Bukan Lagu Baru, “That Somebody” Rafi Sudirman Kembali Viral di 2026: Ini Makna dan Ceritanya

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:29 WIB
Penampilan maskulin musisi Rafi Sudirman dengan kaus singlet putih dan kalung rantai tampil memikat. (BTV/Ai)
Penampilan maskulin musisi Rafi Sudirman dengan kaus singlet putih dan kalung rantai tampil memikat. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Lagu That Somebody Rafi Sudirman menggambarkan cinta sepihak, kehilangan, dan harapan menemukan hubungan dengan kasih yang saling menghargai dan seimbang.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Lagu “That Somebody” karya Rafi Sudirman kembali mendapat perhatian pendengar setelah beberapa tahun sejak dirilis pada 24 Juli 2020 sebagai bagian dari EP Scenery. Lagu berdurasi 4 menit 43 detik ini ditulis, diproduseri, diaransemen, serta dibawakan sendiri oleh Rafi.

Menariknya, perjalanan lagu ini tidak berhenti ketika pertama kali dipublikasikan. Pada Januari 2026, “That Somebody” kembali tercatat dalam pembahasan chart viral Spotify dan bahkan muncul di posisi tinggi pada chart viral global. Fenomena tersebut membuat karya lama Rafi kembali relevan untuk dibaca dari sisi cerita, produksi, dan perjalanan kariernya.

“That Somebody” Berangkat dari Cerita Cinta yang Tidak Seimbang

Banyak lagu patah hati berhenti pada kesedihan. “That Somebody” mengambil arah berbeda dengan menghadirkan proses ketika seseorang mulai memahami bahwa cinta membutuhkan timbal balik.

Liriknya menggambarkan seseorang yang merasa sudah memberikan perhatian dan kasih sayang, tetapi usahanya tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Perasaan tersebut kemudian berkembang menjadi keputusan untuk meninggalkan hubungan yang dianggap tidak lagi sehat bagi dirinya.

Di bagian refrain, gagasan tersebut bergerak menuju harapan menemukan seseorang yang mampu memberikan kasih dengan cara yang seimbang. Karena itu, lagu ini bukan sekadar cerita kehilangan, tetapi juga tentang pencarian hubungan yang memiliki penghargaan dua arah.

Sudut pandang tersebut membuat “That Somebody” terasa dekat dengan pengalaman pendengar yang pernah berada dalam hubungan dengan perasaan tidak seimbang. Ada rasa kecewa, tetapi juga proses menerima bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus terus bertahan.

Rafi Sudirman Menangani Banyak Bagian dalam Produksi

Salah satu hal menarik dari “That Somebody” berada di balik proses produksinya. Rafi Sudirman tidak hanya tercatat sebagai penyanyi dan penulis lagu, tetapi juga sebagai produser. Kredit yang tersedia juga mencatat Rafi sebagai pihak yang menangani komposisi dan lirik.

Keterlibatan tersebut memperlihatkan posisi Rafi sebagai musisi yang memiliki kendali cukup besar terhadap karya yang dibawakannya sendiri. Hal itu menjadi penting karena karakter lagu tidak hanya dibentuk oleh suara vokal, tetapi juga oleh keputusan musikal sejak tahap penulisan hingga produksi.

Keterangan pada kanal YouTube resmi lagu tersebut bahkan mencantumkan Rafi sebagai original arranger, mastering engineer, mixing engineer, produser, composer, lyricist, sekaligus pengisi vokal.

Dengan demikian, “That Somebody” dapat dibaca sebagai salah satu contoh karya yang memperlihatkan kemampuan Rafi mengelola beberapa lapisan produksi musik sekaligus.

Mengapa Lagu Ini Terasa Personal?

Kekuatan utama lagu ini bukan terletak pada cerita yang rumit. Justru persoalannya sederhana: seseorang merasa sudah memberikan yang terbaik, tetapi hubungan tersebut tidak berjalan dengan keseimbangan yang diharapkan.

Pada bagian awal, narator mengakui kesalahan dan mempertanyakan keputusan memberikan begitu banyak perhatian kepada seseorang yang dianggap tidak memahami perasaannya. Setelah itu, cerita bergerak menuju kesadaran bahwa hubungan tersebut sudah membuatnya kehilangan arah.

Bagian tersebut memberikan perubahan emosional penting. Narator tidak hanya menyalahkan pihak lain, tetapi juga mengakui keterlibatan dirinya dalam hubungan tersebut.

Ketika cerita memasuki bagian berikutnya, pengalaman patah hati mulai berubah menjadi pembelajaran. Sosok yang sebelumnya dianggap sebagai sumber luka justru menjadi bagian dari proses memahami arti cinta.

Di sinilah “That Somebody” memiliki lapisan cerita yang cukup menarik. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang seseorang yang pergi, tetapi tentang seseorang yang belajar menentukan bentuk kasih yang layak diterima.

