Durasi Baca: 7 menit
Topik: Penyaluran pembiayaan usaha produktif di Kalimantan Timur terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat
Ikhtisar: Realisasi KUR dan UMi di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif, memperluas akses modal usaha sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Timur menembus Rp2,056 triliun hingga 31 Mei 2026 dan telah dimanfaatkan 23.902 debitur. Bersamaan dengan itu, Kredit Ultra Mikro (UMi) juga terus disalurkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang belum terjangkau layanan perbankan.
Masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha melalui pembiayaan bersubsidi. Simak sampai selesai, siapa tahu usaha yang sedang dirintis bisa ikut berkembang, Ces!
Bagaimana perkembangan penyaluran KUR dan UMi di Kalimantan Timur?
Akses pembiayaan menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Di Kalimantan Timur, dukungan tersebut terus diperkuat melalui dua skema utama, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Timur, Tjahjo Purnomo, mengungkapkan hingga 31 Mei 2026 realisasi penyaluran KUR mencapai Rp2.056,66 miliar atau sekitar Rp2,056 triliun.
"Untuk penyaluran KUR terealisasi Rp2.056,66 miliar yang disalurkan kepada 23.902 debitur, sedangkan UMi terealisasi Rp28,67 miliar yang disalurkan kepada 4.323 debitur," ujar Tjahjo.
Data tersebut menunjukkan bahwa ribuan pelaku usaha di berbagai daerah Kalimantan Timur masih memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah sebagai modal untuk mempertahankan maupun memperluas usahanya.
Sementara itu, pembiayaan melalui skema UMi tetap menjadi solusi bagi pelaku usaha berskala sangat kecil yang belum memenuhi persyaratan memperoleh pembiayaan melalui perbankan.
Skema ini dirancang agar pelaku usaha pemula tetap memiliki kesempatan memperoleh tambahan modal tanpa harus langsung mengakses kredit perbankan konvensional.
Baca Juga: Masterplan Kereta Api Lintas Kalimantan Diperbarui, Peluang Konektivitas Antarprovinsi Makin Terbuka
Mengapa pembiayaan ini penting bagi ekonomi daerah?
Menurut Tjahjo Purnomo, penyaluran KUR dan UMi bukan sekadar program pembiayaan, melainkan bagian dari strategi pemerintah menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
"Secara keseluruhan, kinerja fiskal Kaltim hingga Mei 2026 menunjukkan performa yang solid dan resilien serta menunjukkan komitmen belanja negara yang efektif untuk mengawal pembangunan infrastruktur strategis dan memperkokoh ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR dan UMi," katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya menopang pembangunan fisik, tetapi juga menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak.
Ketika pelaku usaha memperoleh akses modal yang lebih mudah, peluang memperluas produksi, meningkatkan omzet, hingga menyerap tenaga kerja juga ikut terbuka.
Bagi daerah seperti Kalimantan Timur yang sedang menghadapi dinamika pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, keberadaan pembiayaan produktif menjadi salah satu instrumen penting agar pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Seperti apa capaian nasional penyaluran KUR sepanjang 2026?
Perkembangan positif juga terlihat pada tingkat nasional.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, menyampaikan bahwa hingga 25 Juni 2026 realisasi penyaluran KUR nasional telah mencapai Rp143,2 triliun.
Nilai tersebut setara dengan 49,3 persen dari target penyaluran KUR tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp290 triliun.
Pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM di berbagai daerah Indonesia.
Khusus kawasan Indonesia Timur, Sulawesi Selatan masih menjadi provinsi dengan penyaluran terbesar mencapai Rp8,18 triliun.
Di bawahnya terdapat Sulawesi Tenggara dengan realisasi Rp2,03 triliun, disusul Sulawesi Tengah sebesar Rp1,90 triliun.
Sementara itu, penyaluran KUR di Maluku Utara tercatat sebesar Rp315 miliar.
Jika digabungkan, total penyaluran KUR di kawasan Indonesia Timur telah mencapai Rp16,5 triliun yang diterima 255.979 debitur UMKM.
Menariknya, sekitar 24 ribu di antaranya merupakan debitur baru. Selain itu, sekitar 18 ribu pelaku usaha telah berhasil naik kelas atau masuk kategori debitur graduasi setelah usahanya berkembang.
