Notep Pilih Hari Bumi dan Hari Laut Sedunia untuk Rilis Lagu, Ada Pesan Lingkungan yang Kuat

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:20 WIB
Notep mengajak publik peduli lingkungan melalui dua lagu baru yang sarat pesan reflektif tentang alam. (BTV/AI)
Notep mengajak publik peduli lingkungan melalui dua lagu baru yang sarat pesan reflektif tentang alam. (BTV/AI)

Durasi: 6 menit

Topik: Musik bertema lingkungan menjadi ruang refleksi melalui karya terbaru penyanyi Thailand

Ikhtisar: Notep merilis dua lagu pada hari lingkungan internasional sebagai cara mengajak publik membangun kepedulian terhadap alam melalui musik dan pengalaman pribadi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penyanyi asal Thailand, Notep, merilis dua lagu baru berjudul Radio dan Crystalize pada dua momentum lingkungan dunia sepanjang 2026 sebagai bagian dari kampanye meningkatkan kepedulian terhadap alam melalui karya musik.

Bukan sekadar memilih tanggal cantik. Ada pesan yang ingin ditinggalkan, Ces!

Musik ternyata bisa menjadi ruang untuk berbicara tentang bumi dengan cara yang menyentuh hati. Simak kisahnya sampai akhir, Ces!

Mengapa Notep memilih Hari Bumi dan Hari Laut Sedunia sebagai waktu peluncuran lagu?

Dalam kurun dua bulan terakhir, penyanyi bernama lengkap Note Panayanggool memperkenalkan dua karya terbaru yang memiliki benang merah kuat dengan isu lingkungan.

Lagu pertama, Radio, dirilis pada 22 April 2026, bertepatan dengan Hari Bumi. Beberapa pekan kemudian, tepat pada 8 Juni 2026 atau Hari Laut Sedunia, Notep kembali merilis lagu berjudul Crystalize.

Pilihan tanggal tersebut bukan kebetulan. Notep mengatakan keputusan itu memang dirancang sejak awal karena seluruh konsep karyanya berkaitan erat dengan alam.

"Itu memang disengaja, karena karyaku memang sangat mengacu kepada sisi lingkungan, dan aku ingin menghubungkan kedua dunia ini. Aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan," kata Notep dalam wawancara daring dengan Liputan6.com.

Bagi Notep, musik bukan hanya media hiburan. Lagu juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan yang mudah diterima banyak orang, terutama generasi muda yang aktif mengikuti perkembangan musik dan media sosial.

Baca Juga: Manfaat Tersembunyi Musik Pop Estetis Terhadap Ketenaran Mental Remaja Urban

Bagaimana video musik Radio mengangkat persoalan sampah laut?

Pesan lingkungan dalam Radio tidak berhenti pada lirik. Konsep visual video musiknya juga dibuat selaras dengan tema tersebut.

Proses pengambilan gambar dilakukan di sebuah pulau yang selama ini menjadi lokasi aktivitas Notep dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Ia tampil menggunakan gaun yang dibuat dari limbah kaleng minuman serta hiasan kepala berbahan jejaring ikan hasil rancangan desainer Eric Tobua.

"Syuting MV 'Radio' dilakukan di pulau tempat aku kerap melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan isu lingkungan. Semua kostumku juga dibuat dengan menggunakan sampah dan jaring ikan," ujar Notep.

Lokasi syuting berada di Koh Tao, sebuah pulau di Thailand yang dikenal memiliki keindahan bawah laut sekaligus menghadapi persoalan pengelolaan sampah.

Menurut Notep, tumpukan limbah yang terus bertambah menjadi pemandangan yang memprihatinkan.

"Di Koh Tao, kami menghadapi masalah limbah yang sangat menyedihkan. Ada gunungan tinggi sampah. Dan ini adalah hal yang terjadi berlarut-larut, dan tak ada yang menyelesaikannya. Ini sungguh menyedihkan, karena Koh Tao adalah sebuah pulau kecil yang sungguh indah."

Persoalan sampah plastik dan limbah laut memang menjadi perhatian di banyak kawasan pesisir dunia. Berbagai organisasi lingkungan internasional selama ini terus mengampanyekan pengurangan sampah sekali pakai untuk menjaga ekosistem laut tetap sehat.

Notep memadukan musik dan kepedulian lingkungan dalam dua karya terbaru yang menyentuh banyak pendengar. (BTV/AI)
Notep memadukan musik dan kepedulian lingkungan dalam dua karya terbaru yang menyentuh banyak pendengar. (BTV/AI)

Apa makna lagu Crystalize yang terinspirasi dari air?

Jika Radio berbicara tentang hubungan manusia dengan laut melalui visual yang kuat, Crystalize menghadirkan pendekatan yang lebih reflektif.

Notep mengaku lagu tersebut lahir dari cara air mengajarkan manusia untuk menerima perjalanan hidup.

"Lagunya adalah tentang berserah pada arus, dan percaya pada prosesnya, maka semua akan terlilhat crystal clear. Engkau akan terkristalisasi (crystalized)," kata Notep.

Ia menggambarkan pengalaman membiarkan tubuh terapung di air sebagai simbol melepaskan beban dan mempercayai proses kehidupan.

"Dan kadang, saat kita berserah, dan mempercayai arus, seperti melompat ke danau dan membiarkan ke mana air akan membawamu, itu adalah perasaan yang begitu hebat."

Nuansa tersebut bahkan diterapkan hingga proses produksi musik.

Notep menjelaskan suara ombak direkam dan diolah menjadi bagian dari bunyi synthesizer yang terdengar sepanjang lagu.

