Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Tulus kembali lewat “Teh Hijau”, lagu hangat tentang kehampaan, penerimaan diri, proses kreatif, dan perjalanan musiknya sepanjang 2026.
Balikpapan TV - Hai Ces! Tulus kembali meramaikan musik Indonesia lewat single “Teh Hijau”, yang dirilis 30 Juni 2026 setelah sekitar empat tahun sejak album Manusia. Lagu ini menarik perhatian karena musiknya terdengar hangat dan ringan, sementara temanya justru berbicara tentang kehampaan dan kesulitan membuka hati.
Menariknya, “Teh Hijau” bukan sekadar lagu tentang minuman. Di balik judulnya, ada cerita tentang seseorang yang sedang kehilangan rasa senang dan memilih memahami fasenya daripada memaksa semuanya segera pulih. Yuk, lihat perjalanan lagu ini lebih jauh.
“Teh Hijau” bicara tentang fase ketika rasa senang terasa jauh
Makna utama lagu ini berpusat pada kehampaan, kehilangan antusiasme, dan penerimaan terhadap sebuah fase kehidupan.
Tokoh dalam lagu digambarkan menerima berbagai saran untuk mengubah keadaan, mulai dari keluar menikmati alam, mencoba sesuatu yang baru, bergerak lebih aktif, hingga membaca buku. Namun, berbagai saran tersebut belum otomatis mengembalikan rasa senang.
Di situlah kekuatan “Teh Hijau”. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan. Sebaliknya, ia menggambarkan kemungkinan bahwa seseorang memang sedang berada dalam fase ketika dirinya belum mampu membuka hati terhadap sesuatu atau seseorang. Interpretasi tersebut juga menjadi sorotan RRI dan detikcom setelah lagu dirilis.
Mengapa judulnya “Teh Hijau”?
Justru karena teh hijau bukan inti cerita secara harfiah, kemunculannya menjadi menarik.
Dalam pembacaan makna lagu, teh hijau dapat dipahami sebagai simbol sesuatu yang sederhana dan masih berada dalam kendali seseorang ketika keadaan terasa tidak menentu. Dari hal kecil itulah muncul gagasan untuk melepaskan kemurungan secara perlahan, bukan memaksakan perubahan dalam waktu singkat.
Dengan begitu, judul “Teh Hijau” terasa seperti benda sederhana yang menjadi jangkar di tengah pengalaman emosional yang lebih besar.
Tulus menulis sendiri lirik dan melodinya
“Teh Hijau” merupakan karya Tulus sebagai penulis lirik sekaligus pencipta melodi.
Dalam produksi, Yoseph Sitompul bertindak sebagai produser dan arranger, sedangkan Tulus tercatat sebagai co-producer. Tulus juga mengisi vokal utama dan vokal latar.
Komposisinya melibatkan piano akustik, kibor, synthesizer, loop programming, drum, bas elektrik, gitar elektrik, serta horn section. Vokal dan sejumlah instrumen direkam di beberapa lokasi, sebelum proses mixing dilakukan Stevano di Studio Sembunyi, Jakarta, dan mastering oleh Stuart Hawkes di Metropolis Mastering, London.
Detail produksi tersebut memperlihatkan bahwa “Teh Hijau” bukan karya yang berdiri hanya pada vokal Tulus. Ada cukup banyak lapisan musikal yang membentuk karakter hangatnya.
Kontras musik ringan dengan cerita yang tidak ringan
Salah satu daya tarik terbesar lagu ini justru ada pada kontradiksi tersebut.
Aransemen “Teh Hijau” terdengar ringan, hangat, dan ceria, sementara tema yang dibawa berbicara tentang kehampaan. RRI menilai kontras ini membuat pengalaman emosional lagu terasa lebih dekat karena tidak menggambarkan kesedihan melalui musik yang sepenuhnya muram.
Pendekatan seperti ini membuat lagu terasa tidak sedang menggurui pendengar. Ia lebih seperti menemani seseorang memahami bahwa tidak semua fase hidup harus langsung dibereskan.
Comeback setelah Manusia
“Teh Hijau” juga penting dalam perjalanan karier Tulus karena menjadi rilisan baru setelah album Manusia pada 2022.
