Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Mengapa Samarinda Berani Target Bebas Tambang 2026? Ini Penjelasannya

AdminBTV • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:47 WIB
peluang Samarinda menuju kota bebas tambang dengan potensi pekerjaan hijau dan ekonomi berkelanjutan yang menjanjikan.
Peluang Samarinda menuju kota bebas tambang dengan potensi pekerjaan hijau dan ekonomi berkelanjutan yang menjanjikan.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Target Kota Bebas Tambang dan Peluang Ekonomi Hijau Samarinda

Ikhtisar: Artikel ini membahas peluang Samarinda menuju kota bebas tambang, potensi pekerjaan hijau, serta pandangan pakar mengenai arah ekonomi baru yang dinilai menjanjikan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Target Pemerintah Kota Samarinda menjadi kota bebas tambang pada 2026 dinilai realistis dan berpotensi membuka ruang ekonomi baru yang ramah lingkungan. Mau tahu seperti apa peluang kerja yang bisa tumbuh setelah tambang berkurang? Simak sampai akhir, ada sisi menarik yang kadada disangka sebelumnya, Ces!

Baca Juga: Mengapa Zona II TPA Sambutan Penting? Begini Penjelasan Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah

Mengapa target Samarinda bebas tambang 2026 dinilai memungkinkan?

Keputusan menjadikan sebuah kota bebas tambang dinilai dapat diwujudkan selama ada kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH) sekaligus pakar energi terbarukan, Dicky Edwin Hindarto, menyebut sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu mengambil langkah serupa.

"Balikpapan sejak awal tidak membuka ruang untuk pertambangan batu bara. Prabumulih di Sumatra Selatan juga memilih arah yang sama meski memiliki potensi batu bara. Jadi, jika pemerintah dan masyarakat sepakat, sangat mungkin dilakukan," ujarnya di Samarinda, Rabu (24/6).

Contoh tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sumber daya tambang tidak selalu menjadi alasan utama sebuah daerah menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada sektor ekstraktif.

Sektor apa yang dinilai cocok menjadi penggerak ekonomi Samarinda?

Samarinda disebut memiliki karakter yang lebih sesuai untuk berkembang sebagai kota jasa, pendidikan, pariwisata, hingga industri kreatif.

Menurut Dicky, pertumbuhan jumlah penduduk membuat kualitas lingkungan menjadi faktor penting yang perlu dijaga.

“Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kualitas lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kota,” singkatnya.

Perubahan arah pembangunan ini juga dapat memberi ruang bagi sektor-sektor baru untuk berkembang tanpa harus bergantung pada aktivitas pertambangan.

Seperti apa peluang green jobs yang bisa muncul?

Peluang pekerjaan berwawasan lingkungan atau green jobs dinilai cukup luas dan tidak terbatas pada perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan.

Dicky mencontohkan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti plastik. Produk hasil daur ulang juga memiliki kesempatan masuk ke pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Industri tekstil pun disebut dapat ikut berkembang melalui penggunaan pewarna yang ramah lingkungan.

“Termasuk produk daur ulang, hingga industri tekstil yang menggunakan pewarna ramah lingkungan,” tambahnya.

Pesannya sederhana. Kreativitas menjadi modal utama.

“Pekerjaan ramah lingkungan itu soal kreativitas. Tidak harus bekerja di perusahaan lingkungan, tapi bagaimana menciptakan usaha yang produknya ramah lingkungan dan punya nilai ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga: Ternyata Penerangan Stadion Segiri Masih Kurang 133 Lux, Ini Alasan Lampu Palaran Dipindahkan

Mengapa Sarung Samarinda disebut berpotensi menjadi produk hijau?

Produk lokal khas daerah juga dinilai memiliki peluang memperoleh nilai tambah jika diproduksi dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan.

Sarung Samarinda menjadi salah satu contoh yang disebut memiliki potensi dipasarkan sebagai produk hijau apabila seluruh proses produksinya menerapkan prinsip yang berorientasi pada keberlanjutan.

Ketika konsumen mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dari sebuah produk, nilai jual barang tersebut dapat meningkat.

Situasi ini membuka kesempatan baru bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas daerahnya.

Apa dampak jangka panjang jika transformasi kota hijau berjalan konsisten?

Perubahan menuju kota hijau diperkirakan dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Samarinda.

Dicky optimistis, kebijakan yang dijalankan secara konsisten mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Sehingga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Samarinda,” tutupnya.

Peralihan ekonomi memang membutuhkan waktu. Namun ketika arah kebijakan dijaga tetap jelas, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Samarinda, GOR Segiri Jadi Lokasi Utama

Poin Penting:

Insight redaksi: Samarinda menghadapi pilihan penting antara mempertahankan ketergantungan pada sektor ekstraktif atau mulai menyiapkan ekonomi yang lebih beragam. Pengalaman Balikpapan menunjukkan arah pembangunan berbeda tetap memungkinkan meski berada di kawasan penghasil energi. Tantangannya bukan hanya menghentikan aktivitas tambang, tetapi memastikan lapangan kerja baru benar-benar tersedia. Itu kuncinya. Pemerintah daerah bisa mulai memperkuat pelatihan usaha hijau agar masyarakat kada hanya menjadi penonton perubahan, Ces. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham peluang ekonomi baru yang sedang disiapkan.

Masih banyak perubahan menarik yang sedang terjadi di Kalimantan Timur dan dampaknya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ikuti terus informasinya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Apa target Samarinda terkait pertambangan pada 2026?
    Pemerintah Kota Samarinda menargetkan menjadi kota bebas tambang pada 2026.
  2. Siapa yang menilai target tersebut realistis?
    Dicky Edwin Hindarto, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau sekaligus pakar energi terbarukan.
  3. Apa contoh green jobs yang disebut dalam artikel?
    UMKM berbahan alami, produk daur ulang, dan industri tekstil dengan pewarna ramah lingkungan.
  4. Mengapa Sarung Samarinda berpotensi menjadi produk hijau?
    Karena dapat diproduksi dengan proses yang menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Target Samarinda Bebas Tambang 2026 Dinilai Realistis, Pakar Sebut Peluang Green Jobs dan Ekonomi Hijau Terbuka Lebar", oleh penulis Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Dicky Edwin Hindarto #Samarinda bebas tambang 2026 #Sarung Samarinda