Durasi Baca: 5 menit
Topik: Harapan peningkatan dukungan anggaran untuk percepatan pembangunan Kota Samarinda
Ikhtisar: Pemkot Samarinda meminta tambahan bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim sekaligus meluruskan informasi mengenai lampu Jembatan Achmad Amins yang padam akibat pencurian kabel.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Samarinda berharap dukungan anggaran yang lebih besar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar sejumlah program prioritas dapat diselesaikan lebih cepat. Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun usai menghadiri Mahakam Job Fair 2026 di Samarinda, Kamis (23/7).
Pembangunan daerah selalu menarik perhatian masyarakat. Lalu, bagaimana tambahan bantuan keuangan itu bisa berdampak bagi pelayanan publik? Simak sampai tuntas, Ces!
Mengapa Pemkot Samarinda Meminta Tambahan Bantuan Keuangan?
Kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan pembangunan. Karena itu, Pemkot Samarinda berharap dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat ditingkatkan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan tambahan bantuan keuangan akan memperkuat ruang fiskal pemerintah kota sehingga berbagai program prioritas dapat dijalankan dengan percepatan yang lebih baik.
"Ayo Pak Gubernur bantu. Kami tunggu bantuan keuangan yang lebih besar lagi untuk Samarinda," ujarnya.
Menurut Andi Harun, kolaborasi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Kemenkes Soroti Samarinda, Capaian Layanan HIV Tembus 99,8 Persen
Apa Penyebab Lampu Jembatan Achmad Amins Padam?
Dalam kesempatan yang sama, Andi Harun juga meluruskan informasi yang berkembang mengenai padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins.
Ia menegaskan kondisi tersebut bukan karena pemerintah kota tidak mampu membayar tagihan listrik fasilitas umum.
Penyebab utamanya, kata Andi Harun, adalah pencurian kabel instalasi penerangan oleh pelaku kriminal.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Polresta Samarinda yang telah menangkap pelaku pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins maupun di kawasan Jalan Pahlawan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolresta karena semua pencuri kabel di Jembatan Achmad Amins ditangkap, begitu juga yang mencuri kabel di Jalan Pahlawan. Orangnya ditahan, tetapi kabelnya sudah dijual," katanya.
Kasus pencurian kabel fasilitas umum tidak hanya menyebabkan lampu padam, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Mengapa Penggantian Kabel Tidak Bisa Dilakukan Seketika?
Andi Harun menjelaskan pemerintah daerah memiliki mekanisme pengadaan barang yang harus dipatuhi.
Karena kabel yang hilang merupakan aset pemerintah, penggantiannya harus melalui proses pengadaan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta memperoleh persetujuan DPRD sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau kabel dicuri tidak bisa langsung diganti. Harus menunggu proses pengadaan melalui APBD dan persetujuan DPRD," jelasnya.
Proses administrasi tersebut membuat penggantian fasilitas yang hilang memerlukan waktu meskipun pemerintah telah mengetahui penyebab kerusakannya.
Di sisi lain, pemerintah tetap berupaya melakukan langkah-langkah sesuai aturan agar penerangan dapat kembali berfungsi.
Pemkot Minta Masyarakat Tidak Mudah Percaya Informasi Keliru
Andi Harun juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati menerima informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia menegaskan kabar yang menyebut Pemkot Samarinda tidak mampu membayar tagihan listrik fasilitas umum merupakan informasi yang tidak benar.
"Jangan sebarkan hoaks bahwa kita tidak mampu bayar listrik. Lampu Jembatan Achmad Amins mati karena kabelnya dicuri, bukan karena kita tidak mampu bayar," tegasnya.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kinerja pemerintah daerah.
Bagi pemerintah daerah, penyebaran informasi yang akurat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah munculnya persepsi yang keliru terhadap pelayanan publik.
Baca Juga: Kantong Parkir Truk di Samarinda Masih Dibahas, Dishub Fokus Relokasi Pergudangan ke Palaran
Poin Penting:
- Pemkot Samarinda berharap bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim dapat ditingkatkan.
- Tambahan anggaran diharapkan mempercepat realisasi program pembangunan prioritas.
- Lampu Jembatan Achmad Amins padam akibat pencurian kabel, bukan karena tunggakan listrik.
- Pelaku pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins dan Jalan Pahlawan telah ditangkap Polresta Samarinda.
- Penggantian kabel harus melalui mekanisme pengadaan APBD dan persetujuan DPRD.
- Pemkot mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Insight Redaksi: Dukungan anggaran memang penting untuk mempercepat pembangunan, tetapi perlindungan terhadap aset publik juga sama pentingnya. Kasus pencurian kabel menunjukkan fasilitas umum dapat terganggu bukan semata karena persoalan anggaran. Bagi daerah berkembang seperti Samarinda maupun Balikpapan, pengawasan aset publik perlu diperkuat bersama masyarakat. Kada cukup hanya membangun, pemeliharaan juga harus dijaga bersama, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami duduk persoalannya. Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa Pemkot Samarinda meminta tambahan bantuan keuangan?
Untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah sehingga program pembangunan prioritas dapat direalisasikan lebih cepat.
2. Apa penyebab lampu Jembatan Achmad Amins padam?
Menurut Wali Kota Samarinda, lampu padam akibat pencurian kabel, bukan karena pemerintah kota tidak mampu membayar listrik.
3. Mengapa kabel tidak langsung diganti?
Karena penggantian harus melalui mekanisme pengadaan menggunakan APBD serta persetujuan DPRD.
4. Apa imbauan Pemkot kepada masyarakat?
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Singgung Hoaks Lampu Jembatan Achmad Amins, Andi Harun Harap Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim ke Samarinda Ditambah", oleh penulis Denny Saputra. Artikel ini disusun kembali dengan sudut pandang baru dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.