Durasi Baca: 6 menit
Topik: DPRD Samarinda Dorong Pasar Pagi Kembali Ramai dan Produktif
Ikhtisar: DPRD Samarinda mendukung strategi menghidupkan Pasar Pagi, tetapi meminta Pemkot tegas mengelola kios kosong dan memperbaiki akses pengunjung.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pasar Pagi Samarinda kembali menjadi perhatian setelah revitalisasi gedung belum sepenuhnya diikuti geliat perdagangan. DPRD Kota Samarinda mendukung strategi Pemkot menghidupkan kawasan tersebut, termasuk rencana pemanfaatan rooftop sebagai ruang kafe dan kuliner, namun meminta kios yang sudah diberikan segera difungsikan.
Helmi Abdullah Ketua DPRD Samarinda menilai Pasar Pagi bukan sekadar tempat transaksi, melainkan salah satu ikon perdagangan Samarinda yang perlu kembali memiliki aktivitas ekonomi kuat. Ia juga mendorong pemerintah mengambil tindakan terhadap pemegang lapak yang tidak memanfaatkannya.
Pasar Pagi harus ramai, bukan sekadar berdiri megah. Jadi, bubuhan Samarinda perlu melihat apa yang sedang dibenahi Pemkot, Ces!
Mengapa DPRD Samarinda meminta kios Pasar Pagi segera diaktifkan?
Helmi mengatakan berbagai strategi Pemkot untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan layak didukung selama memberikan dampak terhadap keberlangsungan pasar dan pendapatan asli daerah (PAD).
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian ialah pemanfaatan rooftop Pasar Pagi sebagai kafe. Konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan daya tarik baru, terutama bagi kalangan muda.
“Kalau itu memang berdampak terhadap keberlangsungan Pasar Pagi dan menambah PAD, tentu kami dukung. Bagaimanapun juga Pasar Pagi ini merupakan ikon Samarinda, apalagi sekarang sudah direvitalisasi,” ujar Helmi, Minggu (26/7).
Gagasan rooftop tersebut sebelumnya juga disampaikan Pemkot. Area rooftop disebut memiliki pemandangan langsung ke Sungai Mahakam dan berpotensi dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus kawasan kuliner.
Namun, DPRD menilai persoalan utama tidak cukup diselesaikan dengan menghadirkan daya tarik baru. Aktivitas perdagangan di dalam gedung harus terlebih dahulu diperkuat.
Berapa banyak kios Pasar Pagi yang belum aktif?
Data yang disampaikan Pemkot melalui Dinas Perdagangan menunjukkan masih terdapat sekitar 1.500 kios yang belum beroperasi dari sekitar 2.500 tempat usaha yang tersedia. Pemkot sebelumnya menetapkan batas waktu hingga akhir Agustus 2026 bagi penerima kios untuk mulai berjualan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terdapat pedagang yang sudah memperoleh lapak, tetapi belum membuka aktivitas usaha. Pada saat bersamaan, pedagang lain yang ingin berjualan masih membutuhkan ruang.
Helmi mengatakan DPRD juga telah berdiskusi dengan Komisi II terkait persoalan tersebut.
“Kami juga berdiskusi dengan Komisi II. Informasinya masih banyak lapak yang belum difungsikan. Sementara waktu audiensi ke DPRD, banyak warga yang ngotot ingin mendapatkan lapak di Pasar Pagi,” katanya.
Karena itu, DPRD berharap seluruh lapak dapat dioptimalkan paling lambat Agustus. Pemerintah juga didorong mengambil kembali lapak yang tidak digunakan dan mengalihkannya kepada pedagang yang benar-benar ingin menjalankan usaha.
Apa sikap DPRD terhadap pedagang yang tidak menggunakan lapaknya?
Helmi meminta Pemkot Samarinda bersikap tegas. Menurutnya, fasilitas yang sudah diberikan pemerintah harus benar-benar digunakan untuk aktivitas perdagangan, bukan sekadar menjadi hak yang tidak menghasilkan kegiatan ekonomi.
“Menurut saya, pemerintah kota harus tegas. Kalau sudah punya lapak tapi tidak difungsikan, ya cari pedagang lain yang benar-benar riil ingin berjualan di Pasar Pagi. Kan itu saja,” ujarnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan langkah Dinas Perdagangan Samarinda yang sebelumnya memberikan tenggat sampai akhir Agustus 2026. Jika kios tidak dimanfaatkan, hak penggunaan dapat dievaluasi dan ditarik kembali.
Bagi pedagang yang sudah membuka usaha, keberadaan kios kosong juga menjadi persoalan tersendiri. Aktivitas perdagangan yang belum merata membuat sejumlah area pasar masih minim pengunjung.
Mengapa Pasar Pagi baru masih terasa sepi?
Keluhan pedagang bukan hanya mengenai jumlah kios yang belum dibuka. Berdasarkan informasi lapangan, akses menuju lantai atas serta tata letak kios turut memengaruhi pergerakan pengunjung.
Area lantai dua disebut belum memiliki pergerakan pengunjung yang optimal. Kondisi itu semakin terasa karena sejumlah komoditas penting seperti sayur, ikan, dan daging belum seluruhnya menempati area pasar baru.
Pedagang juga mengeluhkan pembeli yang minim sejak pagi hingga siang. Area pojok lantai enam menjadi salah satu lokasi yang disebut paling sepi karena jarang dilewati pengunjung.
