Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Program TPS Terpilah di Samarinda Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah dengan Cara Sederhana

Rizkiyan Akbar • Kamis, 30 April 2026 | 14:09 WIB
Salah satu tempat pembuangan sampah di Samarinda.
Salah satu tempat pembuangan sampah di Samarinda.

Topik: Program TPS terpilah di Samarinda dorong pengelolaan sampah efisien berbasis lingkungan
Durasi Baca: 4 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: Program TPS terpilah di Samarinda mulai dijalankan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Pemilahan sejak awal membantu mempercepat proses pemusnahan menggunakan insinerator. Sampah organik didorong diolah mandiri oleh warga melalui komposter sederhana. Edukasi menjadi kunci perubahan kebiasaan masyarakat. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Cess!...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! DLH Samarinda mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah lewat penyediaan Tempat Penampungan Sementara terpilah di tiap kecamatan. Targetnya jelas, satu wilayah punya satu TPS terpilah agar proses pengolahan jadi lebih cepat, terarah, dan kada buang waktu.

Penasaran kenapa langkah ini jadi sorotan? Yuk terus simak sampai habis, karena cara sederhana ini ternyata bisa mengubah kebiasaan lama yang selama ini bikin sampah menumpuk, Cess!

Baca Juga: Kebijakan Larangan Membawa Motor Pelajar di SMA Samarinda Picu Parkir Liar di Permukiman

Kenapa TPS terpilah jadi fokus utama DLH Samarinda?

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin insinerator. DLH melihat selama ini proses pemilahan masih dilakukan setelah sampah terkumpul, yang jelas memakan waktu dan tenaga. Dengan TPS terpilah, sampah sudah dipisah sejak awal, jadi langsung bisa diproses sesuai jenisnya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, M Taufik menyampaikan, “Jadi tidak perlu dipilah lagi. Saat ini kan harus dipisah-pisah dahulu, antara sampah kering dan sampah organik.” Nah, dari sini kelihatan jelas bahwa sistem baru ini memangkas satu tahap penting yang selama ini bikin proses jadi lambat.

Bagaimana cara kerja sistem TPS terpilah ini di lapangan?

Konsepnya sederhana tapi berdampak. Warga diminta memisahkan sampah dari rumah, lalu dibuang ke TPS sesuai kategori. Sampah kering langsung diarahkan ke proses pemusnahan menggunakan insinerator tanpa perlu sortir ulang.

DLH bahkan sudah menyiapkan satu lokasi percontohan di Jalan Bayam, Bengkuring, Samarinda Utara. Di sana, sistem ini mulai dijalankan sambil dibarengi edukasi ke warga. Nah, dari titik ini, pola baru diharapkan bisa menyebar ke wilayah lain.

Kenapa sampah organik jadi perhatian serius dalam program ini?

Karena jumlahnya paling dominan. Taufik menyebut sebagian besar sampah yang masuk ke TPS berasal dari sisa dapur, seperti makanan, buah, dan sayuran. Artinya, kalau bagian ini bisa dikendalikan, volume sampah ke TPA otomatis turun.

“Hampir sebagian besar sampah yang masuk ke TPS adalah sampah organik,” ujarnya. Nah, ini yang jadi fokus utama, bukan cuma dipisah, tapi juga dikelola langsung oleh warga supaya kada jadi beban lingkungan.

Baca Juga: Mobil Dinas Lurah dan Camat Samarinda Diganti Baru, Skema Sewa Kendaraan Dinilai Efisien

Apa saja solusi yang ditawarkan untuk mengolah sampah organik?

DLH kada cuma menyuruh, tapi juga kasih solusi nyata. Warga diajarkan mengolah sampah organik jadi kompos. Metodenya pun sederhana dan bisa dilakukan di rumah.

Beberapa cara yang dikenalkan antara lain:

1. Menggunakan bak komposter sederhana dari barang bekas.
2. Membuat lubang biopori di halaman rumah.
3. Mengolah sisa dapur jadi pupuk alami.

Nah, menariknya lagi, alat-alat ini bisa dibuat dari barang yang ada di sekitar rumah. Jadi kada perlu keluar biaya besar, tapi manfaatnya terasa langsung.

Apa dampak jangka panjang dari program TPS terpilah ini?

Kalau berjalan konsisten, program ini bisa mengurangi beban TPA secara signifikan. Sampah organik selesai di tingkat lingkungan, sementara sampah kering diproses cepat dengan teknologi.

Selain itu, kebiasaan baru masyarakat juga mulai terbentuk. Dari yang sebelumnya buang sampah campur, jadi lebih peduli memilah. Nah, ini bukan sekadar program, tapi perubahan pola hidup yang dampaknya panjang.

Poin Penting

1. DLH Samarinda targetkan satu TPS terpilah di setiap kecamatan.

2. Pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumber rumah tangga.

3. Sampah kering langsung diproses dengan insinerator.

4. Sampah organik didominasi sisa dapur dan jadi fokus pengelolaan.

5. Warga didorong membuat komposter sederhana dari barang bekas.

Insight: Program ini bukan cuma soal teknologi, tapi perubahan kebiasaan masyarakat. Di Balikpapan, konsep seperti ini juga relevan pang. Dengan kondisi kota yang terus berkembang, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Kada perlu menunggu sistem besar dulu. Nah, kalau bubuhan di lingkungan mulai terapkan hal kecil, dampaknya bisa terasa luas. Pahamlah ikam, perubahan itu dimulai dari kebiasaan sederhana.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya memilah sampah dari rumah, nah itu sudah!

Update gaya hidup peduli lingkungan dimulai dari langkah kecil hari ini, tetap pantengin info terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu TPS terpilah?

TPS terpilah adalah tempat penampungan sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya sejak awal.

2. Kenapa pemilahan sampah penting?

Karena bisa mempercepat proses pengolahan dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

3. Apa itu mesin insinerator dalam pengelolaan sampah?

Insinerator adalah mesin yang digunakan untuk memusnahkan sampah kering dengan cara dibakar secara terkendali.

4. Bagaimana cara mengolah sampah organik di rumah?

Dengan membuat kompos menggunakan bak komposter atau lubang biopori dari bahan sederhana.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#TPS terpilah #mesin insinerator #samarinda #DLH Samarinda #pengelolaan sampah