Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Tahapan Kelayakan Menentukan Waktu Operasional Terowongan Pertama Kalimantan
Ikhtisar: Terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap telah selesai dibangun, namun masih menunggu uji kelayakan dan evaluasi pemerintah pusat sebelum digunakan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap di Samarinda belum bisa dilalui kendaraan meski konstruksinya telah rampung karena masih menunggu proses pengujian kelayakan dari pemerintah pusat.
Penasaran kenapa terowongan yang sudah jadi masih belum dibuka? Simak tahapannya sampai tuntas. Ada proses penting yang menentukan keselamatan pengguna, Ces!
Mengapa Terowongan Samarinda Belum Bisa Digunakan?
Terowongan pertama di Kalimantan ini memang sudah selesai dibangun. Namun, operasionalnya belum dapat dilakukan karena masih harus melewati tahapan administrasi dan pengujian teknis.
Pemerintah Kota Samarinda saat ini sedang melengkapi dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum pengajuan uji kelayakan dilakukan kepada pemerintah pusat.
Keselamatan menjadi alasan utama. Karena itu, seluruh prosedur wajib dilalui sebelum terowongan dibuka untuk masyarakat.
Baca Juga: Kerugian Rp2,13 Miliar, Tiga Terdakwa Korupsi Dana KONI Samarinda Masuk Babak Tuntutan
Apa Saja Tahapan yang Sedang Disiapkan Pemkot Samarinda?
Fokus saat ini berada pada penyelesaian dokumen yang dibutuhkan untuk proses evaluasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa seluruh tahapan harus mengikuti aturan yang berlaku.
“Semua harus mengikuti aturan karena menyangkut keselamatan,” ujar Marnabas, Senin (22/6/2026).
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, pengajuan akan diteruskan kepada kementerian terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Siapa yang Akan Menentukan Kelayakan Terowongan?
Penentuan kelayakan tidak dilakukan oleh pemerintah daerah semata.
Tim dari Kementerian Perhubungan bersama Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (BKJT) akan turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan.
Evaluasi tersebut mencakup struktur utama bangunan hingga seluruh sistem pendukung yang berada di dalam terowongan.
Sebagai infrastruktur khusus, standar pengujian yang diterapkan juga lebih ketat dibandingkan jalan umum pada umumnya.
Baca Juga: Penyelidikan Kecelakaan Kerja PT MNC Samarinda Masih Berlanjut, Status Korban Didalami
Fasilitas Apa yang Masih Disempurnakan?
Selain dokumen administrasi, beberapa fasilitas operasional juga masih disiapkan agar berfungsi optimal saat terowongan mulai digunakan.
Pemkot Samarinda masih melakukan penyempurnaan sistem penerangan, penyediaan genset sebagai sumber listrik cadangan, hingga sistem ventilasi udara.
“Lampu harus stabil, genset sebagai cadangan juga disiapkan, termasuk ventilasi udara. Dinas Perhubungan juga menyiapkan pengaturan lalu lintasnya,” jelas Marnabas.
Fasilitas tersebut menjadi bagian penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna nantinya.
Kapan Terowongan Ditargetkan Mulai Beroperasi?
Target operasional bergantung pada hasil evaluasi dari pemerintah pusat.
Menurut perkiraan Pemkot Samarinda, proses evaluasi memerlukan waktu sekitar 69 hari sejak pengajuan dilakukan.
Apabila seluruh tahapan berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala dalam pemeriksaan, terowongan ditargetkan mulai dimanfaatkan pada Agustus hingga September 2026.
“Sekitar September sudah bisa dimanfaatkan kalau semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.
Baca Juga: 4 Korban di Satu Konsesi, Kasus Lubang Tambang Palaran Samarinda Kembali Jadi Sorotan
Bagaimana Soal Isu Lahan di Sekitar Terowongan?
Muncul informasi mengenai persoalan lahan di sekitar kawasan terowongan. Namun, Pemkot Samarinda memastikan persoalan tersebut tidak lagi menjadi hambatan.
Menurut Marnabas, seluruh proses pembebasan lahan telah diselesaikan sejak awal pembangunan berlangsung.
“Semua lahan sudah selesai dibebaskan sejak awal,” tegasnya.
Dengan demikian, fokus saat ini sepenuhnya berada pada tahapan administrasi dan pengujian teknis.
Poin Penting:
- Terowongan Jalan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap telah selesai dibangun.
- Pemkot Samarinda masih melengkapi dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
- Kementerian Perhubungan dan BKJT akan melakukan pemeriksaan lapangan.
- Sistem lampu, genset, ventilasi, dan pengaturan lalu lintas masih disempurnakan.
- Proses evaluasi diperkirakan berlangsung sekitar 69 hari.
- Target operasional terowongan berada pada Agustus hingga September 2026.
Insight Redaksi: Terowongan Samarinda menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur besar tidak berhenti saat konstruksi selesai. Justru tahap pengujian menjadi penentu utama sebelum fasilitas digunakan publik. Dari sudut pandang daerah penyangga IKN seperti Balikpapan, langkah ini memberi pesan penting bahwa aspek keselamatan harus ditempatkan di depan. Cepat memang menarik, tetapi aman jauh lebih bernilai. Bubuhan pembaca juga dapat melihat bahwa proses administrasi dan pemeriksaan teknis memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami tahapan penting sebelum sebuah infrastruktur strategis dibuka untuk masyarakat.
Menunggu beberapa pekan mungkin terasa lama, tetapi hasil evaluasi inilah yang akan menentukan kesiapan terowongan digunakan. Ikuti terus perkembangan terbarunya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan terowongan Samarinda ditargetkan beroperasi?
Target operasional berada pada Agustus hingga September 2026 jika seluruh tahapan berjalan lancar.
2. Mengapa terowongan belum dibuka meski konstruksinya selesai?
Karena masih menunggu proses Sertifikat Laik Fungsi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat.
3. Siapa yang melakukan pemeriksaan kelayakan?
Kementerian Perhubungan bersama Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (BKJT).
4. Apa saja fasilitas yang masih disempurnakan?
Penerangan, genset cadangan, ventilasi udara, dan pengaturan lalu lintas.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Sapos, dengan judul "Terowongan Samarinda Ditarget Aktif September, Ini Tahap Penentuannya", oleh penulis Redaksi Sapos.
Editor : Arya Kusuma