The One That Got Away Katy Perry Kembali Jadi Lagu Musim Panas 2026

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:29 WIB
Katy Perry membawakan The One That Got Away dalam pertunjukan live dan kembali menarik perhatian pendengar 2026. (BTV/AI)
Katy Perry membawakan The One That Got Away dalam pertunjukan live dan kembali menarik perhatian pendengar 2026. (BTV/AI)
Durasi baca: 8 menit

Ikhtisar: “The One That Got Away” kembali mendapat perhatian pada 2026 setelah TikTok menobatkannya sebagai Global Song of the Summer, 15 tahun setelah dirilis sebagai single.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! “The One That Got Away” karya Katy Perry kembali menjadi sorotan global pada 2026 setelah TikTok menetapkannya sebagai Song of the Summer, memperlihatkan kuatnya daya tarik lagu nostalgia.

Bukan sekadar lagu lama yang muncul kembali. Ada cerita kehilangan, karier Katy Perry, perubahan cara generasi baru menemukan musik, hingga pertunjukan Lifetimes Tour yang ikut membawa lagu tersebut kembali ke panggung besar.

Lagu lama yang menemukan momen keduanya

“The One That Got Away” merupakan lagu Katy Perry dari album Teenage Dream yang dirilis pada 2010. Lagu tersebut kemudian dipilih sebagai single pada 2011 dan mencapai posisi No. 3 Billboard Hot 100.

Secara musikal, karya ini mengambil jalur pop mid-tempo dengan suasana yang jauh lebih reflektif dibanding sejumlah single Teenage Dream lainnya. Tema utamanya berpusat pada hubungan yang berakhir dan bayangan tentang kehidupan yang mungkin terjadi apabila hubungan tersebut tidak pernah berakhir.

Di situlah kekuatannya. Ceritanya tidak bergantung pada tren tertentu, sehingga pengalaman kehilangan seseorang dapat dibaca ulang oleh pendengar dari generasi berbeda.

Pada 2026, daya tahan tersebut mendapatkan bukti baru. TikTok pada 1 September 2026 menetapkan “The One That Got Away” sebagai Global Song of the Summer 2026. TikTok juga menggambarkan kebangkitan lagu tersebut sebagai bagian dari fenomena nostalgia ketika katalog lama kembali ditemukan pendengar baru.

Mengapa lagu ini terasa personal bagi banyak pendengar?

Makna “The One That Got Away” sebenarnya sederhana: seseorang mengenang hubungan yang pernah sangat berarti, tetapi akhirnya tidak menjadi masa depan yang mereka bayangkan.

Namun, lagu ini tidak berhenti pada kesedihan karena perpisahan. Ada unsur nostalgia dan pertanyaan tentang kemungkinan hidup yang berbeda.

Dalam konteks tersebut, istilah the one that got away menggambarkan seseorang yang pernah begitu dekat, tetapi akhirnya menjadi bagian dari masa lalu.

Katy Perry kemudian pernah mengungkap bahwa sosok yang menginspirasi lagu tersebut adalah penyanyi Josh Groban. Pengungkapan itu muncul pada 2017 ketika Perry berbicara mengenai hubungan masa lalunya. Groban sendiri kemudian mengatakan bahwa mereka memang pernah berkencan dan akhirnya menjadi teman baik.

Fakta ini membuat lagu tersebut memiliki lapisan personal yang menarik. Pendengar tidak hanya melihatnya sebagai karakter fiksi, tetapi juga mengetahui adanya pengalaman kehidupan nyata di balik proses kreatifnya.

Siapa orang-orang di balik karya ini?

“The One That Got Away” ditulis oleh Katy Perry bersama Dr. Luke dan Max Martin. Dua nama terakhir juga menjadi produser lagu tersebut. Rekamannya dilakukan di Conway Recording Studios, Hollywood, California.

Ketiganya berada pada posisi penting dalam musik pop ketika Teenage Dream dibuat. Katy Perry sedang membangun salah satu era terbesar dalam kariernya, sementara Dr. Luke dan Max Martin dikenal melalui berbagai produksi pop berorientasi radio.

Kolaborasi tersebut menghasilkan lagu yang tidak terlalu mengandalkan ledakan produksi. Fokusnya justru berada pada melodi, cerita hubungan, dan vokal Perry yang terdengar lebih reflektif.

Itulah salah satu alasan lagu ini dapat berdiri berdampingan dengan single Teenage Dream yang jauh lebih cerah tanpa kehilangan identitasnya.

Referensi Radiohead sampai Johnny Cash memperkuat ceritanya

Salah satu karakter menarik lagu ini adalah penggunaan referensi budaya populer dalam kisah hubungan.

Lagu tersebut memasukkan referensi terhadap Radiohead dan membandingkan pasangan di dalam cerita dengan Johnny Cash dan June Carter Cash. Referensi tersebut memberikan gambaran hubungan yang dianggap sangat dekat dan memiliki ikatan kuat.

Kitty Empire dari The Guardian menilai Perry dan Dr. Luke berada pada titik paling menarik ketika mengerjakan lagu tersebut. Ia juga menyoroti karakter vokal Perry yang terdengar penuh rasa rindu.

Sementara itu, Rolling Stone melihat sisi romantis lagu sebagai salah satu wilayah yang cocok dengan karakter Perry.

Artinya, kekuatan lagu sejak awal memang bukan hanya pada tema putus hubungan. Ada usaha membangun dunia kecil tentang masa muda, cinta pertama, kenangan, dan kemungkinan masa depan.

Respons kritikus: emosional, tetapi bukan pilihan yang sempurna

Respons kritikus terhadap lagu ini secara umum positif, meskipun tidak sepenuhnya seragam.

Kerri Mason dari Billboard memberikan penilaian positif terhadap tekstur lagu. Spin juga menilai Perry terdengar lebih terlibat secara emosional dalam “The One That Got Away” dibanding beberapa materi lain. The Guardian menyoroti kekuatan kolaborasi Perry dan Dr. Luke.

Greg Kot dari Chicago Tribune melihat Perry terdengar lebih serius pada lagu-lagu seperti ini. Pandangan tersebut menarik karena “The One That Got Away” memang menampilkan sisi Perry yang tidak terlalu bergantung pada energi pop ceria.

Tetapi ada kritik terhadap keputusan menjadikannya single keenam dari Teenage Dream. Entertainment Weekly menilai masih terdapat lagu lain dalam album yang dapat menjadi pilihan single.

Jadi, respons kritikus dapat diringkas sebagai kuat secara emosional, tetapi pemilihan sebagai single masih diperdebatkan.

Dari single 2011 menuju kebangkitan 2026

Ketika dirilis sebagai single pada 2011, “The One That Got Away” mencapai No. 3 Billboard Hot 100. Pencapaian tersebut membuatnya menjadi salah satu bagian penting dari era Teenage Dream.

Lima belas tahun kemudian, perjalanan lagunya justru mendapatkan babak baru.

Menurut TikTok, lagu tersebut menjadi Global Song of the Summer 2026. TikTok mencatat kebangkitan tersebut sebagai contoh bagaimana katalog lama dapat ditemukan kembali oleh audiens baru melalui budaya digital.

Laporan TikTok dalam bahasa Portugis juga menyebut lagu tersebut telah digunakan dalam lebih dari 42 juta video dengan total lebih dari 55 miliar penayangan. Angka ini menggambarkan skala penggunaan lagunya di platform tersebut.

Yang menarik, fenomena ini bukan sekadar nostalgia generasi yang tumbuh bersama Katy Perry. TikTok menyebut pendengar baru turut menemukan lagu tersebut sekitar 15 tahun setelah perilisan single.

Ini yang penting: lagu lama tidak hanya bertahan, tetapi mendapatkan fungsi baru di budaya digital.

Tur Katy Perry ikut menjaga lagu ini tetap hidup

Kebangkitan tersebut juga berlangsung setelah lagu ini kembali mendapat ruang dalam pertunjukan Katy Perry.

“The One That Got Away” tercatat sebagai salah satu lagu yang dibawakan Perry dalam Lifetimes Tour. Data penampilan konser menunjukkan lagu tersebut pertama kali dibawakan Perry secara live pada 20 Februari 2011 di Campo Pequeno, Lisbon, Portugal. Bahkan pada 25 Agustus 2026, lagu tersebut masih tercatat dalam penampilan live Perry.

Artinya, perjalanan lagu ini tidak terputus setelah era Teenage Dream. Ia terus menjadi bagian dari repertoar panggung Perry.

Dalam ulasan The Guardian terhadap Lifetimes Tour, “The One That Got Away” justru disebut sebagai salah satu momen ketika Perry terasa paling autentik ketika membawakannya dengan pendekatan yang lebih sederhana.

Bagi sebuah lagu pop berusia 15 tahun, keberadaan seperti ini cukup penting. Lagu tersebut bukan hanya hidup melalui streaming, tetapi juga melalui pertunjukan langsung.

Kehidupan Katy Perry ikut memberi konteks baru

Katy Perry kini berada pada fase karier yang berbeda dari ketika “The One That Got Away” pertama kali dirilis.

Ia telah melewati berbagai album, tur dunia, pekerjaan sebagai juri American Idol, kehidupan sebagai ibu, serta perubahan besar dalam kehidupan personalnya.

Pada 2026, perhatian publik terhadap Perry kembali meningkat seiring perjalanan Lifetimes Tour dan film konsernya. People melaporkan bahwa Perry memandang perjalanan tur tersebut sebagai pengalaman yang membuatnya kembali terhubung dengan penggemar.

Konteks ini membuat “The One That Got Away” terdengar berbeda ketika dibawakan sekarang. Lagu tersebut dahulu menggambarkan masa muda dan kemungkinan masa depan; kini lagu yang sama berada dalam katalog seorang artis yang sudah melewati banyak fase kehidupan.

Rilisan baru menunjukkan Katy Perry belum berhenti bergerak

Kebangkitan lagu lama tidak berarti Katy Perry hanya mengandalkan katalog masa lalu.

Pada 25 Juni 2026, Perry merilis single “Watch It Burn”. Apple Music mencatat rilisan tersebut sebagai single pop 2026 di bawah Capitol Records.

Dengan demikian, ada dua sisi perjalanan Perry yang berjalan bersamaan pada 2026: katalog lama mendapatkan perhatian baru, sementara karya baru tetap dirilis.

Kontras tersebut justru menarik. “The One That Got Away” berbicara tentang kenangan dan kemungkinan masa lalu, sedangkan “Watch It Burn” hadir sebagai karya baru dari Perry pada fase karier yang berbeda.

Katalog lama dan karya baru akhirnya bertemu dalam satu titik: perubahan hidup.

Baca Juga: the cure Olivia Rodrigo, Makna Cinta yang Tak Bisa Menyelesaikan Semua Luka

Film konser Paris membawa nostalgia itu ke layar lebar

Pada 2 September 2026, film konser “Katy Perry: The Lifetimes Tour – Live from Paris” mulai dirilis di bioskop dan IMAX dalam rilis internasional terbatas. Film tersebut merekam perjalanan Lifetimes Tour dan menghadirkan materi pertunjukan sekaligus sisi di balik panggung.

Kehadiran film ini ikut memperkuat momentum Perry pada 2026.

“The One That Got Away” mendapatkan perhatian baru di TikTok, sementara Perry membawa katalog musiknya ke layar bioskop. Dua jalur tersebut menunjukkan bagaimana sebuah lagu lama dapat kembali menemukan audiens melalui media yang berbeda.

Untuk pembaca yang ingin mengikuti aktivitas terbaru Perry, situs resmi Katy Perry menjadi rujukan utama untuk informasi artis dan jadwal pertunjukannya.

Mengapa lagu ini masih relevan setelah 15 tahun?

Ada satu alasan sederhana: pengalaman kehilangan tidak punya tanggal kedaluwarsa.

Pendengar 2011 mungkin mendengarnya sebagai lagu tentang hubungan masa muda. Pendengar 2026 bisa memaknainya sebagai cerita tentang mantan, teman yang menjauh, hubungan yang tidak pernah sempat terjadi, atau keputusan hidup yang ternyata membawa seseorang ke arah berbeda.

Kebangkitan di TikTok menunjukkan bahwa musik katalog masih memiliki peluang besar ketika bertemu konteks budaya yang tepat. TikTok sendiri memasukkan lagu Perry dalam kategori “Nostalgia Revival” untuk musim panas 2026.

Di sinilah nilai editorial lagu ini berada. “The One That Got Away” bukan hanya kembali karena usianya cukup tua untuk dianggap nostalgia.

Ia kembali karena ceritanya masih mudah dipahami manusia.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kembalinya “The One That Got Away” menunjukkan bahwa umur lagu tidak selalu menentukan relevansinya. Yang menentukan adalah pengalaman manusia di dalamnya. Bagi pembaca Kalimantan Timur yang tumbuh bersama era digital, fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana TikTok mengubah katalog lama menjadi percakapan baru. Lagu lawas bisa datang lagi, bukan sekadar karena nostalgia, tetapi karena generasi baru menemukan maknanya sendiri.

Kalau ketemu lagu lama yang tiba-tiba ramai lagi, coba dengarkan tanpa buru-buru menilai: kadang ceritanya justru terasa beda sekarang.

Bagikan artikel ini ke teman yang masih punya satu lagu lama di playlist dan mendadak kembali sering diputar.

Mau tetap nyambung dengan musik, tren, dan cerita pop culture yang lagi dibicarakan? Selalu update hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa penyanyi “The One That Got Away”?

“The One That Got Away” dinyanyikan Katy Perry, penyanyi solo asal Amerika Serikat dari era Teenage Dream.

2. Kapan “The One That Got Away” dirilis?

Lagu tersebut pertama kali hadir dalam album Teenage Dream pada 2010 dan dirilis sebagai single pada 2011.

3. Siapa yang menginspirasi lagu tersebut?

Katy Perry pernah mengungkap Josh Groban sebagai sosok yang menginspirasi lagu tersebut. Groban juga mengakui mereka pernah berkencan dan kemudian menjadi teman baik.

4. Mengapa lagu ini kembali ramai pada 2026?

TikTok menetapkan “The One That Got Away” sebagai Global Song of the Summer 2026 dan menyebutnya sebagai bagian dari kebangkitan nostalgia musik katalog.

5. Apa rilisan terbaru Katy Perry pada 2026?

“Watch It Burn” dirilis pada Juni 2026 dan tercatat di Apple Music sebagai single pop terbaru Perry pada periode tersebut.

6. Apakah Katy Perry masih tampil membawakan lagu ini?

Ya. Data setlist menunjukkan lagu tersebut masih dibawakan Perry pada 2026, termasuk penampilan pada Agustus 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
Katy Perry The One That Got Away Teenage Dream