Harga Ayam dan Ikan Naik di Samarinda, Pasokan Melimpah Bikin Cabai dan Bawang Turun

istikhomah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:02 WIB
Pedagang melayani pembeli daging ayam di salah satu pasar tradisional Kota Samarinda.
Pedagang melayani pembeli daging ayam di salah satu pasar tradisional Kota Samarinda.
Durasi Baca: 7 Menit

Pergerakan harga pangan Kota Samarinda dipengaruhi peningkatan permintaan protein serta melimpahnya pasokan hortikultura.

Ikhtisar: Harga ayam dan ikan mengalami kenaikan sepanjang Juli 2026, sementara cabai serta bawang merah justru turun akibat pasokan yang meningkat selama musim panen.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pergerakan harga pangan di Kota Samarinda sepanjang Juli 2026 menunjukkan tren yang berbeda antar-komoditas. Daging ayam ras segar dan ikan mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan serta terganggunya pasokan, sedangkan berbagai jenis cabai dan bawang merah justru mencatat penurunan berkat melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Kalau sering belanja kebutuhan dapur, perubahan harga seperti ini tentu langsung terasa di kantong. Yuk pahami penyebabnya supaya ikam makin paham kondisi pangan di Samarinda, Ces!

Mengapa harga ayam ras mengalami kenaikan pada Juli 2026?

Perubahan harga pangan menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap inflasi maupun daya beli masyarakat. Selama Juli 2026, kelompok pangan di Samarinda memperlihatkan dinamika yang cukup menarik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda menunjukkan harga daging ayam ras segar naik hingga sekitar Rp38.200 per kilogram. Dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan salah satu faktor utama berasal dari meningkatnya penyerapan pasokan ayam untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Komoditas protein hewani menunjukkan kecenderungan mengalami kenaikan harga. Salah satunya dipengaruhi meningkatnya permintaan seiring terserapnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan SPPG dan Program Makan Bergizi Gratis," ujar Supriyanto, Senin (3/8/2026).

Program MBG yang dijalankan pemerintah memang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, terutama protein hewani seperti daging ayam dan telur. Ketika sebagian produksi terserap untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, ketersediaan di pasar umum menjadi relatif lebih terbatas sehingga harga terdorong naik.

Selain permintaan rumah tangga, meningkatnya konsumsi sektor kelembagaan ikut memberikan tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan di tingkat konsumen.

Baca Juga: Dinkes Samarinda Kejar 54 Ribu Balita Terima Vitamin A Gratis, Orang Tua Diimbau Datang ke Posyandu

Apa penyebab harga ikan ikut meningkat?

Tidak hanya ayam, komoditas ikan juga mengalami kenaikan harga selama Juli 2026.

Berbeda dengan ayam yang dipengaruhi sisi permintaan, kenaikan harga ikan lebih banyak disebabkan terganggunya pasokan dari nelayan akibat kondisi cuaca.

Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di sejumlah perairan Kalimantan Timur menyebabkan aktivitas melaut menjadi terbatas. Banyak nelayan mengurangi frekuensi penangkapan demi keselamatan, sehingga volume ikan yang masuk ke pasar ikut berkurang.

Di sisi lain, biaya operasional melaut juga meningkat. Penggunaan bahan bakar, waktu pencarian ikan yang lebih lama, hingga risiko cuaca membuat biaya produksi bertambah dan akhirnya tercermin pada harga jual di tingkat konsumen.

Fenomena tersebut merupakan pola yang cukup umum terjadi ketika musim gelombang tinggi berlangsung. Saat pasokan menurun sementara permintaan relatif stabil, harga ikan cenderung bergerak naik.

Mengapa harga cabai dan bawang justru turun?

Berbanding terbalik dengan komoditas protein hewani, kelompok hortikultura mengalami tekanan harga ke bawah.

Menurut BPS Kota Samarinda, pasokan cabai maupun bawang merah yang masuk ke pasar meningkat selama musim panen sehingga stok di tingkat pedagang menjadi lebih melimpah.

Supriyanto mengatakan kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas mengalami penyesuaian.

"Harga cabai rawit tercatat turun menjadi sekitar Rp63.900 per kilogram, sedangkan bawang merah ukuran sedang menjadi sekitar Rp48.300 per kilogram."

Selain cabai rawit dan bawang merah, penurunan harga juga terjadi pada cabai merah keriting, cabai merah besar, hingga cabai rawit hijau.

