Jiwa yang Bersedih Ghea Indrawari: Curhat yang Berubah Menjadi Lagu Penguat Banyak Orang

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:24 WIB
Penampilan ekspresif Ghea Indrawari bergaun hitam dengan hiasan air mata artistik untuk lagu "Jiwa Yang Bersedih". (BTV/Ai)
Penampilan ekspresif Ghea Indrawari bergaun hitam dengan hiasan air mata artistik untuk lagu "Jiwa Yang Bersedih". (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Lagu Jiwa yang Bersedih membawa kisah lelah, penerimaan diri, dan kebangkitan Ghea Indrawari hingga menjadi titik balik kariernya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lagu “Jiwa yang Bersedih” menjadi salah satu karya paling dikenal Ghea Indrawari setelah dirilis pada 18 Mei 2023 melalui HITS Records, membawa pesan tentang manusia yang lelah berjuang tetapi tetap ingin bertahan.

Bukan cuma karena melodinya yang mudah diingat, lagu ini terasa dekat dengan banyak orang yang sedang menghadapi tekanan hidup. Perjalanannya juga menarik karena karya yang lahir dari pengalaman personal Ghea justru berkembang menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

Lagu yang lahir ketika Ghea sedang berdamai dengan kegagalan

“Jiwa yang Bersedih” ditulis sendiri oleh Ghea Indrawari. HITS Records mencatat Ghea sebagai songwriter, sementara Andrew Joscha Sinaga dipercaya sebagai produser. Proses vokalnya direkam di Antida Music, Bali, kemudian mixing dan mastering dikerjakan Ari Renaldi.

Secara tema, lagu ini berbicara tentang seseorang yang terus berjalan meski sedang lelah, terluka, merasa tidak dihargai, dan berusaha terlihat baik-baik saja.

Gambaran tersebut membuat “Jiwa yang Bersedih” tidak berhenti sebagai lagu sedih. Ada pesan yang lebih luas: seseorang boleh mengakui bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja tanpa harus menganggap dirinya gagal.

Dalam sejumlah pemberitaan, Ghea juga dikisahkan menulis lagu tersebut setelah melewati periode ketika ia merasa karya-karya sebelumnya belum mendapatkan respons seperti yang diharapkan. Ia sempat berhenti menulis lagu dan lebih berfokus pada aktivitas bernyanyi.

Di titik itulah cerita lagu dan perjalanan penciptanya bertemu.

Ghea tidak sedang membuat lagu tentang kesedihan dari jarak yang jauh. Ia menulis dari pengalaman menghadapi rasa lelah, keraguan terhadap perjalanan karier, dan kebutuhan untuk menerima diri sendiri.

Mengapa pesan lagunya terasa begitu dekat?

Kekuatan utama “Jiwa yang Bersedih” terletak pada cara lagu tersebut memperlakukan kesedihan sebagai bagian normal dari kehidupan manusia.

Alih-alih meminta seseorang untuk terus terlihat kuat, lagu ini memberikan ruang untuk berhenti sejenak. Ada gagasan bahwa seseorang tidak harus selalu terlihat sempurna ketika sedang menghadapi persoalan.

Pesan tersebut juga sejalan dengan penjelasan HITS Records ketika memperkenalkan lagu ini. “Jiwa yang Bersedih” disebut bercerita tentang perjalanan seseorang dalam menjalani kehidupan, termasuk rasa lelah, terluka, tidak dihargai, berpura-pura sempurna, hingga berusaha terlihat kuat ketika sebenarnya sedang sedih.

Karena itu, pendengar dapat membawa lagu ini ke pengalaman masing-masing.

Ada yang mungkin menghubungkannya dengan kegagalan pekerjaan. Ada pula yang merasakannya ketika hubungan dengan orang lain tidak berjalan sesuai harapan. Sebagian lainnya mungkin sekadar membutuhkan lagu yang mengingatkan bahwa beristirahat bukan berarti menyerah.

Baca Juga: Hati-Hati di Jalan Tulus: Kisah Cinta yang Tak Sampai, Tapi Jadi Warisan Musik

Dari lagu personal menjadi fenomena di media sosial

Perjalanan “Jiwa yang Bersedih” berubah drastis setelah lagu tersebut menemukan pendengarnya di ruang digital.

Pada Juni 2023, Okezone mencatat lagu ini telah digunakan dalam lebih dari 41 ribu video TikTok. Popularitas tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian yang lebih besar di berbagai platform musik.

Fenomena itu menunjukkan bagaimana perjalanan sebuah lagu di era digital tidak selalu ditentukan oleh promosi konvensional.

