Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Latihan gabungan di Samarinda menguji evakuasi korban, pemadaman api, pengamanan kawasan steril, serta koordinasi lintas instansi.
Balikpapan TV - Hai Ces! Bandara APT Pranoto di Sungai Siring, Samarinda, menggelar simulasi darurat kecelakaan pesawat dan gangguan keamanan, Jumat (18/9/2026), untuk menguji kesiapan petugas serta koordinasi penyelamatan.
Sirene meraung, asap mengepul, dan petugas bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, situasi yang tampak genting itu merupakan latihan untuk menghadapi keadaan darurat di bandara, Ces!
Simulasi Darurat Bandara APT Pranoto, Apa Saja yang Diuji?
Latihan bertajuk Full Scale Exercise (FSE) Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 tersebut berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 10.17 Wita.
Skenario dibuat menyerupai kondisi darurat sebenarnya. Petugas harus merespons kejadian secara terkoordinasi, mulai dari penyelamatan korban hingga pengamanan kawasan bandara.
Ada dua skenario utama yang menjadi fokus latihan, yakni penanganan kecelakaan pesawat dan respons terhadap gangguan keamanan.
Bagaimana Petugas Menangani Skenario Kecelakaan Pesawat?
Dalam skenario pertama, petugas menghadapi gambaran kecelakaan pesawat yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Tim penyelamat bergerak menuju titik kejadian untuk mengevakuasi korban dari area yang dianggap berbahaya. Petugas pemadam kebakaran juga berupaya menjinakkan api di sekitar lokasi.
Tenaga kesehatan bersiap menerima korban, sedangkan aparat kepolisian mengamankan area agar proses evakuasi berlangsung tanpa hambatan.
Setiap unsur menjalankan tugas sesuai perannya. Latihan ini menguji kesiapan petugas dalam menghadapi situasi yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan tindakan.
Baca Juga: Kualitas Udara Samarinda Memburuk, KBM Tatap Muka Dialihkan ke PJJ hingga Sabtu
Gangguan Keamanan Bandara Ikut Masuk Skenario
Simulasi tidak berhenti pada kecelakaan pesawat. Skenario berikutnya menguji respons petugas terhadap gangguan keamanan, termasuk upaya menerobos kawasan terbatas bandara.
Akses menuju area terbatas diperketat ketika petugas menerima informasi adanya gangguan keamanan. Personel kepolisian kemudian bergerak menghadapi upaya penerobosan kawasan steril.
Pengamanan kawasan steril menjadi bagian penting dalam latihan karena petugas harus mampu menangani gangguan tanpa menghambat proses penanganan keadaan darurat lainnya.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Latihan Gabungan?
Polresta Samarinda menerjunkan sejumlah personel untuk mendukung rangkaian simulasi tersebut.
Personel yang dilibatkan antara lain Dalmas Sat Samapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Tim URC, Tim Negosiator, serta personel Polsek Sungai Pinang.
Latihan juga melibatkan berbagai instansi dan unsur terkait, yaitu:
-
Otoritas Bandara A.P.T. Pranoto.
-
TNI-Polri.
-
BPBD Kota Samarinda.
-
Dinas Pemadam Kebakaran.
-
Aviation Security (Avsec).
-
Tenaga kesehatan.
-
Pihak maskapai dan unsur terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memungkinkan petugas menguji pola komunikasi, pembagian tugas, serta koordinasi dalam satu rangkaian penanganan keadaan darurat.
Mengapa Koordinasi Menjadi Kunci Penanganan Darurat?
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, latihan bersama diperlukan untuk menyamakan persepsi, menguji standar operasional prosedur (SOP), dan memperkuat koordinasi antarunsur.
Menurutnya, keadaan darurat di kawasan bandara membutuhkan respons cepat dengan pembagian tugas yang jelas. Setiap personel harus memahami perannya sekaligus mampu bekerja bersama unsur lainnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh unsur dapat saling mendukung. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam situasi darurat,” tegas Hendri.
Ia menambahkan, kesiapan tidak cukup hanya dengan memahami prosedur. Petugas juga perlu menguasai pola komunikasi dan langkah penanganan agar dapat diterapkan ketika kejadian sebenarnya berlangsung.
Apa yang Diharapkan Setelah Simulasi Selesai?
Rangkaian latihan berakhir sekitar pukul 10.17 Wita. Setelah seluruh skenario dinyatakan selesai, situasi di lokasi kembali aman, tertib, dan lancar.
Hendri berharap latihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Evaluasi dari setiap tahapan perlu menjadi bahan perbaikan bagi seluruh unsur yang terlibat.
Dengan demikian, kesiapan menghadapi keadaan darurat dapat terus diperkuat, sementara keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Bendungan Benanga Menyusut, Bau Limbah Ganggu Warga Lempake dan Ancam Air Baku
Poin Penting
-
Bandara APT Pranoto menggelar simulasi darurat AEE dan ACE 2026 pada Jumat (18/9/2026).
-
Dua skenario utama meliputi kecelakaan pesawat dan gangguan keamanan kawasan bandara.
-
Latihan mencakup evakuasi korban, pemadaman api, serta pengamanan kawasan terbatas.
-
Polresta Samarinda menerjunkan personel dari sejumlah satuan dan Polsek Sungai Pinang.
-
Kegiatan melibatkan TNI-Polri, otoritas bandara, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, maskapai, dan unsur terkait.
-
Simulasi berakhir sekitar pukul 10.17 Wita dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.
Insight Redaksi
Simulasi darurat bandara memperlihatkan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas, tetapi juga kemampuan berbagai unsur bekerja bersama. Evaluasi dan latihan berkala menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan respons, memperjelas komunikasi, serta melindungi penumpang dan pekerja ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Kesiapan tersebut perlu dibangun melalui koordinasi yang teruji, bukan sekadar pemahaman prosedur di atas kertas.
Latihan di Bandara APT Pranoto menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi keadaan darurat membutuhkan kerja bersama. Bagikan artikel ini agar informasi tentang latihan keselamatan bandara di Samarinda semakin luas diketahui.
Ikuti terus Balikpapan TV, teman update setia yang menghadirkan informasi lokal, bukan sekadar berita biasa. Ada cerita dan perkembangan menarik lainnya dari Kalimantan Timur yang sayang dilewatkan, Ces!
FAQ
1. Kapan simulasi darurat Bandara APT Pranoto digelar?
Simulasi berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, sejak pagi hingga sekitar pukul 10.17 Wita.
2. Apa saja skenario yang dilatih?
Latihan mencakup penanganan kecelakaan pesawat, penyelamatan dan evakuasi korban, pemadaman api, serta gangguan keamanan berupa upaya menerobos kawasan terbatas bandara.
3. Siapa yang terlibat dalam simulasi?
Kegiatan melibatkan Polresta Samarinda, TNI-Polri, otoritas bandara, BPBD Kota Samarinda, pemadam kebakaran, Avsec, tenaga kesehatan, maskapai, dan unsur terkait lainnya.
4. Apa tujuan utama simulasi tersebut?
Latihan bertujuan menguji SOP, menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap unsur memahami peran dan langkah penanganan keadaan darurat.
5. Kapan simulasi dinyatakan selesai?
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.17 Wita dengan situasi kembali aman, tertib, dan lancar.
Sumber Informasi
Sumber Informasi: Media Samarinda Pos, dengan judul “Sirene Meraung, Kepanikan Pecah: Bandara APT Pranoto Gelar Simulasi Darurat Kecelakaan Pesawat”, ditulis Redaksi Sapos, Sapos.