Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: That Should Be Me merupakan lagu Justin Bieber dari album My World 2.0 yang mengangkat rasa kehilangan, penyesalan, dan kecemburuan ketika melihat seseorang yang pernah dicintai sudah bersama orang lain.
Balikpapan TV – Hai Ces! Kalau ikam pernah mendengar lagu lama Justin Bieber yang satu ini, mungkin langsung teringat masa-masa cinta monyet, hubungan yang kada kesampaian, atau seseorang yang akhirnya memilih pergi. That Should Be Me memang punya daya tarik emosional yang kuat karena ceritanya sederhana, tetapi sangat dekat dengan pengalaman patah hati.
Lagu ini masuk dalam album My World 2.0 yang dirilis pada 2010. Apple Music mencatat lagu tersebut sebagai salah satu materi album yang dirilis pada 19 Maret 2010, sementara versi digitalnya juga tercatat pada platform musik sejak awal 2010.
Mengapa That Should Be Me Masih Terasa Relate?
Justin Bieber membawakan lagu ini dari sudut pandang seseorang yang masih belum benar-benar menerima kenyataan bahwa mantan kekasihnya sudah bersama orang lain.
Perasaan yang muncul bukan hanya sedih. Ada rasa kehilangan, cemburu, penyesalan, sekaligus keinginan agar posisi orang baru tersebut sebenarnya masih menjadi miliknya.
Itulah yang membuat That Should Be Me terasa berbeda dari lagu patah hati biasa.
Pendengar tidak hanya diajak mendengar kisah seseorang yang ditinggalkan, tetapi juga merasakan pertanyaan besar: bagaimana kalau hubungan itu tidak pernah berakhir?
Kisah tentang Seseorang yang Tergantikan
Cerita dalam lagu berpusat pada seseorang yang mengetahui mantannya sudah dekat dengan pria lain.
Ia membayangkan berbagai hal yang dahulu dilakukan bersama sang mantan, tetapi sekarang justru dilakukan oleh orang baru. Perasaan tersebut menjadi sumber konflik emosional utama dalam lagu.
Tanpa perlu menggunakan cerita yang rumit, lagu ini berhasil menggambarkan kondisi ketika seseorang masih merasa memiliki tempat dalam kehidupan mantannya, padahal kenyataannya sudah berbeda.
Baca Juga: Send Help, Kisah Survival Sam Raimi dengan Ego Bos dan Karyawan yang Berbalik
Makna That Should Be Me Bukan Sekadar Cemburu
Judul That Should Be Me secara sederhana dapat dimaknai sebagai “seharusnya aku yang berada di posisi itu.”
Makna tersebut menjadi inti emosional lagu.
Tokoh dalam lagu melihat orang lain menjalani momen-momen yang dahulu ia bayangkan akan terus menjadi bagian dari hubungannya. Karena itu, rasa sakit yang muncul bukan semata-mata kehilangan pasangan.
Ada pula rasa kehilangan terhadap masa depan yang pernah dibayangkan bersama.
Perasaan seperti ini cukup umum setelah hubungan berakhir. Seseorang mungkin bukan hanya merindukan mantannya, tetapi juga merindukan rutinitas, tempat, kebiasaan, dan rencana yang pernah dibangun.
Penyesalan Menjadi Lapisan Emosional
Dalam lagu tersebut juga terdapat unsur penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Tokohnya menyadari bahwa kesempatan yang diberikan untuk memperbaiki hubungan justru berakhir dengan dirinya tergantikan. Karena itu, rasa kehilangan bercampur dengan pertanyaan mengenai keputusan masa lalu.
Inilah salah satu alasan lagu tersebut terasa menyakitkan bagi pendengar yang pernah mengalami hubungan berakhir karena kesalahan atau keterlambatan menyadari arti seseorang.
Lagu Ini Masuk Album My World 2.0
That Should Be Me merupakan lagu kesepuluh dalam My World 2.0, album yang menjadi salah satu tonggak penting pada awal karier Justin Bieber. Situs resmi Justin Bieber juga mencantumkan lagu tersebut sebagai trek ke-10 album tersebut.
Album ini dirilis ketika Bieber masih sangat muda dan berisi lagu-lagu seperti Baby, Somebody to Love, U Smile, Never Let You Go, Overboard, dan Eenie Meenie.
Menariknya, That Should Be Me berada di bagian akhir album. Secara musikal, posisinya membantu memberikan penutup dengan suasana yang lebih emosional setelah deretan lagu pop dan romantis sebelumnya.
Apple Music bahkan menggambarkan lagu ini sebagai balada emosional yang kemudian mendapatkan versi duet bersama duo country-pop Rascal Flatts.
Baca Juga: Kenapa Aroma Bisa Bikin Seseorang Terus Teringat? Coba Teknik Perfume Layering
Versi Rascal Flatts Membawa Warna Berbeda
Pada 2011, That Should Be Me mendapatkan versi bersama Rascal Flatts.
Kolaborasi tersebut mempertemukan karakter vokal pop Bieber dengan nuansa country-pop Rascal Flatts. Hasilnya memberikan warna berbeda pada lagu yang sejak awal sudah memiliki tema kehilangan.
Video musik versi kolaborasi tersebut juga dirilis melalui kanal resmi Justin Bieber pada 2011.
Kenapa Lagu Lama Ini Tetap Cocok Didengarkan?
Ada alasan mengapa lagu patah hati dari era 2010 masih bisa terasa dekat dengan pendengar sekarang.
Tema kehilangan tidak mengenal zaman.
Hubungan boleh berubah, cara berkomunikasi boleh semakin modern, tetapi pengalaman melihat seseorang yang pernah dekat kemudian bahagia dengan orang lain tetap sama.
