Dana Penelitian Turun, BRIDA Kaltim Andalkan Kolaborasi untuk Jaga Produktivitas

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:14 WIB
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menyampaikan strategi kolaborasi pendanaan menjaga produktivitas riset daerah meski anggaran menurun. (DOK. Denny Saputra/KP)
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menyampaikan strategi kolaborasi pendanaan menjaga produktivitas riset daerah meski anggaran menurun. (DOK. Denny Saputra/KP)

Durasi: 5 Menit

Topik: Strategi efisiensi riset daerah di tengah keterbatasan anggaran penelitian

Ikhtisar: Penurunan anggaran penelitian mendorong BRIDA Kalimantan Timur memperkuat kolaborasi pendanaan dan efisiensi metodologi guna menjaga produktivitas riset yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur menargetkan menghasilkan 20 hingga 30 penelitian sepanjang tahun ini meski anggaran riset mengalami penyusutan dan ruang pembiayaan penelitian semakin terbatas.

Riset daerah tetap berjalan. Menariknya, strategi yang dipilih bukan memangkas target, melainkan memperkuat kolaborasi dan mencari sumber pendanaan baru dari berbagai pihak, Ces!

Bagaimana BRIDA Kaltim Menjaga Produktivitas Penelitian?

Penurunan anggaran sering kali menjadi tantangan besar bagi lembaga penelitian. Namun kondisi tersebut tidak membuat BRIDA Kaltim mengurangi ambisi untuk tetap menghasilkan riset yang relevan bagi pembangunan daerah.

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, mengungkapkan bahwa anggaran penelitian yang sebelumnya berada pada kisaran lebih dari Rp 30 miliar kini berada di angka sekitar Rp 19 miliar.

Sebagian dana yang tersedia juga digunakan untuk kebutuhan operasional dan belanja rutin. Dampaknya, alokasi yang benar-benar dapat digunakan untuk penelitian menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, BRIDA memilih mencari solusi daripada mengurangi aktivitas penelitian.

"Kami tidak berkecil hati. Kami mencari pendanaan riset dari luar, baik melalui perguruan tinggi, perusahaan, maupun lembaga luar negeri," ujarnya, Rabu (22/7).

Target 20 hingga 30 penelitian pun tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Jargas Samarinda Masuk Tahap Uji Coba, 7.619 Rumah Segera Nikmati Layanan

Mengapa Pendanaan Kolaboratif Menjadi Pilihan?

Salah satu strategi utama yang kini dijalankan adalah membangun kerja sama pendanaan dengan berbagai mitra.

Model ini memungkinkan satu penelitian didukung oleh lebih dari satu sumber pembiayaan sehingga beban anggaran pemerintah dapat berkurang tanpa menghentikan kegiatan riset.

Menurut Fitriansyah, BRIDA menerapkan konsep join research dan join funding dalam berbagai program penelitian.

Melalui skema tersebut, penelitian dapat dilaksanakan bersama perguruan tinggi, perusahaan, organisasi nonpemerintah, hingga lembaga internasional yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan daerah.

"Kalau ada riset Rp 100 juta, misalnya separuh dibiayai BRIDA dan separuh lagi dari mitra. Jadi kolaborasi juga dalam pendanaannya," tambahnya.

Pendekatan semacam ini juga memberi keuntungan tambahan karena melibatkan lebih banyak pihak dalam proses penelitian. Hasil riset berpotensi lebih mudah diterapkan karena sejak awal sudah melibatkan pemangku kepentingan yang berkaitan langsung dengan isu yang diteliti.

Apa Saja Langkah Efisiensi yang Dilakukan?

Selain mencari pendanaan alternatif, BRIDA juga melakukan sejumlah penyesuaian dalam metode penelitian.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengubah pola pengambilan sampel di lapangan agar biaya operasional dapat ditekan.

Jika sebelumnya penelitian dilakukan di seluruh 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, kini pengumpulan data hanya dilakukan pada daerah tertentu yang dianggap mampu mewakili kondisi wilayah secara keseluruhan.

Pendekatan ini dipilih untuk mengurangi biaya perjalanan dinas yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam pelaksanaan riset.

