Film Jangan Buang Ibu Tembus 3 Juta, Konflik Ibu dan Anak Jadi Sorotan

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB
Para pemain Jangan Buang Ibu berkumpul menggambarkan kehangatan keluarga yang menjadi inti cerita film. (BTV/AI)
Para pemain Jangan Buang Ibu berkumpul menggambarkan kehangatan keluarga yang menjadi inti cerita film. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Film Jangan Buang Ibu mengangkat perjuangan Ristiana, konflik keluarga, pengorbanan ibu, serta capaian penonton di bioskop.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Film drama keluarga Jangan Buang Ibu produksi Leo Pictures mencatat 3.015.577 penonton pada hari ke-18 penayangannya di bioskop. Capaian ini sekaligus menempatkannya sebagai salah satu film Indonesia dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang 2026.

Di balik angka tersebut, ada cerita tentang seorang ibu yang menghabiskan hidupnya membesarkan anak-anak. Lantas, mengapa kisah Ristiana begitu dekat dengan pengalaman banyak keluarga?

Mengapa Jangan Buang Ibu mendapat perhatian besar?

Film ini mengikuti Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anak setelah ditinggal suaminya, Ridho. Kehidupan keluarga mereka berubah setelah persoalan utang yang ditinggalkan sang ayah ikut memengaruhi perjalanan keluarga.

Ristiana diperankan oleh Nirina Zubir, sementara ketiga anaknya dimainkan Refal Hady sebagai Tama, Amanda Manopo sebagai Dewi, dan Saputra Kori sebagai Tria. Film ini disutradarai Hadrah Daeng Ratu.

Tema keluarga menjadi kekuatan utama karena konflik tidak hanya berbicara tentang kasih sayang, tetapi juga jarak, pilihan, tanggung jawab, dan perubahan hubungan antara orang tua dengan anak.

3.015.577 penonton dicapai dalam 18 hari

Pada hari ke-18 penayangan, Jangan Buang Ibu mencatat 3.015.577 penonton. Data tersebut disampaikan produser sekaligus CEO Leo Pictures, Agung Saputra, pada 13 Juli 2026.

Sampai hari ke-18 sudah lebih dari 3.015.577 penonton sudah melihat bagaimana ibu Ristiana berjuang menjaga keutuhan anaknya,” kata Agung Saputra dalam keterangan pers.

Capaian tersebut menjadi film kedua produksi Leo Pictures yang berhasil melewati tiga juta penonton setelah Bila Esok Ibu Tiada pada 2024.

Pencapaian film dalam angka

Catatan Data
Jumlah penonton 3.015.577
Hari penayangan Hari ke-18
Produksi Leo Pictures
Durasi 119 menit
Sutradara Hadrah Daeng Ratu
Pemeran utama Nirina Zubir

Data produksi dan durasi film tercatat dalam panduan film Lembaga Sensor Film, sementara jumlah penonton dan pencapaiannya dilaporkan ANTARA serta RRI.

Perjalanan promosi sudah dimulai sebelum tayang

Antusiasme terhadap film ini muncul bahkan sebelum penayangan reguler. Leo Pictures menggelar Gala Premiere Keliling Indonesia di 20 kota menjelang perilisan bioskop.

Seluruh tiket rangkaian gala premiere tersebut dilaporkan terjual habis. Respons itu kemudian berlanjut ketika film memasuki periode libur sekolah dan menjadi salah satu pilihan tontonan keluarga.

Setelah mencapai tiga juta penonton, tim film juga merencanakan roadshow bersama pemain dan filmmaker di wilayah Jabodetabek serta Jawa Barat.

Baca Juga: Send Help, Kisah Survival Sam Raimi dengan Ego Bos dan Karyawan yang Berbalik

Totalitas Nirina Zubir sebagai Ristiana

Peran Ristiana menjadi salah satu perhatian utama karena karakter tersebut menghadirkan perjalanan seorang ibu dalam berbagai tahap kehidupan.

Nirina Zubir bahkan menjalani tata rias berjam-jam untuk menghadirkan perubahan fisik karakter Ristiana pada beberapa fase usia.

Setelah film mencapai tiga juta penonton, Nirina merayakannya dengan berlari sejauh 20 kilometer. Ia juga menyampaikan kemungkinan berlari 30 kilometer apabila jumlah penonton mencapai empat juta.

Konflik ibu dan anak menjadi daya tarik utama

Film ini tidak hanya menampilkan pengorbanan seorang ibu, tetapi juga memperlihatkan perubahan hubungan ketika anak-anak tumbuh dewasa.

Ristiana yang dahulu dekat dengan ketiga anaknya menghadapi jarak emosional dalam keluarganya. Situasi tersebut membuat cerita terasa relevan bagi pembaca yang melihat hubungan orang tua dan anak sebagai sesuatu yang terus berubah.

Sebuah ulasan Mariviu menilai film ini berhasil menghadirkan dinamika keluarga yang terasa manusiawi dan tidak sepenuhnya memihak ibu ataupun anak.

Pendekatan tersebut membuat konflik keluarga terasa lebih kompleks. Pesannya pun bukan sekadar soal kewajiban anak, tetapi juga bagaimana setiap anggota keluarga menghadapi persoalan dari sudut pandangnya masing-masing.

Poin Penting

Insight Redaksi

Jangan Buang Ibu menunjukkan bahwa cerita keluarga masih punya daya tarik besar ketika konfliknya terasa dekat dengan kehidupan. Tiga juta penonton bukan sekadar angka box office, tetapi sinyal bahwa tema hubungan orang tua dan anak masih kuat. Jadi, kada heran kalau kisah Ristiana cepat nyambung dengan banyak keluarga.

Bubuhan pembaca yang sudah menonton dapat membagikan pengalaman dan sudut pandang masing-masing tentang hubungan Ristiana dengan anak-anaknya.

Ikuti terus informasi film dan hiburan terbaru di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa jumlah penonton Jangan Buang Ibu?

Film ini mencapai 3.015.577 penonton pada hari ke-18 penayangan.

2. Siapa pemeran Ristiana?

Ristiana diperankan oleh Nirina Zubir.

3. Siapa sutradara Jangan Buang Ibu?

Film ini disutradarai Hadrah Daeng Ratu.

4. Siapa saja anak Ristiana dalam film?

Ketiga anak Ristiana adalah Tama, Dewi, dan Tria yang diperankan Refal Hady, Amanda Manopo, dan Saputra Kori.

5. Berapa durasi film Jangan Buang Ibu?

Film ini memiliki durasi 119 menit.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Jangan Buang Ibu Nirina Zubir Leo Pictures