Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda Targetkan Seluruh Siswa Masuk Gedung Baru Sebelum 9 Agustus

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Jaswadi tampil sebagai PIC SRT 2 Samarinda sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha STPL Bekasi berpose. (DOK. DENNY/KP)
Jaswadi tampil sebagai PIC SRT 2 Samarinda sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha STPL Bekasi berpose. (DOK. DENNY/KP)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Transisi Sekolah Rakyat Samarinda menuju gedung permanen dipercepat demi kelancaran kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027.

Ikhtisar: Peserta didik baru SRT 2 Samarinda mulai menjalani MPLS di kompleks sekolah baru, sementara siswa angkatan pertama dijadwalkan menyusul setelah seluruh fasilitas pendidikan rampung.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Sebanyak ratusan peserta didik baru mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda di Kecamatan Palaran. Di sisi lain, pemerintah masih mempercepat penyelesaian sejumlah fasilitas agar seluruh siswa, termasuk angkatan pertama, dapat menempati gedung permanen sebelum 9 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Memasuki tahun ajaran baru, fokus penyelenggara bukan hanya menyambut peserta didik baru, tetapi juga memastikan seluruh sarana pendukung siap digunakan sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal. Ikuti ulasannya sampai selesai, Ces!

Mengapa hanya murid baru yang mengikuti MPLS di gedung permanen?

Pelaksanaan MPLS di SRT 2 Samarinda saat ini diprioritaskan bagi peserta didik baru yang mulai memasuki lingkungan sekolah berasrama.

Sementara itu, siswa angkatan pertama yang sebelumnya belajar di lokasi sementara masih menunggu penyelesaian pembangunan sejumlah fasilitas sebelum dipindahkan ke kompleks baru.

PIC SRT 2 Samarinda sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Jaswadi, menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan koordinasi bersama pihak sekolah dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Yang MPLS sekarang murid baru dulu. Untuk murid lama, sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah dan Kementerian PU, targetnya sebelum 9 Agustus seluruh fasilitas sudah selesai sehingga mereka bisa masuk ke sini."

Target tersebut menjadi bagian dari tahapan transisi menuju operasional penuh sekolah permanen setelah pembangunan fisik memasuki tahap akhir. Sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda juga melakukan pemantauan langsung terhadap progres pembangunan untuk memastikan fasilitas dapat digunakan sesuai jadwal.

Baca Juga: Samarinda Resmi Tinggalkan Open Dumping, Begini Dampak Zona II TPA Sambutan bagi Lingkungan

Fasilitas apa saja yang masih dalam proses penyelesaian?

Meski sebagian besar bangunan telah berdiri dan mulai dimanfaatkan, sejumlah fasilitas pendukung masih dikerjakan oleh Kementerian PU.

Beberapa di antaranya meliputi asrama guru, masjid, hingga gedung untuk jenjang SMP yang masih memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pemerintah berharap pekerjaan konstruksi tersebut selesai tepat waktu sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat dipusatkan di kawasan SRT 2 Samarinda tanpa lagi menggunakan lokasi sementara.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Palaran memang dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu dengan konsep sekolah berasrama yang dilengkapi fasilitas belajar, asrama, ruang makan, ruang olahraga, dan area penunjang lainnya. Saat peninjauan lapangan sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda menyebut percepatan pekerjaan terus dilakukan bersama Kementerian PU agar seluruh fasilitas siap dimanfaatkan.

Kebutuhan dasar peserta didik mulai dipersiapkan sejak awal

Selain penyelesaian bangunan, pengelola juga memastikan kebutuhan harian peserta didik baru telah tersedia.

Menurut Jaswadi, perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi telah dipersiapkan sehingga siswa dapat langsung beradaptasi dengan kehidupan berasrama.

Sementara itu, peserta didik angkatan pertama tetap menggunakan seragam yang telah dimiliki selama belajar di lokasi sebelumnya.

"Terkait penggunaan perlengkapan asrama yang lama, masih dikoordinasikan dengan pihak sekolah."

Persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan peserta didik selama menjalani proses pendidikan di lingkungan sekolah berasrama.

Pola konsumsi masih menggunakan vendor

Untuk sementara, layanan konsumsi bagi peserta didik masih menggunakan mekanisme yang sama seperti sebelumnya.

Setiap siswa memperoleh tiga kali makan utama serta dua kali makanan selingan setiap hari.

Menurut Jaswadi, sistem tersebut tetap dipertahankan karena perlengkapan dapur permanen masih berada dalam proses penyelesaian.

"Polanya masih sama seperti sebelumnya karena perlengkapan dapur masih berproses."

