Helikopter Water Bombing Mulai Beroperasi, Karhutla Samarinda Masuk Penanganan Udara

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:14 WIB
Wali Kota Samarinda meninjau helikopter water bombing di Bandara APT Pranoto untuk mendukung penanganan kebakaran. (DOK. IST/KP)
Wali Kota Samarinda meninjau helikopter water bombing di Bandara APT Pranoto untuk mendukung penanganan kebakaran. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Helikopter water bombing memperkuat pemadaman karhutla Samarinda saat akses darat dan sumber air menjadi kendala.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Helikopter water bombing bantuan BNPB mulai beroperasi di Samarinda untuk memperkuat pemadaman karhutla yang meningkat selama dua pekan terakhir dan sulit dijangkau dari darat.

Musim kemarau membuat persoalan api bukan cuma soal memadamkan kobaran, tetapi juga mencari akses dan sumber air. Nah, operasi udara mulai mengambil peran penting, Ces!

Mengapa Samarinda membutuhkan pemadaman dari udara?

Pemerintah Kota Samarinda mengajukan dukungan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah kebakaran lahan dan semak kering meningkat dalam dua pekan terakhir.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan kesiapsiagaan sudah dilakukan sejak awal kemunculan karhutla, termasuk menyiagakan personel, patroli bersama TNI-Polri dan koordinasi penanganan bencana.

Namun, kondisi cuaca membuat Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat berjalan optimal. Pemerintah daerah kemudian memperkuat penanganan melalui armada udara.

"Hari ini dikabulkan, kita mulai menerbangkan helikopter water bombing agar bisa menjadi satu kesatuan dari operasi kesiapsiagaan kita dalam penanggulangan karhutla di Kota Samarinda," ujar Andi Harun.

Helikopter tersebut mulai diterbangkan dari kawasan Bandara APT Pranoto pada Selasa, 8 September 2026. Operasi perdana diarahkan ke kawasan Bantuas.

Apa yang membuat pemadaman darat semakin sulit?

Salah satu gambaran terlihat dari kebakaran di Betapus, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, yang berlangsung selama dua hari pada 5–6 September 2026.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20,5 hektare lahan. Titik api bahkan sempat berada sekitar 50 meter dari permukiman warga sebelum berhasil dicegat tim gabungan dan relawan.

Petugas menghadapi medan yang tidak mudah. Lokasi api berada jauh dari akses jalan, sementara ketersediaan air terbatas dan angin turut mempercepat perambatan api.

Untuk menjangkau titik kebakaran di Betapus, petugas harus menyambungkan lebih dari 12 rol selang dari sumber air di kawasan Sungai Karang Mumus sekitar Bengkuring.

Kondisi seperti ini menjelaskan mengapa pemadaman udara diperlukan sebagai penguat kerja tim di lapangan. Helikopter dapat membawa air langsung menuju area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Baca Juga: Sawah Betapus Samatinda Utara Retak di Tengah Kemarau, 70 Hektare Lahan Samarinda Butuh Air

Seberapa luas ancaman karhutla di Samarinda?

Kepala BPBD Samarinda Suwarso menyebut total kejadian karhutla di Kota Samarinda telah mencapai 176 kejadian.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya satu lokasi kebakaran besar. Titik api dapat muncul di wilayah berbeda dan membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi.

Karena itu, Pemkot Samarinda tidak membatasi operasi water bombing hanya untuk Bantuas.

Seluruh wilayah Samarinda yang membutuhkan penanganan masuk dalam pemetaan operasi. Titik sasaran akan ditentukan berdasarkan perkembangan kebakaran dan kebutuhan di lapangan.

"Pada prinsipnya di semua area di Kota Samarinda akan menjadi peta operasi," kata Andi Harun.

BPBD Samarinda juga tetap melekat dalam koordinasi dengan BNPB agar pemadaman udara dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan dukungan paling cepat.

Bagaimana kondisi karhutla di Kalimantan Timur?

Ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di Samarinda.

Data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim per 7 September 2026 mencatat 761 titik panas atau hotspot di seluruh Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, 28 titik dikonfirmasi sebagai firespot atau titik api aktif.

Sebaran firespot tertinggi berada di Kabupaten Paser dengan 13 titik dan Kabupaten Berau sebanyak tujuh titik.

Artinya, satu armada water bombing yang ditempatkan di Samarinda harus digunakan secara dinamis untuk mendukung penanganan di sejumlah wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut operasi udara dipusatkan di Bandara APT Pranoto Samarinda dengan dukungan BPBD kabupaten dan kota, Dinas Kehutanan serta mitra sektor perkebunan dan kehutanan.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Samarinda-Jakarta, Penumpang Diminta Cek Opsi Perjalanan

Kenapa sumber air menjadi bagian penting operasi?

