Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Penguatan akses pendidikan inklusif melalui dukungan fasilitas belajar dan sanitasi di Sekolah Rimba
Ikhtisar: Artikel membahas penguatan program Pendikresa, dukungan fasilitas pendidikan dan sanitasi, serta dampaknya terhadap kesempatan belajar anak di Samarinda.
Balikpapan TV - Hai Ces! PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat Program Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak (Pendikresa) dengan membangun fasilitas toilet serta menyalurkan perlengkapan belajar bagi peserta didik Sekolah Rimba di Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dengan keterbatasan akses belajar.
Masih banyak kisah pendidikan yang jarang tersorot, padahal dampaknya terasa langsung bagi masa depan anak-anak. Simak sampai tuntas, ada cerita inspiratif yang patut dikenal, Ces!
Baca Juga: Dana Rp200 Juta Jadi Sorotan Sidang Hibah KONI Samarinda, Begini Argumentasi Pembela
Bagaimana Pendikresa memperluas kesempatan belajar anak di Samarinda?
Program Pendikresa merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas lokal hero Samarinda, Yurni Handayani, sejak 2023. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan kreativitas anak melalui berbagai kegiatan pembelajaran.
Program tersebut kemudian mendapat dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal (FT) Samarinda sehingga jangkauan manfaatnya semakin luas.
Pendikresa telah menjangkau sekitar 124 anak melalui kolaborasi bersama berbagai komunitas lokal. Salah satu mitra utamanya adalah Sekolah Rimba yang selama ini menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan memperoleh pendidikan formal.
Keberadaan ruang belajar seperti Sekolah Rimba menjadi pelengkap bagi layanan pendidikan masyarakat. Tempat ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk tetap belajar dalam lingkungan yang lebih dekat dengan kondisi mereka.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pendikresa dirancang sebagai program pemberdayaan yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi pengembangan masyarakat. "Salah satunya Sekolah Rimba yang menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan formal," ujarnya, Rabu (1/7).
Mengapa pembangunan toilet menjadi bagian penting dari program ini?
Dukungan Pertamina tidak hanya berupa perlengkapan sekolah seperti tas dan kebutuhan belajar lainnya. Perusahaan juga membangun fasilitas toilet di kawasan Sekolah Rimba.
Fasilitas sanitasi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Toilet yang memadai juga membantu membiasakan anak-anak menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari proses pendidikan sehari-hari.
Dalam berbagai pedoman kesehatan masyarakat, fasilitas sanitasi yang layak memang menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung aktivitas belajar yang aman, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Edi Mangun menegaskan bantuan tersebut diharapkan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. "Kami berharap bantuan tas sekolah untuk peserta didik dan sanitasi untuk Sekolah Rimba ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Selain meningkatkan kenyamanan, fasilitas tersebut juga diharapkan mengurangi hambatan yang selama ini dihadapi dalam kegiatan belajar.
Baca Juga: Api Hanguskan Warung Makan Bojonegoro Samarinda, Respons Cepat Damkar Cegah Kebakaran Meluas
Apa dampak program ini bagi masa depan pendidikan anak?
Pertamina menilai pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing.
Karena itu, Pendikresa tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga membangun ruang belajar yang inklusif sehingga anak-anak memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya.
Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis masyarakat. Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan penggerak lokal menjadi salah satu faktor yang membuat program berjalan berkelanjutan.
Sekolah Rimba sendiri menjadi contoh bagaimana ruang belajar alternatif dapat menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Dengan dukungan sarana belajar yang lebih memadai, anak-anak dapat mengikuti kegiatan pendidikan dalam suasana yang lebih nyaman sekaligus mendukung tumbuhnya kreativitas mereka.
Bagaimana program ini mendukung target pembangunan berkelanjutan?
Selain memberi manfaat langsung kepada masyarakat, Pendikresa juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.
Program tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan pendidikan berkualitas dan kehidupan sehat serta sejahtera.
Melalui peningkatan fasilitas pendidikan dan sanitasi, perusahaan berharap manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan akses belajar yang lebih baik.
Edi Mangun kembali menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan masyarakat. "Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas serta kehidupan sehat dan sejahtera," pungkasnya.
Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Penyediaan ruang belajar yang nyaman, perlengkapan sekolah, hingga fasilitas sanitasi yang layak juga menjadi bagian penting dalam mendukung masa depan anak-anak.
Baca Juga: Agus Suwandy Masuk Bursa Wali Kota Samarinda 2029, Gerindra Ungkap Penentu Akhirnya
Poin Penting:
- Program Pendikresa digagas sejak 2023 oleh Yurni Handayani di Samarinda.
- Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat program melalui TJSL.
- Sekolah Rimba menerima bantuan perlengkapan belajar dan pembangunan toilet.
- Pendikresa telah menjangkau sekitar 124 anak melalui kolaborasi komunitas.
- Fasilitas sanitasi mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Program mendukung target SDGs pada bidang pendidikan berkualitas dan kesehatan.
Insight Redaksi: Kolaborasi dunia usaha dengan komunitas lokal sering kali menghasilkan dampak yang terasa langsung karena menyentuh kebutuhan paling mendasar. Pada kasus Pendikresa, pembangunan toilet mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya berjalan berdampingan dengan kualitas pembelajaran. Di Kalimantan, pendekatan seperti ini layak terus diperluas. Kada harus selalu dimulai dari proyek besar. Yang penting tepat sasaran dan berkelanjutan, pang. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengenal inisiatif pendidikan seperti ini, Ces.
Tetap ikuti perkembangan program pendidikan, inspirasi masyarakat, dan kabar Kalimantan yang memberi manfaat nyata hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu Program Pendikresa?
Pendikresa adalah Program Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak yang digagas Yurni Handayani untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kreativitas anak di Samarinda.
2. Di mana bantuan Pertamina disalurkan?
Bantuan diberikan kepada Sekolah Rimba di Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
3. Bantuan apa saja yang diberikan Pertamina?
Pertamina membangun fasilitas toilet serta menyalurkan perlengkapan belajar bagi peserta didik Sekolah Rimba.
4. Berapa anak yang telah dijangkau Pendikresa?
Program Pendikresa telah menjangkau sekitar 124 anak melalui kerja sama dengan berbagai komunitas lokal.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Perkuat Pendikresa, Pertamina Bangun Toilet dan Salurkan Perlengkapan Belajar di Sekolah Rimba", oleh penulis Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.