Durasi: 6 menit
Topik: DPRD Samarinda mendesak transparansi PLN terkait pemadaman listrik yang mengganggu layanan air bersih
Ikhtisar: Pemadaman listrik bergilir berdampak pada distribusi air bersih di Samarinda. DPRD meminta PLN menjelaskan penyebab gangguan, target perbaikan, serta kepastian pemulihan layanan kepada masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Samarinda kini memunculkan dampak yang semakin luas. Bukan hanya menghambat aktivitas warga, gangguan pasokan listrik juga menyebabkan distribusi air bersih ikut terganggu karena operasional pompa milik Perumdam Tirta Kencana sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Masalahnya bukan sekadar listrik padam beberapa jam. Saat air bersih juga ikut tersendat, aktivitas rumah tangga hingga pelayanan publik ikut terdampak. Simak sampai tuntas, Ces!
Apa yang membuat DPRD Samarinda mendesak PLN lebih terbuka?
DPRD Kota Samarinda meminta PT PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Permintaan tersebut disampaikan setelah persoalan pemadaman ikut dibahas dalam rapat Komisi II DPRD bersama Perumdam Tirta Kencana Samarinda.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menilai masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi pada sistem kelistrikan.
Menurutnya, selama ini publik hanya menerima penjelasan umum bahwa pemadaman dipicu gangguan pada pembangkit listrik, tanpa adanya keterangan rinci mengenai lokasi gangguan, jenis kerusakan, maupun estimasi penyelesaiannya.
Padahal, keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat memahami situasi yang sedang dihadapi dan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Joha menegaskan bahwa kepastian waktu perbaikan menjadi salah satu hal yang paling dinantikan warga.
"Semestinya harus ada target yang jelas. Kalau memang ada kerusakan, sampaikan kerusakannya apa, diperbaiki sampai kapan, dan kapan selesai," tegasnya.
Baca Juga: Inflasi Kalimantan Timur Stabil di Juni 2026, Rantai Pasok Jadi Kunci
Mengapa distribusi air bersih ikut terganggu?
Dampak pemadaman ternyata tidak berhenti pada padamnya lampu di rumah warga.
Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengoperasikan sistem distribusi air menggunakan pompa berkapasitas besar yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus.
Saat listrik padam, sebagian besar pompa berhenti bekerja sehingga suplai air menuju pelanggan ikut melambat bahkan terhenti di beberapa kawasan.
Joha Fajal menjelaskan bahwa perusahaan daerah air minum memang memiliki generator cadangan atau genset.
Namun, kapasitasnya belum mampu menggantikan seluruh kebutuhan listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan semua mesin produksi dan distribusi air.
"Salah satu keluhan masyarakat adalah distribusi air PDAM yang tersendat akibat listrik padam. Memang Perumdam menggunakan genset, tetapi kapasitasnya tidak mungkin mengoperasikan seluruh mesin yang dibutuhkan untuk menyuplai air ke masyarakat," ujarnya, Jumat (3/7).
Kondisi tersebut membuat warga menghadapi dua persoalan sekaligus dalam waktu bersamaan.
Di satu sisi aktivitas rumah tangga terganggu akibat pemadaman listrik, sementara di sisi lain kebutuhan air bersih juga menjadi sulit dipenuhi.
Baca Juga: Pertamina Bangun Toilet di Sekolah Rimba Samarinda, Akses Belajar 124 Anak Makin Layak
Mengapa kepastian informasi dinilai sangat penting?
Selain meminta percepatan perbaikan, DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang lebih jelas dari PLN.
Menurut Joha, minimnya informasi justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagian warga mulai mengaitkan seringnya pemadaman listrik dengan isu lain yang sebenarnya belum tentu memiliki hubungan langsung.
Salah satu spekulasi yang berkembang adalah dugaan bahwa pemadaman berkaitan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau penjelasannya tidak jelas, wajar masyarakat punya asumsi sendiri. Ada yang mengaitkan dengan kenaikan BBM karena sebelumnya listrik normal, lalu setelah BBM naik justru sering terjadi pemadaman bergilir," katanya.
Situasi seperti ini dinilai dapat dihindari apabila informasi mengenai kondisi pembangkit, proses perbaikan, hingga target penyelesaian disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Dalam pelayanan publik, transparansi menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Semakin jelas informasi yang diterima publik, semakin kecil pula ruang munculnya informasi yang belum tentu benar.
Apa harapan DPRD bagi masyarakat dan PLN?
Komisi II DPRD berharap proses pemulihan sistem kelistrikan dapat berlangsung secepat mungkin sehingga pelayanan dasar masyarakat kembali normal.
Bagi warga Samarinda, listrik bukan hanya kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi penunjang berbagai layanan penting seperti penyediaan air bersih, kegiatan usaha, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Karena itu, percepatan penanganan gangguan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Di sisi lain, DPRD juga berharap PLN dapat meningkatkan pola komunikasi kepada masyarakat melalui informasi yang lebih rinci dan mudah dipahami.
Dengan begitu, masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi yang sedang berlangsung sekaligus mengetahui estimasi waktu pemulihan layanan.
Menutup pernyataannya, Joha kembali menegaskan bahwa persoalan utama yang paling dirasakan warga adalah terganggunya pelayanan publik.
"Yang paling dirasakan masyarakat adalah terganggunya pelayanan, termasuk distribusi air bersih. Harapan kami, persoalan ini segera diselesaikan," pungkasnya.
Poin Penting:
- Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Samarinda.
- Distribusi air bersih Perumdam Tirta Kencana ikut terganggu akibat pasokan listrik terhenti.
- DPRD Samarinda meminta PLN menjelaskan penyebab gangguan secara terbuka.
- DPRD juga mendesak adanya target waktu perbaikan yang jelas.
- Minimnya informasi memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
- Pemulihan kelistrikan dinilai penting agar pelayanan publik kembali normal.
Insight Redaksi: Gangguan listrik memang dapat terjadi, tetapi komunikasi kepada masyarakat sama pentingnya dengan proses perbaikan itu sendiri. Warga biasanya masih bisa memahami kondisi darurat jika memperoleh penjelasan yang terbuka dan konsisten. Kada cukup hanya menyampaikan ada gangguan tanpa kepastian langkah penyelesaiannya. Di kota yang aktivitasnya bergantung pada layanan dasar seperti air bersih, transparansi menjadi bagian penting membangun kepercayaan publik. Jadi gini pang, informasi yang jelas sering kali mampu meredam keresahan sebelum persoalan benar-benar selesai, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak warga memahami perkembangan persoalan layanan publik di Samarinda.
Tetap ikuti perkembangan informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa distribusi air bersih di Samarinda ikut terganggu?
Karena pompa distribusi Perumdam Tirta Kencana bergantung pada pasokan listrik sehingga pemadaman menghambat operasional.
2. Apa yang diminta DPRD Samarinda kepada PLN?
DPRD meminta PLN menjelaskan penyebab gangguan, lokasi kerusakan, serta target waktu penyelesaian secara terbuka.
3. Apakah Perumdam memiliki genset cadangan?
Ada, tetapi kapasitasnya belum mampu mengoperasikan seluruh mesin distribusi air bersih.
4. Mengapa muncul spekulasi di masyarakat?
Karena informasi mengenai penyebab dan proses perbaikan gangguan listrik dinilai belum disampaikan secara rinci.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kaltim Post, dengan judul "Pemadaman Listrik Bergilir di Samarinda Meluas, DPRD Minta PLN Transparan Soal Kerusakan Pembangkit", oleh penulis M Hafiz Alfaruqi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma