Mebeler SDN 027 Samarinda Belum Tersedia, DPRD Minta Disdik Bergerak Cepat

AdminBTV • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:44 WIB
Ruang kelas SDN 027 Samarinda Ulu menjadi perhatian setelah digunakan tanpa mebeler lengkap.
Ruang kelas SDN 027 Samarinda Ulu menjadi perhatian setelah digunakan tanpa mebeler lengkap.

Durasi: 5 menit

Topik: DPRD Samarinda Mendorong Percepatan Pengadaan Mebeler Sekolah Dasar

Ikhtisar: DPRD Samarinda meminta percepatan pengadaan mebeler sekolah dan mendorong komunikasi terbuka antara sekolah, orang tua, serta pemerintah daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Samarinda mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempercepat pengadaan mebeler sekolah dasar yang masih kosong, termasuk SDN 027 Samarinda Ulu, agar kegiatan belajar siswa tidak terganggu. Persoalan ini juga muncul di sejumlah sekolah lain, bukan hanya yang ramai di media sosial. Jadi, penting dibaca sampai tuntas nah, Ces!

Baca Juga: Cemburu Berujung Dugaan Penganiayaan, Pria di Samarinda Ulu Kini Jalani Proses Hukum

Mengapa kekurangan mebeler sekolah menjadi perhatian DPRD Samarinda?

Kekurangan mebeler di sejumlah sekolah dasar Samarinda menjadi perhatian Komisi IV DPRD Samarinda setelah menerima berbagai laporan dari masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie menyebut persoalan tersebut tidak hanya terjadi di SDN 027 Samarinda Ulu.

Dalam setahun terakhir, legislatif juga menerima aduan terkait mebeler serta penyelesaian fasilitas pendukung pendidikan di sekolah lain.

“Permasalahan ini bukan hanya yang viral di media sosial. Di luar itu juga ada laporan soal mebeler maupun penyelesaian fasilitas lainnya,” ujar Novan, Senin (20/7).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan fasilitas sekolah memiliki cakupan yang lebih luas daripada satu kasus yang mendapat perhatian publik.

Mengapa pengadaan mebeler sekolah mengalami keterlambatan?

Menurut Novan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan sejumlah program sarana dan prasarana pendidikan.

Alokasi anggaran pendidikan tetap memenuhi amanat minimal 20 persen APBD, tetapi penggunaannya juga mencakup kebutuhan rutin dan kewajiban anggaran sebelumnya.

Belanja gaji, tunjangan, BOS daerah, serta penyelesaian kewajiban Disdikbud tahun 2025 menjadi bagian dari prioritas anggaran 2026.

“Prioritas tahun 2026 memang menyelesaikan utang kegiatan 2025 terlebih dahulu, sehingga beberapa program sarana prasarana ikut terdampak,” jelasnya.

Kondisi itu membuat sejumlah program fasilitas sekolah harus menunggu tahapan berikutnya. Pengadaan mebeler menjadi salah satu kebutuhan yang terdampak proses tersebut.

Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Dikebut Lagi, Rp10,64 Miliar Disiapkan untuk Menuntaskan Segmen 1

Bagaimana nasib mebeler SDN 027 Samarinda Ulu?

SDN 027 Samarinda Ulu dipastikan masuk dalam perencanaan pengadaan mebeler yang telah dipaparkan Disdikbud kepada DPRD Samarinda.

Namun, proses realisasi belum berjalan sesuai kebutuhan sekolah karena masih menunggu penyelesaian administrasi pengadaan barang.

“Sekolah itu sudah masuk perencanaan, hanya memang pelaksanaannya terhambat proses administrasi pengadaannya,” ucap Novan.

Sebelumnya, beberapa ruang kelas baru di SDN 027 Samarinda Ulu telah digunakan untuk kegiatan MPLS tahun ajaran 2026-2027.

Sekolah yang berada di Jalan Pramuka, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, itu menggunakan ruang baru yang belum dilengkapi mebeler.

Akibatnya, siswa mengikuti kegiatan dengan memanfaatkan karpet plastik dan meja lipat. Situasi inilah yang kemudian menjadi perhatian publik.

Bagi sekolah, ruang kelas baru tentu baru benar-benar berfungsi apabila kebutuhan dasar pembelajaran di dalamnya tersedia.

Apa langkah DPRD Samarinda agar pengadaan tidak kembali terlambat?

DPRD Samarinda meminta Disdikbud segera menyelesaikan tahapan administrasi yang diperlukan agar proses pengadaan dapat berjalan.

Novan menilai keterlambatan dokumen jangan sampai berujung pada molornya proses lelang dan mengganggu aktivitas belajar siswa.

“Yang kami tekankan jangan sampai keterlambatan administrasi berdampak pada proses belajar siswa. Dokumen harus segera diselesaikan supaya pengadaan bisa cepat dilaksanakan,” tegasnya.

Dorongan tersebut menjadi penting karena ruang kelas yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa meja, kursi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Di sisi lain, DPRD juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila persoalan fasilitas sekolah belum mendapatkan penjelasan yang memadai.

Baca Juga: Diduga Berawal dari Kantin, Kebakaran SDN 002 Loa Janan Ganggu Kegiatan Belajar

Mengapa komunikasi sekolah dan orang tua ikut menjadi sorotan?

Novan mengimbau orang tua siswa terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihak sekolah ketika menemukan persoalan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, komunikasi langsung dapat membantu menjelaskan kondisi sebenarnya dan mencegah munculnya informasi yang simpang siur.

“Kalau memang penjelasan dari sekolah belum jelas, baru laporkan ke pihak yang berwenang. DPRD siap menerima laporan dan melakukan klarifikasi kepada dinas,” pungkasnya.

Bagi orang tua, informasi yang jelas menjadi bagian penting dalam memahami kondisi sekolah tempat anak belajar.

Sekolah juga diharapkan mampu memberikan penjelasan terbuka mengenai kendala fasilitas, termasuk rencana penyelesaiannya.

Di titik ini, persoalan mebeler bukan sekadar soal meja dan kursi. Ada kebutuhan untuk memastikan ruang belajar yang sudah tersedia dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Persoalan mebeler memperlihatkan bahwa pembangunan ruang kelas dan pemenuhan perlengkapannya harus berjalan beriringan. Ruang baru tanpa fasilitas dasar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa. DPRD sudah mendorong percepatan administrasi, sementara sekolah perlu aktif memberi penjelasan kepada orang tua. Kada cukup hanya menunggu pengadaan selesai. Transparansi informasi juga penting, nah Ces!

Rekomendasi realistisnya, sekolah dapat menyampaikan perkembangan pengadaan secara berkala kepada orang tua melalui forum komunikasi yang tersedia. Dengan begitu, informasi mengenai kendala, tahapan, dan target pemenuhan fasilitas dapat dipahami bersama.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya informasi soal fasilitas pendidikan di Samarinda makin mudah dipahami dan tidak menimbulkan simpang siur, Ces!

Bubuhan ikam, terus ikuti informasi pendidikan dan kabar daerah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

1. Apakah kekurangan mebeler hanya terjadi di SDN 027 Samarinda Ulu?
Tidak. DPRD Samarinda menyebut telah menerima laporan serupa dari sejumlah sekolah lain.

2. Apakah SDN 027 Samarinda Ulu masuk rencana pengadaan mebeler?
Ya. Sekolah tersebut masuk dalam perencanaan pengadaan yang dipaparkan Disdikbud kepada DPRD Samarinda.

3. Mengapa pengadaan mebeler belum terealisasi?
Prosesnya masih terkendala tahapan administrasi pengadaan barang dan prioritas penyelesaian kewajiban anggaran tahun 2025.

4. Apa yang diminta DPRD Samarinda kepada Disdikbud?
DPRD meminta penyelesaian administrasi dipercepat agar proses pengadaan dan lelang tidak kembali terlambat.

5. Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua jika menemukan masalah fasilitas sekolah?
Orang tua disarankan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah untuk memperoleh penjelasan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul “DPRD Dorong Disdik Samarinda Percepat Pengadaan Mebeler Sekolah, Harap Sekolah Beri Penjelasan ke Orang Tua”, oleh penulis Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
pengadaan mebeler sekolah SDN 027 Samarinda Ulu dprd samarinda