Dituju Pasar Pagi Samarinda Jadi Titik Temu 30 Brand Kreatif Kaltim

Arya Kusuma • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Ruang kreatif Dituju di lantai tujuh Pasar Pagi Samarinda yang menampilkan karya berbagai brand lokal.
Ruang kreatif Dituju di lantai tujuh Pasar Pagi Samarinda yang menampilkan karya berbagai brand lokal.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Dituju menghadirkan ruang kreatif, pasar karya, komunitas, dan aktivitas anak muda di Pasar Pagi Samarinda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pasar Pagi Samarinda kini memiliki ruang kreatif yang mempertemukan puluhan brand lokal, seniman, komunitas, dan pembeli dalam satu tempat.

Dituju, toko kreatif yang dirintis Nurul Ulfa dan Aisyah Fadhilla Riefya, berkembang dari eksperimen kecil menjadi ruang bersama bagi pelaku industri kreatif Samarinda dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

Kehadirannya memberi warna baru di kawasan pasar yang selama ini identik dengan aktivitas perdagangan. Di lantai tujuh Pasar Pagi, karya kreatif justru menjadi alasan baru bagi sebagian anak muda untuk datang.

Bagaimana Dituju tumbuh dari eksperimen kecil?

Sebelum memiliki kios di Pasar Pagi, Nurul dan Aisyah lebih dulu mencoba konsep market kecil serta kegiatan kreatif.

Eksperimen itu menjadi cara keduanya membaca respons masyarakat. Salah satunya workshop membuat manik-manik yang digelar pada Januari dan kemudian menarik minat pelaku kreatif lain untuk berkolaborasi.

Dari kegiatan tersebut, muncul berbagai workshop dan pop-up market. Keduanya kemudian melihat peluang untuk membuat ruang yang dapat menampung karya kreator lokal secara berkelanjutan.

Dituju akhirnya hadir di lantai tujuh Pasar Pagi. RRI mencatat toko tersebut mulai berdiri pada 15 Juni 2026.

Nama Dituju sendiri berkaitan dengan lokasi kios mereka. Aisyah sebelumnya menyebut keduanya sempat memiliki nama diGarasi yang lebih diarahkan untuk kegiatan workshop.

Puluhan brand kreatif mulai berkumpul di satu tempat

Dituju tidak hanya menjual produk milik kedua pendirinya. Ruang tersebut juga membuka kesempatan bagi kreator lain untuk menitipkan karya dan menjangkau pembeli.

Dalam bahan sumber, sekitar 30 brand telah bergabung, berasal dari Samarinda hingga sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.

Produk yang ditawarkan cukup beragam. Ada ilustrasi, stiker, scarf, gantungan, rajutan, pakaian hingga berbagai kerajinan yang dibuat oleh pelaku kreatif lokal.

RRI juga mencatat kreator yang bergabung berasal dari beberapa wilayah Kaltim, bahkan terdapat kreator yang berasal dari Berau.

Bagi Nurul dan Aisyah, pola seperti ini penting karena tidak semua kreator memiliki ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjual hasil karyanya.

Dituju kemudian mengambil posisi sebagai penghubung. Kreator membuat karya, sementara ruang tersebut membantu mempertemukannya dengan pasar.

Baca Juga: Samarinda Percepat Wajib Belajar Prasekolah, Akses PAUD Jadi Fokus

Mengapa Pasar Pagi dipilih sebagai ruang kreatif?

Pilihan Pasar Pagi bukan muncul tanpa alasan. Keduanya membawa pengalaman ketika pernah berada di Bandung, kota yang memiliki banyak ruang pertemuan antara seniman, desainer, brand lokal dan komunitas.

Ketika kembali ke Samarinda, pengalaman tersebut justru memunculkan pertanyaan tentang keberadaan ruang serupa di kota sendiri.

“Begitu kita pulang ke Samarinda tuh kayak, aduh, semua yang kita suka kok enggak ada ya?" ujar Aisyah atau Aii.

Keresahan itu kemudian diterjemahkan menjadi aksi. Dituju dibuat bukan sekadar sebagai toko, tetapi tempat yang memungkinkan berbagai aktivitas kreatif berlangsung dalam satu ruang.

Konsep tersebut menjadi menarik karena Pasar Pagi sendiri telah mengalami perubahan besar. Bangunan baru pasar memiliki tujuh lantai untuk aktivitas perdagangan, dengan zonasi berdasarkan jenis usaha.

Di tengah fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan, kehadiran Dituju menunjukkan bahwa ruang di dalam pasar juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas kreatif.

Dituju tidak hanya menjual produk, tetapi membuat aktivitas

Aktivitas di Dituju juga dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk membeli barang.

Workshop, kegiatan membuat pin, menggambar hingga aktivitas kreatif untuk anak-anak menjadi bagian dari program yang mereka jalankan.

Anak-anak yang datang bersama orang tua bahkan dapat mengikuti kegiatan sederhana seperti membuat kolase. Bahan yang digunakan disiapkan di lokasi sehingga aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan biaya terjangkau.