Data tersebut menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas usaha secara bertahap.
Mengapa sektor produksi menjadi perhatian utama pemerintah?
Pemerintah terus mendorong agar pembiayaan KUR semakin banyak mengalir ke sektor-sektor produktif.
Hingga pertengahan 2026, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 68,2 persen. Angka tersebut melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 65 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan semakin banyak diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka lapangan kerja," jelas Helvi Moraza.
Meski demikian, pemerintah masih melihat adanya ruang perbaikan.
Dari 10 lembaga penyalur KUR di kawasan Indonesia Timur, baru dua lembaga yang berhasil memenuhi target penyaluran minimal 65 persen kepada sektor produksi.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh lembaga penyalur untuk meningkatkan pendampingan kepada UMKM agar pembiayaan semakin tepat sasaran.
"Kami mengajak seluruh lembaga penyalur untuk semakin aktif mendampingi dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas," pungkasnya.
Apa kebijakan baru yang mempermudah pelaku UMKM memperoleh KUR?
Selain meningkatkan penyaluran, pemerintah juga melakukan penyempurnaan regulasi agar akses pembiayaan semakin fleksibel.
Melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, terdapat sejumlah perubahan yang memberi peluang lebih besar bagi pelaku UMKM.
Salah satu kebijakan baru adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kini dapat dimanfaatkan sebagai agunan tambahan dalam pengajuan KUR.
Kebijakan ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha kreatif yang memiliki aset berupa merek, hak cipta, atau bentuk HKI lainnya untuk memperoleh akses pembiayaan.
Selain itu, pelaku UMKM pada sektor produksi maupun perdagangan berorientasi ekspor tetap dapat memperoleh fasilitas KUR dengan suku bunga efektif sebesar 6 persen.
Regulasi terbaru juga menghapus pembatasan frekuensi akad maupun akumulasi pinjaman, sehingga pelaku usaha yang berkembang tetap memiliki kesempatan memperoleh pembiayaan lanjutan sesuai kebutuhan usahanya.
Perubahan tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Poin Penting:
- Penyaluran KUR di Kalimantan Timur mencapai Rp2,056 triliun hingga 31 Mei 2026.
- Sebanyak 23.902 debitur menerima manfaat KUR di Kalimantan Timur.
- Pembiayaan UMi telah disalurkan sebesar Rp28,67 miliar kepada 4.323 debitur.
- Realisasi KUR nasional mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target 2026.
- Porsi KUR ke sektor produksi mencapai 68,2 persen, melampaui target nasional.
- HKI kini dapat digunakan sebagai agunan tambahan dalam pengajuan KUR berdasarkan regulasi terbaru.
Insight Redaksi: Penguatan pembiayaan UMKM di Kalimantan Timur memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi kada hanya bergantung pada proyek besar. Modal usaha yang mudah diakses mampu memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang secara bertahap. Tantangan berikutnya pang bukan sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan pendampingan berjalan sehingga usaha benar-benar naik kelas. Di daerah yang ekonominya terus tumbuh seperti Kaltim, kualitas pembiayaan akan sama pentingnya dengan jumlah penyaluran. Itu pang yang layak terus dikawal, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak pelaku usaha memahami peluang pembiayaan yang tersedia. Terus ikuti perkembangan ekonomi daerah dan informasi yang berdampak langsung bagi masyarakat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa nilai penyaluran KUR di Kalimantan Timur hingga Mei 2026?
Mencapai Rp2.056,66 miliar atau sekitar Rp2,056 triliun kepada 23.902 debitur.
2. Berapa realisasi pembiayaan UMi di Kalimantan Timur?
Sebesar Rp28,67 miliar yang telah diterima oleh 4.323 debitur.
3. Berapa realisasi penyaluran KUR nasional hingga 25 Juni 2026?
Mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target Rp290 triliun.
4. Apa perubahan penting dalam aturan KUR tahun 2026?
HKI dapat dijadikan agunan tambahan, suku bunga efektif tetap 6 persen bagi sektor tertentu, serta pembatasan frekuensi akad dan akumulasi pinjaman dihapus.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post dengan judul "Tembus Rp2 Triliun, Hampir 24 Ribu Pelaku Usaha di Kaltim Nikmati KUR", oleh penulis Raden Roro Mira Budi Asih. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma