaran yang relatif kecil.
Versi yang akhirnya terkenal memperlihatkan Mars bersama para penari Poreotics, yang mengenakan topeng monyet. Video tersebut disutradarai Bruno Mars dan Cameron Duddy.
Konsepnya terlihat sederhana: satu ruangan, Bruno Mars, beberapa penari bertopeng, koreografi yang kocak, dan kamera yang mengikuti aksi mereka.
Namun justru kesederhanaan itu membuat videonya mudah dikenali.
Official Charts kemudian menyebut video tersebut sebagai semacam video “proto-viral”, dengan gaya tari yang terasa seperti sesuatu yang kemudian sangat akrab di era TikTok—padahal video itu dibuat jauh sebelum TikTok menjadi fenomena global.
Dari lagu santai menjadi hit besar
“The Lazy Song” awalnya merupakan bagian dari Doo-Wops & Hooligans, album debut Bruno Mars yang dirilis pada 2010. Lagu tersebut kemudian didorong sebagai single pada 2011.
Di Inggris, perjalanannya sangat kuat. Official Charts mencatat lagu ini mencapai No. 1, bertahan 31 minggu di Official Singles Chart dan menjadi salah satu dari tiga lagu Bruno Mars yang mencapai puncak tangga lagu Inggris dalam periode kurang dari setahun pada fase awal kariernya.
Di Amerika Serikat, lagu ini mencapai posisi No. 4 Billboard Hot 100.
Performa tersebut memperlihatkan sesuatu yang menarik: lagu dengan tema yang sangat ringan ternyata mampu bersaing di pasar musik pop yang sangat kompetitif.
Baca Juga: Makna Lagu “That’s So True” Gracie Abrams: Saat Mantan Move On, Hati Malah Belum
Kenapa lagu ini begitu mudah diingat?
Ada beberapa alasan.
Pertama, premisnya sangat sederhana. Pendengar tidak membutuhkan penjelasan panjang untuk memahami suasana lagu.
Kedua, hook-nya langsung menempatkan pendengar dalam situasi yang sama: hari ketika seseorang ingin berhenti sejenak dari rutinitas.
Ketiga, musik dan visualnya berjalan dalam arah yang sama. Musiknya santai, sementara videonya tidak berusaha tampil megah. Semuanya terasa seperti permainan.
Dan justru karena tidak terlalu serius, lagu ini mempunyai ruang untuk menjadi hiburan.
Bruno Mars kemudian berkembang menjadi salah satu bintang pop terbesar dunia. Tetapi “The Lazy Song” tetap menjadi bagian penting dari katalog awalnya—sebuah pengingat bahwa identitas seorang artis tidak selalu dibangun dari lagu yang paling dramatis.
Ada sisi lain yang menarik dari sejarah produksinya
“The Lazy Song” juga memperlihatkan bagaimana sebuah lagu pop bisa lahir dari situasi yang sebenarnya tidak direncanakan sebagai momen besar.
The Smeezingtons saat itu sedang berada dalam fase penting dalam karier Bruno Mars. Setelah keberhasilan kolaborasi seperti “Nothin' on You” dan “Billionaire”, mereka mendapat kesempatan mengerjakan album debut Mars.
Dalam konteks itu, “The Lazy Song” terasa seperti kontras.
Album debut membutuhkan lagu-lagu yang bisa memperkenalkan karakter seorang artis. Namun salah satu lagunya justru berbicara tentang tidak ingin melakukan apa-apa.
Kontras tersebut menjadi bagian dari daya tarik Bruno Mars: ia dapat berpindah dari lagu romantis seperti “Just the Way You Are”, lagu emosional seperti “Grenade”, hingga lagu santai dan jenaka seperti “The Lazy Song”.
Baca Juga: deja vu Olivia Rodrigo dan Kisah Mantan yang Berubah Jadi Pop Penuh Sindiran
Warisannya masih terasa
Lebih dari satu dekade setelah dirilis, “The Lazy Song” belum benar-benar meninggalkan budaya pop.
Official Charts masih mencatat aktivitas lagu ini di berbagai chart video streaming pada tahun-tahun berikutnya, termasuk kemunculan kembali pada 2025 dan 2026.
Pada 2025, RIAA juga mencatat sertifikasi baru untuk “The Lazy Song”, menunjukkan bahwa katalog lama Bruno Mars tetap memiliki nilai komersial yang kuat.
Warisan terbesarnya mungkin bukan sekadar angka chart.
Lagu ini berhasil mengubah sebuah pengalaman yang sangat biasa—ingin rebahan dan tidak melakukan apa-apa—menjadi pop culture moment.
Dan itu tidak mudah.
Banyak lagu mencoba menjadi besar dengan membicarakan cinta, patah hati, ambisi, atau perubahan hidup. “The Lazy Song” mengambil jalan yang jauh lebih sederhana: bagaimana kalau hari ini kita tidak melakukan apa-apa?
Pertanyaan itu ternyata cukup universal untuk membuat lagu tersebut bertahan.
Poin Penting
-
“The Lazy Song” merupakan bagian dari album debut Doo-Wops & Hooligans Bruno Mars.
-
Lagu ditulis Bruno Mars, Philip Lawrence, Ari Levine, dan K'naan.
-
Produksinya dikerjakan The Smeezingtons.
-
Ide awalnya muncul ketika para kreator sedang jenuh dan tidak ingin bekerja di studio.
-
Lagu mencapai No. 4 Billboard Hot 100.
-
Di Inggris, lagu ini mencapai No. 1.
-
Video musiknya disutradarai Bruno Mars dan Cameron Duddy.
-
Poreotics tampil sebagai para penari bertopeng.
-
Kesederhanaan musik dan visual menjadi bagian penting dari daya tarik lagu.
-
Lagu tersebut tetap memiliki jejak popularitas bertahun-tahun setelah dirilis.
Baca Juga: APT. ROSÉ dan Bruno Mars Meledak di Dunia, Ternyata Terinspirasi dari Permainan Minum Korea
Insight Redaksi
“The Lazy Song” menarik bukan karena ia menawarkan cerita yang rumit, melainkan karena ia membuktikan bahwa ide sederhana bisa menjadi kuat ketika eksekusinya tepat.
Bruno Mars tidak mencoba membuat rasa malas terdengar filosofis. Ia menjadikannya sesuatu yang ringan, lucu, dan mudah dibagikan sebagai pengalaman bersama.
Itulah mungkin alasan lagu ini masih terasa dekat: hampir semua orang pernah punya satu hari ketika mereka hanya ingin berhenti sejenak dari dunia.
Kalau hari itu datang, “The Lazy Song” masih punya satu jawaban yang cukup sederhana: tidak apa-apa untuk santai sebentar.
Dan dari situlah lagu ini tetap menemukan pendengarnya.
Kalau menurutmu lagu ini masih enak diputar saat sedang ingin rebahan, bagikan artikel ini ke teman yang paling sering bilang, “Besok saja.”
Sebab setelah lebih dari satu dekade, perjalanan “The Lazy Song” masih menunjukkan satu hal: lagu yang sederhana belum tentu punya umur pendek.
FAQ
1. Siapa yang menyanyikan “The Lazy Song”?
“The Lazy Song” dinyanyikan oleh Bruno Mars.
2. Siapa penulis “The Lazy Song”?
Lagu ini ditulis Bruno Mars, Philip Lawrence, Ari Levine, dan K'naan.
3. “The Lazy Song” ada di album apa?
Lagu ini merupakan bagian dari album debut Bruno Mars, Doo-Wops & Hooligans.
4. Kapan “The Lazy Song” dirilis sebagai single?
Lagu tersebut dirilis sebagai single pada 2011, dengan perilisan radio Amerika Serikat tercatat pada 15 Februari 2011.
5. Berapa posisi tertinggi “The Lazy Song” di Inggris?
Lagu ini mencapai No. 1 Official Singles Chart Inggris.