Edukasi Kebakaran POLNES Bekali Pengrajin Gula Aren di Tenggarong Seberang

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:55 WIB
Dosen Teknik Kimia Polnes memberikan edukasi mitigasi kebakaran kepada pengrajin gula aren di Desa Bukit Pariaman. (DOK IST/KP)
Dosen Teknik Kimia Polnes memberikan edukasi mitigasi kebakaran kepada pengrajin gula aren di Desa Bukit Pariaman. (DOK IST/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: POLNES mengedukasi pengrajin gula aren di Tenggarong Seberang tentang pencegahan kebakaran dan penggunaan APAR.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tim dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) memberi edukasi mitigasi kebakaran kepada pengrajin gula aren di Bukit Pariaman, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, untuk memperkuat kesiapsiagaan saat produksi menggunakan api.

Bagi pengrajin, api merupakan bagian dari proses kerja sehari-hari. Karena itu, memahami potensi bahaya, cara mencegah kebakaran, hingga tindakan awal saat kondisi darurat menjadi bekal penting, Ces!

Mengapa pengrajin gula aren perlu mendapat edukasi kebakaran?

Kegiatan edukasi tersebut menyasar mitra usaha Gula Aren Murni Anugrah di Suko Rejo, RT 36, Desa Bukit Pariaman. Produksi gula aren membutuhkan proses pemanasan nira sehingga aktivitas pengolahan berkaitan langsung dengan sumber panas.

Pengolahan gula aren memang menggunakan proses pemasakan untuk memekatkan nira. Pada praktik produksi skala pengrajin, proses tersebut dapat dilakukan menggunakan peralatan sederhana dan sumber panas.

Kondisi itu membuat aspek keselamatan kerja tidak bisa dipisahkan dari aktivitas produksi. Edukasi yang diberikan POLNES diarahkan agar pengrajin lebih mampu mengenali potensi bahaya sebelum berkembang menjadi kebakaran.

Baca Juga: Keadaan Darurat Bandara di Samarinda! Simulasi Darurat Bandara APT Pranoto 2026

Apa saja materi yang diberikan tim Teknik Kimia POLNES?

Tim pengabdian memberikan pemahaman mengenai karakteristik kebakaran, langkah pencegahan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta tindakan awal ketika kebakaran terjadi.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori. Tim berupaya membuat edukasi lebih aplikatif agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Bagi pelaku usaha yang bekerja dekat dengan api, pemahaman mengenai sumber bahaya dan respons awal menjadi bagian dari kesiapsiagaan di tempat kerja.

Bagaimana kondisi keselamatan di lokasi produksi Gula Aren Murni Anugrah?

Sebelum kegiatan berlangsung, tim bersama mitra terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan dalam aspek keselamatan. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dan penggunaan APAR.

Ketua Tim Pengabdian Arief Adhiksana mengatakan, edukasi tersebut penting karena pengrajin UMKM bekerja menggunakan atau berhubungan langsung dengan api.

“Pengetahuan ini sangat penting mengingat pengrajin UMKM bekerja menggunakan atau berhubungan dengan api. Pengetahuan ini menjadi sangat krusial, ditambah lagi belum terdapat APAR di sini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah maupun menghadapi potensi kebakaran.

Ketiadaan APAR di lokasi yang disebutkan dalam kegiatan juga membuat pemahaman mengenai pencegahan dan tindakan awal menjadi semakin relevan. Edukasi tidak berhenti pada pengenalan bahaya, tetapi diarahkan pada kemampuan merespons keadaan darurat.

Baca Juga: Penggalangan Dana Pelita 8 Dipersoalkan, Data Korban dan Penggunaan Foto RT Jadi Sorotan

Apa dampaknya bagi keamanan produksi gula aren?

Pengrajin diharapkan dapat mengenali potensi bahaya sejak dini serta mengambil tindakan awal secara tepat ketika terjadi kebakaran.

Kesiapsiagaan tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan usaha. Area produksi yang lebih aman membantu pengrajin menjalankan aktivitas pengolahan dengan perhatian yang lebih besar terhadap risiko keselamatan.

Program ini menjadi bagian dari Pengabdian Penugasan Program Studi yang mempertemukan dosen POLNES dengan masyarakat dan pelaku usaha. Pendekatan semacam ini membuat pengetahuan akademik tidak berhenti di ruang pembelajaran, tetapi diterapkan pada persoalan yang dihadapi mitra.

Untuk pengrajin gula aren, perhatian terhadap keselamatan juga berjalan beriringan dengan proses produksi. Sumber panas tetap dibutuhkan untuk mengolah nira, tetapi penggunaannya perlu disertai pemahaman mengenai potensi bahaya dan langkah penanganannya.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Produksi gula aren lekat dengan sumber panas karena nira harus dimasak hingga menjadi produk gula. Di tingkat usaha kecil, keselamatan kerja sering berjalan beriringan dengan keterbatasan sarana. Karena itu, edukasi seperti yang dilakukan POLNES di Tenggarong Seberang bukan sekadar tambahan pengetahuan. Pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, kesiapan APAR, dan tindakan awal dapat menjadi bagian dari kebiasaan kerja yang mendukung keberlangsungan usaha lokal.

Kalau informasi ini terasa berguna, bagikan kepada pelaku UMKM atau keluarga yang menjalankan usaha produksi dengan sumber api. Informasi keselamatan sering kali paling berarti ketika sudah dipahami sebelum keadaan darurat terjadi.

Buat pengrajin gula aren di Kutai Kartanegara, pengetahuan tentang api bukan hanya soal menjaga proses pemasakan tetap berjalan, tetapi juga menjaga tempat kerja dan usaha tetap aman. Tetap bersama Balikpapan TV, teman update setia bukan sekadar berita biasa.

FAQ

1. Di mana edukasi mitigasi kebakaran POLNES dilakukan?

Kegiatan berlangsung bersama mitra usaha Gula Aren Murni Anugrah di Suko Rejo, RT 36, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

2. Siapa yang memberikan edukasi kepada pengrajin gula aren?

Edukasi diberikan tim dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda atau POLNES melalui program Pengabdian Penugasan Program Studi.

3. Apa saja materi yang diberikan?

Materinya mencakup karakteristik kebakaran, pencegahan, penggunaan APAR, dan tindakan awal ketika terjadi kebakaran.

4. Mengapa APAR menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut?

Menurut Ketua Tim Pengabdian Arief Adhiksana, lokasi mitra belum memiliki APAR sehingga pengetahuan tentang pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran menjadi penting.

5. Apa tujuan akhir edukasi tersebut?

Pengrajin diharapkan mampu mengenali potensi bahaya sejak dini, melakukan tindakan awal secara tepat, serta menciptakan lingkungan produksi yang lebih aman.

Sumber Informasi

Media Sapos, dengan judul “Teknik Kimia POLNES Edukasi Pengrajin Gula Aren Cegah Kebakaran”, oleh Redaksi Sapos. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
POLNES mitigasi kebakaran Tenggarong Seberang gula aren