Topik: Proyek kolam retensi Sempaja belum rampung, ditargetkan berfungsi optimal tahun ini
Durasi Baca: 4 menit
Baca Ringkas 30 Detik: Proyek kolam retensi di kawasan Sempaja Lestari Indah masih berjalan bertahap dan belum selesai. Sejumlah pekerjaan penting seperti pemasangan pompa, pembangunan jalan inspeksi, serta penyambungan drainase ke Sungai Karang Mumus masih berlangsung. Anggaran yang digunakan mencapai puluhan miliar rupiah dan akan dilanjutkan hingga target fungsi optimal tercapai tahun ini. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...
Balikpapan TV - Hai Cess! Proyek kolam retensi di kawasan Perumahan Sempaja Lestari Indah, Samarinda, masih dalam proses pengerjaan dan belum sepenuhnya rampung. Meski begitu, pemerintah daerah menargetkan fasilitas pengendali banjir ini sudah bisa berfungsi optimal pada tahun ini, seiring lanjutan pekerjaan yang terus dikebut.
Nah, biar makin jelas dan kada setengah-setengah paham, simak terus sampai habis. Soalnya di balik proyek ini, ada detail penting yang lagi dikejar satu per satu, pelan tapi pasti, Cess.
Baca Juga: Jalur Emergensi RSUD Samarinda Dijaga Ketat, Parkir Liar Langsung Ditindak Petugas
Kenapa proyek kolam retensi Sempaja belum selesai juga?
Proyek ini memang dirancang dikerjakan secara bertahap sejak awal. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, menjelaskan bahwa pengerjaan masih berjalan dan belum selesai sepenuhnya. Hal ini bukan karena terhenti, tapi karena sistem anggaran yang dibagi per tahap.
Sejauh ini, dana sekitar Rp 28 miliar sudah digunakan untuk tahap pertama dan kedua. Sisanya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya hingga seluruh sistem kolam retensi bisa berfungsi maksimal. Jadi, bukan mandek pang, tapi memang disusun berurutan. Pahamlah ikam, proyek besar memang kada bisa langsung beres sekali jalan.
Apa saja pekerjaan yang masih berjalan di lapangan?
Beberapa pekerjaan penting masih dikerjakan. Mulai dari pembangunan jalan inspeksi di saluran outlet, pemasangan pompa air, hingga konektivitas saluran drainase yang belum sepenuhnya tersambung.
Bagian ini krusial. Kenapa? Karena fungsi kolam retensi sangat bergantung pada aliran air yang terhubung dengan baik. Kalau sambungan belum selesai, sistemnya kada bisa jalan optimal. Nah, itu sudah, detail kecil begini justru yang menentukan hasil akhirnya.
Seberapa penting koneksi ke Sungai Karang Mumus?
Salah satu titik penting ada pada konektivitas saluran menuju Sungai Karang Mumus. Sampai sekarang, sambungan drainase masih belum sepenuhnya terhubung.
Padahal, sungai ini jadi jalur utama aliran air dari kolam retensi. Tanpa koneksi yang utuh, air tidak bisa dialirkan secara maksimal. Jadi, proyek ini bukan sekadar bangun kolam, tapi memastikan seluruh jalur air bekerja sebagai satu sistem. Kalau satu bagian tertinggal, dampaknya bisa terasa ke seluruh kawasan.
Kenapa ada sisa pekerjaan 30 meter yang belum tersambung?
Ternyata, kendalanya ada di pembebasan lahan. Sekitar 30 meter saluran outlet masih belum tersambung karena proses tersebut sebelumnya belum selesai.
Darmadi menyebutkan bahwa kendala ini sudah diidentifikasi, dan akan menjadi fokus pada tahap berikutnya. Angkanya memang kecil, cuma 30 meter. Tapi efeknya besar. Ibarat pipa, kalau ujungnya belum nyambung, air tetap kada ngalir sempurna. Nah, pahamlah ikam, kenapa bagian ini jadi prioritas lanjutan.
Berapa total anggaran proyek kolam retensi ini?
Total kebutuhan anggaran untuk keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp 48 miliar. Angka ini mencakup pembangunan kolam retensi dan penataan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, Rp 28 miliar sudah terserap untuk dua tahap awal. Sisanya akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tertinggal, termasuk penyambungan saluran dan penyempurnaan sistem.
Kalau dilihat, pola pembiayaan bertahap ini memang jadi strategi utama. Kada langsung besar di awal, tapi disesuaikan dengan progres. Kadapapa pang, yang penting arahnya jelas dan target tetap dikejar tahun ini.
Baca Juga: Pergantian Mobil Dinas Samarinda Terjawab, Ternyata Soal Kontrak Sewa Selesai.
Poin Penting:
- Proyek kolam retensi Sempaja masih berjalan dan belum rampung sepenuhnya
- Anggaran Rp 28 miliar sudah digunakan untuk dua tahap awal
- Pekerjaan utama meliputi pompa, jalan inspeksi, dan drainase
- Koneksi ke Sungai Karang Mumus masih belum lengkap
- Sisa pekerjaan sekitar 30 meter terkendala pembebasan lahan
Insight: Proyek ini menunjukkan bahwa pengendalian banjir bukan sekadar bangunan fisik, tapi soal sistem yang saling terhubung. Di Samarinda, pendekatan bertahap ini realistis, meski terasa lama. Tapi hasilnya bisa lebih matang. Warga perlu paham prosesnya, kada cuma lihat hasil akhir. Nah, strategi begini juga bisa jadi contoh penanganan kawasan lain, asal konsisten dijaga.
Kalau menurut ikam info ini penting, bagikan ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan di daerah sendiri, Cess.
Biar kada ketinggalan kabar proyek penting daerah, pantengin terus update terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
- Apa itu kolam retensi di Sempaja?
Kolam retensi adalah fasilitas pengendali banjir yang berfungsi menampung air sementara sebelum dialirkan ke sungai. - Kenapa proyek ini belum selesai?
Karena pengerjaan dilakukan bertahap sesuai anggaran dan masih ada pekerjaan teknis yang berjalan. - Apa kendala utama proyek ini?
Salah satunya adalah pembebasan lahan untuk penyambungan saluran outlet sekitar 30 meter. - Kapan kolam retensi ini bisa digunakan?
Ditargetkan dapat berfungsi optimal pada tahun ini setelah pekerjaan lanjutan selesai.
Editor : Arya Kusuma