Baca Juga: Bahagia Lagi Piche Kota, Ini Makna Lagu dan Perjalanan Kariernya

Produksi Musik Menjadi Bagian dari Identitas Rafi

Rafi Sudirman dikenal sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu yang memulai perjalanan musik sejak usia muda. Ia pernah menjadi bagian dari generasi kedua proyek Di Atas Rata-Rata yang diasuh Erwin Gutawa dan Gita Gutawa.

Perjalanan tersebut memberikan konteks penting ketika “That Somebody” hadir dalam Scenery. Lagu ini muncul pada fase ketika Rafi sedang membangun identitas sebagai musisi solo.

Karya tersebut kemudian menjadi bagian dari katalog yang masih menonjol dalam perjalanan streaming Rafi. Data Spotify yang tersedia saat ini menempatkan “That Somebody” sebagai salah satu lagu teratas Rafi, sementara data pelacakan Spotify pihak ketiga Kworb mencatat puluhan juta streaming untuk lagu tersebut.

Angka streaming tersebut bukan sekadar statistik. Dalam konteks karier musisi, daya tahan sebuah lagu selama beberapa tahun menunjukkan bahwa karya tersebut mampu menemukan pendengar baru setelah periode rilis awalnya berlalu.

Perjalanan “That Somebody” Tidak Berhenti pada 2020

“ That Somebody” dirilis pada 24 Juli 2020 melalui Warner Music Indonesia sebagai bagian dari Scenery - EP.

Beberapa tahun kemudian, lagu ini kembali mendapatkan momentum. Pada Januari 2026, Liputan6 melaporkan “That Somebody” masuk jajaran Top 50 Viral Spotify. Pada periode yang berdekatan, data chart yang dihimpun pihak ketiga juga menunjukkan lagu tersebut berada di posisi 9 chart viral global pada 14 Januari 2026 dan posisi 18 pada 21 Januari 2026.

Fenomena tersebut menarik karena lagu yang sudah berusia beberapa tahun dapat memperoleh perhatian baru tanpa harus bergantung pada status rilisan terbaru.

Dalam ekosistem streaming, usia lagu tidak selalu menentukan relevansinya. Pendengar dapat menemukan kembali karya lama melalui playlist, rekomendasi algoritma, video pendek, unggahan media sosial, atau pencarian musik berdasarkan suasana hati.

Hal itu membantu menjelaskan mengapa lagu dengan tema relasi dan patah hati masih memiliki ruang panjang dalam budaya dengar digital.

Baca Juga: The Only Exception Paramore: Makna Lagu tentang Takut Jatuh Cinta yang Bikin Hati Berubah

Apa yang Membuat Ceritanya Mudah Relate?

Ada satu elemen yang membuat lagu ini mudah diterima: konfliknya bersifat universal.

Perasaan memberikan perhatian kepada seseorang yang tidak merespons dengan kadar serupa merupakan pengalaman yang mudah dipahami tanpa membutuhkan latar belakang tertentu. Lagu ini kemudian menawarkan penyelesaian emosional berupa keputusan mencari hubungan yang memiliki penghargaan dua arah.

Tema tersebut juga tidak terlalu bergantung pada konteks waktu. Pendengar di Balikpapan, Samarinda, maupun daerah lain di Kalimantan Timur dapat menikmati lagu ini sebagai cerita personal tanpa harus memahami konteks industri musik ketika karya tersebut pertama kali dirilis.

Bagi pendengar muda yang menemukan lagu melalui platform digital, konteks awal lagu bahkan bisa menjadi hal sekunder. Yang terasa terlebih dahulu justru cerita mengenai perasaan yang tidak mendapatkan tempat sebagaimana diharapkan.

Dari sisi editorial, inilah alasan “That Somebody” menarik dibahas kembali. Lagu lama dapat memperoleh kehidupan baru ketika tema yang dibawanya masih relevan dengan pengalaman pendengar sekarang.

Tidak Ada Drama Besar yang Perlu Dipaksakan

BTV Music Mode menempatkan proses kreatif, konflik produksi, kontroversi, hingga perjalanan publikasi sebagai bagian yang perlu ditelusuri. Namun, fakta yang tersedia tidak menunjukkan adanya konflik besar atau kontroversi produksi yang dapat dijadikan pusat cerita “That Somebody”.

Karena itu, pembahasan lagu ini lebih kuat apabila diarahkan pada karya, kontrol kreatif Rafi, perjalanan streaming, dan perubahan perhatian publik terhadap lagu tersebut.

Pendekatan seperti ini penting agar artikel musik tidak menciptakan drama hanya demi membuat cerita terasa menarik. Fakta yang tersedia justru menunjukkan bahwa kekuatan “That Somebody” berada pada daya tahan karyanya dan kemampuannya kembali menemukan pendengar.

Baca Juga: Steal My Girl One Direction: Lagu Ikonik yang Jadi Bagian Era Album Four

Dari Patah Hati Menuju Kesadaran Diri

Secara naratif, “That Somebody” memiliki perkembangan emosi yang cukup jelas.

Cerita dimulai dari rasa kecewa karena kasih yang diberikan tidak mendapatkan respons. Kemudian muncul kesadaran bahwa hubungan tersebut telah membuat narator kehilangan arah.

