APT. ROSÉ dan Bruno Mars Meledak di Dunia, Ternyata Terinspirasi dari Permainan Minum Korea

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:36 WIB
Potret keakraban Rosé dan Bruno Mars bergaya serba hitam dengan jaket kulit bernuansa edgier yang ikonis. (BTV/Ai)
Potret keakraban Rosé dan Bruno Mars bergaya serba hitam dengan jaket kulit bernuansa edgier yang ikonis. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 9 Menit

Ikhtisar: “APT.” bukan sekadar duet Rosé dan Bruno Mars. Lagu ini berawal dari permainan sosial Korea, berubah menjadi eksperimen pop-punk yang sempat diragukan Rosé, lalu berkembang menjadi salah satu lagu dengan performa global terbesar pada 2025.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ada alasan mengapa “APT.” terasa seperti lagu yang sangat sederhana, tetapi begitu sulit dilepaskan dari kepala. Hook-nya pendek, pengucapannya mudah ditiru, dan energi musiknya seperti mengajak pendengar masuk ke sebuah pesta.

Namun, di balik kesederhanaan itu terdapat cerita yang jauh lebih besar.

“APT.” mempertemukan Rosé, salah satu figur utama K-pop, dengan Bruno Mars, penyanyi pop yang telah lama menjadi kekuatan besar di pasar musik Amerika. Yang mereka bawa ke tengah kolaborasi bukan hanya suara masing-masing, tetapi juga sebuah istilah Korea—“아파트” atau apateu—yang kemudian menjadi bagian paling mudah dikenali dari lagu.

Lebih menarik lagi, lagu yang akhirnya menjadi fenomena global tersebut sempat membuat Rosé ragu.

Dari “아파트” ke sebuah lagu pop global

“APT.” mengambil namanya dari “아파트” (apateu), kata Korea untuk apartemen. Dalam konteks lagu, istilah tersebut berkaitan dengan Apartment Game, permainan minum yang dikenalkan Rosé ketika sedang berkumpul bersama orang-orang di studio.

Rosé kemudian membawa pengalaman tersebut ke dalam proses kreatif. Permainan yang pada awalnya bersifat sosial dan spontan itu memberikan sebuah chant yang sangat sederhana: “apateu”.

Di sinilah salah satu keputusan kreatif paling penting terjadi.

Alih-alih mengubahnya menjadi istilah berbahasa Inggris agar lebih mudah diterima pasar internasional, elemen Korea tersebut justru dipertahankan. Bahkan, pengucapan “apateu” menjadi pusat hook lagu.

Vogue mencatat bahwa Rosé awalnya tidak yakin dengan konsep tersebut dan sempat mempertimbangkan untuk membatalkannya. Dukungan dari timnya membuat lagu itu akhirnya diteruskan.

Keputusan tersebut kemudian terlihat sangat menentukan.

Baca Juga: “Say No” Tasya Kamila Viral Lagi, Dari Lagu Remaja 2011 hingga Tren Musik 2026

Ketika Rosé dan Bruno Mars menemukan chemistry

Secara musikal, “APT.” bergerak di wilayah pop dengan energi pop-punk yang ringan dan agresif. Lagu tidak membutuhkan struktur yang rumit untuk menarik perhatian.

Kekuatan utamanya justru terletak pada kombinasi beberapa elemen sederhana:

Kontras kedua vokalis juga menjadi bagian dari daya tariknya.

Rosé membawa warna vokal yang lebih ringan dan tajam, sementara Bruno memberikan karakter vokal pop yang lebih berpengalaman. Hasilnya bukan duet yang terasa seperti dua penyanyi bergantian mengambil bagian, melainkan kolaborasi yang dibangun di atas respons dan energi antara keduanya.

Vogue menggambarkan “APT.” sebagai lagu pop-punk yang catchy dan menyoroti chemistry musikal keduanya.

Di balik lagu ada tim yang jauh lebih besar

Meskipun wajah “APT.” adalah Rosé dan Bruno Mars, proses produksinya tidak berhenti pada dua nama tersebut.

Kredit produksi melibatkan Bruno Mars, Cirkut, Omer Fedi, dan Rogét Chahayed. Penulisan juga melibatkan Rosé, Bruno Mars, Amy Allen, Christopher Brody Brown, serta kolaborator lainnya.

Hal ini penting karena keberhasilan “APT.” sering kali terlihat seperti hasil spontan dari dua superstar yang bertemu di studio.

