Usai 30 Tahun, Mal Lembuswana Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Baru

istikhomah • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat menyampaikan rencana pengembangan konsep baru Mal Lembuswana.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat menyampaikan rencana pengembangan konsep baru Mal Lembuswana.
Durasi Baca: 4 menit

Mal Lembuswana Samarinda memasuki fase baru setelah pengelolaan kembali kepada Pemprov Kaltim dan konsep revitalisasi mulai disiapkan.

Ikhtisar: Pemprov Kaltim menyiapkan revitalisasi Mal Lembuswana dengan konsep baru berbasis kebutuhan pengunjung, tenant, komunitas, dan potensi investasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Mal Lembuswana Samarinda memasuki babak baru setelah pengelolaannya kembali kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dengan revitalisasi disiapkan agar pusat perbelanjaan berusia sekitar 30 tahun itu kembali menarik bagi masyarakat.

Konsep baru ini bakal melihat kebutuhan pengunjung dan tenant secara langsung. Jadi, ikam yang sering ke Lembuswana tentu menarik menunggu perubahan berikutnya, Ces!

Baca Juga: Peredaran Sabu di Penajam Terbongkar, Polisi Amankan Dua Tersangka dan Barang Bukti

Apa yang berubah setelah pengelolaan Mal Lembuswana kembali ke Pemprov Kaltim?

Berakhirnya kerja sama pengelolaan selama sekitar tiga dekade menjadi momentum bagi Pemprov Kaltim untuk menata kembali arah Mal Lembuswana.

Sebelumnya, pengelolaan kawasan tersebut dilakukan melalui skema bangun guna serah atau Build Operate Transfer (BOT) dengan PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS). Kerja sama itu berakhir pada 26 Juli 2026 dan aset kemudian kembali kepada pemerintah daerah.

Setelah proses pengembalian aset, pengelolaan selanjutnya diarahkan kepada perusahaan daerah. Pemprov Kaltim juga telah menyiapkan langkah untuk memastikan kawasan tersebut tetap berjalan sekaligus memiliki arah bisnis baru.

Momentum ini dinilai penting karena Lembuswana bukan sekadar pusat perdagangan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Samarinda selama puluhan tahun.

Mengapa konsep baru Mal Lembuswana perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung?

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mengatakan usia Mal Lembuswana menjadi pertimbangan dalam merancang konsep pengembangan berikutnya.

Menurut Sri, pola aktivitas pusat perbelanjaan perlu mengikuti kebutuhan masyarakat saat ini. Karena itu, pemerintah juga ingin mendengar masukan dari tenant yang telah menjalankan usaha di kawasan tersebut selama bertahun-tahun.

“Namanya sudah 30 tahun yang lalu, tentu konsep pengembangannya perlu dibuat kembali, tetapi kita juga perlu mendengar nanti suara-suara dari tenant kita yang selama 30 tahun di sini,” ujar Sri Wahyuni.

Pemprov Kaltim sebelumnya juga telah menyatakan bahwa konsep pengelolaan baru perlu mempertimbangkan tren pasar ritel dan peluang pengembangan fungsi baru. Kajian tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Apa saja aktivitas yang ingin dihadirkan di Mal Lembuswana?

Pengembangan Mal Lembuswana tidak diarahkan hanya untuk memperbanyak kegiatan perdagangan. Pemerintah ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang aktivitas masyarakat dengan fungsi yang lebih beragam.

Sri menyebut sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan, mulai dari komunitas, hiburan, kuliner, olahraga, hingga agenda pemerintah daerah. Dengan pola tersebut, keberadaan mal diharapkan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

Pendekatan tersebut juga membuat survei pengunjung menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. Pengelola diminta mengetahui karakteristik pengunjung, produk yang paling diminati, serta kebutuhan yang belum tersedia.

Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan tenant, fasilitas, dan aktivitas yang relevan. Jadi, konsep baru bukan sekadar mengganti tampilan, tetapi menyesuaikan fungsi dengan perilaku pengunjung.

Baca Juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Kaltim Diperkirakan Rp3,76 Juta

Bagaimana Pemprov Kaltim menentukan arah revitalisasi Lembuswana?

Pemprov Kaltim akan menggunakan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan dalam menentukan pengembangan. Tenant menjadi salah satu sumber informasi karena memiliki pengalaman langsung melihat perubahan kebutuhan konsumen.

Sri berharap pendekatan tersebut membuat pembenahan Mal Lembuswana lebih sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

“Kalau kita mendengar semua pihak, mudah-mudahan apa yang kita lakukan untuk memperbaiki Mal Lembuswana ini sesuai dengan ekspektasi atau harapan dari masyarakat,” katanya pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Langkah tersebut sejalan dengan rencana Pemprov Kaltim sebelumnya yang menempatkan evaluasi pasar sebagai bagian dari persiapan pengelolaan baru. Pemerintah juga membuka kemungkinan kerja sama dengan mitra atau investor melalui mekanisme yang disiapkan.

Artinya, arah revitalisasi masih akan berkembang berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan lapangan. Pemerintah belum menyampaikan seluruh detail fasilitas baru yang nantinya akan menjadi bagian dari konsep tersebut.

Apa arti “new era” bagi Mal Lembuswana Samarinda?

Sri menyebut perubahan pengelolaan dan rencana pengembangan tersebut sebagai babak baru atau “new era” bagi Mal Lembuswana.

Istilah itu menggambarkan upaya pemerintah menghidupkan kembali daya tarik pusat perbelanjaan yang telah hadir selama sekitar 30 tahun di Samarinda.

Sebelum pengambilalihan, Pemprov Kaltim memang telah menyiapkan evaluasi menyeluruh karena berakhirnya kerja sama BOT. Pemerintah menyebut aset kawasan tersebut akan dikembalikan kepada daerah dan pengelolaan berikutnya diarahkan agar lebih produktif.

Bagi masyarakat, hasil akhirnya akan terlihat dari perubahan pengalaman ketika berkunjung. Jika konsep baru mampu menggabungkan belanja, kuliner, hiburan, komunitas, dan aktivitas publik secara tepat, Lembuswana berpeluang memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar pusat perbelanjaan.

Poin Penting

  • Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda kembali kepada Pemprov Kaltim setelah sekitar 30 tahun.
  • Kerja sama BOT dengan PT Cipta Sumina Indah Satresna berakhir pada 26 Juli 2026.
  • Pemprov Kaltim menyiapkan konsep pengembangan baru yang disebut sebagai “new era”.
  • Survei pengunjung akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan, karakteristik konsumen, dan produk yang diminati.
  • Pengembangan diarahkan mencakup perdagangan, komunitas, hiburan, kuliner, olahraga, dan agenda pemerintah.
  • Pemprov Kaltim membuka kemungkinan menggandeng investor dalam pengembangan berikutnya.

Insight Redaksi

Mal Lembuswana punya modal penting: nama yang sudah melekat di Samarinda dan pengalaman tiga dekade. Tantangannya sekarang bukan sekadar renovasi fisik, tetapi membaca ulang kebiasaan pengunjung. Konsep yang berbasis data dan suara tenant akan lebih relevan daripada sekadar mengejar tampilan baru. Jangan sampai cuma ganti wajah, tapi aktivitasnya kada berubah. Pengelola perlu menjadikan survei sebagai dasar keputusan, bukan formalitas.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya ikut tahu arah baru Mal Lembuswana dan perkembangan pusat aktivitas Samarinda.

Ingin tahu seperti apa wajah baru Lembuswana nantinya? Pantau terus perkembangannya dan selalu Update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan pengelolaan Mal Lembuswana kembali kepada Pemprov Kaltim?

Kerja sama pengelolaan melalui skema BOT berakhir pada 26 Juli 2026, sehingga aset kembali kepada pemerintah daerah.

2. Siapa yang sebelumnya mengelola Mal Lembuswana?

Mal Lembuswana sebelumnya dikelola PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) melalui kerja sama dengan Pemprov Kaltim.

3. Apa tujuan konsep “new era” Mal Lembuswana?

Konsep tersebut disiapkan untuk mengembangkan kembali daya tarik mal melalui penyesuaian aktivitas, tenant, fasilitas, dan kebutuhan masyarakat.

4. Apakah Mal Lembuswana hanya akan difokuskan untuk perdagangan?

Tidak. Pemprov Kaltim juga mengarahkan pengembangan untuk kegiatan komunitas, hiburan, kuliner, olahraga, dan agenda publik.

5. Apakah investor akan dilibatkan dalam pengembangan Mal Lembuswana?

Pemprov Kaltim membuka kemungkinan kerja sama dengan investor atau mitra melalui skema pengelolaan yang sedang disiapkan.

Sumber Informasi: Media Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, dengan judul “Mal Lembuswana Masuki Babak Baru, Pemprov Kaltim Siapkan Konsep ‘New Era’”. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Informasi mengenai riwayat pengelolaan dan berakhirnya kerja sama juga diverifikasi melalui ANTARA News Kalimantan Timur dan situs resmi BPKAD Kaltim

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Mal Lembuswana Samarinda pemprov kaltim samarinda mal lembuswana