Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Reaksi Keras Ketua RT! Program Unggulan Bupati Kutai Timur Dipertanyakan, Seluruh RT di Singa Geweh Pilih Menolak Bantuan Motor Operasional

Arya Kusuma • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:07 WIB

Ketua RT Singa Geweh menolak bantuan motor operasional, Pemerintah Diminta Adil
Ketua RT Singa Geweh menolak bantuan motor operasional, Pemerintah Diminta Adil

Balikpapan TV – Jumat, 5 Desember 2025, Hai Cess! Forum RT Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, resmi menyatakan menolak program bantuan motor operasional yang merupakan bagian dari 50 program unggulan Bupati Kutai Timur.

Penolakan ini muncul bukan karena bentuk bantuannya, tetapi karena sistem distribusi yang mereka nilai tidak adil. Situasi ini memantik perhatian bubuhan Balikpapan dan Kutim, terutama karena rasa keadilan antarwilayah kembali jadi sorotan publik.
Kalau ikam penasaran apa yang sebenarnya terjadi sampai para ketua RT memilih langkah tegas seperti ini, simak sampai akhir Cess!

Mengapa Forum RT Singa Geweh menolak bantuan motor operasional

Penolakan ini diawali dari rasa ketidakadilan yang muncul di tengah bubuhan ketua RT Singa Geweh. Ketua Forum RT, Chalvin S. Mangera, menjelaskan bahwa seharusnya program bupati ini direalisasikan secara adil dan merata kepada seluruh sasaran.

Mereka merasa wilayahnya seperti dikesampingkan, apalagi setelah Kelurahan Teluk Lingga mendapat bantuan lebih dulu untuk seluruh 56 RT mereka pada Rabu (3/12). Menurut Chalvin, ini memunculkan kesan bahwa Singa Geweh diperlakukan berbeda meski statusnya sama sebagai kelurahan.

Kondisi makin memanas ketika diketahui bahwa dari total 35 RT di Singa Geweh, hanya delapan unit motor yang dialokasikan untuk tahun anggaran 2025. Chalvin menegaskan bahwa delapan unit itu disebut sebagai sisa pembagian dari Teluk Lingga, sementara 27 unit lainnya baru akan menyusul pada 2026. Penjelasan ini memicu reaksi keras dari para ketua RT.

Mereka sepakat menolak seluruh alokasi bantuan, baik delapan motor tahun ini maupun rencana pembagian tahun depan. “Itu kan program bupati yang harusnya direalisasikan secara adil, arif, dan bijaksana kepada sasarannya yang dituju,” tegas Chalvin Cess.

Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Berbahaya di Samarinda! Apa Saja Barang Bukti yang Dimusnahkan Kejari Samarinda

Bagaimana proses penolakan ini diputuskan Forum RT Singa Geweh

Setelah mengetahui sistem distribusi yang dinilai tidak proporsional, para ketua RT Singa Geweh langsung menggelar rapat internal. Forum itu dihadiri 35 ketua RT yang kemudian secara bulat memutuskan untuk menolak pembagian motor tersebut. Tidak hanya melalui pernyataan lisan, keputusan ini juga mereka tuangkan dalam bentuk surat keberatan yang ditandatangani oleh seluruh ketua RT.

Menurut Chalvin, surat keberatan itu akan dikirimkan kepada Bupati Kutai Timur dan DPRD sebagai bentuk sikap resmi dari warga dan perwakilan RT di Singa Geweh. Ia menyebut bahwa langkah ini penting untuk memastikan suara mereka terdengar dan menjadi bahan evaluasi pemerataan bantuan ke depan.

“Surat keberatannya akan kami serahkan,” kata Chalvin. Langkah kolektif ini menunjukkan bagaimana solidaritas bubuhan ketua RT bisa sangat kuat ketika merasa ada kebijakan yang tidak sesuai asas keadilan Cess.