That Should Be Me juga tidak membutuhkan cerita hubungan yang terlalu spesifik. Pendengar dapat memasukkan pengalaman pribadinya sendiri ke dalam lagu tersebut.
Bagi seseorang yang baru putus, lagu ini bisa terdengar seperti suara hati. Bagi yang sudah move on, lagu ini mungkin justru menjadi nostalgia terhadap masa lalu.
Cocok untuk Nostalgia dan Galau
Karakter lagu yang emosional membuatnya cocok masuk playlist ketika seseorang sedang ingin mengenang masa lalu.
Namun, tentu saja, mendengarkan lagu galau tidak berarti harus kembali kepada mantan, Ces!
Kadang-kadang sebuah lagu hanya menjadi ruang untuk mengakui bahwa pernah ada seseorang yang begitu berarti.
Baca Juga: Backrooms Sukses di Bioskop, Kreator Muda Kane Parsons Buktikan Kekuatan Horor Digital
Pesan yang Bisa Diambil dari That Should Be Me
Di balik kisah patah hati, lagu ini menyimpan satu pelajaran sederhana: penyesalan sering datang setelah kesempatan sudah hilang.
Tokoh dalam lagu baru benar-benar merasakan kehilangan ketika melihat orang lain mengisi posisi yang dahulu menjadi miliknya.
Dalam kehidupan nyata, pengalaman seperti ini dapat menjadi pengingat bahwa hubungan membutuhkan komunikasi, penghargaan, dan usaha dari kedua pihak.
Namun, ketika hubungan memang sudah berakhir, rasa kehilangan juga perlu diterima. Tidak semua orang yang pernah kita cintai harus kembali menjadi bagian dari kehidupan kita.
Bukan Berarti Harus Merebut Kembali
Makna lagu ini dapat terasa sangat emosional, tetapi pendengar tidak perlu menerjemahkannya sebagai ajakan untuk merebut kembali seseorang.
Justru, lagu tersebut dapat menjadi gambaran tentang fase ketika seseorang masih berusaha menerima kenyataan.
Ada waktunya bertanya, ada waktunya menyesal, dan ada waktunya akhirnya menerima bahwa seseorang sudah memilih jalan berbeda.
Baca Juga: Cheerleader OMI: Kisah Lagu Cinta dari Jamaika yang Mendunia Berkat Remix Felix Jaehn
Fakta Singkat That Should Be Me
- Penyanyi: Justin Bieber
- Album: My World 2.0
- Genre: Pop
- Durasi: sekitar 3 menit 52 detik
- Penulis: Justin Bieber, Luke Boyd, Nasri Atweh, dan Adam Messinger
- Produser: The Messengers
- Versi kolaborasi: Justin Bieber bersama Rascal Flatts
- Tahun: 2010 untuk versi album; versi bersama Rascal Flatts hadir pada 2011.
Poin Penting
- That Should Be Me merupakan lagu Justin Bieber yang masuk dalam album My World 2.0 dan mengangkat tema kehilangan seseorang yang masih dicintai.
- Makna utama lagu berkaitan dengan rasa kehilangan, penyesalan, dan kecemburuan ketika melihat mantan kekasih sudah bersama orang lain.
- Judul “That Should Be Me” menggambarkan perasaan tergantikan, ketika seseorang merasa seharusnya dirinya yang masih berada di posisi orang baru tersebut.
- Lagu ini tidak hanya bercerita tentang putus cinta, tetapi juga menggambarkan sulitnya menerima kenyataan bahwa hubungan yang pernah dimiliki sudah berubah.
- Penyesalan menjadi salah satu emosi utama karena tokoh dalam lagu membayangkan kembali posisi yang dahulu ia miliki bersama orang yang dicintainya.
- Versi kolaborasi bersama Rascal Flatts memberikan warna berbeda pada lagu dengan perpaduan karakter pop Justin Bieber dan nuansa country-pop Rascal Flatts.
Insight Redaksi
That Should Be Me bukan cuma lagu lama Justin Bieber yang enak didengar ketika galau. Lagu ini menggambarkan satu fase emosional yang sangat manusiawi: ketika seseorang belum siap melihat orang yang pernah dicintainya menjalani kehidupan bersama orang lain.
Kadang kita memang pernah berpikir, “seharusnya aku.” Tapi hidup tidak selalu mengikuti skenario yang kita inginkan.
Jadi, kalau lagu ini tiba-tiba terasa relate, nikmati saja nostalgianya, Ces. Kada semua rasa rindu harus berujung pada keinginan untuk kembali.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang masih suka memasukkan lagu lama Justin Bieber ke playlist galau!
Temukan cerita musik, lifestyle, dan tren populer lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa arti That Should Be Me?
That Should Be Me berarti “seharusnya aku” dan menggambarkan perasaan seseorang yang berharap dirinya masih berada di posisi orang yang kini bersama mantannya.
2. That Should Be Me ada di album apa?
Lagu ini terdapat dalam album My World 2.0 milik Justin Bieber dan menjadi trek ke-10 album tersebut.
3. Kapan That Should Be Me dirilis?
Lagu ini merupakan bagian dari era My World 2.0 pada 2010. Apple Music mencatat tanggal 19 Maret 2010 untuk perilisan album tersebut.
4. Apakah That Should Be Me punya versi duet?
Ya. Justin Bieber kemudian membawakan versi bersama Rascal Flatts yang dirilis pada 2011.
5. Apa tema utama lagu That Should Be Me?
Tema utamanya adalah kehilangan cinta, kecemburuan, penyesalan, dan kesulitan menerima kenyataan bahwa mantan kekasih sudah bersama orang lain.