Bertambahnya pasokan dari daerah penghasil membuat distribusi berjalan lebih lancar. Saat stok tersedia dalam jumlah cukup, persaingan antarpenjual meningkat sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih rendah.

Penurunan harga kelompok hortikultura ini turut memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi pada kelompok makanan di Kota Samarinda selama Juli 2026.

Bagaimana pengaruh perubahan harga pangan terhadap inflasi Samarinda?

Pergerakan harga pangan selama Juli 2026 memperlihatkan bahwa inflasi di Samarinda tidak dipengaruhi oleh satu komoditas saja. Kenaikan harga daging ayam dan ikan memang memberi tekanan terhadap pengeluaran masyarakat, namun penurunan harga cabai serta bawang merah membantu meredam kenaikan tersebut.

Komoditas hortikultura, terutama cabai, dikenal sebagai salah satu penyumbang inflasi yang cukup besar ketika pasokan berkurang. Sebaliknya, saat musim panen menghasilkan stok melimpah, harga cabai cenderung turun dan memberikan efek menahan laju inflasi kelompok makanan.

BPS Kota Samarinda mencatat penurunan harga cabai rawit, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit hijau, serta bawang merah menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya deflasi pada kelompok makanan sepanjang Juli 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan keseimbangan pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Meski sebagian komoditas mengalami kenaikan, penurunan harga pada komoditas lain mampu mengurangi tekanan terhadap inflasi secara keseluruhan.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Masuk Rutan Samarinda, Skrining TBC Diperluas untuk Warga Binaan

Bagaimana prospek harga pangan dalam waktu dekat?

Perkembangan harga pangan pada bulan-bulan berikutnya masih akan dipengaruhi beberapa faktor utama, mulai dari kondisi cuaca, kelancaran distribusi logistik, hingga tingkat produksi daerah sentra pangan.

Untuk komoditas ikan, harga berpotensi kembali stabil apabila aktivitas melaut kembali normal setelah kondisi cuaca membaik. Pasokan yang meningkat biasanya akan memperbesar stok di pasar sehingga tekanan harga dapat berkurang.

Sementara itu, harga ayam masih bergantung pada keseimbangan produksi peternak dengan kebutuhan konsumsi masyarakat maupun penyerapan untuk Program Makan Bergizi Gratis. Jika produksi meningkat mengikuti permintaan, kenaikan harga diperkirakan dapat lebih terkendali.

Adapun harga cabai dan bawang merah tetap bergantung pada keberlanjutan musim panen. Apabila distribusi dari daerah penghasil berjalan lancar dan stok tetap melimpah, harga berpeluang bertahan pada level yang relatif stabil.

Bagi masyarakat, perkembangan harga pangan menjadi informasi penting dalam mengatur pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari.

Poin Penting

Insight Redaksi

Stabilitas harga pangan ternyata bukan hanya ditentukan besarnya permintaan, tetapi juga kelancaran pasokan dari hulu hingga pasar. Program pemerintah yang meningkatkan kebutuhan protein hewani perlu diimbangi produksi peternak yang memadai agar harga tetap terkendali. Sementara itu, distribusi hasil panen hortikultura yang lancar terbukti mampu menjaga daya beli masyarakat. Jangan hanya memantau harga naiknya saja, Ces. Perkuat koordinasi distribusi pangan antardaerah agar pasokan tetap terjaga dan gejolak harga bisa ditekan sejak awal.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami penyebab naik turunnya harga pangan di Samarinda.

Selalu ikuti perkembangan ekonomi daerah dan informasi terkini lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa harga ayam di Samarinda naik pada Juli 2026?

Karena permintaan meningkat, termasuk penyerapan pasokan untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.

2. Apa penyebab harga ikan ikut naik?

Pasokan ikan berkurang akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan.

3. Mengapa harga cabai justru turun?

Pasokan dari daerah sentra produksi meningkat selama musim panen sehingga stok di pasar lebih melimpah.

4. Berapa harga cabai rawit menurut BPS Kota Samarinda?

Sekitar Rp63.900 per kilogram pada Juli 2026.

5. Apa dampak penurunan harga cabai terhadap inflasi?

Penurunan harga cabai dan bawang merah ikut mendorong deflasi pada kelompok makanan di Kota Samarinda.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Media RRI Radio Republik Indonesia, dengan judul "Harga Ayam dan Ikan Naik, Pasokan Tekan Harga Cabai di Samarinda", oleh penulis Zulfikar Ali. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
BPS Samarinda Daging Ayam harga ayam samarinda harga pangan