“Jadi kayak anak-anak libur sekolah, anak-anak yang ibunya jualan juga di sini, mereka main ke sini. Kita kadang kan produksi barang juga kan. Jadi mereka kita minta bikin kolase aja, kami sediakan majalah, mereka gunting-gunting,” tutur Nurul yang akrab disapa Nuu.

Konsep tersebut membuat fungsi Dituju menjadi semakin luas. Tempat ini sekaligus menjadi ruang kerja, ruang produksi, lokasi pengemasan, tempat workshop, dan titik temu komunitas.

Baca Juga: Usai 30 Tahun, Mal Lembuswana Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Baru

Ekosistem kreatif Samarinda mulai bergerak bersama

Perkembangan Dituju tidak dapat dilepaskan dari tumbuhnya komunitas kreatif di Samarinda.

Aisyah melihat semakin banyak anak muda yang membangun komunitas secara mandiri. Aktivitasnya pun tidak hanya berkaitan dengan seni visual.

Ada komunitas yang bergerak pada bahasa Inggris, isu lingkungan, sejarah, aktivitas berjalan kaki hingga eksplorasi kota.

“Jadi kita nggak cuma art shop, ada yang bahasa Inggris juga, ada yang apalagi ya yang sadar sampah, terus juga yang suka walking, terus jalan-jalan, ada yang sejarah juga,” kata Nuu.

Bagi keduanya, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa ekosistem kreatif Samarinda tidak bergerak dalam satu bentuk saja.

Justru banyaknya komunitas dengan minat berbeda membuat ruang kolaborasi semakin terbuka.

“Kita tumbuh bareng gitu loh. Jadinya kan enggak sendirian, tapi ada teman-teman yang berbarengan kita bertumbuhnya gitu,” ujar Nuu.

Baca Juga: SPMB Samarinda Disorot, Alamat KK Kurang Lengkap Bisa Ganggu Pemeringkatan Domisili

Tantangan Dituju masih berkaitan dengan modal dan keberlanjutan

Di balik perkembangan tersebut, Dituju masih menghadapi tantangan sebagai usaha yang sedang tumbuh.

Keduanya masih berupaya mengembalikan modal, sambil menjalankan toko, menyelesaikan pesanan, mengikuti pop-up event dan mengelola produk titipan dari kreator lain.

Artinya, pertumbuhan komunitas belum otomatis membuat persoalan bisnis selesai. Ruang kreatif tetap membutuhkan model pengelolaan yang mampu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memberi manfaat kepada kreator.

Namun, semakin luasnya jaringan kreator dan pengunjung membuat Dituju memiliki modal sosial yang cukup penting.

Harapannya, ruang di lantai tujuh Pasar Pagi tersebut dapat berkembang menjadi titik temu antara karya, komunitas dan pasar kreatif Kalimantan Timur.

Tips: Cara ruang kreatif bisa tumbuh bersama komunitas

Poin Penting

Insight Redaksi

Dituju memperlihatkan bahwa ruang kreatif tidak selalu harus lahir dari kawasan khusus seni. Pasar Pagi pun bisa menjadi titik temu karya dan komunitas. Ketika bubuhan kreatif berani membuka ruang bersama, ekosistem lokal punya peluang tumbuh dari bawah. Kada harus menunggu panggung besar dulu.

Ruang seperti ini layak diperkuat lewat kolaborasi komunitas, event lokal, dan akses pasar yang konsisten agar kreator muda kada jalan sendiri.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sedang membangun karya, komunitas, atau usaha kreatif di Samarinda dan Kaltim.

Ingin melihat bagaimana ruang kecil bisa menggerakkan komunitas kreatif? Ikuti terus cerita lokal dan perkembangan anak muda hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Dituju di Pasar Pagi Samarinda?

Dituju merupakan toko sekaligus ruang kreatif yang menampung dan memasarkan karya pelaku kreatif lokal.

2. Siapa pendiri Dituju?

Dituju dirintis Nurul Ulfa atau Nuu dan Aisyah Fadhilla Riefya atau Aii.

3. Produk apa saja yang tersedia di Dituju?

Produk yang tersedia antara lain ilustrasi, stiker, scarf, gantungan, rajutan, pakaian dan berbagai kerajinan.

4. Apakah Dituju hanya berfungsi sebagai toko?

Tidak. Dituju juga digunakan untuk workshop, aktivitas kreatif, produksi, desain, pengemasan dan kegiatan komunitas.

5. Di mana lokasi Dituju?

Dituju berada di lantai tujuh Pasar Pagi Samarinda.

Sumber Informasi: Artikel sumber yang diberikan redaksi mengacu pada pemberitaan Kaltim Post mengenai Dituju, kemudian diperbarui dengan verifikasi informasi dari RRI terkait lokasi, pendiri, perkembangan toko, dan aktivitas kreatif. RRI melaporkan Dituju sebagai wadah kreator lokal Samarinda dan mencatat pembukaan kios pada 15 Juni 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Dituju Pasar Pagi Samarinda ruang kreatif Samarinda brand lokal Kaltim kreator lokal Kaltim