Spotify mencatat “Teh Hijau” sebagai single satu lagu berdurasi 3 menit 32 detik, dirilis 30 Juni 2026 melalui TulusCompany.
Jarak tersebut membuat perilisan “Teh Hijau” terasa seperti pembuka babak baru. Tulus tidak datang dengan album baru, melainkan sebuah single yang memperlihatkan sisi reflektif setelah periode cukup panjang tanpa rilisan baru.
Respons awal langsung kuat
Sambutan terhadap lagu ini terlihat sejak hari-hari pertama.
Pada awal Juli, official lyric video “Teh Hijau” sempat masuk Trending #3 Music YouTube. Media juga menyoroti bagaimana lagu tersebut cepat mendapatkan perhatian karena memadukan melodi yang mudah diterima dengan tema emosional yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Official lyric video kemudian disusul official music video pada 10 Juli 2026. Video musik tersebut mencantumkan Tulus sebagai creative director, dengan Davy Linggar sebagai sutradara, penata kamera, sekaligus pewarnaan.
Performa streaming ikut menguat
Perjalanan “Teh Hijau” tidak berhenti pada respons awal.
Berdasarkan data Spotify Daily Chart Indonesia per 24 Agustus 2026, “Teh Hijau” berada di posisi No. 2, dengan hampir 1,7 juta streaming harian dan total sekitar 84,6 juta streaming.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Penyanyi | Tulus |
| Jenis | Single |
| Rilis | 30 Juni 2026 |
| Durasi | 3 menit 32 detik |
| Penulis lirik | Tulus |
| Pencipta melodi | Tulus |
| Produser | Yoseph Sitompul |
| Co-producer | Tulus |
| Aransemen | Yoseph Sitompul |
| Video musik | 10 Juli 2026 |
| Spotify Daily Chart Indonesia | No. 2, 24 Agustus 2026 |
| Streaming harian | Hampir 1,7 juta |
| Total streaming | 84,6 juta, per 24 Agustus 2026 |
Angka 84,6 juta tersebut penting dibaca bersama tanggalnya. Itu merupakan capaian kumulatif per 24 Agustus 2026, bukan jumlah streaming ketika lagu pertama kali dirilis.
Tulus tetap aktif tampil setelah comeback
Rilisan baru tersebut juga berjalan beriringan dengan aktivitas panggung Tulus.
Catatan penampilan menunjukkan Tulus membawakan “Teh Hijau” dalam set Bigu Festival 2026 pada 4 Juli 2026 di Stadion Madya Gelora Bung Karno.
Sepanjang Agustus, agenda Tulus juga mencatat penampilan di SOD Festival, The Sounds Project 9, Semesta Berpesta, Sarga Festival Padang, TERAS 2026, hingga Sunset di Kebun.
Kehadiran “Teh Hijau” di panggung membuat lagu yang baru berusia beberapa hari ketika pertama kali dibawakan itu langsung masuk ke perjalanan pertunjukan live Tulus.
Dari festival sampai ruang terbuka
Salah satu penampilan Tulus pada 2026 berlangsung dalam ekosistem Sunset di Kebun, festival yang memadukan musik, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Tulus termasuk line-up dalam rangkaian acara tersebut.
Konsep seperti ini juga menunjukkan bahwa aktivitas Tulus pada 2026 tidak hanya bertumpu pada perilisan musik digital, tetapi tetap terhubung dengan pertunjukan langsung dan berbagai format festival.
Baca Juga: Sampai Tua Nanti Andmesh, Cerita Cinta yang Lahir dari Pengalaman Pribadi
September 2026 masih ada Pestapora
Agenda resmi Tulus mencatat 27 September 2026 — Pestapora di Gambir Expo & JIExpo, Kemayoran. Sementara 12 September tercatat sebagai acara festival, 19 September acara privat, dan 26 September acara pernikahan tanpa detail publik yang lengkap pada agenda tersebut.
Untuk Pestapora, informasi penyelenggara juga mencantumkan Tulus sebagai Day 3, yaitu 27 September. Pestapora 2026 sendiri berlangsung 25–27 September 2026.
Jadi, dari jadwal yang tersedia, 27 September adalah penampilan publik Tulus pada September yang detail acaranya paling jelas.
Apakah “Teh Hijau” menjadi titik balik?
