Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Film Suanggi: Ilmu Kutukan mengangkat folklor Indonesia Timur, konflik keluarga, dan teror supranatural menjelang tayang 10 September.
Balikpapan TV - Hai Ces! Film horor Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia 10 September 2026, membawa folklor Indonesia Timur ke layar lebar.
Buat yang biasanya mengenal horor dari mitos Jawa, film ini menawarkan suasana berbeda. Kali ini, cerita bergerak dari Papua, rahasia keluarga, dan kepercayaan tentang Suanggi.
Bukan Sekadar Cerita Hantu, Ada Rahasia di Balik Kepulangan Beni
Film produksi Mutiara Films dan Subtube Studio ini berpusat pada Beni, diperankan Pangeran Lantang, seorang mantan penyanyi yang kariernya meredup dan terlilit utang.
Beni kemudian kembali ke kampung halamannya bersama kekasihnya, Gia, yang diperankan Carissa Perusset. Kepada Gia, kepulangan itu disebut sebagai upaya menjenguk Mama Lin, ibu angkat Beni yang sedang sakit.
Namun, alasan tersebut ternyata bukan keseluruhan cerita.
Kepulangan Beni setelah bertahun-tahun justru membuka rangkaian persoalan yang berkaitan dengan keluarga, rahasia masa lalu, dan teror supranatural. LSF mencatat bahwa kedatangan Beni memicu keresahan warga pulau karena mereka percaya kepulangannya dapat membawa malapetaka.
Suanggi Membawa Folklor Indonesia Timur ke Bioskop
Yang membuat film ini berbeda adalah sumber cerita yang tidak mengambil mitos horor Jawa sebagai pusat utama.
Suanggi: Ilmu Kutukan terinspirasi dari folklor atau kepercayaan yang dikenal di sejumlah wilayah Indonesia Timur, terutama Papua. RRI menyebut cerita Suanggi juga berkaitan dengan tradisi masyarakat di wilayah seperti Maluku, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi.
Dalam konteks film, Suanggi menjadi bagian penting dari konflik yang menghubungkan kepercayaan, keluarga, ambisi, dan ketakutan.
Produser Bona Pascal sebelumnya menjelaskan alasan membawa cerita tersebut ke layar lebar.
“Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah.”
Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa film tidak semata-mata menggunakan Suanggi sebagai sosok untuk menakut-nakuti penonton, tetapi juga menjadikannya bagian dari persoalan manusia dan budaya yang lebih luas.
Kenapa Konflik Keluarga Menjadi Bagian Penting?
Cerita horor sering kali terasa lebih dekat ketika ancamannya tidak berdiri sendiri.
Dalam film ini, teror berkaitan dengan hubungan Beni, Gia, Mama Lin, serta rahasia yang perlahan terbuka. Karena itu, ketegangannya tidak hanya dibangun melalui unsur supranatural, tetapi juga melalui pertanyaan mengenai alasan sebenarnya Beni kembali ke kampung halaman.
Gia bahkan mulai mempertanyakan perilaku Beni setelah melihat sejumlah kejanggalan.
Dari sini, cerita berkembang menjadi perpaduan horor, misteri, dan drama keluarga. LSF mengklasifikasikan film ini dalam genre horor dan thriller/misteri.
Pangeran Lantang hingga Iwa K Isi Jajaran Pemeran
Pangeran Lantang menjadi pemeran utama sebagai Beni, sedangkan Carissa Perusset memainkan Gia.
Jajaran pemeran lainnya antara lain Iwa K sebagai Aroba, Dayu Wijanto sebagai Mama Lin, Endhita, Stany Imbiri, Keanu Azka, Ian Williams, Yohanes Yewen, Klemens Awi, Obimesak Nubation, dan sejumlah pemain lainnya.
Iwa K juga menghadapi tantangan dalam memerankan karakter Aroba. Ia menyebut persiapan terkait intonasi dan dialek Indonesia Timur menjadi salah satu hal yang perlu dipelajari selama proses pengembangan karakter.
Hal tersebut penting karena latar budaya bukan hanya menjadi dekorasi dalam film. Dialog, karakter, lanskap, dan atmosfer turut membentuk identitas cerita.
88 Menit Membawa Penonton ke Dunia Suanggi
Suanggi: Ilmu Kutukan memiliki durasi 88 menit dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.
Film ini disutradarai Dom Dharmo dan ditulis oleh Baskoro Adi Wuryanto. Produksinya melibatkan Mutiara Films dan Subtube Studio.