Sebuah lagu bisa menemukan kehidupan keduanya ketika pendengar menggunakannya untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri. Dalam kasus “Jiwa yang Bersedih”, potongan lagu menjadi bagian dari berbagai unggahan yang berhubungan dengan emosi, perjuangan, dan pengalaman personal.

Dengan kata lain, pendengar tidak hanya mendengarkan lagu tersebut. Mereka ikut memberikan konteks baru melalui cerita masing-masing.

Puncak Spotify datang beberapa bulan setelah rilis

Efek viral tersebut kemudian terlihat dalam performa streaming.

Pada 21 Agustus 2023, “Jiwa yang Bersedih” berada di posisi pertama daftar lagu Indonesia yang paling banyak diputar di Spotify. Saat itu, jumlah pemutaran global yang tercatat telah melewati 47,7 juta.

Posisi tersebut bukan hanya terjadi sekali.

Pada awal September 2023, lagu Ghea masih berada di puncak daftar lagu Indonesia di Spotify. Pada 4 September, jumlah pemutaran yang tercatat telah melewati 66,7 juta.

Pada 3 Oktober 2023, lagu ini kembali tercatat bertahan di posisi teratas Spotify Indonesia dengan lebih dari 101 juta pemutaran.

Perjalanan tersebut memperlihatkan pola menarik dalam industri musik digital: sebuah lagu yang awalnya dirilis sebagai karya personal dapat berkembang menjadi fenomena ketika pesan dan emosinya menemukan hubungan dengan audiens yang luas.

Baca Juga: Ride or Die EVAN: Debut Solo Eks Heeseung ENHYPEN yang Buka Babak Baru

Bukan cuma viral, tetapi ikut mengangkat posisi Ghea sebagai penulis lagu

Keberhasilan “Jiwa yang Bersedih” kemudian berpengaruh pada cara publik melihat Ghea.

Sebelumnya, Ghea lebih dikenal sebagai penyanyi jebolan Indonesian Idol. Lagu ini memperlihatkan sisi lain dirinya sebagai songwriter yang mampu membawa pengalaman personal menjadi karya yang diterima luas.

Pencapaian tersebut mendapatkan pengakuan melalui Indonesian Music Awards 2023. Ghea memenangkan kategori Songwriter of the Year untuk “Jiwa Yang Bersedih”.

Penghargaan tersebut menjadi penting karena yang mendapat sorotan bukan hanya performa vokal Ghea, tetapi kemampuan menciptakan lagu.

Ghea sendiri menggambarkan lagu tersebut sebagai karya yang awalnya menjadi pelipur lara, tetapi kemudian justru membawa banyak hal baik dalam perjalanan kariernya.

Di sinilah “Jiwa yang Bersedih” berubah status.

Ia bukan lagi sekadar single. Lagu tersebut menjadi penanda fase baru dalam perjalanan Ghea sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Baca Juga: Makna Lagu “That’s So True” Gracie Abrams: Saat Mantan Move On, Hati Malah Belum

Produksinya sederhana, tetapi dikerjakan banyak tangan

Di balik suara Ghea yang terdengar dekat dan personal, produksi lagu ini melibatkan sejumlah musisi dan pekerja kreatif.

Andrew Joscha Sinaga bertindak sebagai produser sekaligus ikut mengisi gitar bersama Devinza Kendranata. Irvan Natadiningrat menangani vocal direction, sedangkan Tonee Prajogo menangani rekaman vokal di Antida Music, Bali.

Ari Renaldi kemudian menangani mixing dan mastering di Aru Studio.

Video musiknya juga memiliki tim tersendiri. Produksi dilakukan JA Films dengan Joshua Axel Limandjaja sebagai producer sekaligus director. Konsep visual dikerjakan bersama tim kreatif yang melibatkan Yesica Suyanti dan Mario Benedictus.

Rangkaian kredit tersebut menunjukkan bahwa lagu yang terdengar intim di telinga pendengar tetap merupakan hasil kerja kolektif.

Ghea menjadi pusat ceritanya, tetapi produksi musik dan visual membuat pesan lagu tersebut dapat diterjemahkan ke bentuk yang lebih utuh.

Ada perubahan besar dalam perjalanan karier Ghea

Sebelum “Jiwa yang Bersedih”, Ghea telah merilis sejumlah karya setelah mengikuti Indonesian Idol musim kesembilan pada 2018.

Namun, “Jiwa yang Bersedih” menjadi salah satu terobosan terbesarnya. Billboard Indonesia mencatat lagu ini sebagai titik terobosan dalam karier Ghea dan menyebut pencapaiannya di Spotify serta perannya kemudian sebagai duta Spotify EQUAL.

Ghea kemudian mendapatkan kesempatan yang lebih luas di luar pasar musik Indonesia.