"Metodologinya kami sesuaikan seminimal mungkin supaya riset tetap berjalan, meskipun memang ada pengaruh terhadap hasilnya," jelasnya.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan validitas data agar penelitian masih dapat memberikan gambaran yang bermanfaat bagi pengambil kebijakan.

Langkah efisiensi lainnya dilakukan pada aspek pengujian laboratorium yang juga membutuhkan biaya cukup besar.

Baca Juga: Kemenkes Soroti Samarinda, Capaian Layanan HIV Tembus 99,8 Persen

Mengapa Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Semakin Penting?

BRIDA Kaltim saat ini belum memiliki laboratorium sendiri untuk mendukung berbagai kebutuhan pengujian ilmiah.

Karena itu, lembaga tersebut masih memanfaatkan fasilitas laboratorium milik perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Timur.

Kondisi ini membuat kerja sama dengan kampus menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai mitra akademik tetapi juga sebagai pendukung infrastruktur penelitian.

Kolaborasi tersebut membantu menekan biaya investasi yang harus dikeluarkan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas baru.

Di sisi lain, perguruan tinggi juga memperoleh manfaat berupa peluang penelitian bersama yang dapat meningkatkan produktivitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Model kemitraan semacam ini semakin relevan ketika kebutuhan penelitian terus meningkat sementara anggaran publik harus dibagi ke berbagai sektor pembangunan lainnya.

Seberapa Penting Dampak Hasil Riset bagi Pembangunan Kaltim?

Bagi BRIDA Kaltim, ukuran keberhasilan penelitian bukan hanya jumlah laporan yang dihasilkan setiap tahun.

Yang lebih penting adalah sejauh mana hasil penelitian mampu digunakan untuk menyelesaikan persoalan pembangunan maupun mengembangkan potensi unggulan daerah.

Penelitian yang berkualitas dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari sektor ekonomi, lingkungan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, meskipun anggaran mengalami penyesuaian, fokus terhadap kualitas hasil penelitian tetap dipertahankan.

"Kami mengukur bukan hanya jumlah riset, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dimanfaatkan dan berdampak bagi pembangunan Kaltim," tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa orientasi BRIDA bukan sekadar memenuhi target administratif, melainkan memastikan setiap penelitian memberikan nilai nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Baca Juga: Berawal dari Laporan Warga, Pria Bawa 90 Poket Sabu Ditangkap

Poin Penting:

Insight Redaksi: Di tengah banyaknya kebutuhan pembangunan daerah, kemampuan BRIDA Kaltim menjaga produktivitas riset patut dicermati. Bukan semata soal jumlah penelitian, tetapi bagaimana setiap rupiah anggaran menghasilkan manfaat nyata. Pendekatan kolaboratif ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain yang menghadapi keterbatasan serupa. Efisiensi pang penting, tetapi kualitas kada boleh terabaikan. Kaltim memerlukan riset yang benar-benar menjawab kebutuhan daerah, bukan sekadar dokumen di rak arsip, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami bagaimana riset daerah tetap bergerak meski ruang anggaran makin ketat.

Tetap ikuti perkembangan kebijakan, inovasi, dan pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa target penelitian BRIDA Kaltim pada tahun ini?
BRIDA Kaltim menargetkan menghasilkan sekitar 20 hingga 30 penelitian.

2. Mengapa anggaran penelitian menjadi terbatas?
Karena anggaran penelitian menurun menjadi sekitar Rp 19 miliar dan sebagian digunakan untuk belanja rutin.

3. Bagaimana BRIDA mencari tambahan pendanaan riset?
Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, lembaga nonpemerintah, dan lembaga luar negeri.

4. Apa yang dimaksud join funding dalam penelitian?
Skema pendanaan bersama antara BRIDA dan mitra untuk membiayai satu penelitian.

5. Apa fokus utama BRIDA dalam mengukur keberhasilan riset?
Pemanfaatan hasil penelitian dan dampaknya terhadap pembangunan Kalimantan Timur.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini", oleh penulis Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Fitriansyah BRIDA Kaltim kalimantan timur