Belum tepat menyebutnya sebagai titik balik besar dalam karier Tulus karena lagu ini baru beberapa bulan beredar. Namun, tanda-tandanya cukup menarik.
Lagu tersebut berhasil membawa Tulus kembali ke ruang publik setelah jeda panjang, memperoleh respons awal yang kuat, masuk posisi tinggi Spotify Daily Chart Indonesia, dan kemudian hadir dalam sejumlah pertunjukan live.
Yang lebih menarik, comeback ini tidak dibangun lewat lagu cinta konvensional. Tulus justru memilih tema kehampaan dan penerimaan diri.
Itu membuat “Teh Hijau” terasa seperti karya yang berbicara tentang kondisi manusia yang sederhana: ada masa ketika seseorang sudah mencoba berbagai hal, tetapi belum juga merasa kembali seperti sebelumnya.
Bukan tentang buru-buru sembuh
Pada akhirnya, daya tarik “Teh Hijau” ada pada gagasan yang sederhana: tidak semua perasaan harus segera dibereskan.
Lagu ini memberi ruang bagi seseorang untuk mengakui bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja tanpa menjadikan keadaan tersebut sebagai akhir cerita. Harapan tetap muncul melalui gagasan bahwa fase tersebut dapat berlalu dan hari berikutnya bisa menjadi lebih baik.
Bagi Tulus, “Teh Hijau” menjadi comeback setelah Manusia. Bagi pendengarnya, lagu ini bisa menjadi teman ketika sedang berada dalam fase yang sulit dijelaskan—ketika tidak benar-benar sedih, tetapi juga belum mampu merasa senang.
Poin Penting
- “Teh Hijau” dirilis Tulus pada 30 Juni 2026.
- Lagu ini membahas kehampaan, kehilangan rasa senang, dan penerimaan terhadap sebuah fase hidup.
- Tulus menulis lirik dan melodi sendiri.
- Yoseph Sitompul menjadi produser sekaligus arranger, dengan Tulus sebagai co-producer.
- Official music video dirilis 10 Juli 2026.
- Per 24 Agustus 2026, lagu berada di No. 2 Spotify Daily Chart Indonesia dengan sekitar 84,6 juta total streaming.
- Tulus tetap aktif tampil di berbagai festival sepanjang 2026.
Insight Redaksi
Yang membuat “Teh Hijau” menarik bukan sekadar kembalinya Tulus setelah empat tahun. Nilai terbesarnya justru ada pada pilihan tema: sebuah lagu yang tidak memaksa pendengarnya segera merasa lebih baik.
Musiknya hangat, tetapi ceritanya sedang mencari jalan keluar dari kehampaan. Kontras itulah yang membuat lagu ini punya identitas kuat.
Kalau ingin memahami “Teh Hijau” lebih utuh, dengarkan sambil memperhatikan tiga lapis ceritanya: kehampaan → penerimaan → harapan. Dari sana, judul “Teh Hijau” terasa jauh lebih masuk akal daripada sekadar nama minuman.
Sumber informasi: Spotify, kanal resmi Tulus, RRI, detikcom, situs resmi Tulus, The Sounds Project, Sunset di Kebun, dan Pestapora.
FAQ
Apakah “Teh Hijau” lagu tentang minuman?
Tidak. Teh hijau lebih tepat dibaca sebagai simbol sederhana dalam cerita tentang kehampaan dan proses menerima keadaan.
Kapan “Teh Hijau” dirilis?
30 Juni 2026.
Siapa yang menulis “Teh Hijau”?
Tulus menulis lirik sekaligus menciptakan melodinya.
Siapa produsernya?
Yoseph Sitompul menjadi produser dan arranger, sementara Tulus menjadi co-producer.
Berapa streaming “Teh Hijau”?
Per 24 Agustus 2026, RRI melaporkan total sekitar 84,6 juta streaming dan hampir 1,7 juta streaming harian di Spotify Daily Chart Indonesia.
Apakah Tulus masih tampil pada 2026?
Ya. Agenda resmi Tulus mencatat sejumlah pertunjukan sepanjang 2026, termasuk The Sounds Project, Semesta Berpesta, Sarga Festival, TERAS, Sunset di Kebun, dan Pestapora.