Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Mengapa Zona II TPA Sambutan Penting? Begini Penjelasan Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah

AdminBTV • Kamis, 25 Juni 2026 | 13:19 WIB
Pemkot Samarinda siapkan operasional Zona II TPA Sambutan guna mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemkot Samarinda siapkan operasional Zona II TPA Sambutan guna mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Pengoperasian Zona II TPA Sambutan untuk Pengelolaan Sampah Lebih Terkendali

Ikhtisar: Pemkot Samarinda menyiapkan pengoperasian Zona II TPA Sambutan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata serta mengakhiri sistem pembuangan terbuka.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kota Samarinda menargetkan Zona II Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026 sebagai langkah memperbaiki pengelolaan sampah dan menghentikan sistem open dumping yang selama ini digunakan di Zona I.

Perubahan ini menarik untuk dicermati karena menyangkut pengelolaan ratusan ton sampah setiap hari. Ada apa saja yang sedang disiapkan? Simak sampai akhir, kada rugi waktunya Ces!

Baca Juga: Ternyata Penerangan Stadion Segiri Masih Kurang 133 Lux, Ini Alasan Lampu Palaran Dipindahkan

Bagaimana kesiapan Zona II TPA Sambutan saat ini?

Zona II TPA Sambutan pada dasarnya sudah siap digunakan. Saat ini, pekerjaan yang berlangsung difokuskan pada tahap penyempurnaan fasilitas yang telah tersedia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Zona II sudah siap difungsikan. Namun, masih ada beberapa penyesuaian teknis agar seluruh sistem berjalan optimal.

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pendalaman laguna IPAL. Tujuannya agar air lindi dapat mengalir secara alami tanpa bantuan mesin.

Selain itu, sedimentasi tanah di sekitar laguna juga dibersihkan untuk mendukung kinerja sistem pengolahan limbah.

Mengapa penyempurnaan IPAL menjadi fokus utama?

IPAL menjadi bagian penting dalam operasional TPA modern. Karena itu, pengelolaan air lindi harus dipastikan berjalan dengan baik sebelum Zona II digunakan penuh.

DLH Samarinda juga menyiapkan pembangunan drainase sementara di kawasan IPAL. Langkah ini dilakukan untuk mencegah genangan yang berpotensi mengganggu proses pengolahan limbah.

Dengan sistem pendukung yang lebih tertata, operasional pengelolaan sampah diharapkan berlangsung lebih stabil sejak hari pertama Zona II berfungsi.

Persiapan teknis ini menjadi fondasi penting. Sebab pengelolaan sampah tidak hanya soal menampung sampah, tetapi juga mengendalikan dampak lingkungannya.

Baca Juga: Event Besar Marthon Gagal, Ribuan Peserta Kecewa, Dua Penyelenggara Samarinda Half Marathon Datangi Polisi

Apa yang berubah setelah Zona II mulai beroperasi?

Perubahan terbesar adalah berakhirnya sistem open dumping di Zona I. Sampah baru nantinya akan diarahkan masuk ke Zona II.

Pemkot Samarinda akan menerapkan konsep controlled landfill yang dinilai lebih ramah lingkungan dibanding pola pembuangan terbuka.

Sementara itu, Zona I tidak lagi menjadi lokasi pembuangan aktif. Area tersebut akan ditata ulang secara bertingkat sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah penataan selesai, penutupan dilakukan secara bertahap menggunakan tanah urug. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih terkendali.

Berapa kapasitas tampung Zona II TPA Sambutan?

Zona II diproyeksikan mampu menampung sampah Kota Samarinda selama kurang lebih satu tahun.

Angka itu dihitung berdasarkan volume sampah yang saat ini masuk ke TPA Sambutan, yakni sekitar 600 ton per hari.

Meski demikian, masa operasionalnya berpotensi bertambah apabila volume sampah yang masuk dapat dikurangi melalui program pengolahan lain.

Karena itulah, keberadaan Zona II dipandang sebagai solusi transisi yang penting sebelum pengembangan zona berikutnya dilakukan.

Apa kaitannya dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik?

Pemkot Samarinda juga menaruh harapan pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menurut Suwarso, persyaratan administrasi dan teknis proyek tersebut telah terpenuhi. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Danantara.

Apabila PSEL berjalan, sebagian sampah yang memenuhi syarat akan diolah menjadi energi listrik.

Dampaknya cukup signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang sehingga kapasitas Zona II dapat dimanfaatkan lebih lama sambil menunggu pembangunan Zona III.

Bagi Samarinda, langkah ini bukan sekadar membuka area pembuangan baru. Yang sedang dibangun adalah perubahan cara mengelola sampah agar lebih terkontrol dan memiliki nilai tambah.

Baca Juga: Honda Beat Hilang Saat Subuh di Samarinda Seberang, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Poin Penting:

Insight Redaksi: Perubahan dari open dumping menuju controlled landfill menunjukkan bahwa pengelolaan sampah mulai bergerak pada pendekatan yang lebih terukur. Bagi daerah yang terus berkembang, kapasitas tampung saja kadada cukup. Sistem pengelolaannya juga harus diperkuat. Menariknya, Samarinda tidak hanya menyiapkan zona baru, tetapi juga menghubungkannya dengan rencana PSEL. Ini memberi gambaran bahwa persoalan sampah mulai dipandang sebagai urusan jangka panjang, bukan sekadar memindahkan timbunan dari satu lokasi ke lokasi lain. Nah, bubuhan pembaca juga bisa melihat bahwa pengelolaan sampah modern memerlukan kesiapan teknis yang matang sejak awal.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami perubahan pengelolaan sampah di Samarinda dan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Masih banyak perkembangan menarik soal lingkungan, pembangunan kota, dan layanan publik yang patut diikuti. Pantau terus informasi terbarunya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Zona II TPA Sambutan mulai beroperasi?
Ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026.

2. Apa sistem yang akan diterapkan di Zona II?
Zona II akan menggunakan konsep controlled landfill.

3. Apa yang terjadi dengan Zona I TPA Sambutan?
Zona I akan ditata ulang dan ditutup secara bertahap menggunakan tanah urug.

4. Berapa volume sampah yang masuk ke TPA Sambutan setiap hari?
Sekitar 600 ton per hari.

5. Apa manfaat proyek PSEL bagi TPA Sambutan?
Mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA melalui pengolahan menjadi energi listrik.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "TPA Sambutan Zona II Segera Difungsikan, Tinggalkan Sistem Open Dumping", oleh penulis M Hafiz Alfaruqi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Zona II TPA Sambutan #Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik #Suwarso