Andi Harun Ingatkan PMII Jaga Idealisme, Tekankan Keberanian Mengoreksi Kekuasaan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 21:26 WIB
Pelantikan pengurus PMII dan Kopri PMII Samarinda menjadi momentum penguatan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
Pelantikan pengurus PMII dan Kopri PMII Samarinda menjadi momentum penguatan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Andi Harun mengajak kader PMII memperjuangkan perubahan dari jalanan hingga ruang kebijakan tanpa kehilangan independensi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong kader PMII mengambil peran dalam pemerintahan tanpa meninggalkan keberanian mengkritik kekuasaan.

Pelantikan pengurus baru menjadi awal ujian: bagaimana idealisme organisasi bisa diwujudkan menjadi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat? Simak tantangannya.

Andi Harun Persilakan PMII Demo Jika Kebijakan Keliru

Andi Harun menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri pelantikan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda dan PC Korps PMII Putri (Kopri PMII), Sabtu (17/10/2026) malam, di Teras Kota Samarinda.

Kepengurusan masa khidmat 2026–2027 itu dipimpin Zukhrizal Irbhani sebagai Ketua PC PMII dan Nur Amalia Putri sebagai Ketua Kopri PMII. Pelantikan mengusung tema “Menegakkan Keteladanan, Menggerakkan Perubahan”.

Di hadapan para kader, Andi Harun mengingatkan bahwa kedekatan organisasi mahasiswa dengan pemerintah tidak boleh menghilangkan sikap kritis. Mahasiswa perlu menjaga independensi dan berani menyampaikan koreksi ketika kebijakan dinilai merugikan masyarakat.

“Demo Wali Kota jika ada kebijakan yang salah dan keliru, tapi jangan pernah menutup diri untuk berdialog,” tegas Andi Harun.

Pernyataan itu menempatkan demonstrasi dan dialog sebagai dua cara yang dapat berjalan beriringan. Kritik menjadi bagian dari pengawasan, sedangkan dialog membuka kesempatan untuk menguji argumen dan mencari penyelesaian persoalan publik.

Dari Jalanan Menuju Ruang Pengambilan Kebijakan

Andi Harun juga mengajak kader memperluas medan perjuangan dengan mengambil peran di lembaga politik dan pemerintahan. Menurutnya, perubahan tidak hanya bisa diperjuangkan melalui tekanan dari luar sistem.

“Tidak cukup perubahan itu dilakukan di jalanan. Kalau suatu hari Sahabat Sa’i dengan semua dinamika pergerakannya sudah cukup, saatnya kita dukung masuk untuk menjadi pelaku sejarah dari dalam gedung,” ujarnya.

Pesan tersebut menawarkan dua jalur perjuangan. Mahasiswa di luar pemerintahan dapat mengawasi kebijakan, sedangkan kader yang masuk ke lembaga pengambil keputusan memiliki kesempatan memperjuangkan gagasan melalui kewenangan yang dimiliki.

Namun, akses terhadap kekuasaan bukan jaminan bahwa perubahan akan terwujud. Kader yang menduduki jabatan strategis justru menghadapi tuntutan untuk membuktikan keberpihakan melalui keputusan dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: SMPN 2 Samarinda Bangkit Setelah Kebakaran, Tantangan Berikutnya Ada di Ruang Belajar

Tiga Bekal Kader untuk Mengawal Perubahan

Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan tiga kekuatan utama bagi kader PMII, yakni integritas moral, kekuatan intelektual, dan kepemimpinan transformatif.

Integritas moral menjadi landasan agar kader tidak mudah tunduk pada kepentingan kekuasaan yang bertentangan dengan keadilan. Idealisme organisasi, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai slogan.

Kekuatan intelektual perlu diasah melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, menulis, dan bertukar gagasan secara sehat. Bekal tersebut membantu mahasiswa memahami persoalan, menyusun kritik berbasis argumen, serta menawarkan solusi bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, kepemimpinan transformatif harus terlihat melalui keteladanan. Jabatan organisasi maupun posisi pemerintahan tidak cukup tanpa tindakan yang mencerminkan nilai perjuangan.

Andi Harun juga mengaitkan tema pelantikan dengan pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah, khususnya tentang manusia sebagai makhluk sosial. Solidaritas dan kesediaan bekerja bersama dinilainya penting untuk mendorong kemajuan masyarakat.

Baca Juga: Kematian Balita Diduga Akibat Asap: Dinkes Sebut Bukan Akibat Karhutla, Dokter Tidak Dapat Pastikan

Pengurus Baru Mengemban Tanggung Jawab

Bagi Zukhrizal Irbhani dan Nur Amalia Putri, masa khidmat 2026–2027 menjadi kesempatan untuk menerjemahkan tema pelantikan ke dalam agenda organisasi dan pengabdian masyarakat.

Andi Harun mengingatkan bahwa pergantian kepengurusan tidak cukup dimaknai sebagai perpindahan posisi. Ada tanggung jawab baru yang harus dijalankan melalui kaderisasi, tradisi intelektual, dan perluasan ruang pengabdian.

“Pergantian pengurus pada malam hari ini bukanlah sekadar rotasi kepemimpinan, tapi pembaharuan tanggung jawab,” pesannya.

Pesan tersebut menempatkan hasil kerja sebagai ukuran penting bagi organisasi. Aspirasi masyarakat yang dikawal, kajian kebijakan yang disusun, dan konsistensi menyampaikan kritik dapat menjadi bagian dari upaya menilai kontribusi kader.

Bagi warga Samarinda, tantangan utamanya bukan sekadar siapa yang menduduki jabatan organisasi. Yang juga penting ialah bagaimana gerakan mahasiswa berkontribusi terhadap keputusan publik dan berani mengoreksi kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Masuk ke pemerintahan membuka peluang memengaruhi kebijakan, tetapi juga menghadirkan ujian independensi. Gerakan mahasiswa membutuhkan keberanian mengkritik sekaligus kemampuan menawarkan solusi. Bagi Samarinda, ukuran perubahan bukan kedekatan kader dengan penguasa, melainkan konsistensi memperjuangkan kepentingan warga. Kada cukup lantang di forum; gagasan harus teruji melalui kerja nyata.

Bubuhan mahasiswa dapat mengawal perubahan dari luar maupun dalam lembaga. Yang penting, jangan sampai akses kekuasaan mengalahkan nilai perjuangan.

Bagikan artikel ini kepada bubuhan yang tertarik dengan gerakan mahasiswa dan kebijakan publik di Samarinda.

Ikuti perkembangan berita daerah dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat bersama Balikpapan TV. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

Siapa Ketua PC PMII Samarinda periode 2026–2027?

Zukhrizal Irbhani.

Siapa Ketua Kopri PMII Samarinda periode 2026–2027?

Nur Amalia Putri.

Apa pesan utama Andi Harun kepada kader PMII?

Mahasiswa perlu berani mengkritik kebijakan, terbuka berdialog, serta mengambil peran dalam pemerintahan tanpa kehilangan independensi.

Apa tiga bekal kader yang ditekankan Andi Harun?

Integritas moral, kekuatan intelektual, dan kepemimpinan transformatif.

Sumber Informasi

Pemerintah Kota Samarinda melalui publikasi Kominfo/PPID mengenai pelantikan PC PMII dan Kopri PMII Kota Samarinda, 17 Oktober 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
PMII Samarinda Kopri PMII Kebijakan Publik andi harun