Makna Lagu “That’s So True” Gracie Abrams: Saat Mantan Move On, Hati Malah Belum

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:23 WIB
Potret elegan Gracie Abrams dengan gaya rambut pendek dan tatapan tajam berlatar dinding bernuansa hangat. (BTV/Ai)
Potret elegan Gracie Abrams dengan gaya rambut pendek dan tatapan tajam berlatar dinding bernuansa hangat. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: “That’s So True” Gracie Abrams membahas cemburu, luka putus cinta, dan sulitnya menerima mantan sudah menemukan orang baru.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lagu “That’s So True” milik Gracie Abrams menggambarkan kekacauan emosi setelah putus cinta, ketika mantan sudah bersama orang lain tetapi hati belum sepenuhnya selesai.

Yang membuat lagu ini menarik bukan sekadar cerita tentang mantan. Gracie justru memperlihatkan sisi manusia yang sering sulit diakui: masih penasaran, cemburu, kesal, bahkan membandingkan diri dengan orang baru.

“That’s So True” sebenarnya bercerita tentang apa?

“That’s So True” menggambarkan seseorang yang mengetahui mantannya telah menjalin hubungan baru. Bukannya langsung menerima keadaan, pikirannya justru dipenuhi berbagai emosi yang saling bertabrakan.

Ada rasa kesal terhadap sang mantan, tetapi masih ada ketertarikan. Ada keinginan memperingatkan perempuan baru tersebut, tetapi sekaligus muncul rasa penasaran terhadap hubungan mereka.

Di sinilah kekuatan utama lagu tersebut. Gracie tidak menggambarkan patah hati sebagai emosi yang selalu rapi.

Kadang seseorang bisa mengatakan dirinya sudah baik-baik saja, sementara pikirannya masih sibuk membayangkan kehidupan mantan.

Kenapa rasa cemburu menjadi bagian penting lagu ini?

Cemburu dalam “That’s So True” tidak ditampilkan sebagai perasaan yang sepenuhnya rasional. Justru Gracie menunjukkan bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa dirinya sedang tidak masuk akal, tetapi tetap kesulitan menghentikan pikirannya.

Narator membayangkan perempuan baru sang mantan, termasuk bagaimana mereka berinteraksi. Dari sana muncul perbandingan dengan pengalaman masa lalu yang pernah ia jalani bersama orang tersebut.

Menariknya, lagu ini tidak hanya menyalahkan mantan atau perempuan baru. Ada kesadaran diri bahwa kecemburuan tersebut juga berasal dari dirinya sendiri.

Itulah sebabnya nuansa lagu terasa lucu sekaligus menyakitkan. Pendengar bisa tertawa pada pengakuannya, lalu beberapa detik kemudian merasa, “Waduh, gue pernah begini.”

Mengapa liriknya terasa seperti isi kepala yang sedang kacau?

Salah satu karakter kuat “That’s So True” adalah cara Gracie menyusun pikirannya seperti percakapan internal.

Ia dapat berpindah dari marah, penasaran, cemburu, tertarik, lalu menyadari bahwa dirinya sebenarnya belum sepenuhnya dewasa menghadapi situasi tersebut.

Pola tersebut membuat lagu terasa dekat karena proses move on memang jarang berlangsung lurus. Seseorang bisa merasa sudah selesai pada pagi hari, kemudian kembali teringat pada malamnya.

Dalam konteks itu, “That’s So True” bukan lagu tentang seseorang yang sudah benar-benar move on. Lagu ini lebih tepat dibaca sebagai potret seseorang yang sedang menyadari bahwa proses tersebut ternyata belum selesai.

Baca Juga: Aku Jeje Rilis “Ceritanya Jatuh Cinta”, Lagu tentang Berani Membuka Hati Setelah Patah Hati

Lagu ini lahir setelah album utamanya selesai

Ada fakta menarik di balik proses kreatifnya. Gracie Abrams dan Audrey Hobert sudah memiliki bagian melodi serta hook lagu tersebut sebelum keseluruhan album selesai, tetapi “That’s So True” belum benar-benar rampung ketika versi awal The Secret of Us dibuat.

Setelah album selesai, Abrams kemudian bekerja bersama Aaron Dessner selama sekitar satu pekan di Electric Lady. Lagu tersebut akhirnya berkembang dan dimasukkan ke versi deluxe.

Menurut penjelasan Abrams kepada Zane Lowe di Apple Music, lagu ini terasa seperti kelanjutan cerita dari album, bukan sekadar lagu tambahan yang tersisa dari proses sebelumnya. Abrams juga menghubungkannya secara kreatif dengan dunia lagu “Risk”.

Keputusan itu penting karena membuat “That’s So True” terasa seperti bagian dari perjalanan emosional The Secret of Us, meskipun hadir setelah album utama dirilis.

Siapa saja yang berada di balik “That’s So True”?

Gracie Abrams menulis lagu ini bersama Audrey Hobert, sahabat sekaligus kolaborator kreatifnya. Produksinya melibatkan Abrams, Aaron Dessner, dan Julian Bunetta.