Persoalan akses menjadi penting karena bangunan baru Pasar Pagi dirancang bertingkat dengan pembagian area berdasarkan zonasi perdagangan. Informasi mengenai desain awal juga menunjukkan keberadaan fasilitas vertikal dan area rooftop sebagai bagian dari konsep pasar modern.
Di sisi lain, aspek kebersihan justru mendapat catatan positif. Setelah revitalisasi, kondisi Pasar Pagi dinilai terasa lebih bersih dan nyaman dibanding sebelumnya.
Baca Juga: 560 Korban PHK Tambang di Samarinda Cari Peluang Baru, Job Fair Jadi Harapan
Berapa anggaran revitalisasi Pasar Pagi Samarinda?
Total anggaran revitalisasi Pasar Pagi disebut sekitar Rp468,5 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam beberapa tahapan pekerjaan pembangunan.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Samarinda juga menyiapkan sekitar Rp3 miliar untuk menangani persoalan tempias air hujan pada bangunan baru. Pekerjaan tambahan tersebut telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Persoalan tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi tidak berhenti ketika bangunan selesai. Pemerintah masih perlu melakukan evaluasi terhadap fasilitas dan kenyamanan pengguna pasar.
Apakah rooftop kafe Pasar Pagi bisa membuat Pasar Pagi ramai?
Pemanfaatan rooftop sebagai kafe dan kawasan kuliner memiliki potensi menjadi magnet baru bagi pengunjung. Pemkot sebelumnya menyebut area tersebut luas dan memiliki pemandangan Sungai Mahakam, sehingga dapat dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus pendukung aktivitas ekonomi.
Namun, daya tarik baru akan sulit berdampak maksimal apabila persoalan dasar perdagangan belum selesai.
Kios kosong, distribusi pedagang yang belum merata, akses antararea, serta pergerakan pengunjung perlu ditangani bersamaan. Kalau salah satu mata rantainya terputus, pasar tetap berisiko ramai hanya di bagian tertentu.
Bagi Pasar Pagi, tantangannya bukan lagi sekadar membangun gedung baru. Tantangan berikutnya adalah membuat gedung tersebut benar-benar hidup.
Poin Penting:
- DPRD Samarinda mendukung strategi Pemkot menghidupkan kembali aktivitas Pasar Pagi.
- Sekitar 1.500 dari 2.500 tempat usaha dilaporkan belum beroperasi berdasarkan data yang disampaikan pada Juni 2026.
- Pemkot memberikan batas waktu hingga akhir Agustus 2026 bagi penerima kios untuk mulai berjualan.
- Helmi Abdullah meminta lapak yang tidak digunakan dapat dialihkan kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan.
- Rooftop Pasar Pagi diusulkan menjadi kawasan kafe dan kuliner untuk menarik pengunjung serta mendukung PAD.
- Pemkot menyiapkan sekitar Rp3 miliar untuk mengatasi tempias air hujan dengan target penyelesaian Desember 2026.
Insight Redaksi: Pasar Pagi Samarinda kini menghadapi ujian sesungguhnya: mengubah investasi fisik menjadi aktivitas ekonomi. Bangunan modern belum cukup jika pedagang dan pembeli belum bertemu secara alami. Rooftop boleh menjadi magnet, tetapi akses dan keterisian kios harus dibereskan lebih dahulu. Kada cukup megah, pasar harus benar-benar hidup dan menghasilkan manfaat.
Rekomendasi: Pemkot perlu memetakan kios kosong, arus pengunjung, komoditas utama, dan akses tiap lantai secara berkala agar kebijakan tepat sasaran.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami perkembangan Pasar Pagi Samarinda dan ikut mengawal pemanfaatannya.
Ikuti terus kabar terbaru Samarinda dan Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan batas waktu pedagang harus mulai menggunakan kios Pasar Pagi?
Pemkot Samarinda memberikan tenggat hingga akhir Agustus 2026 bagi penerima kios untuk mulai menjalankan aktivitas perdagangan.
2. Apa yang terjadi jika kios Pasar Pagi tetap kosong?
Pemerintah dapat mengevaluasi dan menarik kembali hak penggunaan kios, kemudian mengalihkannya kepada pedagang yang siap berjualan.
3. Mengapa rooftop Pasar Pagi ingin dijadikan kafe?
Rooftop dinilai memiliki potensi menjadi daya tarik baru karena memiliki area luas dan pemandangan Sungai Mahakam. Konsepnya juga diarahkan untuk menarik segmen anak muda.
4. Apa masalah yang masih dihadapi Pasar Pagi setelah revitalisasi?
Selain kios yang belum aktif, bahan liputan mencatat persoalan akses pengunjung, distribusi pedagang, pergerakan antarblok, dan area lantai atas yang masih sepi.
5. Apakah Pemkot masih melakukan perbaikan pada gedung Pasar Pagi?
Ya. Pemkot menyiapkan sekitar Rp3 miliar untuk menangani tempias air hujan dan menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember 2026.
Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Pasar Pagi Masih Sepi, DPRD Dukung Kafe Rooftop dan Minta Disdag Tegas Tarik Lapak Mangkrak", oleh penulis M Hafiz Alfaruqi. Artikel diperbarui dengan verifikasi dan penambahan konteks, sudut pandang dan gaya balikpapantv.id
Editor : Arya Kusuma