Durasi baca: 4 menit
Pemerintah Kota Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga memperluas sumber pendapatan demi meningkatkan PAD dan memperkuat bisnis daerah.
Ikhtisar: Wali Kota Samarinda mengevaluasi kinerja Perumda Varia Niaga Semester I 2026. Meski mencatat laba positif, perusahaan diminta tidak bergantung pada satu sumber bisnis dan segera melakukan diversifikasi usaha.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Samarinda mendorong transformasi bisnis Perumda Varia Niaga agar tidak bergantung pada satu unit usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesehatan keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terlalu bergantung pada satu sumber pendapatan memang dapat menjadi kekuatan sekaligus risiko. Karena itu, Pemkot Samarinda meminta manajemen BUMD mulai membuka peluang usaha baru agar kinerja perusahaan tetap stabil dalam jangka panjang.
Mengapa Perumda Varia Niaga diminta melakukan diversifikasi usaha?
Dalam Rapat Evaluasi Kinerja Perumda Varia Niaga Semester I Tahun 2026, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan bahwa sekitar 76 persen laba perusahaan masih berasal dari unit assist tug atau layanan bantu kapal.
Unit tersebut menghasilkan laba sekitar Rp2,37 miliar, menjadikannya penyumbang terbesar terhadap total laba perusahaan.
Menurut Andi Harun, kondisi tersebut memang menunjukkan performa bisnis yang baik. Namun di sisi lain, ketergantungan terhadap satu kontrak utama bersama Pelindo berpotensi menjadi risiko apabila terjadi perubahan kerja sama di masa mendatang.
"Kontribusi besar itu dinilai positif, tetapi sekaligus menyimpan risiko konsentrasi karena masih bergantung pada satu kontrak utama dengan Pelindo," kata Andi Harun.
Karena itu, direksi diminta segera memperluas pasar serta memperoleh minimal satu kontrak baru di wilayah perairan strategis lainnya.
Laba perusahaan meningkat, tetapi evaluasi tetap dilakukan
Perumda Varia Niaga membukukan laba bersih akumulatif Rp3,62 miliar hingga Semester I 2026.
Meski memberikan apresiasi atas capaian tersebut, Andi Harun menegaskan manajemen tidak boleh cepat merasa puas.
Evaluasi juga diarahkan pada unit pangan, terutama mengenai efisiensi biaya operasional, Harga Pokok Penjualan (HPP), margin usaha, distribusi, hingga penggunaan anggaran operasional.
Menurutnya, tantangan di sektor pangan bukan disebabkan minimnya peluang pasar, melainkan lebih berkaitan dengan efektivitas pengelolaan internal perusahaan.
Apa saja capaian positif Perumda Varia Niaga?
Selain mencatat laba, perusahaan juga melaporkan sejumlah indikator kinerja yang menunjukkan perkembangan positif.
Perumda Varia Niaga menjadi satu-satunya BUMD di Samarinda yang telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Odoo, sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih terintegrasi.
Efisiensi organisasi juga dilakukan dengan jumlah pegawai sebanyak 86 orang disertai peningkatan produktivitas.
Dari total 21 unit bisnis yang diamanatkan Peraturan Daerah, sebanyak delapan unit telah aktif memberikan kontribusi terhadap perusahaan.
Di sisi lain, sejumlah unit usaha juga menunjukkan pertumbuhan, di antaranya:
- Kunjungan Teras Samarinda meningkat 144 persen menjadi sekitar 468 ribu pengunjung.
- Tingkat hunian Rusunawa mencapai 97 persen dengan pembayaran 97 persen.
- Kos Syariah memiliki tingkat okupansi 92 persen.
- Bebaya Mart memperluas produk hingga sekitar 3.600 SKU.
- Pasokan pangan diperluas ke sektor hotel serta peternakan mandiri di Berambai.
Pemkot Samarinda masih memberi sejumlah catatan
Walaupun kinerja perusahaan dinilai cukup baik, jajaran Pemerintah Kota Samarinda tetap memberikan beberapa evaluasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marnabas, menilai pendapatan parkir Teras Samarinda masih belum optimal. Hingga Semester I 2026, realisasinya baru sekitar Rp865 juta, sementara potensi yang tersedia mencapai Rp936 juta.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri meminta perbaikan fasilitas fisik Teras Samarinda, termasuk atap yang mengalami kerusakan dan kualitas rumput di kawasan tersebut.
Ia juga berharap Perumda Varia Niaga lebih aktif membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama komoditas ayam ras.
Di sisi lain, Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Samarinda Idfi Septiani menyoroti masih adanya selisih antara laba usaha dan laba total karena pengaruh pendapatan lain-lain.
Ia meminta penyusunan proyeksi keuangan yang lebih akurat agar perusahaan tidak terlalu bergantung pada pendapatan di luar bisnis utamanya.
Baca Juga: Lubang Bekas Tambang di Kaltim Jadi Sorotan, Kemenham Desak Langkah Nyata Lindungi Masyarakat
Poin Penting
- Perumda Varia Niaga mencatat laba bersih Rp3,62 miliar pada Semester I 2026.
- Sekitar 76 persen laba masih berasal dari unit assist kapal.
- Wali Kota meminta diversifikasi usaha untuk memperkuat PAD Samarinda.
- Delapan dari 21 unit bisnis telah aktif beroperasi.
- Pemkot meminta peningkatan efisiensi, perluasan pasar, dan penguatan bisnis inti.
Insight Redaksi
Ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan memang sering membuat laporan keuangan tampak kuat dalam jangka pendek. Namun, bagi sebuah BUMD, keberlanjutan bisnis jauh lebih penting daripada sekadar laba sesaat. Diversifikasi usaha yang terukur dapat memperkecil risiko sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru bagi PAD Samarinda. Kada cukup hanya untung hari ini, perusahaan daerah juga harus siap menghadapi perubahan pasar di masa depan.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami arah pengembangan BUMD di Samarinda.
Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa laba Perumda Varia Niaga hingga Semester I 2026?
Laba bersih akumulatif mencapai sekitar Rp3,62 miliar.
2. Mengapa diversifikasi usaha dianggap penting?
Karena sebagian besar laba masih bergantung pada satu unit bisnis sehingga berisiko jika kontrak utama berubah.
3. Unit usaha apa yang menjadi penyumbang laba terbesar?
Unit layanan assist tug atau bantuan kapal.
4. Apa target yang diberikan Wali Kota Samarinda?
Direksi diminta memperoleh minimal satu kontrak baru di wilayah perairan strategis lain.
5. Apa saja evaluasi dari Pemkot Samarinda?
Efisiensi unit pangan, optimalisasi pendapatan parkir, perbaikan fasilitas Teras Samarinda, serta penyusunan proyeksi keuangan yang lebih sehat.
Editor : Arya Kusuma