Padahal, sebuah single pop global membutuhkan banyak keputusan: bagaimana hook ditempatkan, bagaimana vokal dibagi, bagaimana aransemen menjaga energi lagu, hingga bagaimana rekaman tersebut dibuat cukup sederhana untuk mudah dikenali tetapi tetap memiliki identitas.

Dengan kata lain, spontanitas “APT.” adalah hasil dari proses kreatif yang kemudian dipoles menjadi produk musik yang siap memasuki pasar global.

Baca Juga: “Right There” Ariana Grande dan Big Sean: Kisah Romantis, R&B 90-an, dan Referensi Romeo-Juliet

Rosé sedang berada di fase penting dalam karier solonya

“APT.” datang ketika Rosé sedang memasuki fase baru setelah perjalanan panjang bersama BLACKPINK.

Lagu tersebut kemudian menjadi bagian dari rosie, album solo penuh pertama Rosé. Album itu memperlihatkan upayanya membangun identitas artistik di luar grup yang telah menjadi bagian besar dari kariernya.

Vogue mencatat bahwa rosie merupakan proyek yang sangat personal bagi Rosé dan berkaitan dengan prosesnya menavigasi fase baru sebagai artis solo.

Karena itu, “APT.” memiliki posisi menarik.

Di satu sisi, lagu tersebut sangat berbeda dari pendekatan emosional yang sering diasosiasikan dengan karya solo Rosé. Di sisi lain, lagu justru memperlihatkan kemampuannya mengambil risiko dengan konsep yang lebih ringan, spontan, dan berorientasi pada energi pop.

Dirilis dan langsung masuk wilayah persaingan global

“APT.” dirilis pada Oktober 2024.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan daya saingnya.

Lagu tersebut debut di posisi No. 1 Billboard Global 200 dan No. 1 Billboard Global Excl. U.S.. Billboard mencatat bahwa kedua tangga lagu tersebut mengukur aktivitas streaming dan penjualan dari lebih dari 200 wilayah.

Di Amerika Serikat, “APT.” juga mencapai No. 8 Billboard Hot 100.

Pencapaian tersebut sangat penting bagi Rosé karena menjadi top 10 pertamanya sebagai solois di Hot 100. Billboard juga mencatat bahwa ia menjadi artis perempuan yang menonjol dalam K-pop pertama yang mencapai 10 besar tangga lagu tersebut.

Jadi, lagu yang awalnya terlihat seperti eksperimen dengan chant permainan justru masuk ke salah satu tangga lagu musik paling kompetitif di dunia.

“APT.” tidak berhenti setelah viral

Salah satu perbedaan antara lagu viral dan lagu yang benar-benar memiliki daya tahan adalah kemampuan mempertahankan konsumsi setelah ledakan awal.

“APT.” menunjukkan hal tersebut melalui performanya di tangga lagu global.

Pada Desember 2024, lagu ini sudah mencapai minggu kesembilan di posisi No. 1 Billboard Global 200 dan Global Excl. U.S.

Perjalanannya bahkan berlanjut hingga 2025. Data Billboard menunjukkan “APT.” masih berada di posisi No. 1 Global Excl. U.S. pada Februari 2025 dengan 16 minggu di tangga lagu tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa popularitasnya tidak hanya bergantung pada momen rilis.

Ada audiens yang terus mendengarkan lagu tersebut setelah fase viral awal berlalu.

Data IFPI memperlihatkan skala yang lebih besar

Ukuran keberhasilan “APT.” semakin jelas ketika melihat data IFPI Global Single Chart 2025.

IFPI menempatkan “APT.” sebagai Global Single terbesar tahun 2025.

Lagu tersebut berada di posisi pertama dengan 2,06 miliar Global Subscription Stream Equivalents. Di belakangnya terdapat “Golden” dari HUNTR/X dengan 2,00 miliar dan “Ordinary” milik Alex Warren dengan 1,90 miliar.

Perlu dicatat, angka 2,06 miliar tersebut jangan dibaca sebagai jumlah mentah semua pemutaran lagu. IFPI menggunakan metodologi yang mengonversi konsumsi musik berdasarkan ekonomi streaming dan format konsumsi di berbagai wilayah menjadi ukuran chart.

Baca Juga: The Boy Is Mine Ariana Grande: Makna Lagu, Fantasi Cinta, dan Sisi “Bad Girl” yang Mengejutkan

Pencapaian IFPI membawa cerita budaya yang lebih besar

Ada satu detail dari kemenangan IFPI tersebut yang jauh lebih penting daripada sekadar posisi pertama.

Menurut IFPI, “APT.” menjadi lagu pertama yang memenangkan IFPI Global Single Chart dengan lirik non-Inggris. IFPI juga menyebut pencapaian tersebut sebagai pertama kalinya chart itu dimenangkan artis yang berasal dari luar Amerika Utara atau Eropa.

Artinya, keberhasilan “APT.” tidak hanya berbicara mengenai popularitas Rosé atau Bruno Mars.

Ia juga memperlihatkan bagaimana pusat perhatian musik pop global semakin terbuka terhadap karya yang membawa identitas bahasa dan budaya dari luar tradisi pop Barat.

Dan ironisnya, salah satu bagian yang paling menentukan justru bukan lirik bahasa Inggris.

Melainkan:

“Apateu.”

Bahasa Korea bukan penghalang, tetapi identitas

Dalam industri musik global, ada anggapan bahwa lagu yang ingin menembus pasar internasional harus semakin mudah dipahami secara bahasa.

“APT.” menunjukkan kemungkinan yang berbeda.

Kata Korea yang mungkin tidak dipahami sebagian pendengar internasional justru menjadi bagian paling mudah dikenali.

Pendengar mungkin tidak mengetahui seluruh konteks Apartment Game. Mereka mungkin juga tidak memahami setiap kata dalam bahasa Korea. Namun, mereka tetap dapat mengingat bunyi “apateu”.

Di sinilah musik bekerja melampaui bahasa.

Melodi, ritme, pengulangan, dan energi vokal menciptakan jembatan yang tidak selalu membutuhkan terjemahan.

Bagi industri kreatif di Kalimantan Timur, pelajaran tersebut cukup relevan: unsur lokal tidak selalu harus dihilangkan agar sebuah karya bisa diterima pasar yang lebih luas.

Kadang justru unsur lokal itulah yang membuat karya mempunyai identitas.

MAMA Awards mempertemukan lagu dengan panggung besar

Perjalanan “APT.” juga berlanjut ke panggung 2024 MAMA Awards.

Rosé dan Bruno Mars tampil bersama membawakan lagu tersebut. Arsip resmi Mnet mencantumkan penampilan “ROSÉ, Bruno Mars - APT.” dalam rangkaian 2024 MAMA Awards.

Penampilan tersebut penting karena lagu yang sebelumnya dikenal melalui rekaman, video musik, dan media sosial kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan panggung.

Di sinilah chemistry keduanya tidak lagi hanya terdengar melalui rekaman.

Interaksi Rosé dan Bruno menjadi bagian dari identitas “APT.” sebagai lagu kolaboratif.

Baca Juga: Die On This Hill Mengantar Sienna Spiro dari Viral Menuju Panggung Dunia

Mengapa konsep yang sederhana justru bekerja?

Jika dibedah, “APT.” sebenarnya tidak bergantung pada konsep yang sulit.

Justru sebaliknya.

Permainan → chant → hook → produksi pop → kolaborasi superstar → distribusi global.

Rantai tersebut membuat sebuah kebiasaan sosial yang sangat sederhana berubah menjadi produk budaya populer.

Keputusan paling menarik adalah bagaimana lagu tidak mencoba menjelaskan Apartment Game secara berlebihan.

Pendengar cukup mendengar “apateu” dan merasakan energinya.

Setelah tertarik, mereka dapat mencari tahu apa artinya.

Dengan cara seperti ini, budaya tidak disampaikan sebagai pelajaran, melainkan sebagai pengalaman.

Apakah “APT.” mengubah karier Rosé?

Untuk Rosé, “APT.” memperkuat posisinya sebagai artis solo dengan kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas.

Sebelumnya, identitasnya sangat kuat sebagai anggota BLACKPINK. Melalui “APT.”, ia memperoleh pencapaian besar atas namanya sendiri dan berkolaborasi dengan salah satu penyanyi pop paling dikenal di dunia.

Lagu tersebut juga memperlihatkan bahwa proyek solo Rosé tidak harus selalu berada dalam wilayah musik yang introspektif.

Ia bisa bermain-main.

Ia bisa terdengar ringan.

Ia bisa membawa budaya Korea ke dalam lagu pop internasional tanpa kehilangan karakter komersialnya.

Dan justru eksperimen itulah yang menghasilkan salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan solonya.

Bukan sekadar lagu viral

“APT.” memang memiliki karakter yang sangat cocok dengan budaya viral.

Namun, data setelah rilis memperlihatkan cerita yang lebih panjang.

Lagu tersebut mencapai No. 8 Hot 100, memimpin Billboard Global 200 dan Global Excl. U.S. selama sembilan minggu, kemudian tetap bertahan jauh setelah fase awal perilisannya.

Pada 2025, IFPI kemudian menempatkannya sebagai Global Single terbesar tahun tersebut dengan 2,06 miliar Global Subscription Stream Equivalents.

Jadi, istilah “viral” saja terlalu kecil untuk menggambarkan perjalanannya.

“APT.” berkembang dari momen budaya populer menjadi performa industri yang terukur.

Dari apartemen ke panggung dunia

Ada ironi menarik dalam perjalanan lagu ini.

Namanya berarti apartemen.

Inspirasi awalnya datang dari sebuah permainan yang dilakukan dalam lingkungan sosial yang sederhana.

Tetapi hasil akhirnya mencapai panggung dan tangga lagu global.

Di sinilah kekuatan utama “APT.” berada.

Ia tidak dimulai dari gagasan untuk menciptakan manifesto budaya Korea.

Ia dimulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: sebuah permainan, sebuah chant, dan suasana bersenang-senang bersama teman.

Kemudian musik mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang bisa dipahami jutaan pendengar.

Poin Penting

Insight Redaksi

“APT.” memperlihatkan bahwa sebuah karya global tidak harus meninggalkan identitas asalnya. Sebaliknya, kata Korea yang sederhana justru menjadi pusat daya ingat lagu. Dari permainan sosial hingga produksi pop internasional, perjalanan ini menunjukkan bagaimana budaya, teknologi distribusi, kolaborasi lintas pasar, dan kreativitas dapat bertemu dalam satu karya. Bagi kreator Kaltim, pesannya sederhana: gagasan lokal tidak perlu dibuat asing untuk bisa dikenal dunia.

Kalau ada lagu lokal yang lahir dari permainan, ungkapan, kebiasaan, atau tradisi masyarakat, jangan buru-buru menganggapnya terlalu sederhana.

Bisa jadi, justru di situlah hook terbaiknya.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sering ikut nyanyi “APT.” tetapi baru tahu cerita di balik “apateu”.

Ikuti terus kabar musik pilihan di Balikpapan TV—teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa arti “APT.” dalam lagu Rosé dan Bruno Mars?

“APT.” merujuk pada “아파트” (apateu), istilah Korea untuk apartemen sekaligus istilah yang digunakan dalam konteks permainan Apartment Game.

2. Dari mana inspirasi “APT.” berasal?

Inspirasi utamanya berasal dari Apartment Game yang diperkenalkan Rosé ketika sedang berkumpul bersama orang-orang di studio.

3. Kapan “APT.” dirilis?

“APT.” dirilis pada Oktober 2024 dan kemudian menjadi bagian dari album solo penuh pertama Rosé, rosie.

4. Seberapa tinggi pencapaian “APT.” di Billboard Hot 100?

Lagu tersebut mencapai posisi No. 8 Billboard Hot 100, sekaligus menjadi top 10 pertama Rosé sebagai solois.

5. Berapa lama “APT.” berada di posisi pertama Billboard Global 200?

“APT.” berada di posisi No. 1 Billboard Global 200 selama sembilan minggu. Pada periode yang sama, lagu tersebut juga memimpin Global Excl. U.S. selama sembilan minggu.

6. Apa pencapaian terbesar “APT.” pada 2025?

IFPI menempatkan “APT.” sebagai Global Single terbesar tahun 2025, dengan 2,06 miliar Global Subscription Stream Equivalents.

7. Mengapa “APT.” penting bagi perkembangan musik global?

Salah satu alasannya adalah penggunaan elemen bahasa dan budaya Korea sebagai bagian utama hook. IFPI mencatatnya sebagai pemenang pertama Global Single Chart yang memiliki lirik non-Inggris.

8. Apakah Rosé dan Bruno Mars pernah membawakan “APT.” bersama di panggung?

Ya. Keduanya tercatat tampil membawakan “APT.” dalam 2024 MAMA Awards.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Bruno Mars APT. Musik Pop ROSÉ