Kombinasi tersebut menghasilkan musik yang relatif ringan dan mudah dinikmati, sementara isi liriknya justru menyimpan konflik emosional yang cukup tajam.

Kontras itu menjadi salah satu daya tarik lagu. Aransemen yang terasa ringan membuat cerita patah hati tidak terdengar terlalu berat.

Hasilnya adalah lagu yang bisa dinyanyikan ramai-ramai, meski isi emosinya sebenarnya cukup personal.

Ada humor yang sengaja dibiarkan hidup dalam lagu

“That’s So True” tidak sepenuhnya murung. Gracie menggunakan humor, sindiran, dan pengakuan diri untuk menggambarkan situasi yang sebenarnya menyakitkan.

Pendekatan tersebut membuat karakter narator terasa manusiawi. Ia bukan korban sempurna yang selalu benar, tetapi seseorang yang kadang berpikir buruk, merasa cemburu, kemudian sadar bahwa pikirannya sendiri sedang berantakan.

Gracie juga pernah mengungkap bahwa terdapat versi lirik yang jauh lebih vulgar dan tidak akan dirilis. Dalam wawancara Spotify, ia mengatakan dirinya dan Hobert menulis versi tersebut ketika sedang mabuk.

Cerita ini memperlihatkan bahwa proses kreatif lagu tidak selalu dimulai dari kalimat yang langsung sempurna. Ada eksplorasi, candaan, dan versi yang akhirnya tidak digunakan.

Baca Juga: Die On This Hill Mengantar Sienna Spiro dari Viral Menuju Panggung Dunia

Mengapa judul “That’s So True” terasa menyakitkan?

Kalimat “that’s so true” dalam konteks lagu dapat dibaca sebagai bentuk pengakuan terhadap kenyataan yang sebenarnya tidak ingin diterima.

Mantan memang sudah menjalani hidupnya. Perempuan baru itu memang mungkin membuatnya bahagia. Dan narator memang masih memikirkan semuanya.

Pengulangan gagasan tersebut menjadi semacam benturan antara harapan dan kenyataan.

Ia boleh saja mencoba meyakinkan dirinya bahwa mantannya hanyalah “orang biasa”. Namun pada saat yang sama, ia harus menghadapi fakta bahwa hubungan tersebut sudah berubah.

Karena itu, judulnya terdengar sederhana, tetapi maknanya justru berkaitan dengan proses menerima kenyataan.

Baca Juga: The Boy Is Mine Ariana Grande: Makna Lagu, Fantasi Cinta, dan Sisi “Bad Girl” yang Mengejutkan

Bagian paling emosional justru datang ketika topengnya runtuh

Jika sebagian lagu terdengar penuh sindiran dan kecemburuan, bagian emosionalnya memperlihatkan sisi yang jauh lebih rapuh.

Di sana, narator tidak lagi sekadar membicarakan perempuan baru atau kekurangan mantan. Ia mulai mengakui betapa dalam luka yang ditinggalkan hubungan tersebut.

Gracie sendiri kemudian mengatakan bahwa ia merasa cukup gugup membicarakan bagian bridge lagu tersebut karena liriknya sangat personal. Ia juga memilih tidak mengungkap siapa orang yang menjadi inspirasi spesifiknya.

Keputusan tersebut menarik karena membuat pendengar tidak perlu mengetahui identitas orangnya untuk memahami emosinya.

Cerita personal berubah menjadi pengalaman yang lebih universal.

Dari lagu deluxe menjadi hit besar

“That’s So True” awalnya hadir sebagai bagian dari edisi deluxe The Secret of Us. Lagu tersebut kemudian berkembang jauh melampaui status sebagai bonus track.

Secara komersial, lagu ini mencapai posisi keenam Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan menjadi lagu pertama Gracie Abrams yang menempati posisi nomor satu di Pop Airplay.

Lagu tersebut juga memuncaki tangga lagu di sejumlah negara, termasuk Inggris, Australia, Kanada, Irlandia, dan Selandia Baru.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa cerita yang sangat personal ternyata memiliki daya tarik massal.

Banyak pendengar tidak membutuhkan pengalaman yang persis sama. Mereka hanya perlu pernah merasakan bagian emosinya.

TikTok ikut mengubah perjalanan lagu ini

Popularitas “That’s So True” juga mendapatkan dorongan besar dari media sosial. Potongan lagu, terutama bagian yang emosional, digunakan dalam berbagai video dan konten pengguna.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana lagu pop modern dapat menemukan kehidupan kedua setelah dirilis.

Sebuah lagu tidak lagi hanya bergerak dari radio menuju pendengar. Potongan lirik dapat dipisahkan, digunakan sebagai ekspresi perasaan, lalu kembali membawa pendengar baru kepada lagu secara keseluruhan.

Dalam kasus “That’s So True”, karakter lirik yang spontan dan mudah dikutip menjadi salah satu alasan lagu tersebut cocok dengan budaya media sosial. Billboard bahkan mencatat lagu ini masuk jajaran atas TikTok Billboard Top 50 pada November 2024.

Baca Juga: Red Taylor Swift: Ketika Lagu Cinta Tak Lagi Hitam Putih, tetapi Penuh Ledakan Emosi

Apa dampaknya terhadap karier Gracie Abrams?

Kesuksesan “That’s So True” memperkuat posisi Gracie Abrams sebagai salah satu penyanyi-penulis lagu pop yang mampu membawa cerita sangat personal ke pasar yang luas.

Sebelumnya, Abrams sudah membangun identitas melalui lagu-lagu yang mengandalkan narasi hubungan, introspeksi, dan emosi personal. “That’s So True” memperbesar jangkauan tersebut.

Lagu ini juga membuktikan bahwa kekuatan Abrams bukan hanya berada pada kesedihan yang tenang.

Ia dapat mengambil situasi yang menyakitkan, memasukkan humor dan rasa kesal, kemudian mengubahnya menjadi lagu pop yang mudah dinyanyikan bersama.

Pencapaian nomor satu di Pop Airplay menjadi indikator penting karena menunjukkan penerimaan lagu tersebut bukan hanya berasal dari konsumsi streaming, tetapi juga dari radio mainstream.

Baca Juga: Film Danur, The Last Chapter Tembus 3,6 Juta Penonton, Puncaki Box Office 2026

Kenapa lagu ini terasa relate untuk banyak orang?

Karena “move on” tidak selalu berarti berhenti peduli dalam satu malam.

Ada fase ketika seseorang sudah tahu hubungan tersebut berakhir, tetapi pikirannya masih mencari jawaban. Ada pula fase ketika melihat mantan bahagia justru memunculkan pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah muncul.

Apakah dia memperlakukannya lebih baik?

Apakah perempuan baru itu lebih cocok?

Apakah dirinya memang mudah digantikan?

Pertanyaan semacam itu membuat lagu ini terasa dekat. Gracie tidak memberikan solusi sederhana. Ia hanya memperlihatkan kekacauan tersebut sebagaimana adanya.

Dan justru karena itulah pendengar bisa menemukan dirinya sendiri di dalam lagu.

“That’s So True” bukan lagu tentang membenci mantan

Kalau didengarkan sekilas, lagu ini bisa dianggap sebagai lagu sindiran kepada mantan. Namun maknanya jauh lebih kompleks.

Ada kemarahan, tetapi juga masih ada ketertarikan. Ada rasa tidak suka terhadap pasangan baru, tetapi juga pengakuan bahwa perempuan tersebut mungkin menyenangkan.

Ada keinginan untuk terlihat baik-baik saja, tetapi juga pengakuan bahwa sebenarnya hati masih terluka.

Kontradiksi tersebut merupakan inti lagu.

Gracie seolah mengatakan bahwa seseorang tidak harus memiliki emosi yang konsisten setelah putus cinta. Perasaan dapat berubah bahkan dalam satu percakapan.

Baca Juga: When I Was Your Man Bruno Mars Ternyata Sangat Personal, Ini Kisah di Balik Lagu Penuh Penyesalan

Poin Penting

Insight Redaksi

Kekuatan “That’s So True” bukan karena ceritanya baru, melainkan keberaniannya mengakui sisi yang sering disembunyikan setelah putus. Orang bisa bilang sudah move on, tapi hati kadang masih kepo. Di situlah Gracie menangkap realitas anak muda hari ini: emosional, sadar diri, namun tetap manusiawi. Lagu ini membuktikan luka personal bisa menjadi bahasa pop yang universal.

Kadang yang bikin susah move on bukan mantannya, tapi kepala sendiri yang masih rajin bikin skenario.

Kalau pernah merasa “sudah sembuh” lalu mendadak kepikiran mantan lagi, lagu ini mungkin bakal terasa dekat banget.

Kalau kamu suka membedah cerita di balik lagu dan memahami maknanya dari sisi yang berbeda, selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa makna lagu “That’s So True” Gracie Abrams?

Lagu ini menggambarkan kecemburuan, rasa sakit, dan kebingungan setelah mengetahui mantan sudah bersama perempuan lain.

2. Apakah “That’s So True” benar-benar tentang mantan Gracie Abrams?

Gracie tidak secara terbuka mengungkap identitas orang yang menjadi inspirasi spesifik lagu tersebut.

3. Siapa penulis lagu “That’s So True”?

Lagu ini ditulis Gracie Abrams bersama Audrey Hobert, dengan produksi oleh Gracie Abrams, Aaron Dessner, dan Julian Bunetta.

4. Apakah “That’s So True” masuk album The Secret of Us?

Ya. Lagu tersebut hadir dalam edisi deluxe The Secret of Us, setelah tidak selesai untuk versi awal album.

5. Seberapa sukses lagu “That’s So True”?

Lagu ini mencapai posisi keenam Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan menjadi lagu nomor satu pertama Abrams di Pop Airplay.

6. Mengapa “That’s So True” terasa relate?

Karena lagu tersebut menggambarkan emosi setelah putus secara tidak ideal: seseorang bisa marah, cemburu, penasaran, masih tertarik, sekaligus sadar bahwa reaksinya sendiri tidak sepenuhnya rasional.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Gracie Abrams That’s So True The Secret of Us Makna Lagu