Skema tersebut dipilih agar kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi tanpa harus menunggu seluruh fasilitas penunjang selesai dibangun.

Baca Juga: Perkara Dugaan Korupsi Tambang JMB Group Masuk Sidang Perdana di Tipikor Samarinda

Target 9 Agustus menjadi penentu operasional penuh SRT 2 Samarinda

Penyelesaian pembangunan sebelum 9 Agustus 2026 menjadi target penting agar seluruh peserta didik dapat belajar dalam satu kompleks sekolah.

Apabila seluruh pekerjaan fisik selesai sesuai jadwal, siswa angkatan pertama yang selama ini masih belajar di lokasi sementara akan segera bergabung dengan peserta didik baru di gedung permanen.

Jaswadi berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan pendidikan tidak lagi terbagi di dua lokasi.

"Kami berharap penyelesaian pekerjaan hingga 9 Agustus agar seluruh aktivitas belajar mengajar di kompleks SRT 2 Samarinda dapat berjalan secara penuh."

Dengan beroperasinya seluruh fasilitas, sekolah diharapkan mampu menjalankan sistem pendidikan berasrama secara optimal, mulai dari proses belajar, pembinaan karakter, hingga aktivitas pengembangan diri peserta didik.

Sekolah Rakyat menjadi bagian pemerataan akses pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Melalui konsep sekolah berasrama, peserta didik memperoleh fasilitas belajar, tempat tinggal, konsumsi, hingga pembinaan karakter dalam satu lingkungan pendidikan terpadu.

Program ini juga dirancang untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi maupun geografis.

Keberadaan SRT 2 Samarinda menjadi salah satu implementasi program tersebut di Kalimantan Timur. Dengan dukungan berbagai kementerian, sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih merata sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi peserta didik.

Kolaborasi lintas kementerian mempercepat penyelesaian sekolah

Pembangunan SRT 2 Samarinda melibatkan koordinasi sejumlah instansi pemerintah.

Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan dan layanan peserta didik, sedangkan pembangunan fisik dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kolaborasi tersebut dilakukan agar pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan kesiapan operasional sekolah.

Sementara itu, Pemerintah Kota Samarinda terus memberikan dukungan melalui koordinasi lapangan agar seluruh proses dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan pola kerja bersama tersebut, pemerintah berharap seluruh fasilitas pendidikan, asrama, hingga layanan penunjang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta didik pada tahun ajaran baru.

Baca Juga: 270 Siswa Mulai MPLS Perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda Resmi Beroperasi

Poin Penting

Insight Redaksi

Percepatan pembangunan sekolah bukan sekadar mengejar tenggat waktu, tetapi memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang layak sejak hari pertama. Kada cukup membangun gedung, kesiapan fasilitas pendukung juga menentukan kualitas layanan pendidikan. Penyelesaian tepat waktu akan memberi kepastian bagi siswa, guru, dan orang tua sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap program Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan pendidikan. Koordinasi lintas kementerian perlu terus dijaga agar standar layanan pendidikan tetap konsisten hingga seluruh fasilitas benar-benar berfungsi optimal.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak masyarakat mengetahui perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Samarinda.

Masih banyak perkembangan pendidikan, pembangunan daerah, dan informasi penting lainnya yang sayang dilewatkan. Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa hanya murid baru yang mengikuti MPLS di SRT 2 Samarinda?

Karena gedung baru mulai digunakan secara bertahap, sementara siswa angkatan pertama masih menunggu penyelesaian seluruh fasilitas.

2. Kapan seluruh siswa ditargetkan menempati gedung baru?

Pemerintah menargetkan seluruh peserta didik sudah menempati kompleks sekolah sebelum 9 Agustus 2026.

3. Fasilitas apa yang masih diselesaikan?

Beberapa fasilitas yang masih dalam tahap akhir pembangunan meliputi asrama guru, masjid, dan gedung SMP.

4. Bagaimana layanan konsumsi bagi peserta didik?

Siswa memperoleh tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan setiap hari melalui sistem vendor.

5. Apa tujuan utama Sekolah Rakyat?

Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui konsep sekolah berasrama.

Sumber Informasi

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "MPLS SRT 2 Samarinda Fokus Murid Baru, Seluruh Siswa Ditarget Tempati Gedung Baru Sebelum 9 Agustus", oleh penulis Denny Saputra. Artikel ini disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id serta diperkaya menggunakan informasi resmi mengenai perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
SRT 2 Samarinda Sekolah Rakyat 2026 Pendidikan Samarinda merdeka