Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Potensi PHK Tambang Mengintai, Samarinda Siapkan Strategi Hadapi Risiko PHK Sektor Pertambangan

Arya Kusuma • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:07 WIB
Ilustrasi PHK Sektor Pertambangan
Ilustrasi PHK Sektor Pertambangan

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan penguatan UMKM dan pelatihan kerja untuk mengantisipasi dampak potensi PHK sektor pertambangan di tengah transisi ekonomi daerah.

Ikhtisar: Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi PHK sektor tambang melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, penyediaan tempat usaha, serta pendampingan pemasaran guna menjaga lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Di tengah perubahan arah ekonomi menuju ekonomi hijau, berbagai langkah antisipasi disiapkan agar dampaknya tidak meluas ke pengangguran dan penurunan daya beli masyarakat.

Perubahan ekonomi ini menarik untuk dicermati sampai habis. Sebab yang disiapkan bukan sekadar pelatihan kerja, tetapi juga jalur usaha baru yang langsung terhubung dengan peluang pendapatan. Pahami gambarannya sampai selesai, Ces!

Mengapa Potensi PHK Sektor Tambang Mulai Diantisipasi?

Potensi PHK menjadi perhatian karena sektor pertambangan masih menjadi salah satu sumber pekerjaan bagi banyak warga. Ketika aktivitas ekonomi berubah, risiko berkurangnya kebutuhan tenaga kerja ikut menjadi pertimbangan pemerintah daerah.

Karena itu, Pemkot Samarinda mulai menggerakkan berbagai perangkat daerah untuk menyusun langkah mitigasi. Tujuannya sederhana, yakni mencegah lonjakan pengangguran sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Baca Juga: Larangan Motor Pelajar Samarinda Berlaku, Dishub Gembosi Ban.

Kenapa UMKM Dipilih Menjadi Garda Depan Solusi?

Penguatan UMKM dianggap sebagai strategi yang paling realistis dalam menghadapi gejolak ekonomi. Sektor ini dinilai memiliki daya tahan yang kuat saat berbagai sektor lain mengalami tekanan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa pengalaman krisis 1998 menunjukkan UMKM mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat ketika kondisi sedang sulit.

"Yang bisa bertahan saat krisis itu UMKM. Sekarang UMKM kami ingin diperkuat. Fasilitas-fasilitas publik yang ada akan dimanfaatkan menjadi sentra UMKM agar masyarakat memiliki peluang usaha dan sumber pendapatan baru," ujarnya.

Bagaimana Skema Pelatihan dan Penempatan Usaha Disiapkan?

Pemkot Samarinda tengah menyusun program terpadu yang melibatkan sejumlah OPD. Setiap instansi memiliki tugas berbeda agar peserta tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan.

Data calon peserta akan disiapkan Dinas Sosial. Setelah itu, Dinas Tenaga Kerja memberikan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja maupun usaha mandiri.

Menariknya, setelah pelatihan selesai, peserta juga akan diarahkan ke lokasi usaha yang telah disiapkan. Sejumlah ruang kosong di pasar, termasuk Pasar Sungai Dama, akan dimanfaatkan sebagai tempat usaha baru.

"Selama ini banyak yang selesai pelatihan tetapi bingung mau bekerja di mana. Nah, sekarang kita kolaborasikan. Setelah dilatih, tempat usahanya juga kita siapkan sehingga mereka bisa langsung menjalankan usahanya," jelas Marnabas.

Baca Juga: Truk Rem Blong di Samarinda Tabrak Belasan Kendaraan dan Warga, Begini Kronologinya

Keterampilan Apa Saja yang Akan Diajarkan?

Jenis pelatihan yang disiapkan cukup beragam dan menyasar kebutuhan yang dekat dengan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada wirausaha, tetapi juga peluang kerja formal.

Beberapa pelatihan yang disiapkan antara lain:

1. Barbershop

2. Salon kecantikan

3. Menjahit

4. Keterampilan untuk sektor ritel modern

5. Persiapan tenaga kerja minimarket dan pusat perbelanjaan

Pilihan tersebut disusun agar peserta memiliki peluang kerja maupun usaha yang dapat langsung dijalankan setelah pelatihan selesai.

Bagaimana Pemerintah Membantu Pemasaran Usaha Baru?

Tantangan pelaku usaha baru sering kali bukan pada kemampuan produksi, melainkan mencari pembeli. Karena itu, pendampingan pemasaran juga masuk dalam program yang sedang disiapkan.

Dinas Komunikasi dan Informatika akan mendukung promosi produk maupun jasa melalui media sosial. Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku usaha baru menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Baca Juga: Aksi DLH Samarinda Bongkar TPS Tua Sidomulyo Ilir Demi Lingkungan Bersih dan Tertib

Apa Tantangan Berikutnya Bagi Ekonomi Samarinda?

Selain mengantisipasi PHK, pemerintah juga memberi perhatian pada inflasi dan daya beli masyarakat. Dua faktor ini dinilai sangat menentukan pergerakan ekonomi daerah.

Di saat yang sama, Dinas Tenaga Kerja mulai diminta mendata pekerja sektor tambang yang berpotensi terdampak PHK. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

"Kami sedang merapatkan barisan mengantisipasi kemungkinan itu. Semua perangkat daerah harus terlibat. Jadi tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama mencari solusi," tegasnya.

Menurut Marnabas, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga menjadi pekerjaan penting agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk berusaha dan bekerja.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Langkah Samarinda menarik karena fokusnya bukan hanya mencetak peserta pelatihan, tetapi juga menyiapkan jalur usaha setelah pelatihan selesai. Banyak program pemberdayaan berhenti di ruang kelas. Di sini, pemerintah mencoba menyambungkan pelatihan, lokasi usaha, hingga pemasaran dalam satu rantai. Itu yang membedakan. Dari sudut pandang daerah penyangga ekonomi Kalimantan Timur, pendekatan seperti ini patut dicermati. Lapangan kerja penting, tetapi peluang usaha yang langsung bisa dijalankan sering kali menjadi penyelamat pertama saat tekanan ekonomi datang. Paham pang, Ces, kesempatan usaha kadang muncul dari persiapan yang tepat.

Bagi masyarakat yang sedang mencari peluang baru, pelatihan dan akses usaha seperti ini layak dimanfaatkan sejak awal. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengetahui peluang yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

Perubahan ekonomi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Ikuti perkembangan dan informasi terkini hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Pemkot Samarinda mengantisipasi PHK sektor tambang?
Karena ada potensi dampak terhadap tingkat pengangguran dan daya beli masyarakat.

2. Mengapa UMKM menjadi fokus utama?
Karena UMKM dinilai mampu bertahan saat terjadi tekanan ekonomi.

3. Pelatihan apa saja yang disiapkan pemerintah?
Barbershop, salon kecantikan, menjahit, serta pelatihan sektor ritel modern.

4. Apakah peserta pelatihan akan mendapat tempat usaha?
Ya, pemerintah menyiapkan lokasi usaha di sejumlah pasar yang masih memiliki ruang kosong.

5. Siapa yang membantu promosi usaha baru?
Dinas Komunikasi dan Informatika akan mendukung pemasaran melalui media sosial.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#PHK Sektor Pertambangan #samarinda #Marnabas Patiroy #umkm