Setelah itu, muncul keputusan untuk pergi dan mencari seseorang yang mampu memberikan cinta dengan cara yang seimbang. Pada titik ini, patah hati tidak lagi menjadi tujuan akhir cerita.

Lagu tersebut kemudian memberikan pemahaman bahwa pengalaman buruk dalam hubungan dapat menjadi proses belajar mengenai kebutuhan emosional seseorang.

Itulah sebabnya tema “That Somebody” masih mudah diterima beberapa tahun setelah rilis. Pendengar dapat mengartikannya sebagai lagu tentang mantan pasangan, hubungan yang tidak memiliki status jelas, cinta sepihak, atau sekadar pengalaman ketika perhatian tidak dihargai.

Interpretasi tersebut tentu bersifat personal. Lagu memberikan ruang bagi pendengar untuk menghubungkan cerita dengan pengalaman masing-masing.

Posisi “That Somebody” dalam Karier Rafi Sudirman

Jika melihat katalog Rafi saat ini, “That Somebody” masih menjadi salah satu karya yang paling menonjol. Spotify mencantumkannya sebagai top track Rafi, sementara data pelacakan streaming menunjukkan jumlah pemutaran yang jauh mengungguli sejumlah lagu lain dalam katalognya.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa lagu ini memiliki umur popularitas yang panjang. Karya yang dirilis pada 2020 masih menjadi bagian penting dari identitas katalog Rafi beberapa tahun kemudian.

Menariknya, Rafi juga terus mengembangkan katalog musiknya. Apple Music mencatat rilisan terbarunya pada 2025 melalui album Hari Ini, Esok & Selamanya, sementara “That Somebody” masih tercantum sebagai salah satu lagu populernya.

Artinya, lagu tersebut tidak berdiri sendirian sebagai nostalgia. Ia menjadi bagian dari perjalanan panjang Rafi dari fase awal sebagai musisi muda hingga perkembangan karier berikutnya.

Baca Juga: Makna Lagu The Man Who Can’t Be Moved, Kisah Cinta yang Tak Terlupakan

Mengapa Lagu Lama Bisa Kembali Ramai?

Kembalinya “That Somebody” memberikan gambaran tentang cara kerja popularitas musik pada era streaming.

Pada masa sebelumnya, lagu biasanya sangat bergantung pada radio, televisi, penjualan fisik, atau promosi ketika pertama kali dirilis. Kini, lagu lama dapat kembali muncul melalui berbagai jalur digital.

Satu pendengar menemukan lagu, kemudian membagikannya. Pendengar lain memasukkannya ke playlist. Sistem rekomendasi kemudian mempertemukan lagu tersebut dengan audiens baru.

Dalam kasus “That Somebody”, momentum 2026 menunjukkan bagaimana sebuah lagu dari 2020 masih mampu mendapatkan perhatian baru. Data chart juga memperlihatkan bahwa lagu tersebut sempat masuk peringkat tinggi dalam chart viral global pada Januari 2026.

Fenomena ini menjadi penting bagi musisi Indonesia karena memperlihatkan bahwa nilai sebuah karya tidak selalu habis ketika masa promosi awal berakhir.

Poin Penting

Insight Redaksi

“That Somebody” menunjukkan satu hal penting: lagu lama kada otomatis kehilangan tempat ketika ceritanya masih dekat dengan pengalaman manusia. Bagi pendengar Kaltim, karya seperti ini menarik bukan karena usia lagunya, tetapi karena emosinya masih nyambung. Musik yang punya cerita kuat bisa kembali kapan saja.

Bagi ikam yang menemukan lagu ini lewat playlist atau media sosial, dengarkan sebagai cerita utuh, jangan cuma mengejar bagian yang paling sering muncul di potongan video.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka membedah makna lagu, supaya pengalaman mendengarnya terasa punya konteks.

Penasaran kenapa lagu 2020 masih mampu menemukan pendengar baru pada 2026? Ikuti terus informasi musik dan budaya populer hanya di Balikpapan Tv, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan “That Somebody” Rafi Sudirman dirilis?

Lagu tersebut dirilis pada 24 Juli 2020 dan menjadi bagian dari Scenery - EP.

2. Siapa yang menulis “That Somebody”?

Rafi Sudirman tercatat sebagai penulis lagu sekaligus komposer karya tersebut.

3. Apa makna utama “That Somebody”?

Lagu ini menggambarkan pengalaman mencintai seseorang yang tidak memberikan respons seimbang, kemudian muncul keinginan menemukan hubungan dengan kasih yang saling menghargai.

4. Mengapa lagu ini kembali mendapat perhatian pada 2026?

Pada Januari 2026, “That Somebody” dilaporkan masuk jajaran Top 50 Viral Spotify dan tercatat dalam chart viral global pada periode yang sama.

5. Berapa durasi “That Somebody”?

Versi yang tercatat di Spotify memiliki durasi sekitar 4 menit 43 detik.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Rafi Sudirman That Somebody Spotify musik indonesia