"Karena itulah aku memilih World Ocean Day. Saat aku sedih pun, aku memutuskan pergi ke laut dan membiarkan tubuhku terapung. Buatku, lagu 'Crystalize' terasa seperti itu," tuturnya.

Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa alam bukan hanya menjadi tema, melainkan juga sumber inspirasi artistik dalam proses penciptaan musik.

Baca Juga: Lagu "Merry Christmas, I Miss You" Viral! Ternyata Ini Makna yang Membuat Banyak Orang Terharu

Notep memanfaatkan musik sebagai media menyampaikan pesan lingkungan bertepatan dengan momentum hari lingkungan internasional. (BTV/AI)
Notep memanfaatkan musik sebagai media menyampaikan pesan lingkungan bertepatan dengan momentum hari lingkungan internasional. (BTV/AI)

Apa rencana Notep setelah merilis dua lagu tersebut?

Perjalanan musikal Notep belum berhenti pada dua single tersebut.

Pada 4 September 2026, ia dijadwalkan meluncurkan EP terbaru berjudul Pakarang, yang berarti koral atau terumbu karang dalam bahasa Thailand.

Menurut Notep, judul tersebut dipilih karena ingin mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih dekat dengan alam.

"Maknanya adalah, agar orang lebih menyadari tentang alam dalam hidup mereka, agar bisa terkoneksi lebih dalam dengan alam dan diri mereka sendiri. Selain itu juga memikirkan kembali mengenai hidup mereka. Apa yang mereka lakukan, apa yang mereka rasakan."

Inspirasi itu lahir setelah ia rutin menyelam dan menyaksikan secara langsung kondisi bawah laut.

Keindahan terumbu karang yang ia temui ternyata berjalan berdampingan dengan berbagai ancaman terhadap lingkungan laut.

"Dari situ aku sadar, 'Tunggu dulu, aku punya platform, dan ada orang yang mendengarkanku. Mengapa tidak digunakan saja untuk tujuan yang lebih baik? Ketimbang hanya untuk berbagi selfie, mengapa ini tidak dimaksimalkan?'," kata Notep.

Meski berbagai persoalan lingkungan masih berlangsung, ia memilih tetap optimistis terhadap perubahan.

"Memang harus diakui, ada hal-hal buruk yang saat ini tengah terjadi, tapi ada banyak organisasi, komunitas, dan orang-orang yang bekerja keras untuk isu ini. Dan fokus sekaligus memberi dukungan kepada mereka untuk terus tumbuh adalah hal paling penting untuk generasi mendatang," ujarnya.

Selain bermusik, Notep juga memiliki impian mengadakan ekspedisi yang mempertemukan masyarakat dengan alam secara langsung.

Baca Juga: Sisi Kelam Hubungan Toksik di Balik Lirik Lagu Love Me Harder Ariana Grande

Ia pernah mengikuti kegiatan lapangan di kawasan Amazon, merekam berbagai suara alam, bekerja sama dengan masyarakat adat, mempelajari budaya mereka, hingga melakukan penyelaman di Meksiko.

"Aku ingin menggelar ekspedisi. Karena aku sebelumnya pergi ke Amazon, dan di sana aku melakukan field work. Aku merekam suara dan bebunyian, bekerja sama dengan suku asli, belajar tentang budaya dan kepercayaan mereka, dan di Meksiko aku juga menyelam," kata Notep.

Ia melanjutkan, "Dan aku merasa dalam perjalanan seperti inilah aku menemukan diriku sendiri. Menyadari siapa diriku, dan apa yang ingin kulakukan. Karenanya, aku ingin menghadirkan pengalaman serupa untuk orang lain."

Tips sederhana ikut menjaga lingkungan lewat kebiasaan sehari-hari

1. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai agar sampah tidak mudah berakhir di sungai maupun laut.

2. Dukung kegiatan bersih pantai atau sungai ketika ada komunitas yang mengadakan aksi lingkungan.

3. Pilih produk yang dapat digunakan berulang kali untuk mengurangi limbah rumah tangga.

4. Nikmati alam secara bertanggung jawab dengan tidak meninggalkan sampah saat berwisata.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Dari sudut pandang Balikpapan yang memiliki garis pantai panjang dan kekayaan laut, langkah Notep menarik karena memilih seni sebagai jembatan edukasi. Kampanye lingkungan kada harus selalu berbentuk seminar atau aksi besar. Musik mampu menjangkau emosi banyak orang sekaligus membuka percakapan baru. Cara seperti ini layak mendapat perhatian karena menghadirkan pesan tanpa terasa menggurui.

Mulai dari kebiasaan kecil di sekitar pesisir atau lingkungan rumah, dampaknya bisa terasa. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang melihat bahwa karya seni juga bisa menggerakkan kepedulian.

Masih banyak cerita inspiratif tentang musik, budaya, lingkungan, dan gaya hidup yang layak diikuti. Jangan sampai ketinggalan, selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Notep merilis lagu pada Hari Bumi dan Hari Laut Sedunia?
Karena ia ingin menghubungkan karya musiknya dengan kampanye meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan.

2. Di mana video musik Radio direkam?
Video musik tersebut direkam di Koh Tao, Thailand, yang juga menjadi lokasi aktivitas lingkungan Notep.

3. Apa makna lagu Crystalize?
Lagu itu menggambarkan pentingnya mempercayai proses kehidupan dengan mengambil inspirasi dari sifat air.

4. Kapan EP Pakarang akan dirilis?
EP tersebut dijadwalkan meluncur pada 4 September 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Notep Koh Tao Crystalize