Andi Harun Sebut Gerakan Rapi Lancar Bantu Efisiensi Anggaran dan Percepat Penanganan Lingkungan

istikhomah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin kegiatan gotong royong Gerakan Rapi Lancar bersama warga. (BTV/AI)
Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin kegiatan gotong royong Gerakan Rapi Lancar bersama warga. (BTV/AI)
Durasi Baca: 5 Menit

Gotong Royong Jadi Andalan Pemkot Samarinda Menjaga Lingkungan dan Menghemat Belanja Daerah

Ikhtisar: Pemerintah Kota Samarinda mengoptimalkan Gerakan Rapi Lancar untuk mempercepat penanganan persoalan lingkungan sekaligus menekan kebutuhan anggaran melalui kolaborasi masyarakat.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Pemerintah Kota Samarinda mengandalkan partisipasi masyarakat melalui Gerakan Rapi Lancar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menghemat penggunaan anggaran daerah. Program yang melibatkan warga, aparatur pemerintah, TNI, dan Polri itu diklaim mampu menghasilkan manfaat ekonomi senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar setiap pekan karena banyak pekerjaan dilakukan secara gotong royong.

Penasaran bagaimana gotong royong bisa memberi dampak besar bagi pengelolaan kota dan efisiensi anggaran? Simak sampai tuntas, Ces!

Baca Juga: BNNP Kaltim Bongkar Peredaran Sabu di Muara Badak, Sita 45,85 Gram dan Kejar Jaringan Lintas Provinsi

Bagaimana Gerakan Rapi Lancar Dijalankan di Samarinda?

Di tengah tantangan keterbatasan fiskal, Pemerintah Kota Samarinda memilih memperkuat keterlibatan masyarakat daripada sepenuhnya mengandalkan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Gerakan Rapi Lancar yang digelar rutin setiap Sabtu dan Minggu.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan kegiatan difokuskan pada pekerjaan yang langsung dirasakan masyarakat, seperti membersihkan sampah, menormalisasi saluran drainase, hingga mengangkat sedimentasi di kawasan permukiman.

"Saya bikin gerakan di Samarinda, tiap Sabtu dan Minggu gotong royong. Namanya Rapi Lancar, teman-teman lurah bersama RT melaksanakan aksi membersihkan sampah, parit, dan mengangkat sedimentasi secara bergiliran," ujar Andi Harun, Rabu (5/8/2026).

Gerakan tersebut dilaksanakan di seluruh 59 kelurahan yang tersebar pada 10 kecamatan di Kota Samarinda. Aparatur kelurahan, pengurus RT, masyarakat, hingga unsur TNI dan Polri bekerja bersama menangani persoalan lingkungan yang selama ini membutuhkan biaya operasional cukup besar.

Mengapa Gerakan Ini Diklaim Menghemat Anggaran?

Menurut Andi Harun, nilai penghematan bukan berasal dari pemotongan belanja pemerintah, melainkan dari pekerjaan yang berhasil diselesaikan secara gotong royong sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya jasa dan operasional dalam jumlah besar.

Ia menyebut apabila seluruh aktivitas tersebut dihitung berdasarkan nilai pekerjaan yang berhasil diselesaikan, manfaat ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar setiap pekan.

Klaim tersebut menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan kota. Namun hingga kini belum terdapat publikasi audit independen yang mengukur nilai ekonomi tersebut, sehingga angka tersebut merupakan perhitungan yang disampaikan Pemerintah Kota Samarinda.

Kolaborasi Pemerintah, Warga, TNI, dan Polri Jadi Kunci

Gerakan Rapi Lancar tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda juga menjadikannya sebagai sarana memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat kecamatan, kelurahan, hingga para ketua RT ikut mendampingi masyarakat di lapangan. Pemerintah kota juga menyediakan armada pengangkut sampah dan hasil pembersihan menuju tempat pembuangan sehingga kegiatan dapat berlangsung lebih efektif.

Kolaborasi tersebut dinilai mempercepat penyelesaian berbagai persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan kawasan tempat tinggalnya.

Baca Juga: BNNP Kaltim Bongkar Peredaran Sabu di Muara Badak, Sita 45,85 Gram dan Kejar Jaringan Lintas Provinsi

Dunia Usaha Diajak Turut Berpartisipasi

Selain masyarakat, Andi Harun juga mengajak kalangan dunia usaha ikut memperkuat Gerakan Rapi Lancar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun partisipasi langsung dalam kegiatan kemasyarakatan.

Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak harus selalu berbentuk bantuan besar. Penyediaan konsumsi bagi peserta gotong royong maupun keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial juga dapat menjadi dukungan yang berarti.

"Sekarang saya mau mengajak lagi teman-teman dunia usaha. Tidak membantu pemerintah, tetapi membantu masyarakat. Kalau kita bersama-sama, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan," kata Andi Harun.

Ajakan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Samarinda memperluas kolaborasi lintas sektor agar persoalan lingkungan dapat ditangani secara berkelanjutan.

Apa Dampak yang Diharapkan dari Gerakan Rapi Lancar?

Melalui Gerakan Rapi Lancar, Pemerintah Kota Samarinda berharap budaya gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, normalisasi drainase secara berkala diharapkan mampu mengurangi sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air saat musim hujan. Langkah tersebut juga mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kawasan permukiman.

Di sisi lain, pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan ketika ruang fiskal daerah menghadapi tekanan. Berdasarkan penelusuran, Gerakan Rapi Lancar juga diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan lingkungan, bukan semata-mata program kebersihan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Gerakan berbasis gotong royong memang bukan konsep baru. Namun ketika dijalankan secara konsisten dan terorganisasi, manfaatnya dapat melampaui persoalan kebersihan lingkungan. Tantangan berikutnya adalah memastikan partisipasi masyarakat tetap terjaga dalam jangka panjang serta didukung evaluasi yang terukur sehingga dampaknya dapat dibuktikan secara objektif. Kada cukup hanya ramai saat peluncuran, keberlanjutan justru menjadi ukuran keberhasilan. Pengukuran hasil secara berkala akan membuat manfaat program semakin mudah dirasakan warga.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak warga memahami pentingnya gotong royong dalam pembangunan kota.

Selalu ikuti perkembangan informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Gerakan Rapi Lancar?

Program gotong royong Pemerintah Kota Samarinda yang berfokus pada kebersihan lingkungan dan normalisasi drainase.

2. Siapa saja yang terlibat?

Masyarakat, RT, aparat kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI, dan Polri.

3. Berapa nilai penghematan yang diklaim?

Menurut Wali Kota Andi Harun, manfaat ekonominya diperkirakan mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar setiap pekan.

4. Apakah angka tersebut sudah diaudit?

Belum terdapat publikasi audit independen yang memverifikasi nilai ekonomi tersebut sehingga angka itu merupakan klaim Pemerintah Kota Samarinda.

5. Mengapa dunia usaha diajak bergabung?

Untuk memperkuat kolaborasi melalui program CSR maupun dukungan langsung terhadap kegiatan masyarakat.

Sumber Informasi

Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan RRI Radio Republik Indonesia mengenai Gerakan Rapi Lancar di Samarinda, diperkaya dengan penelusuran terhadap informasi resmi yang masih relevan dan ditulis ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gerakan Rapi Lancar pemkot samarinda samarinda andi harun