DPRD Samarinda Minta PAUD Negeri Diperbanyak demi Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

AdminBTV • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Kesiapan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Samarinda.

Ikhtisar: Program Wajib Belajar 13 Tahun menambah satu tahun pendidikan PAUD. DPRD Samarinda menilai jumlah PAUD negeri, kualitas guru, dan dukungan anggaran masih perlu diperkuat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Program Wajib Belajar 13 Tahun mulai menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional. Di Kota Samarinda, DPRD mengingatkan kesiapan fasilitas dan kualitas layanan PAUD menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kebijakan tersebut.

Pendidikan bukan hanya soal menambah lama belajar. Fondasi sejak usia dini menjadi perhatian utama. Simak sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Operasi Antik Mahakam Berhasil, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Tenggarong

Mengapa jumlah PAUD negeri menjadi perhatian?

Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Samarinda masih menghadapi tantangan pada ketersediaan lembaga pendidikan anak usia dini milik pemerintah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan saat ini Samarinda baru memiliki sekitar 15 PAUD negeri. Sebaliknya, layanan pendidikan usia dini sebagian besar masih diselenggarakan oleh lebih dari 250 PAUD swasta.

Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian pemerintah apabila ingin mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan wajib belajar yang kini mencakup satu tahun pendidikan PAUD. "PAUD negeri kita hanya sekitar 15. Sementara lebih dari 250 adalah PAUD swasta. Ini yang perlu mendapat pembinaan."

Keberadaan PAUD swasta dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan layanan pendidikan anak usia dini. Namun pemerintah tetap perlu meningkatkan pembinaan agar kualitas layanan dapat terus terjaga.

Mengapa satu tahun PAUD dianggap penting?

Sri Puji Astuti menegaskan penambahan satu tahun masa wajib belajar bukan sekadar memperpanjang jenjang pendidikan.

Menurutnya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah memperkuat fondasi perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan dasar. "Yang ditambah itu satu tahun PAUD. Saya kira kita semua sepakat, pembangunan pendidikan tidak akan berjalan baik kalau fondasinya tidak dibangun sejak awal."

Ia menjelaskan pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian diperkuat melalui pendidikan usia dini.

Di PAUD, anak diperkenalkan pada kebiasaan hidup mandiri, disiplin, kemampuan bersosialisasi, mengenal lingkungan sekitar, hingga membangun kesiapan psikologis sebelum memasuki sekolah dasar.

Baca Juga: DLH Samarinda Ungkap Penyebab Asap Insinerator, Operator Jalani Pelatihan Ulang SOP

Apa manfaat PAUD bagi kesiapan anak masuk SD?

Menurut Sri Puji Astuti, pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membantu proses adaptasi anak ketika memasuki jenjang sekolah dasar.

Ia menilai anak yang langsung masuk SD tanpa pengalaman belajar di PAUD berpotensi menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. "Di PAUD anak belajar mandiri, disiplin, mengenal lingkungan, bersosialisasi, dan membangun kesiapan psikologis. Itu yang menjadi bekal ketika mereka masuk SD."

Ia juga menambahkan kesiapan psikologis merupakan bagian penting yang tidak dapat diabaikan. "Anak harus siap secara psikologis. Dia harus tahu bagaimana hidup bersama teman-temannya, bagaimana bersikap mandiri, dan bagaimana mengikuti aturan. Pendidikan karakter itu dibangun di PAUD."

Mengapa kualitas guru dan anggaran juga perlu diperkuat?

Selain memperhatikan jumlah lembaga pendidikan usia dini, Sri Puji Astuti menilai peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi kebutuhan penting.

Menurutnya, kualitas guru akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diterima anak. "Kalau kita ingin menyiapkan SDM yang unggul, gurunya juga harus berkualitas. Kalau yang mengajar kualitasnya tidak baik, bagaimana menghasilkan lulusan yang baik?"

Ia berharap implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun disertai dukungan anggaran yang memadai bagi pendidikan usia dini. "Kalau pemerintah serius menjalankan wajib belajar 13 tahun, anggaran harus diperbesar untuk PAUD. Fondasi pendidikan itu dibangun sejak usia dini."

Baca Juga: Warga Cari Kayu, Malah Temukan Jenazah Lansia di Tanah Merah Samarinda, Polisi Masih Selidiki

Poin Penting

Insight Redaksi: Keberhasilan wajib belajar 13 tahun bukan hanya diukur dari bertambahnya masa pendidikan, tetapi juga kesiapan layanan pada jenjang paling awal. Penambahan PAUD negeri memang penting, namun pembinaan terhadap ratusan PAUD swasta juga menjadi bagian yang kada kalah penting. Pemerataan kualitas pendidikan sejak usia dini akan memberi dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Penguatan kualitas guru, pemerataan pembinaan PAUD, dan dukungan anggaran menjadi langkah yang layak diprioritaskan agar layanan pendidikan usia dini berkembang merata.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Terus ikuti perkembangan pendidikan, kebijakan daerah, dan informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Program Wajib Belajar 13 Tahun?

Program ini menambahkan satu tahun pendidikan anak usia dini ke dalam jenjang wajib belajar sebelum pendidikan dasar.

2. Berapa jumlah PAUD negeri di Samarinda?

Menurut Sri Puji Astuti, jumlahnya sekitar 15 lembaga.

3. Siapa yang paling banyak menyediakan layanan PAUD di Samarinda?

Sebagian besar layanan PAUD masih diselenggarakan oleh lebih dari 250 lembaga swasta.

4. Mengapa PAUD dianggap penting?

Karena membantu membangun karakter, kemandirian, disiplin, kemampuan bersosialisasi, dan kesiapan psikologis anak.

5. Apa harapan DPRD Samarinda?

Pemerintah diharapkan menambah dukungan anggaran, meningkatkan kualitas guru, serta memperkuat pembinaan PAUD agar Program Wajib Belajar 13 Tahun berjalan optimal.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Sapos.co.id, dengan judul "PAUD Negeri Minim, DPRD Samarinda Ingatkan Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun", oleh penulis Lisa. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
wajib belajar 13 tahun PAUD Samarinda dprd samarinda