Drainase Antasari Samarinda Capai 20 Persen, Saluran 590 Meter Dikebut Tahun Ini

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:27 WIB
Pembangunan drainase di Jalan Pangeran Antasari Samarinda yang diarahkan menuju kawasan hilir. (DENNY SAPUTRA/KP)
Pembangunan drainase di Jalan Pangeran Antasari Samarinda yang diarahkan menuju kawasan hilir. (DENNY SAPUTRA/KP)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Proyek drainase Antasari Samarinda mencapai 20 persen, membawa saluran 590 meter menuju sistem pembuangan kawasan hilir.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penanganan banjir di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, dilanjutkan melalui pembangunan drainase 590 meter menuju kawasan perairan untuk memperlancar aliran air.

Pekerjaan ini penting karena kawasan Antasari masih menghadapi persoalan genangan saat kapasitas saluran belum mampu mengalirkan air secara optimal. Yuk, lihat bagian mana saja yang sedang dikerjakan.

Saluran Antasari Dilanjutkan Sampai Arah Muara

Pembangunan tahun ini meneruskan jaringan dari kawasan Gang H Mansyur menuju simpang muara. Jalurnya melewati saluran bawah jembatan samping Gang Karya menuju anak Sungai Karang Asam Kecil.

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Samarinda Darmadi menyebut pekerjaan sudah mencapai sekitar 20 persen. Total saluran yang dikerjakan mencapai 590 meter dan terbagi menjadi dua segmen.

“Progresnya sekarang sekitar 20 persen dari target panjang 590 meter,” ujar Darmadi, Minggu (4/10).

Pembangunan tersebut merupakan lanjutan penanganan drainase Jalan Pangeran Antasari yang dikerjakan bertahap. Dalam dua tahun sebelumnya, saluran dibangun dari Simpang Jalan Siradj Salman menuju Gang H Mansyur.

Dua Segmen Saluran Punya Dimensi Berbeda

Pekerjaan tahun ini dibagi menjadi dua bagian dengan ukuran saluran yang disesuaikan kebutuhan teknis. Pembagian tersebut membuat jaringan memiliki kapasitas berbeda pada setiap segmen.

Segmen pertama memiliki panjang 315 meter dengan dimensi saluran 350 x 250 sentimeter. Segmen kedua mencapai 275 meter dengan dimensi 350 x 300 sentimeter.

Jika kedua segmen digabungkan, panjangnya mencapai 590 meter sesuai target pekerjaan. Saluran kemudian diarahkan menuju kawasan perairan agar pembuangan air dari Antasari dapat bergerak menuju hilir.

Selain saluran utama, pekerjaan mencakup pemasangan manhole dan penataan bagian tepi jalan. Akses pejalan kaki juga masuk dalam pekerjaan penataan kawasan.

“Selain peningkatan saluran, kami juga menata tepi jalan,” kata Darmadi.

Baca Juga: Samarinda Diguyur Hujan Deras Saat Kemarau, BMKG: Belum Tentu Musim Hujan

Mengapa Jalur Ini Penting untuk Antasari?

Persoalan drainase perkotaan bukan hanya soal membuat saluran baru. Air harus memiliki jalur yang saling terhubung dari kawasan yang menerima limpasan hingga titik pembuangan.

Karena itu, pembangunan dari Gang H Mansyur menuju kawasan muara menjadi bagian penting dalam kesinambungan sistem drainase Antasari. Jalur yang terhubung membantu air bergerak menuju hilir tanpa berhenti pada satu titik.

Pemkot Samarinda sendiri menempatkan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase sebagai bagian dari program pengendalian banjir. Pendekatan tersebut diarahkan bukan sekadar menangani genangan, tetapi juga menjaga mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Artinya, manfaat proyek baru terasa ketika jaringan saluran bekerja sebagai satu sistem. Saluran besar di satu lokasi belum cukup apabila hubungan dengan bagian hilir belum berjalan.

