Warga Cari Kayu, Malah Temukan Jenazah Lansia di Tanah Merah Samarinda, Polisi Masih Selidiki

AdminBTV • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:53 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah TKP setelah penemuan jenazah lansia di perkebunan Tanah Merah Samarinda Utara.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP setelah penemuan jenazah lansia di perkebunan Tanah Merah Samarinda Utara.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Penemuan Jenazah Lansia di Perkebunan Tanah Merah Memicu Penyelidikan Kepolisian

Ikhtisar: Seorang warga menemukan jenazah lansia saat mencari kayu bakar di kawasan perkebunan. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian sambil menunggu hasil pemeriksaan medis.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di kawasan perkebunan Jalan Margomulyo, RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (25/7), mengundang perhatian warga. Korban diketahui bernama Mahdianto (70), sedangkan penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan kepolisian.

Peristiwa ini membuat suasana lingkungan sekitar berubah mendadak. Ikuti kronologinya sampai tuntas, karena masih ada fakta yang menunggu kepastian hasil pemeriksaan, Ces!

Baca Juga: DPRD Samarinda Desak Lapak Kosong Pasar Pagi Segera Diisi, Pedagang Soroti Akses Lantai Atas

Bagaimana penemuan jenazah itu bermula saat warga mencari kayu?

Aktivitas rutin mencari ranting kayu berubah menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkan Kadeni (43). Pagi itu ia memasuki area perkebunan di Jalan Margomulyo untuk mengumpulkan kayu bakar.

Semakin masuk ke dalam kebun, Kadeni mulai mencium aroma menyengat. Bau tersebut mendorongnya mencari sumbernya hingga pandangannya tertuju pada benda berwarna gelap yang semula tidak dikenali.

Saat mendekat, ia melihat bagian kaki manusia yang tertutup rerumputan. Setelah memastikan yang dilihatnya adalah sesosok tubuh, Kadeni memilih segera meninggalkan lokasi untuk meminta bantuan.

"Awalnya saya cari kayu. Ada bau-bau. Makin saya dekati, kok ada sesuatu yang hitam. Saya belum tahu itu orang karena yang kelihatan cuma sedikit bagian kakinya. Begitu saya yakin itu manusia, saya langsung lari mencari Pak RT," ungkap Kadeni.

Keterangan tersebut menjadi titik awal laporan yang kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian.

Siapa korban yang ditemukan di kawasan perkebunan?

Korban diketahui bernama Mahdianto (70). Warga sekitar mengenalnya dengan panggilan Mbah Mahdi karena sudah lama tinggal di lingkungan tersebut.

Kadeni mengaku mengenal korban, meski tidak mengetahui nama lengkapnya saat pertama kali dimintai keterangan. Hal itu memudahkan proses awal identifikasi sebelum keluarga dan pihak berwenang melakukan pendataan lanjutan.

"Kenal. Orang-orang memanggilnya Mbah Mahdi. Nama lengkapnya saya kurang tahu, tapi memang rumahnya di sini," tambahnya.

Identitas korban kemudian dipastikan setelah petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Baca Juga: DPRD Samarinda Tegaskan LPJU Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Pencurian Kabel, Penggantian Masuk Mekanisme APBD

Apa yang dilakukan polisi setelah menerima laporan warga?

Laporan dari ketua RT segera ditindaklanjuti oleh personel Polresta Samarinda bersama Tim Inafis. Petugas datang ke lokasi untuk mengamankan area sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara.

Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di antara rumput ilalang yang tumbuh cukup lebat di kawasan perkebunan tersebut.

Perwira Pengendali (Padal) Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan bahwa laporan diterima pada Sabtu sekitar pukul 10.30 Wita.

"Korban ditemukan di area perkebunan dalam posisi tertelungkup di antara rumput ilalang," jelasnya.

Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah dievakuasi menuju RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Langkah tersebut merupakan prosedur standar dalam setiap penemuan jenazah yang penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.

Mengapa penyebab kematian belum dapat dipastikan?

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan warga.

Namun, perkiraan waktu meninggal belum dapat dijadikan dasar untuk menentukan penyebab kematian. Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

"Untuk sementara diperkirakan korban sudah meninggal kurang lebih tiga hari. Terkait ada atau tidaknya indikasi kekerasan masih dalam proses pemeriksaan karena jenazah telah kami bawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie," kata Mat Bahri.

Ia juga menegaskan bahwa penyidik belum menarik kesimpulan apa pun sebelum menerima hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit.

"Apakah ada tanda-tanda luka atau korban meninggal secara wajar, semuanya masih dalam proses pemeriksaan di rumah sakit. Kami belum bisa menyimpulkan sebelum hasil pemeriksaan keluar," pungkasnya.

Dalam penanganan kasus seperti ini, pemeriksaan medis menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah. Hasil tersebut juga menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan langkah penyelidikan berikutnya sehingga setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengacu pada fakta.

Baca Juga: 560 Korban PHK Tambang di Samarinda Cari Peluang Baru, Job Fair Jadi Harapan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Penanganan penemuan jenazah memerlukan kehati-hatian agar informasi yang beredar tetap akurat. Langkah kepolisian yang menunggu hasil pemeriksaan medis menunjukkan pentingnya mengedepankan bukti sebelum menyampaikan penyebab kematian kepada publik. Di Balikpapan maupun daerah sekitar, masyarakat juga perlu menahan spekulasi. Kada semua dugaan harus dipercaya sebelum fakta resmi benar-benar lengkap. Itu penting.

Apabila menemukan kondisi serupa, segera laporkan kepada aparat setempat dan hindari mengubah situasi di lokasi. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya menunggu informasi resmi.

Mau terus mengikuti perkembangan berita Samarinda dan Kalimantan Timur? Pantau selalu Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa! *

FAQ

1. Di mana jenazah ditemukan?
Jenazah ditemukan di area perkebunan Jalan Margomulyo, RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.

2. Siapa korban yang ditemukan?
Korban bernama Mahdianto (70) yang dikenal warga dengan panggilan Mbah Mahdi.

3. Siapa yang pertama menemukan korban?
Korban pertama kali ditemukan oleh Kadeni (43) ketika mencari ranting kayu di kawasan perkebunan.

4. Apakah penyebab kematian sudah diketahui?
Belum. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media sapos.co.id, dengan judul "Cari Kayu di Kebun, Warga Dikejutkan Penemuan Mayat Lansia di Tanah Merah Samarinda Utara", oleh penulis Joko. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Mahdianto Tanah Merah Samarinda Utara Penemuan jenazah lansia