Apakah alasan utama Forum RT menilai distribusi bantuan tidak adil

Menurut Chalvin, ketidakadilan bukan hanya soal jumlah bantuan yang berbeda, tapi tentang prinsip dan prosesnya. Singa Geweh dan Teluk Lingga sama-sama berstatus kelurahan, sehingga seharusnya memiliki perlakuan anggaran dan kebijakan yang setara. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa satu kelurahan mendapat pembagian penuh di awal, sementara kelurahan lain hanya mendapat delapan unit yang disebut sebagai “sisa”.

Kondisi ini memicu rasa sepele di kalangan ketua RT Singa Geweh. Chalvin menyampaikan secara tegas bahwa mereka mengambil kesimpulan bahwa kebijakan tersebut tidak adil. “Kami semacam disepelekan,” tuturnya.

Hal ini semakin memperkuat alasan mengapa mereka memilih untuk menolak seluruh alokasi motor. Mereka berharap pemerintah lebih arif dalam membuat keputusan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial antarwilayah Cess.

Apa harapan warga dan ketua RT Singa Geweh terhadap pemerintah daerah

Forum RT berharap agar seluruh kebijakan pemerintah, terutama program-program unggulan, bisa diterapkan dengan prinsip keadilan dan pemerataan. Mereka ingin tahun ini Singa Geweh mendapat perlakuan yang sama dengan Teluk Lingga.

Menurut mereka, pemerataan bukan hanya soal jumlah barang yang dibagi, tetapi juga soal penghargaan terhadap keberadaan wilayah dan peran ketua RT sebagai garda terdepan pelayanan warga.

Chalvin menambahkan bahwa program ini seharusnya menjadi bukti bahwa pemerintah hadir secara adil untuk seluruh masyarakat, bukan hanya sebagian. Mereka ingin kebijakan yang diterapkan betul-betul sesuai dengan aturan main yang sama di seluruh kelurahan.

“Kalau Teluk Lingga dan Singa Geweh ini sama-sama kelurahan, sistemnya sama, aturan mainnya sama,” tutupnya. Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Kutim belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan tersebut Cess.

Apa dampak penolakan bantuan motor ini bagi jalannya program unggulan Bupati Kutai Timur

Penolakan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah bahwa masih terdapat celah dalam pelaksanaan program unggulan yang harus dibenahi. Reaksi kolektif dari seluruh ketua RT Singa Geweh menunjukkan bahwa ketidakadilan administratif memiliki dampak signifikan terhadap penerimaan program di lapangan. Jika tidak segera direspons, situasi ini berpotensi menimbulkan polemik yang lebih luas.

Di sisi lain, penolakan ini juga menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah. Program 50 unggulan yang ditujukan untuk meningkatkan layanan masyarakat tentu memerlukan transparansi dan pemerataan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh wilayah.

Penolakan dari Singa Geweh ini bisa menjadi pengingat bahwa kebijakan publik mesti mendengar suara bubuhan di tingkat akar rumput demi terwujudnya pemerintahan yang baik Cess.

Forum RT Singa Geweh menolak bantuan motor operasional bukan karena nilai bantuannya, tetapi karena distribusinya dinilai tidak adil. Mereka merasa diperlakukan berbeda dari Kelurahan Teluk Lingga, sehingga memutuskan menolak seluruh alokasi motor dan mengirimkan surat keberatan kepada Bupati serta DPRD. Mereka berharap pemerintah menerapkan kebijakan secara adil dan merata untuk seluruh wilayah.

Kalau ikam rasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan ikam biar makin banyak yang paham isu pemerataan bantuan daerah Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Apa alasan utama Singa Geweh menolak bantuan motor operasional
Karena distribusinya dianggap tidak adil dan mereka hanya menerima delapan unit untuk tahun 2025 yang disebut sebagai sisa pembagian dari kelurahan lain.

Apakah Singa Geweh menolak semua alokasi bantuan motor
Ya. Seluruh 35 ketua RT sepakat menolak baik alokasi tahun ini maupun rencana pembagian tahun 2026.

Kepada siapa surat keberatan akan disampaikan
Surat keberatan akan dikirimkan kepada Bupati Kutai Timur dan DPRD sebagai bentuk sikap resmi Forum RT.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Forum RT Singa Geweh #kutai timur #Teluk Lingga Kutai Timur #motor operasional