Durasi: 5 menit
Topik: Evaluasi operasional insinerator pengolah sampah untuk mengurangi dampak asap di Samarinda
Ikhtisar: DLH Samarinda mengevaluasi penyebab munculnya asap insinerator, menyiapkan pelatihan ulang operator, serta mengkaji penyempurnaan teknologi agar operasional semakin aman.
Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional insinerator pengolah sampah setelah muncul keluhan warga mengenai asap tebal saat proses pembakaran. Pemeriksaan lapangan menemukan adanya faktor operasional yang dinilai menjadi penyebab utama sehingga perlu segera diperbaiki.
Persoalan pengelolaan sampah memang selalu menarik perhatian masyarakat. Nah, seperti apa hasil evaluasi DLH dan langkah yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang? Simak sampai selesai, Ces!
Mengapa Asap Insinerator Samarinda Menjadi Sorotan?
Keluhan masyarakat bermula dari aktivitas insinerator di Jalan Wanyi, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Warga mengaku beberapa kali melihat kepulan asap ketika fasilitas tersebut beroperasi dalam masa uji coba.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim DLH Samarinda langsung melakukan pemeriksaan lapangan pada Sabtu (25/7). Pemeriksaan difokuskan untuk mengetahui penyebab teknis munculnya asap selama proses pembakaran berlangsung.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa suhu ruang bakar ketika kejadian telah melampaui 700 derajat Celsius sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Material yang dimasukkan ke ruang bakar juga merupakan sampah kering hasil pemilahan. Namun sebagian besar berupa daun-daun kering yang jumlahnya meningkat selama musim kemarau.
Menurut Taufiq, beberapa percobaan menunjukkan bahwa daun hijau maupun daun kering sama-sama dapat menghasilkan asap cukup tebal ketika dibakar.
"Dalam beberapa percobaan, daun hijau maupun daun kering sama-sama berpotensi menghasilkan asap yang cukup tebal."
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyempurnaan pengoperasian insinerator.
Baca Juga: Warga Cari Kayu, Malah Temukan Jenazah Lansia di Tanah Merah Samarinda, Polisi Masih Selidiki
Apa Temuan DLH Saat Pemeriksaan Lapangan?
Hasil pengecekan menunjukkan munculnya asap fugitif, yakni asap yang keluar melalui celah kontrol, pintu, maupun sambungan ruang bakar tanpa melewati saluran menuju sistem pengendalian emisi.
Berdasarkan evaluasi sementara, kondisi itu dipicu oleh volume sampah yang dimasukkan melebihi kemampuan hisap kipas atau fan di dalam sistem.
Akibatnya, sebagian asap keluar dari ruang bakar sebelum sempat diarahkan menuju perangkat pengendali emisi yang telah tersedia.
DLH juga menemukan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan SOP ketika proses pembakaran berlangsung.
Taufiq menjelaskan bahwa operator seharusnya mengurangi bahkan menghentikan pasokan sampah apabila asap fugitif mulai meningkat.
Namun dalam kejadian tersebut, justru terdapat penambahan sampah ke ruang bakar sehingga kepulan asap menjadi semakin tebal.
"Sesuai SOP, ketika asap fugitif mulai banyak, operator harus mengurangi bahkan menghentikan pasokan sampah. Namun oleh tim justru sampah kembali ditambahkan sehingga asap semakin tebal."
Temuan itu menjadi dasar bagi DLH untuk memperbaiki aspek operasional dibanding menyimpulkan adanya kerusakan utama pada mesin insinerator.
Langkah Apa yang Akan Dilakukan DLH Samarinda?
Sebagai tindak lanjut, DLH Samarinda akan memberikan teguran kepada operator yang bertugas saat kejadian berlangsung.
Selain itu, seluruh petugas pengoperasi insinerator dijadwalkan mengikuti penyegaran serta pelatihan ulang mengenai penerapan SOP agar setiap tahapan operasional berjalan sesuai ketentuan.