Lembaga Sensor Film mencatat film ini memperoleh klasifikasi Dewasa 21 Tahun (D21) karena mengandung kekerasan dan kengerian intens. Artinya, informasi mengenai film ini sebaiknya dibaca sebagai pengenalan karya dan konteks budaya, sementara keputusan menonton perlu mengikuti klasifikasi usia resmi.
Horor Indonesia Tidak Harus Selalu Berangkat dari Mitos yang Sama
Salah satu nilai menarik dari Suanggi: Ilmu Kutukan adalah keberaniannya mengambil cerita dari wilayah Indonesia Timur.
Selama ini, banyak film horor Indonesia populer menggunakan berbagai mitos dan legenda dari Pulau Jawa. Kehadiran cerita yang berangkat dari Papua dan kawasan timur Nusantara membuka kesempatan bagi penonton untuk mengenal bentuk folklor lain yang memiliki latar budaya berbeda.
RRI mencatat film ini berusaha memperkenalkan sisi lain folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik modern.
Dengan begitu, daya tarik film bukan hanya terletak pada pertanyaan apakah terornya menyeramkan, tetapi juga bagaimana sebuah cerita rakyat dari wilayah timur diterjemahkan ke dalam bahasa film masa kini.
Baca Juga: Resident Evil Reboot 2026, Cerita Baru tapi Jiwa Game Masih Terasa Kuat
Apa yang Membuat Film Ini Menarik Dibicarakan?
Ada tiga hal yang membuat Suanggi: Ilmu Kutukan memiliki sudut berbeda.
Pertama, folklornya berasal dari Indonesia Timur dan membawa cerita yang belum sesering mitos Jawa di layar lebar.
Kedua, konfliknya tidak hanya soal teror, tetapi juga menyentuh keluarga, ambisi, kepercayaan, dan rahasia masa lalu.
Ketiga, latar Papua dan pendekatan budaya memberi identitas visual sekaligus atmosfer yang berbeda dari formula horor Indonesia yang sudah sering digunakan.
Karena itu, film ini dapat dibaca bukan hanya sebagai tontonan horor, tetapi juga sebagai salah satu upaya membawa cerita rakyat dari wilayah timur ke ruang budaya populer.
Poin Penting
- Suanggi: Ilmu Kutukan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.
- Film berdurasi 88 menit ini mengusung horor dan thriller/misteri.
- Ceritanya terinspirasi dari folklor Suanggi yang dikenal di sejumlah wilayah Indonesia Timur.
- Pangeran Lantang memerankan Beni, sementara Carissa Perusset berperan sebagai Gia.
- Iwa K memerankan Aroba.
- Produksi film melibatkan Mutiara Films dan Subtube Studio.
- LSF menetapkan klasifikasi D21 atau Dewasa 21 Tahun.
Insight Redaksi
Nilai menarik Suanggi: Ilmu Kutukan bukan hanya pada unsur seramnya, tetapi pada keberanian membawa folklor Indonesia Timur ke arus utama perfilman. Tantangannya adalah menjaga budaya tetap terasa sebagai bagian cerita, bukan sekadar ornamen untuk menciptakan ketakutan.
Bagi pembaca yang ingin mengenal perkembangan horor Indonesia, film ini menarik diperhatikan dari sisi representasi folklor dan budaya Timur. Namun, klasifikasi usia 21+ perlu menjadi pertimbangan utama sebelum menonton.
Bagikan artikel ini jika kamu ingin teman-temanmu ikut mengenal cerita rakyat Indonesia yang mulai mendapat ruang lebih luas di layar lebar. Ikuti terus informasi terbaru dari balikpapantv.id, teman update setia kamu.
FAQ
Kapan Suanggi: Ilmu Kutukan tayang?
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.
Film Suanggi: Ilmu Kutukan bercerita tentang apa?
Cerita mengikuti Beni yang kembali ke kampung halaman bersama Gia dengan alasan menjenguk Mama Lin, tetapi kepulangannya kemudian berkaitan dengan rahasia keluarga dan teror Suanggi.
Siapa pemeran utamanya?
Pangeran Lantang berperan sebagai Beni dan Carissa Perusset sebagai Gia. Iwa K memainkan karakter Aroba.
Berapa durasi filmnya?
Durasi film tercatat 88 menit.
Film ini cocok untuk semua umur?
Tidak. Lembaga Sensor Film menetapkan klasifikasi D21, sehingga film ditujukan untuk penonton berusia 21 tahun ke atas.
Apa yang dimaksud Suanggi dalam konteks cerita?
Suanggi merupakan bagian dari folklor atau kepercayaan yang dikenal di sejumlah wilayah Indonesia Timur dan menjadi dasar unsur mistis dalam film.