Backrooms Sukses di Bioskop, Kreator Muda Kane Parsons Buktikan Kekuatan Horor Digital

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Chiwetel Ejiofor menjelajahi ruang liminal misterius dalam film Backrooms. (BTV/AI)
Chiwetel Ejiofor menjelajahi ruang liminal misterius dalam film Backrooms. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Film Backrooms membawa fenomena internet ke layar lebar melalui horor psikologis, dimensi liminal, dan kreativitas Kane Parsons.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Film Backrooms resmi hadir di bioskop Indonesia pada 10 Juni 2026. Karya debut penyutradaraan Kane Parsons ini diproduksi A24 dan mengangkat fenomena internet yang sebelumnya ia kembangkan melalui serial YouTube.

Bagi penonton yang mengenal Backrooms dari internet, film ini menawarkan pengalaman berbeda. Ruang-ruang kosong yang terasa asing berubah menjadi dunia sinematik dengan persoalan ingatan, identitas, dan ketakutan manusia.

Apa yang membuat Backrooms berbeda dari horor biasa?

Backrooms berangkat dari gagasan tentang ruang liminal, yakni tempat yang terasa familiar tetapi sekaligus asing dan mengganggu. Konsep tersebut menjadi fondasi visual sekaligus psikologis film.

Cerita mengikuti Clark, diperankan Chiwetel Ejiofor, pemilik toko furnitur yang menemukan pintu misterius di ruang bawah tanah. Pintu tersebut mengarah menuju jaringan ruang yang seolah tidak memiliki ujung.

Ketika Clark menghilang, Mary, terapis yang diperankan Renate Reinsve, ikut terseret ke dalam pencarian. Dunia tersebut kemudian berkembang menjadi ruang yang mengaburkan batas antara realitas, ingatan, dan ketakutan.

Kane Parsons membawa karya internet ke layar lebar

Kane Parsons sebelumnya dikenal sebagai Kane Pixels, kreator yang mengembangkan seri video Backrooms di YouTube. Film 2026 ini menjadi debutnya sebagai sutradara film panjang.

Menariknya, Parsons masih berusia 20 tahun ketika film tersebut dirilis. Pencapaiannya menjadi sorotan karena Backrooms langsung membuka posisi nomor satu di box office Amerika Utara dengan pendapatan akhir pekan pertama sekitar US$81 juta.

A24 juga mencatat Parsons sebagai sutradara film tersebut, sementara Will Soodik tercantum sebagai penulis. Pemeran utamanya mencakup Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve.

Dari video YouTube menuju produksi berskala besar

Perjalanan ini menunjukkan bagaimana karya yang lahir dari ekosistem internet dapat berkembang menjadi produksi film studio. A24 menyebut produksi film menggunakan set besar dengan luas sekitar 30.000 kaki persegi untuk membangun dunia Backrooms.

Konsep ruang tersebut bukan sekadar latar. Desain koridor, pencahayaan fluoresen, wallpaper kekuningan, serta pengulangan ruangan menjadi bagian penting dari pengalaman psikologis penonton.

Mengapa labirin Backrooms terasa begitu mengganggu?

Kekuatan film ini berada pada gagasan bahwa tempat biasa dapat berubah menjadi sesuatu yang asing. Ruang kantor, lorong, dan area komersial yang secara visual familiar justru dibuat terasa kehilangan fungsi.

The Guardian menilai film ini menggunakan konsep Backrooms untuk mengeksplorasi memori, identitas, dan keputusasaan. Kritik tersebut juga menyoroti perpaduan desain fisik dan digital yang membentuk atmosfer khas film.

Pendekatan tersebut membuat ketegangan tidak hanya bergantung pada kemunculan makhluk atau kejutan visual. Arsitektur ruang sendiri menjadi sumber rasa tidak nyaman.

Buat penonton yang menyukai film dengan konsep kuat, bagian ini menjadi salah satu daya tarik utama.

Baca Juga: Sinopsis Film Obsession, Kisah Bear dan Nikki, Saat Cinta Berubah Menjadi Obsesi Mengerikan

Bagaimana respons terhadap film dan pencapaiannya?

Respons kritikus terhadap Backrooms cenderung beragam, tetapi film ini memperoleh perhatian besar karena pendekatannya yang tidak biasa. The Guardian menyebutnya sebagai horor konseptual yang mengembangkan aturan genre melalui atmosfer dan gagasan ruang liminal.

Dari sisi komersial, pencapaiannya bahkan lebih menonjol. Data Box Office Mojo mencatat pendapatan global Backrooms sekitar US$389,7 juta, terdiri atas sekitar US$196,8 juta dari pasar domestik dan US$193 juta dari pasar internasional.

Angka tersebut juga menunjukkan betapa kuatnya daya tarik konsep yang sebelumnya tumbuh dari komunitas internet.

Film Backrooms sudah masuk fase digital

Setelah penayangan bioskop, Backrooms mulai tersedia dalam format digital pada 14 Juli 2026 menurut data The Numbers. Film tersebut memiliki durasi sekitar 110 menit dalam data distribusi tersebut.

Sementara itu, Lembaga Sensor Film Indonesia mencatat film ini memiliki tanggal tayang Indonesia 10 Juni 2026, durasi 111 menit, serta produksi A24. LSF juga mencantumkan Kane Parsons sebagai sutradara dan James Wan sebagai produser.

Perbedaan angka durasi satu menit dapat muncul karena pencatatan versi distribusi atau materi penayangan yang berbeda.

Poin Penting

Insight Redaksi

Backrooms menunjukkan bahwa kreativitas digital dapat berpindah ke bioskop tanpa kehilangan identitas awalnya. Dari Balikpapan, tren ini menarik dicermati: kreator muda punya ruang besar membangun karya sendiri. Jangan cuma jadi penonton.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka film horor, creepypasta, atau karya kreator internet yang berkembang ke layar lebar.

Penasaran bagaimana sebuah konsep internet sederhana bisa berubah menjadi film besar yang ditonton jutaan orang? Ikuti terus kabar film dan budaya pop terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Backrooms tayang di Indonesia?

Backrooms tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026.

2. Siapa sutradara film Backrooms?

Film ini disutradarai Kane Parsons, yang sebelumnya dikenal melalui karya YouTube sebagai Kane Pixels.

3. Siapa pemeran utama Backrooms?

Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve menjadi pemeran utama, dengan sejumlah pemeran lain termasuk Mark Duplass dan Finn Bennett.

4. Apa asal konsep Backrooms?

Film ini mengembangkan fenomena internet Backrooms yang juga menjadi dasar serial YouTube karya Kane Parsons.

5. Berapa pendapatan Backrooms secara global?

Data Box Office Mojo mencatat pendapatan global sekitar US$389,7 juta.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
bioskop Indonesia Kane Parsons Backrooms