Topik: Tabrak lari mobil Terios di Samarinda sebabkan 10 korban dan kejar pelaku
Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Insiden tabrak lari di Samarinda libatkan mobil Terios, sebabkan 10 korban, pelaku sempat kabur hingga akhirnya diamankan warga dan relawan.
Baca Ringkas 30 Detik: Insiden tabrak lari terjadi di Samarinda saat mobil melaju tanpa kendali dan menabrak banyak pengguna jalan. Korban mencapai sekitar sepuluh orang dan langsung dievakuasi untuk penanganan medis. Pelaku sempat melarikan diri hingga ke Samboja sebelum akhirnya kembali ke Samarinda. Informasi dari relawan membantu proses pengejaran hingga pelaku diamankan tanpa perlawanan dan diserahkan ke polisi. Scroll Kebawah Lanjutkan Terus Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Malam di Samarinda berubah tegang saat sebuah mobil Daihatsu Terios putih melaju liar dan menabrak sejumlah pengguna jalan di sepanjang Jalan Harun Nafsi hingga Jalan HAMM Rifadin, Sabtu (25/4/2026) malam. Kejadian ini menyebabkan sekitar 10 orang menjadi korban dan langsung memicu kepanikan warga di lokasi.
Peristiwa ini kada berhenti di situ saja. Pelaku sempat kabur, dikejar warga dan relawan sampai akhirnya berhasil diamankan. Penasaran bagaimana kronologi lengkapnya sampai pelaku tertangkap? Simak terus sampai habis Cess!
Apa yang terjadi di ruas Jalan Harun Nafsi hingga HAMM Rifadin?
Kejadian bermula ketika mobil Daihatsu Terios bernomor polisi KT 1576 CK melaju tanpa kendali di jalan tersebut. Kendaraan itu menghantam pengguna jalan satu per satu, menciptakan situasi yang kacau dalam waktu singkat. Warga yang berada di lokasi langsung panik. Kada sedikit yang mencoba menghindar, tapi kondisi berlangsung cepat.
Insiden ini menyisakan korban yang cukup banyak. Sekitar 10 orang dilaporkan terdampak dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Di titik ini, situasi jalan berubah total. Dari yang awalnya normal, mendadak jadi penuh kepanikan dan teriakan minta tolong. Nah, kondisi begini memang bikin siapa saja kaget, nah itu sudah.
Kenapa mobil tersebut bisa melaju liar dan menabrak banyak orang?
Dari keterangan awal, pelaku mengaku panik saat berada di dalam mobil. Ia menyebut sebelumnya bertemu seorang perempuan yang dikenal melalui Facebook dan sempat berhenti di sebuah minimarket di kawasan Jalan PMI.
Saat perempuan tersebut turun, dua pria tiba-tiba datang dan menggedor mobilnya. Dalam kondisi ketakutan, pelaku langsung tancap gas. Keputusan spontan ini justru berujung fatal. Mobil melaju tanpa kendali dan akhirnya menabrak pengguna jalan secara beruntun. Kondisi panik ini jadi titik awal rangkaian kejadian panjang yang terjadi malam itu.
Bagaimana reaksi warga saat kejadian berlangsung?
Warga yang melihat kejadian langsung bereaksi cepat. Ada yang berusaha menghentikan mobil saat melintas di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang. Emosi warga pun sempat memuncak. Mobil pelaku bahkan menjadi sasaran amukan massa.
Namun di tengah situasi yang memanas, pelaku kembali berhasil meloloskan diri. Warga yang geram hanya bisa menyaksikan mobil tersebut menjauh. Di sisi lain, korban tetap jadi prioritas utama untuk segera ditolong. Reaksi cepat warga ini menunjukkan solidaritas di lapangan, meski kondisi saat itu benar-benar penuh tekanan.
Baca Juga: Rekaman CCTV Bongkar Aksi Pencurian Meteran Air di Samarinda, Pelaku Ditangkap Warga
Kemana pelaku melarikan diri setelah kejadian?
Setelah lolos dari lokasi, pelaku melanjutkan pelarian hingga ke wilayah Samboja, Kutai Kartanegara. Di sana, mobil Daihatsu Terios yang digunakan ditinggalkan begitu saja. Kendaraan itu seperti jadi saksi bisu dari seluruh kejadian.
Informasi yang beredar menyebutkan pelaku kemudian dijemput oleh seorang pria menggunakan mobil Daihatsu Ayla abu-abu. Dari sini, pelarian berlanjut kembali ke arah Samarinda. Situasi makin intens karena informasi mulai menyebar luas di kalangan relawan.
Bagaimana proses pengejaran hingga pelaku berhasil diamankan?
Sekitar pukul 03.30 Wita, mobil yang diduga membawa pelaku terpantau melintas di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang. Informasi ini cepat menyebar melalui grup WhatsApp relawan dan langsung memicu aksi pengejaran.
Salah satu relawan, Dicky, menyampaikan, “Kami dapat info mobil mengarah ke Jalan Abdul Wahab Syahranie Gang 5. Setelah ditelusuri, akhirnya ditemukan di sana.” Mobil tersebut terus diikuti hingga akhirnya berhenti di lokasi tersebut.
Di titik itulah pelarian berakhir. Pelaku berinisial IS diamankan oleh warga dan relawan tanpa perlawanan. Setelah itu, ia langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Ipda Mat Bahri dari Pamapta I Polresta Samarinda menyatakan, “Kami menerima laporan adanya tabrak lari. Setelah anggota tiba di lokasi, benar ditemukan sejumlah korban. Saat ini masih dalam pendataan, kurang lebih ada 10 orang.”
Kapolsekta Samarinda Ulu AKP Wawan Gunawan juga menambahkan, “Setelah diamankan, pelaku kami bawa ke Mapolsekta Samarinda Ulu. Selanjutnya, untuk penanganan kasus hukumnya diserahkan ke Satlantas Polresta Samarinda.”
Poin Penting
1. Insiden tabrak lari terjadi di Samarinda dan melibatkan mobil Terios putih.
2. Sekitar 10 orang menjadi korban dan langsung dievakuasi.
3. Pelaku sempat kabur hingga ke Samboja sebelum kembali ke Samarinda.
4. Informasi relawan berperan penting dalam proses pengejaran.
5. Pelaku akhirnya diamankan tanpa perlawanan dan diserahkan ke polisi.
Insight: Kejadian ini nunjukkan pentingnya respon cepat warga dan relawan saat kondisi darurat. Informasi yang bergerak cepat jadi kunci. Tapi di sisi lain, situasi panik juga bisa picu keputusan fatal. Jadi penting jua menjaga kontrol di kondisi genting, pahamlah ikam. Kalau lihat kejadian darurat, fokus bantu korban dulu, nah itu sudah. Bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang waspada, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Berapa jumlah korban dalam insiden ini?
Sekitar 10 orang dilaporkan menjadi korban dan masih dalam pendataan pihak kepolisian.
2. Dimana lokasi utama kejadian tabrak lari?
Terjadi di sepanjang Jalan Harun Nafsi hingga Jalan HAMM Rifadin, Samarinda.
3. Apakah pelaku sempat melarikan diri?
Ya, pelaku sempat kabur hingga ke Samboja sebelum kembali ke Samarinda.
4. Bagaimana pelaku akhirnya ditangkap?
Pelaku diamankan oleh warga dan relawan setelah dilakukan pengejaran berdasarkan informasi yang tersebar.