Water bombing membutuhkan sumber air yang dekat dengan titik kebakaran agar penerbangan dapat dilakukan secara efektif.

Dalam operasi perdana di Bantuas, helikopter mengambil air dari void eks tambang di kawasan tersebut sebelum digunakan untuk pemadaman.

Void merupakan lubang bekas kegiatan tambang yang dapat menjadi sumber air ketika kondisinya memungkinkan dan telah dipetakan untuk kebutuhan operasi.

Pemkot Samarinda sebelumnya juga telah menginventarisasi sumber air, termasuk sumur warga dan void, karena keterbatasan air menjadi salah satu persoalan selama kemarau.

Kondisi itu membuat pemetaan sumber air bukan sekadar pekerjaan pendukung. Keberadaan sumber air yang dekat dengan lokasi api ikut menentukan seberapa cepat operasi pemadaman dapat dilakukan.

Apakah hujan bisa segera mengurangi risiko kebakaran?

Data BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur pada Dasarian I September 2026 diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter.

Kondisi tersebut sejalan dengan kekhawatiran pemerintah daerah terhadap kemarau yang masih berlangsung.

Pemkot Samarinda sebelumnya mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan karena periode Juli hingga September 2026 diperkirakan menjadi fase puncak kekeringan di wilayah Kalimantan Timur.

Di tingkat provinsi, upaya modifikasi cuaca juga menghadapi kendala karena pertumbuhan awan konvektif belum mencukupi.

Karena itu, pemadaman darat, patroli, pemantauan titik api dan operasi udara harus berjalan beriringan selama kondisi kering masih berlangsung.

Baca Juga: 800 Lapak Pasar Pagi Samarinda Belum Aktif, Pemkot Pilih Dialog Sebelum Cabut SKTUB

Apa yang terjadi setelah helikopter mulai beroperasi?

Operasi perdana di Bantuas direncanakan berlangsung hingga menjelang matahari terbenam. Setelah helikopter kembali, BPBD dan Pemkot Samarinda melakukan evaluasi untuk menentukan kebutuhan operasi berikutnya.

Pola ini membuat water bombing bukan operasi sekali jalan. Titik sasaran dapat berubah mengikuti perkembangan api, akses darat, ketersediaan air dan kondisi cuaca.

Bagi warga yang tinggal dekat kawasan lahan kering, keberadaan armada udara menjadi tambahan perlindungan ketika api berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Tetapi pemadaman tetap membutuhkan dukungan masyarakat. Pencegahan pembakaran lahan dan pelaporan cepat ketika muncul asap atau api menjadi bagian penting agar titik kecil tidak berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Poin Penting

Insight Redaksi

Water bombing bukan pengganti pemadaman dari darat. Operasi udara menjadi lapisan tambahan ketika medan, jarak, sumber air dan kondisi vegetasi membuat petugas menghadapi hambatan.

Bagi Samarinda, efektivitas operasi juga akan sangat bergantung pada kemampuan menentukan titik sasaran secara cepat serta ketersediaan sumber air yang mendukung penerbangan.

Warga di sekitar kawasan lahan kering perlu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama pembakaran terbuka. Jika melihat titik asap atau api, laporan cepat kepada petugas dapat membantu memperpendek waktu respons.

Ces, informasi karhutla bisa berubah mengikuti kondisi lapangan. Ikuti terus kabar terbaru Balikpapan TV agar perkembangan penanganannya tidak terlewat.

FAQ

1. Apa itu water bombing?
Water bombing adalah metode pemadaman dari udara menggunakan helikopter yang membawa air untuk dijatuhkan ke area kebakaran.

2. Di mana operasi perdana water bombing Samarinda dilakukan?
Operasi perdana diarahkan ke kawasan Bantuas pada Selasa, 8 September 2026.

3. Dari mana helikopter mengambil air?
Pada operasi perdana di Bantuas, air diambil dari void eks tambang di sekitar kawasan tersebut.

4. Berapa kejadian karhutla yang tercatat di Samarinda?
BPBD Samarinda mencatat 176 kejadian karhutla.

5. Apakah seluruh wilayah Samarinda bisa menjadi sasaran water bombing?
Ya. Pemerintah Kota Samarinda menyatakan seluruh wilayah masuk dalam peta operasi, dengan titik penanganan disesuaikan kondisi di lapangan.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul “Helikopter Water Bombing Mulai Beroperasi, Bantu Tangani Karhutla di Samarinda”, ditulis oleh M Hafiz Alfaruqi dan dipublikasikan pada 9 September 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Water Bombing samarinda karhutla bnpb