Topik: GELombang aksi mahasiswa dan masyarakat Kaltim padati DPRD, bawa tiga tuntutan utama
Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Ribuan massa padati DPRD Kaltim, suarakan audit kebijakan, hentikan KKN, dan dorong fungsi pengawasan dewan berjalan maksimal.
Baca Ringkas 30 Detik: Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat memadati DPRD Kalimantan Timur sejak pagi. Mereka bergerak dari Islamic Center Samarinda menuju gedung dewan membawa tiga tuntutan utama: audit kebijakan pemerintah, penghentian praktik KKN, dan dorongan fungsi pengawasan DPRD. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat. Perwakilan dewan menerima aspirasi dan menandatangani kesepakatan tertulis. Massa lanjutkan agenda aksi setelah istirahat. Scroll Kebawah Lanjutkan Terus Baca Selengkapnya...
Balikpapan TV - Hai Cess! Kawasan Gedung DPRD Kalimantan Timur di Samarinda dipadati gelombang massa sejak Selasa siang. Ribuan peserta aksi dari berbagai elemen turun ke jalan membawa tuntutan yang ditujukan ke pemerintah daerah dan legislatif.
Penasaran bagaimana jalannya aksi sampai titik ini? Simak terus sampai habis, biar pahamlah ikam apa saja yang sebenarnya terjadi di lapangan Cess.
Kenapa massa mulai berkumpul sejak pagi di Islamic Center?
Aksi ini diawali dari titik kumpul di kawasan Islamic Center Samarinda sejak pagi hari. Massa datang bertahap, tidak langsung sekaligus. Dari situ, sekitar pukul 11.30 Wita, mereka bergerak jalan kaki menuju Gedung DPRD Kaltim.
Pergerakan ini terlihat rapi, meski jumlah peserta terus bertambah dari berbagai arah. Suasana mulai ramai, tapi tetap terkendali. Banyak dari mereka membawa spanduk dan poster sebagai media penyampaian aspirasi.
Langkah mereka jelas. Satu arah. Menuju gedung dewan.
Siapa saja yang turun dalam aksi besar ini?
Aksi ini tidak hanya diikuti mahasiswa. Ada Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, forum penyandang atlet disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Komposisinya beragam, menunjukkan isu yang dibawa cukup luas.
Kehadiran berbagai elemen ini bikin aksi terasa solid. Tidak berdiri sendiri. Ada suara kolektif yang ingin disampaikan.
Di lapangan, peserta bergantian melakukan orasi. Spanduk besar juga dipasang, bahkan ada ilustrasi tikus berdasi sebagai simbol kritik terhadap praktik korupsi. Pesannya jelas, tanpa perlu banyak kata.
Baca Juga: DPRD Kaltim Digeruduk Massa, Aksi 21 April Soroti Audit Kebijakan dan Dugaan Nepotisme
Apa saja tiga tuntutan utama yang disuarakan massa?
Fokus utama aksi ini terang. Ada tiga poin tuntutan yang terus disuarakan sepanjang aksi berlangsung.
1. Audit menyeluruh kebijakan Pemprov Kaltim
Massa meminta semua kebijakan ditinjau ulang secara menyeluruh.
2. Hentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme
Isu ini jadi sorotan utama yang terus digaungkan.
3. DPRD diminta maksimal jalankan fungsi pengawasan
Peran legislatif dianggap harus lebih tegas.
Tiga poin ini disuarakan lewat orasi, tulisan di spanduk, sampai simbol visual. Nada tuntutannya konsisten. Kada berubah dari awal sampai siang hari.
Bagaimana situasi di lokasi aksi dan pengamanan?
Meski jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang, kondisi di lapangan masih terpantau kondusif. Sekitar 3.000 orang memadati Gedung DPRD, sementara lainnya berada di sekitar Kantor Gubernur.
Aparat kepolisian sudah bersiaga sejak awal. Pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi tetap tertib.
Lalu lintas di sekitar lokasi sempat melambat. Wajar, aktivitas massa meningkat. Tapi tidak sampai menimbulkan gangguan besar.
Ramai? Iya. Tapi tetap terkendali.
Apa respons DPRD terhadap tuntutan massa?
Di tengah aksi, pimpinan DPRD tidak hadir lengkap. Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud diketahui sedang berada di Magelang.
Meski begitu, perwakilan pimpinan tetap menerima massa. Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel bersama pimpinan lain menyepakati sejumlah tuntutan.
Kesepakatan itu tidak sekadar lisan. Langsung dituangkan dalam dokumen tertulis dan ditandatangani.
Langkah ini jadi titik penting dalam aksi. Ada respons nyata dari pihak dewan, meski belum sepenuhnya lengkap.
Setelah sesi penyampaian aspirasi, massa melakukan istirahat, salat, dan makan di Islamic Center Samarinda. Agenda belum selesai. Mereka dijadwalkan kembali bergerak ke Kantor Gubernur untuk melanjutkan aksi berikutnya.
Aksi masih berlanjut. Energinya juga masih terasa.
Poin Penting:
- Massa berkumpul di Islamic Center sebelum bergerak ke DPRD
- Peserta aksi berasal dari berbagai elemen masyarakat
- Tiga tuntutan utama menjadi fokus aksi
- Situasi aksi ramai namun tetap kondusif
- DPRD menerima tuntutan dan menandatangani kesepakatan
Insight: Aksi ini menunjukkan pola tekanan publik yang terorganisir. Ketika berbagai elemen bergerak bersama, pesan yang disampaikan jadi kuat. Tapi, tanda tangan kesepakatan belum tentu langsung berdampak cepat. Di sinilah peran pengawasan publik tetap jalan. Jangan sampai semangat aksi hanya ramai di awal saja. Kawalan isu ini terus, pahamlah ikam, nah itu sudah.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi di Kaltim hari ini, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ:
1. Berapa jumlah massa yang ikut aksi di DPRD Kaltim?
Diperkirakan sekitar 7.000 orang, dengan 3.000 berada di DPRD dan sisanya di sekitar Kantor Gubernur.
2. Apa tujuan utama aksi ini?
Menyampaikan tiga tuntutan utama terkait audit kebijakan, penghentian KKN, dan penguatan pengawasan DPRD.
3. Apakah aksi berlangsung aman?
Situasi terpantau kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian.
4. Apa hasil sementara dari aksi ini?
Perwakilan DPRD menerima tuntutan dan menandatangani kesepakatan tertulis dengan massa aksi.
Editor : Arya Kusuma