Baca Juga: Cuma Bermodal Penjepit Kuku, Pria di Samarinda Gondol Motor Saat Korban Memancing

Proyek Rp23,88 Miliar Berjalan 148 Hari

Paket Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Jalan Antasari bersumber dari APBD 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp23,88 miliar dengan waktu pelaksanaan 148 hari kalender.

Anggaran tersebut mencakup pekerjaan konstruksi saluran sepanjang 590 meter beserta bagian pendukungnya. Manhole dan penataan akses pejalan kaki menjadi bagian dari paket pekerjaan.

Darmadi menyebut pembangunan ditujukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan. Dampaknya diharapkan juga terasa pada badan jalan dan bangunan di sekitar kawasan.

Namun, manfaat akhir proyek bergantung pada kesinambungan jaringan drainase yang mengarah ke hilir. Pembangunan fisik perlu berjalan bersama pemeliharaan saluran agar kapasitas aliran dapat digunakan secara optimal.

Baca Juga: Korupsi Tak Kenal Nominal, Sekda Samarinda Tekankan Integritas ASN dari Hal Kecil

Jalan Menyempit Selama Pekerjaan Berlangsung

Ada konsekuensi yang langsung dirasakan pengguna jalan selama konstruksi berjalan. Aktivitas pembangunan membuat sebagian badan Jalan Pangeran Antasari mengalami penyempitan.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan kendaraan dan aktivitas warga di sekitar lokasi pekerjaan. Karena itu, masyarakat diminta memberi dukungan selama tahapan konstruksi berlangsung.

Darmadi menyampaikan harapan agar pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga manfaat penanganan banjir dapat segera dirasakan masyarakat.

“Kami berharap pekerjaan bisa berjalan lancar dengan dukungan masyarakat, sehingga penanganan banjir di kawasan Antasari dapat segera dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Drainase Antasari menunjukkan satu hal penting: menangani banjir perlu jaringan yang tersambung, bukan sekadar saluran baru. Jalur 590 meter ini baru satu bagian dari sistem panjang yang menentukan ke mana air bergerak setelah hujan turun. Karena itu, kualitas sambungan hingga hilir menjadi kunci. Kada cukup membangun besar kalau alirannya masih tersendat di bagian lain.

Pembangunan berlangsung di tengah aktivitas warga, sehingga pengendara perlu memperhitungkan penyempitan badan jalan selama pekerjaan berjalan.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar warga sekitar Antasari punya gambaran soal pekerjaan yang sedang berlangsung dan dampaknya bagi perjalanan harian.

Informasi soal pembangunan drainase sering terasa teknis, padahal ujungnya dekat dengan rutinitas warga: jalan yang dilalui, genangan yang dihadapi, dan aktivitas yang harus berjalan.

Saat saluran tersambung, air punya jalan pulang; Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa panjang drainase yang sedang dibangun?

Panjang total saluran mencapai 590 meter dan dibagi menjadi dua segmen dengan dimensi berbeda.

2. Berapa progres pembangunan drainase Antasari?

Menurut Darmadi, progres pekerjaan saat ini sekitar 20 persen dari target panjang 590 meter.

3. Berapa nilai kontrak proyek drainase tersebut?

Nilai kontrak paket pekerjaan mencapai Rp23,88 miliar yang bersumber dari APBD 2026.

4. Ke mana saluran drainase diarahkan?

Saluran diarahkan menuju kawasan perairan melalui jalur yang mengarah ke anak Sungai Karang Asam Kecil dan selanjutnya menuju hilir.

5. Apakah pekerjaan memengaruhi kondisi jalan?

Ya. Aktivitas konstruksi membuat sebagian badan Jalan Pangeran Antasari mengalami penyempitan.

Sumber Informasi: Kaltim Post, dengan judul Drainase Jalan Pangeran Antasari Samarinda Dikebut, Progres Capai 20 Persen, oleh Denny Saputra.

Editor : Arya Kusuma
Jalan Pangeran Antasari drainase Samarinda DPUPR samarinda banjir samarinda