Sebagai duta Spotify EQUAL, wajahnya tampil di billboard digital Times Square, New York, pada September 2023. Pada tahun yang sama, ia juga memenangkan penghargaan Top EQUAL Artist of the Year dalam Spotify Wrapped Live.

Perjalanan itu memperlihatkan efek berantai dari satu lagu yang berhasil menemukan audiensnya.

Karya yang awalnya sangat personal akhirnya membuka ruang baru untuk karier Ghea di tingkat yang lebih luas.

Baca Juga: deja vu Olivia Rodrigo dan Kisah Mantan yang Berubah Jadi Pop Penuh Sindiran

Mengapa lagu ini bertahan lebih lama dari tren TikTok?

Viral di media sosial bisa berlangsung singkat. Lagu yang populer hari ini belum tentu masih dicari beberapa bulan kemudian.

“Jiwa yang Bersedih” memiliki kekuatan lain karena tema yang dibawanya tidak bergantung pada satu tren.

Rasa lelah, kegagalan, kebutuhan untuk didengar, dan keinginan untuk mendapatkan tempat beristirahat merupakan pengalaman yang terus muncul dalam kehidupan manusia.

Itulah yang membuat lagu ini mempunyai peluang untuk hidup di luar konteks TikTok.

Ketika seseorang memutarnya bukan karena sedang mengikuti tren, melainkan karena sedang membutuhkan teman untuk melewati hari yang berat, fungsi lagu tersebut berubah. Musik tidak lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman personal pendengarnya.

Warisan “Jiwa yang Bersedih” untuk Ghea Indrawari

Dampak lagu tersebut dapat dilihat dari perjalanan Ghea setelah 2023.

Lagu ini menjadi salah satu karya yang memperkuat identitas Ghea sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu. Album perdananya, Berdamai, kemudian dirilis pada 2024 dan memperlihatkan kesinambungan dengan warna musik yang personal dan emosional. Situs resmi Ghea juga mencantumkan “Jiwa yang Bersedih” sebagai salah satu karya penting dalam daftar musiknya.

Yang lebih penting, keberhasilan lagu tersebut memberikan konteks baru terhadap perjalanan karier Ghea.

Lima tahun setelah memulai perjalanan rekamannya, sebuah lagu yang lahir dari kegelisahan justru menjadi karya yang membawa pengakuan lebih besar. Suara tentang kegagalan akhirnya berubah menjadi cerita tentang keberhasilan.

Ada ironi yang menarik di sana.

Ghea menulis tentang jiwa yang sedang bersedih, tetapi lagu itu justru menjadi salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam kariernya.

Baca Juga: APT. ROSÉ dan Bruno Mars Meledak di Dunia, Ternyata Terinspirasi dari Permainan Minum Korea

Poin Penting

Insight Redaksi

Kekuatan “Jiwa yang Bersedih” bukan semata-mata pada kesedihannya. Lagu ini berhasil mengubah pengalaman yang sangat personal menjadi ruang yang bisa ditempati banyak orang.

Di tengah budaya digital yang sering mendorong seseorang untuk terlihat baik-baik saja, pesan untuk mengakui rasa lelah justru terasa semakin relevan.

Karya Ghea memperlihatkan bahwa lagu yang jujur tidak selalu membutuhkan cerita yang rumit. Kadang, pengalaman sederhana yang benar-benar dirasakan penciptanya justru mampu berbicara lebih jauh.

Kalau artikel ini terasa dekat dengan pengalamanmu, bagikan kepada orang yang mungkin sedang membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak. Ikuti terus informasi terbaru dari balikpapantv.id, teman update setia kamu.

FAQ

1. Siapa yang menyanyikan lagu “Jiwa yang Bersedih”?

Lagu “Jiwa yang Bersedih” dinyanyikan sekaligus ditulis oleh Ghea Indrawari.

2. Kapan “Jiwa yang Bersedih” dirilis?

Lagu ini dirilis pada 18 Mei 2023 melalui HITS Records.

3. Siapa produser “Jiwa yang Bersedih”?

Andrew Joscha Sinaga menjadi produser lagu tersebut.

4. Apa makna utama lagu “Jiwa yang Bersedih”?

Lagu ini berbicara tentang seseorang yang mengalami kelelahan dan luka dalam perjalanan hidup, sekaligus mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak dan mengakui perasaan tersebut.

5. Apakah lagu ini menjadi titik balik karier Ghea?

Ya. Lagu tersebut menjadi terobosan besar dalam karier Ghea, meraih performa tinggi di platform musik dan mengantarkannya meraih penghargaan Songwriter of the Year pada Indonesian Music Awards 2023.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Ghea Indrawari Jiwa Yang Bersedih Lagu Viral musik indonesia