Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Warga Kelurahan Pelita Samarinda menggelar kerja bakti di 10 RT untuk membersihkan drainase, mengantisipasi banjir, dan menekan risiko penyebaran DBD.
Balikpapan TV – Hai Ces! Persiapan menghadapi musim hujan bisa dimulai sejak musim kemarau, salah satunya dengan memastikan saluran drainase tidak tersumbat endapan lumpur dan sampah. Langkah ini dilakukan warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, melalui kerja bakti massal pada Minggu (18/10/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut menyasar 10 wilayah RT. Warga bersama pihak kelurahan memprioritaskan pengerukan sedimen parit di kawasan permukiman padat penduduk, terutama sepanjang Jalan Lambung Mangkurat hingga Jalan KH Samanhudi.
Selain mengantisipasi genangan ketika hujan turun, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kerja Bakti Sasar 10 RT di Kelurahan Pelita
Kerja bakti massal dilaksanakan di RT 03, RT 05, RT 08, RT 22, RT 23, RT 24, RT 27, RT 28, RT 38, dan RT 40.
Pengerukan sedimen menjadi fokus kegiatan karena endapan di saluran air dapat menghambat aliran. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama menjelang periode dengan curah hujan yang meningkat.
Lurah Pelita, Chris Triswondo, menjelaskan bahwa pembersihan drainase menjadi prioritas karena sejumlah kawasan memiliki kepadatan bangunan yang cukup tinggi, khususnya di bagian dalam gang.
Kondisi lingkungan seperti itu membuat pemeliharaan saluran air perlu dilakukan secara berkala agar drainase tetap berfungsi dengan baik.
Kerja bakti pun menjadi bentuk keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal. Pembersihan tidak hanya dilakukan pada area yang terlihat dari jalan utama, tetapi juga menyasar parit di kawasan permukiman.
Baca Juga: Kematian Balita Diduga Akibat Asap: Dinkes Sebut Bukan Akibat Karhutla, Dokter Tidak Dapat Pastikan
Pengerukan Parit untuk Mengantisipasi Genangan
Salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperlancar aliran air melalui pengerukan sedimen yang menumpuk di parit.
Menurut Chris, langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi genangan ketika curah hujan meningkat. Saluran yang terpelihara dapat membantu aliran air berjalan lebih lancar, meskipun upaya tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko banjir.
Penanganan drainase secara rutin menjadi bagian dari persiapan lingkungan menghadapi musim hujan. Endapan lumpur dan sampah yang dibiarkan menumpuk berpotensi mengurangi kapasitas saluran, sehingga pembersihan diperlukan sebelum masalah semakin besar.
Meski demikian, informasi sumber tidak merinci volume sedimen yang berhasil diangkat ataupun jumlah saluran yang dibersihkan dalam kegiatan tersebut.
Bersihkan Parit Sekaligus Tekan Risiko DBD
Kerja bakti warga Pelita juga diarahkan untuk membantu mencegah penyebaran DBD. Parit yang kotor atau memiliki bagian air tergenang dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangbiakan nyamuk apabila kondisinya sesuai.
Karena itu, pembersihan saluran air menjadi salah satu langkah preventif untuk mengurangi potensi munculnya jentik nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai pembawa virus dengue.
Upaya tersebut dinilai penting karena pada awal tahun sebelumnya sempat ditemukan dua warga setempat yang terjangkit DBD.
Pembersihan lingkungan dapat membantu mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk, tetapi pencegahan DBD juga memerlukan langkah lain, seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mengelola barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Dengan demikian, kerja bakti drainase dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga lingkungan lebih bersih dan mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
Lumpur dan Sampah Hasil Pengerukan Dikelola
Pembersihan parit juga menghasilkan lumpur sedimentasi dan sampah padat yang perlu ditangani agar tidak kembali mencemari lingkungan.
Pihak Kelurahan Pelita telah menyiapkan skema pengelolaan hasil pengerukan. Lumpur sedimentasi akan dibuang ke lahan kosong di sekitar permukiman atau dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
Sementara itu, sampah padat langsung diangkut agar tidak menumpuk kembali di sekitar saluran air.
Pengelolaan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan bersih-bersih. Pengerukan tidak cukup hanya mengangkat material dari parit, tetapi juga perlu diikuti penanganan yang tepat supaya lumpur dan sampah tidak kembali masuk ke saluran.
Pemanfaatan lumpur sebagai pupuk juga perlu memperhatikan kondisi dan kebersihan material agar sesuai untuk penggunaan yang dituju.
