Inflasi Samarinda Naik Jadi 3,77 Persen, Ini Komoditas yang Paling Memengaruhi Harga

istikhomah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:38 WIB
Pedagang menjual daging ayam, cabai, dan bawang merah di pasar sebagai komoditas penyumbang inflasi. (BTV/AI)
Pedagang menjual daging ayam, cabai, dan bawang merah di pasar sebagai komoditas penyumbang inflasi. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 Menit

Perkembangan inflasi Kota Samarinda Juli 2026 dipengaruhi kenaikan biaya transportasi dan harga pangan.

Ikhtisar: Inflasi Samarinda menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur pada Juli 2026. Artikel ini membahas penyebab kenaikan harga, komoditas yang memengaruhi inflasi, serta dampaknya bagi masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kota Samarinda mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,77 persen pada Juli 2026. Angka tersebut menjadikan ibu kota Kalimantan Timur sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di antara seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi ini, menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tarif transportasi dan beberapa komoditas pangan. Di sisi lain, turunnya harga sejumlah hasil hortikultura membantu menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi. Penasaran apa saja penyebabnya dan bagaimana dampaknya bagi aktivitas masyarakat? Simak sampai tuntas, Ces!

Baca Juga: Dinkes Samarinda Kejar 54 Ribu Balita Terima Vitamin A Gratis, Orang Tua Diimbau Datang ke Posyandu

Mengapa inflasi Samarinda menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur?

Inflasi merupakan indikator yang menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu. Ketika inflasi meningkat, daya beli masyarakat dapat terpengaruh karena biaya pengeluaran ikut bertambah.

Data BPS Kota Samarinda menunjukkan inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) pada Juli 2026 sebesar 0,20 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) mencapai 2,83 persen, sedangkan inflasi tahunan menyentuh 3,77 persen.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan bahwa kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan.

"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,36 persen dengan andil 0,19 persen. Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,93 persen dengan andil sebesar 0,04 persen," kata Supriyanto dalam rilis BPS Kota Samarinda, Senin (3/8/2026).

Besarnya kontribusi sektor transportasi menunjukkan bahwa perubahan biaya mobilitas masyarakat masih menjadi faktor penting dalam pembentukan inflasi di Samarinda.

Komoditas apa saja yang mendorong kenaikan inflasi?

Selain sektor transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 0,30 persen dan andil 0,09 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mengalami inflasi sebesar 0,38 persen dengan andil 0,04 persen, sedangkan sektor pendidikan juga ikut menyumbang kenaikan indeks harga.

Pada tingkat komoditas, beberapa barang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan selama Juli 2026.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi antara lain:

Di antara komoditas tersebut, daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,15 persen, disusul bensin sebesar 0,14 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa inflasi di Samarinda bukan hanya dipengaruhi kebutuhan pokok, tetapi juga biaya transportasi yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Masuk Rutan Samarinda, Skrining TBC Diperluas untuk Warga Binaan

Harga cabai dan bawang justru menurun

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, beberapa bahan pangan mengalami penurunan harga sehingga mampu menahan laju inflasi.

Komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi:

Menurut Supriyanto, bertambahnya pasokan hasil hortikultura selama musim panen menjadi faktor utama yang mendorong turunnya harga di tingkat pasar.

"Bertambahnya pasokan komoditas hortikultura selama musim panen menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya penurunan harga di pasar," ujarnya.

Secara ekonomi, peningkatan pasokan membuat ketersediaan barang lebih banyak sehingga tekanan harga menjadi berkurang. Kondisi tersebut membantu mengimbangi kenaikan harga pada kelompok transportasi dan beberapa komoditas pangan lainnya.

Bagaimana dampak inflasi terhadap masyarakat dan perekonomian Samarinda?

Kenaikan inflasi pada dasarnya mencerminkan meningkatnya harga rata-rata barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini berpotensi menekan daya beli, terutama bagi rumah tangga dengan penghasilan tetap.

Meski demikian, inflasi juga menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi. Selama masih berada dalam kisaran yang terkendali, inflasi menunjukkan adanya perputaran konsumsi dan permintaan masyarakat yang tetap berjalan.

Di Samarinda, kenaikan harga pada sektor transportasi dapat berdampak pada biaya perjalanan masyarakat maupun distribusi barang. Ketika biaya angkutan meningkat, harga sejumlah kebutuhan sehari-hari juga berpotensi ikut menyesuaikan.

Sementara itu, turunnya harga cabai, bawang merah, dan tomat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kondisi tersebut membantu meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda Targetkan Seluruh Siswa Masuk Gedung Baru Sebelum 9 Agustus

Apa yang perlu diperhatikan ke depan?

Pergerakan inflasi beberapa bulan mendatang akan sangat dipengaruhi oleh pasokan pangan, perkembangan harga energi, serta permintaan masyarakat menjelang berbagai momentum konsumsi.

Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) biasanya terus memantau distribusi pangan, ketersediaan stok, hingga kelancaran pasokan dari daerah produsen. Langkah tersebut dilakukan agar lonjakan harga tidak berlangsung berkepanjangan.

Selain itu, stabilitas distribusi komoditas hortikultura menjadi faktor penting. Pengalaman pada Juli 2026 menunjukkan bahwa meningkatnya pasokan cabai dan bawang mampu menekan harga di pasar sehingga membantu menjaga inflasi tetap terkendali meskipun beberapa komoditas lain mengalami kenaikan.

Bagi masyarakat, memantau perkembangan harga kebutuhan pokok secara berkala juga menjadi langkah yang bijak agar pengeluaran rumah tangga dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini.

Poin Penting

Insight Redaksi

Inflasi Samarinda kali ini memperlihatkan bahwa biaya mobilitas masih menjadi faktor yang sangat memengaruhi harga barang dan jasa. Ketika transportasi naik, dampaknya cepat terasa pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sebaliknya, pasokan pangan yang lancar terbukti mampu menjadi penyeimbang. Jangan hanya fokus pada angka inflasi, tetapi pahami juga sumber penyebabnya agar kebijakan pengendalian lebih tepat sasaran. Kada cukup melihat persentasenya saja, Ces. Menjaga kelancaran distribusi pangan dan transportasi akan lebih efektif dibanding sekadar merespons ketika harga sudah terlanjur melonjak.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami perkembangan inflasi di Samarinda dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Selalu ikuti perkembangan ekonomi daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa inflasi tahunan Kota Samarinda pada Juli 2026?

Inflasi tahunan (y-on-y) Kota Samarinda pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,77 persen.

2. Mengapa inflasi Samarinda menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur?

Karena kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran, terutama transportasi dan beberapa komoditas pangan, lebih tinggi dibanding daerah IHK lainnya di Kalimantan Timur.

3. Komoditas apa yang paling mendorong inflasi?

Daging ayam ras dan bensin menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, disusul angkutan udara, telepon seluler, serta ikan layang atau ikan benggol.

4. Mengapa harga cabai dan bawang turun?

Menurut BPS, meningkatnya pasokan komoditas hortikultura selama musim panen membuat harga cabai dan bawang merah mengalami penurunan.

5. Apa dampak inflasi bagi masyarakat?

Inflasi dapat meningkatkan biaya hidup dan mengurangi daya beli apabila kenaikan harga berlangsung terus-menerus. Namun, inflasi yang tetap terkendali juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih berjalan.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Media RRI Radio Republik Indonesia, dengan judul "BPS Catat Inflasi Tahunan Samarinda Capai 3,77 Persen, Tertinggi di Kaltim", oleh penulis Zulfikar Ali. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
BPS Samarinda Inflasi Kaltim kalimantan timur Inflasi samarinda Kota Samarinda