Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Black Horses Rilis Album Jahanam dengan Warna Rock Bahasa Indonesia

Kaila Mutiara Ramadhani • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:03 WIB
Black Horses (BTV/AI)
Black Horses (BTV/AI)

Topik: Album Jahanam Black Horses Hadir dengan Lirik Bahasa Indonesia
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Black Horses merilis album ketiga bertajuk Jahanam dengan eksplorasi classic rock, lirik bahasa Indonesia, serta pesan sosial yang terasa dekat dengan kehidupan pendengar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Band rock asal Jakarta, Black Horses, resmi melepas album terbaru mereka berjudul Jahanam di bawah label Firefly Records, subsidiary Musica Studios. Album ini jadi titik perubahan penting karena untuk pertama kalinya mereka menggunakan bahasa Indonesia di seluruh lirik lagu.

Bukan cuma soal pergantian bahasa. Album ini juga membawa energi baru yang terasa lebih dekat dengan realita sehari-hari. Nah, dari suara gitar yang kasar sampai lirik yang terasa personal, Jahanam muncul sebagai fase baru Black Horses yang menarik buat disimak sampai habis, Ces!

Baca Juga: CORTIS GREENGREEN Dipuji Forbes dan Dazed, Lagu REDRED Langsung Masuk Chart Billboard

Kenapa Album Jahanam Jadi Langkah Baru Black Horses?

Perubahan paling terasa ada di penggunaan bahasa Indonesia dalam seluruh lagu. Selama ini Black Horses dikenal dengan pendekatan musik rock yang kuat, tapi lewat Jahanam mereka mencoba menjangkau pendengar dengan cara yang terasa lebih dekat.

Formasi band yang terdiri dari Oscario pada vokal, Kevin Indriawan di gitar, Lucky Azhary pada bass, dan Julian Aditya di drum tetap mempertahankan karakter musik mereka. Bedanya, pesan dalam lagu kini terasa lebih mudah diterima pendengar lokal.

Pilihan ini juga membuat keresahan dan pengalaman yang mereka angkat jadi terasa lebih nyata. Kada sekadar keras di musik pang, tapi juga kuat di isi cerita, nah.

Apa Warna Musik yang Ditawarkan di Album Jahanam?

Album ini diproduseri John Paul Patton atau Coki, sosok yang dikenal lewat proyek Kelompok Penerbang Roket, ALI, dan Portura. Kehadiran Coki membawa eksplorasi baru dalam karakter musik Black Horses.

Nuansa classic rock yang “kotor”, eksplosif, namun tetap segar jadi identitas utama album ini. Energi live band yang selama ini melekat pada Black Horses juga sengaja dipertahankan agar lagu-lagu mereka terasa hidup saat didengar.

Album Jahanam berisi sembilan track, termasuk Tirani Tua dan Distorsi Menggema yang sudah lebih dulu dirilis sebagai single.

Kenapa Lagu Jejak Waktu Jadi Sorotan?

Jejak Waktu dipilih sebagai track unggulan setelah perilisan album. Lagu ini dianggap mewakili kedewasaan baru perjalanan musik Black Horses.

Bagi penggemar mereka yang dikenal sebagai Kusir-Kusir, lagu tersebut terasa berbeda karena menampilkan sisi Black Horses yang lebih tenang namun tetap tajam dalam menyampaikan pesan.

Video musik Jejak Waktu juga dirilis bersamaan dengan album. Di situ, Black Horses tampil dengan pendekatan yang lebih reflektif tanpa kehilangan identitas rock mereka. Kadada yang menyangka pang sisi mereka bisa terasa setenang itu tapi tetap menghantam emosinya.

Baca Juga: Solo Leveling Netflix Tambah Kang Mina, Adaptasi Webtoon Global Ini Makin Ditunggu Penggemar Drama Korea

Apa Pesan yang Ingin Disampaikan Black Horses?

Black Horses menegaskan album ini dibuat agar pendengar bisa merasa relate dengan situasi sekitar. Oscario menjelaskan bahwa Jahanam lahir dari pengalaman dan keresahan yang mereka rasakan belakangan ini.

“Album ini adalah bentuk respon bagi para Kusir dan pendengar kami untuk bisa lebih relate dengan apa yang kami rasakan belakangan ini, terutama situasi yang terjadi di sekitar kita, apapun konteksnya.”

Lucky Azhary juga menyebut Jahanam bukan cuma kumpulan lagu biasa.

“Ini lebih dari sekadar album atau kumpulan lagu, ini adalah penanda zaman dari Black Horses untuk kita semua yang tinggal di Indonesia,’ ujarnya.

Bagaimana Tantangan Produksi Album Ini?

Coki mengakui proses produksi album ini punya tantangan tersendiri. Meski sudah mengenal para personel dengan baik, menemukan titik ideal antara visi musik dan kedekatan dengan audiens ternyata membutuhkan proses panjang.

“Proses produksi materi-materi dalam album ini punya tantangannya sendiri. Syukurnya, gue udah kenal dengan semua personil Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens.”

Dari sisi lirik, Black Horses juga memilih pendekatan yang kada menggurui pendengar. Mereka lebih memilih berbagi pengalaman, keresahan, dan realita sosial yang dirasakan bersama. Nah itu sudah, musik keras tapi pesannya tetap membumi.

Baca Juga: The WONDERfools Tayang Mei 2026, Comeback Cha Eun Woo Langsung Jadi Sorotan Pecinta Drama

Poin Penting:

Insight: Album Jahanam menarik karena Black Horses kada sekadar mengganti bahasa dalam lirik, tapi juga mengubah cara mereka berkomunikasi dengan pendengar. Musik rock sering dianggap jauh dari realita sehari-hari, padahal keresahan sosial justru kuat lahir dari genre ini. Black Horses mencoba membawa itu dengan cara yang lebih membumi. Ini bisa jadi sinyal bahwa band lokal mulai mencari identitas yang lebih dekat dengan pendengar Indonesia sendiri, bukan cuma mengejar karakter musik luar negeri pang.

Bagikan jua artikel ini ke kawalan ikam yang suka musik rock lokal supaya makin banyak yang mengenal warna baru Black Horses.

Mau update rilisan musik baru, cerita band lokal, sampai tren album yang lagi ramai dibahas? Pantau terus hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Apa judul album terbaru Black Horses?
    Album terbaru mereka berjudul Jahanam.
  2. Siapa produser album Jahanam?
    Album ini diproduseri John Paul Patton atau Coki.
  3. Berapa jumlah lagu dalam album Jahanam?
    Album tersebut berisi sembilan track.
  4. Lagu apa yang jadi track unggulan?
    Jejak Waktu dipilih sebagai lagu unggulan album.
  5. Apa yang berbeda dari album Jahanam?
    Untuk pertama kalinya Black Horses memakai bahasa Indonesia di seluruh lirik lagu.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#album Jahanam #Jejak Waktu #Black Horses