Kerja Bakti Bergilir Diterapkan untuk 46 RT
Kelurahan Pelita tidak menjadikan kegiatan pada Minggu tersebut sebagai agenda satu kali. Chris Triswondo menyebut pihaknya menerapkan sistem kerja bakti bergilir bagi seluruh 46 RT di wilayahnya.
Melalui sistem tersebut, kegiatan menjaga kebersihan lingkungan direncanakan berjalan secara konsisten setiap minggu.
Pola bergilir memungkinkan kegiatan kebersihan menjangkau wilayah yang lebih luas secara bertahap. Dengan keterlibatan warga dan koordinasi kelurahan, pemeliharaan drainase diharapkan tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi menjadi bagian dari rutinitas lingkungan.
Konsistensi menjadi hal penting karena endapan dan sampah dapat kembali menumpuk setelah saluran dibersihkan. Pemantauan berkala juga membantu warga mengenali bagian drainase yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Baca Juga: Edaran PJJ Berlaku di Samarinda, Sekolah Masih Gelar PTM saat Asap Pekat
Poin Penting
-
Warga Kelurahan Pelita, Samarinda Ilir, menggelar kerja bakti massal pada Minggu (18/10/2026).
-
Kegiatan menyasar 10 RT dengan fokus pengerukan sedimen parit di sepanjang kawasan Jalan Lambung Mangkurat hingga Jalan KH Samanhudi.
-
Pembersihan drainase dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan saat hujan.
-
Kerja bakti juga menjadi bagian dari upaya pencegahan DBD, setelah dua warga setempat dilaporkan terjangkit pada awal tahun sebelumnya.
-
Lumpur hasil pengerukan akan dibuang ke lahan kosong atau dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan sampah padat diangkut.
-
Kelurahan Pelita menerapkan sistem kerja bakti bergilir untuk seluruh 46 RT setiap minggu.
Insight Redaksi
Kerja bakti di Kelurahan Pelita memperlihatkan pentingnya persiapan lingkungan sebelum musim hujan. Pengerukan drainase dapat membantu memperlancar aliran air, tetapi hasilnya akan lebih berkelanjutan apabila dibarengi kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan dan pemeliharaan saluran secara rutin.
Kegiatan ini juga menghubungkan kebersihan lingkungan dengan pencegahan DBD. Parit yang terawat dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, tetapi warga tetap perlu memperhatikan tempat penampungan air dan area lain yang berpotensi menjadi tempat jentik.
Rencana kerja bakti bergilir untuk 46 RT menjadi aspek penting yang patut diperhatikan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pelaksanaan serta memastikan hasil pengerukan dan sampah ditangani dengan benar. Sebab, lingkungan yang lebih siap menghadapi musim hujan membutuhkan kerja bersama yang berlangsung secara berkelanjutan.
Informasi warga bisa jadi awal pengungkapan kasus dan membantu memperluas perhatian terhadap persoalan publik. Sampaikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar info biasa!
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar berita biasa!
FAQ
1. Di mana kerja bakti massal tersebut dilaksanakan?
Kegiatan berlangsung di Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, dengan sasaran 10 wilayah RT.
2. Kapan warga Kelurahan Pelita menggelar kerja bakti?
Kerja bakti massal dilaksanakan pada Minggu, 18 Oktober 2026.
3. Apa fokus utama kegiatan bersih-bersih tersebut?
Fokus utamanya adalah pengerukan sedimen parit di kawasan permukiman padat, terutama sepanjang Jalan Lambung Mangkurat hingga Jalan KH Samanhudi.
4. Mengapa drainase dibersihkan menjelang musim hujan?
Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air dan meminimalkan potensi genangan ketika curah hujan meningkat.
5. Bagaimana kerja bakti membantu pencegahan DBD?
Pembersihan saluran air dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Namun, warga juga perlu mengelola tempat penampungan air dan barang yang berpotensi menampung air hujan.
6. Bagaimana lumpur dan sampah hasil pengerukan dikelola?
Lumpur sedimentasi direncanakan dibuang ke lahan kosong di sekitar permukiman atau dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sampah padat langsung diangkut.
7. Apakah kerja bakti akan dilakukan secara rutin?
Ya. Lurah Pelita Chris Triswondo menyampaikan bahwa pihak kelurahan menerapkan sistem kerja bakti bergilir untuk seluruh 46 RT setiap minggu.
Sumber Informasi: Samarinda Pos (Sapos.co.id), “Musim Kemarau Jadi Momen Bersih-bersih di Lingkungan Pelita, Persiapan Musim Hujan Sekaligus Cegah DBD.”
Editor : Arya Kusuma
Sumber : sapos, sapos.co.id