Topik: Film “The Resurrection of the Christ” akhirnya merilis first look dan jadwal tayang baru
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Mel Gibson resmi merilis tampilan perdana “The Resurrection of the Christ” sekaligus mengumumkan perubahan jadwal tayang dua film lanjutan yang kini dijadwalkan rilis pada 2027 dan 2028.
Balikpapan TV - Hai Ces! Setelah lebih dari dua dekade sejak film “The Passion of the Christ” mengguncang bioskop dunia, Mel Gibson akhirnya memperlihatkan first look “The Resurrection of the Christ”. Film ini bukan cuma lanjutan biasa. Produksinya dibuat dalam dua bagian sekaligus, dengan jadwal rilis baru yang mundur ke 2027 dan 2028.
Nah, kabar ini langsung ramai dibahas penggemar film religi dan komunitas perfilman internasional. Ada yang antusias melihat arah cerita baru, ada juga yang penasaran kenapa proyek ini terus berubah jadwal. Jadi, sebenarnya ada apa di balik film ambisius ini? Simak sampai habis Ces!
Baca Juga: Number One Puncaki Netflix Korea Usai Debut OTT Mei 2026
Apa yang diperlihatkan dalam first look “The Resurrection of the Christ”?
First look yang dirilis Lionsgate menampilkan sosok baru pemeran Yesus, yakni aktor Finlandia Jaakko Ohtonen. Ia menggantikan Jim Caviezel yang sebelumnya memerankan Yesus di film tahun 2004.
Pergantian ini langsung jadi perhatian publik. Alasannya cukup teknis. Cerita film baru berlangsung hanya tiga hari setelah penyaliban, sementara usia Jim Caviezel kini dianggap terlalu jauh dari kebutuhan visual karakter tersebut.
Selain itu, karakter Maria Magdalena kini dimainkan Mariela Garriga. Film ini juga menghadirkan Rupert Everett dan beberapa nama baru lain yang ikut memperkuat nuansa epik produksi tersebut. Kada heran pang kalau first look-nya langsung ramai di media sosial, Ces.
Kenapa jadwal rilis film ini kembali berubah?
Awalnya, bagian pertama film dijadwalkan tayang Maret 2027. Namun Lionsgate memutuskan menggeser perilisan menjadi 6 Mei 2027. Sedangkan bagian kedua baru akan tayang pada 25 Mei 2028.
Perubahan itu disebut berkaitan dengan skala produksi yang besar. Proses syuting sendiri berlangsung selama 134 hari di berbagai lokasi Italia seperti Roma, Matera, Bari, hingga Brindisi.
Menariknya, kedua tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan Ascension Day atau Hari Kenaikan Yesus. Strategi ini dianggap lebih sesuai dengan tema cerita yang diangkat dalam film.
Seberapa besar proyek film baru Mel Gibson ini?
Mel Gibson menyebut proyek ini sebagai salah satu pekerjaan terbesar dalam hidupnya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan film tersebut sudah ia pikirkan dan persiapkan selama lebih dari 20 tahun.
Film ini juga disebut akan punya pendekatan berbeda dibanding “The Passion of the Christ”. Jika film lama fokus pada penyaliban, kali ini cerita bergerak ke tema kebangkitan, spiritualitas, hingga perjalanan yang lebih simbolis.
Beberapa media internasional bahkan menyebut konsepnya cukup berani karena menggabungkan elemen religius dengan visual yang disebut “surreal”. Bubuhan penonton lama pun mulai penasaran arah akhirnya bakal seperti apa.
Baca Juga: CATCHPLAY Mei 2026 Hadirkan The Mummy dan Drama Korea Intens
Bagaimana respons publik setelah pengumuman ini muncul?
Respons publik cukup campur aduk, tapi antusiasme terlihat besar. Di forum Reddit dan komunitas film internasional, banyak penonton menyebut keputusan memisahkan film menjadi dua bagian justru membuat cerita punya ruang lebih luas.
Ada juga komentar yang mempertanyakan kenapa film religi ini malah keluar dari musim Paskah. Sebagian pengguna menilai jadwal baru cukup berani karena bakal bersaing dengan film besar lain pada tahun perilisannya.
Namun satu hal yang paling sering muncul: rasa penasaran. Banyak penonton lama menganggap “The Passion of the Christ” adalah film yang emosional dan sulit dilupakan, sehingga sekuelnya otomatis jadi perhatian besar dunia perfilman.
Apa yang membuat film ini masih menarik setelah 20 tahun?
Jawabannya ada pada dampak film pertamanya. “The Passion of the Christ” berhasil meraih pendapatan global lebih dari 610 juta dolar AS dan menjadi salah satu film rating-R tersukses sepanjang masa.
Karena itu, proyek lanjutan ini otomatis membawa ekspektasi tinggi. Penonton kada cuma menunggu cerita religius, tapi juga ingin melihat bagaimana Mel Gibson membangun pengalaman sinematik baru yang berbeda dari film pertama.
Apalagi sekarang tren film epik religi mulai jarang muncul di layar lebar. Nah, itu sudah… makin bikin publik penasaran film ini bakal jadi nostalgia besar atau justru pembahasan baru di dunia sinema.
Baca Juga: My Royal Nemesis Viral di Netflix, Drama Fantasi Joseon 2026 Ramai Dibahas
Poin Penting:
- “The Resurrection of the Christ” resmi merilis first look terbaru
- Jaakko Ohtonen menggantikan Jim Caviezel sebagai pemeran Yesus
- Film dibagi menjadi dua bagian dengan jadwal tayang 2027 dan 2028
- Proses syuting berlangsung 134 hari di berbagai wilayah Italia
- Mel Gibson menyebut proyek ini sebagai misi pribadi selama lebih dari 20 tahun
- Respons publik didominasi rasa penasaran dan ekspektasi tinggi
Insight: Film religi skala besar sekarang memang kada sebanyak dulu, jadi kemunculan “The Resurrection of the Christ” otomatis terasa beda. Menariknya, publik hari ini bukan cuma menunggu cerita spiritual, tapi juga kualitas visual dan keberanian narasi. Itu sebabnya proyek Mel Gibson tetap ramai walau jadwalnya mundur berkali-kali. Di sisi lain, strategi dua bagian juga jadi taruhan besar. Kalau eksekusinya pas, film ini bisa kembali jadi pembicaraan global. Kalau meleset, publik cepat pindah perhatian, nah itu sudah.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang suka film epik dan perkembangan sinema dunia supaya makin banyak yang update informasi terbaru perfilman internasional.
Masih penasaran perkembangan film global yang lagi ramai dibahas? Pantau terus hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
- Kapan “The Resurrection of the Christ” tayang?
Bagian pertama tayang 6 Mei 2027 dan bagian kedua 25 Mei 2028. - Siapa pemeran baru Yesus di film ini?
Jaakko Ohtonen resmi menggantikan Jim Caviezel. - Kenapa film dibagi jadi dua bagian?
Produksi dan cerita disebut terlalu besar untuk satu film penuh. - Di mana proses syuting dilakukan?
Film banyak mengambil lokasi di Italia, termasuk Roma dan Matera. - Apakah Mel Gibson masih menjadi sutradara?
Ya, Mel Gibson tetap menjadi sutradara sekaligus salah satu penulis proyek ini.
Sumber : Balikpapan TV