Evaluasi tersebut juga akan dirangkum dalam laporan khusus kepada Wali Kota Samarinda.
Laporan itu memuat hasil uji coba insinerator sejak awal pengoperasian hingga Juli 2026 sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah di daerah.
"Tentunya ini bagian dari penyegaran, karena sejak Juli ini semua insinerator sudah memasuki ujicoba."
DLH juga berencana berkoordinasi dengan vendor mesin Wisanggeni II untuk membahas kemungkinan penyempurnaan teknologi berdasarkan pengalaman operasional di Samarinda.
Menurut Taufiq, masukan dari pengguna lapangan penting karena teknologi pengolahan sampah terus berkembang dan memerlukan evaluasi berkelanjutan.
"Teknologi tentu terus berkembang. Sebagai pengguna, kami menyampaikan temuan ini agar dapat dicari solusi dan penyempurnaan ke depannya."
Mengapa SOP Menjadi Kunci Operasional Insinerator?
Insinerator merupakan fasilitas yang dirancang mengurangi volume sampah melalui proses pembakaran pada temperatur tinggi. Dalam operasionalnya, setiap tahapan harus mengikuti SOP agar pembakaran berlangsung stabil dan sistem pengendalian emisi bekerja optimal.
Pengaturan jumlah material yang masuk ke ruang bakar menjadi salah satu faktor penting. Jika kapasitas melebihi kemampuan sistem, potensi munculnya asap di luar jalur pengendalian dapat meningkat.
Karena itu, pelatihan operator menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan secara konsisten selama masa uji coba.
Di sisi lain, masukan dari masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi. Keluhan warga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan lebih cepat sebelum operasional memasuki tahap berikutnya.
Poin Penting:
- DLH Samarinda mengevaluasi operasional insinerator setelah muncul keluhan asap dari warga.
- Suhu ruang bakar saat kejadian telah mencapai lebih dari 700 derajat Celsius sesuai SOP.
- Asap fugitif diduga muncul karena volume sampah melebihi kapasitas hisap fan.
- Operator dinilai tidak menjalankan SOP ketika asap mulai meningkat.
- Seluruh operator akan mengikuti pelatihan ulang SOP pada pekan ini.
- DLH juga akan berkoordinasi dengan vendor Wisanggeni II untuk penyempurnaan teknologi.
Insight Redaksi: Pengelolaan sampah modern kada cukup hanya mengandalkan teknologi. Disiplin menjalankan SOP justru menjadi penentu keberhasilan di lapangan. Evaluasi cepat yang dilakukan DLH Samarinda patut diapresiasi karena menunjukkan keluhan warga langsung ditindaklanjuti. Bubuhan daerah lain juga bisa mengambil pelajaran bahwa pengembangan fasilitas lingkungan harus selalu diiringi peningkatan kompetensi operator. Mesin canggih pang akan bekerja optimal jika prosedurnya dijalankan dengan benar, Ces.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami proses evaluasi insinerator dan pentingnya pengelolaan sampah yang aman bagi lingkungan sekitar.
Selalu ikuti perkembangan informasi lingkungan dan pelayanan publik hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa insinerator di Samarinda mengeluarkan asap tebal?
Hasil evaluasi sementara menunjukkan asap muncul karena volume sampah yang dimasukkan melebihi kapasitas hisap fan sehingga terjadi asap fugitif.
2. Apa langkah yang dilakukan DLH Samarinda?
DLH akan memberikan teguran kepada operator, menggelar pelatihan ulang SOP, menyusun laporan evaluasi, dan berkoordinasi dengan vendor mesin.
3. Apakah mesin insinerator mengalami kerusakan?
Hasil sementara lebih mengarah pada faktor operasional dan penerapan SOP, bukan kerusakan utama mesin.
4. Di mana lokasi insinerator yang dikeluhkan warga?
Insinerator berada di Jalan Wanyi, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "DLH Evaluasi Operasional Insinerator, Operator Akan Jalani Pelatihan Ulang SOP", oleh penulis Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.