Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Sungai Kunjang Samarinda, Rem Diduga Bermasalah dan Bus Dievakuasi ke Terminal

Arya Kusuma • Senin, 9 Maret 2026 | 14:50 WIB

Bus pariwisata PO Goraya terguling di Jalan Untung Suropati Samarinda setelah menghantam tiang listrik dan median jalan.
Bus pariwisata PO Goraya terguling di Jalan Untung Suropati Samarinda setelah menghantam tiang listrik dan median jalan.

Ikhtisar: Bus pariwisata PO Goraya terguling di Jalan Untung Suropati Samarinda setelah diduga rem blong. Sopir terluka dan dirawat di RS Hermina. Tidak ada korban jiwa karena bus dalam kondisi kosong.

Balikpapan TV - Hai Cess! Kecelakaan tunggal melibatkan bus pariwisata terjadi di Jalan P Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Senin pagi (9/3) sekitar pukul 09.00 Wita. Kendaraan milik PO Goraya bernomor polisi N 7052 UA itu terguling setelah diduga kehilangan kendali di tengah perjalanan dari arah Samarinda Seberang menuju pusat kota.

Bus dalam kondisi kosong. Hanya sopir yang berada di dalam kendaraan saat insiden terjadi. Meski bagian depan bus rusak cukup parah setelah menghantam tiang listrik dan median taman, kejadian ini kada menimbulkan korban jiwa.

Penasaran bagaimana kronologi lengkapnya, kondisi sopir, hingga proses evakuasi kendaraan di lokasi kejadian? Baca terus sampai tuntas Cess, supaya gambaran peristiwanya makin jelas pahamlah ikam.

Kenapa Bus Pariwisata Bisa Terguling di Jalan Untung Suropati Samarinda?

Kecelakaan ini bermula saat bus pariwisata tersebut melaju dari Samarinda Seberang menuju wilayah Sungai Kunjang. Di tengah perjalanan, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali hingga akhirnya terguling di badan jalan setelah menghantam tiang listrik dan median taman.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki menjelaskan dugaan awal penyebab insiden tersebut berasal dari gangguan pada sistem pengereman kendaraan.

"Informasi awal dari driver, rem kendaraan diduga blong. Karena tidak bisa mengendalikan laju bus, sopir kemudian membanting setir ke kanan, ke arah Jalan Ir. Sutami hingga akhirnya kendaraan mengalami out of control," ujarnya, Senin (9/3).

Kejadian itu berlangsung cepat. Bus yang sebelumnya melaju normal tiba-tiba oleng dan akhirnya terguling di badan jalan. Untung pang, kondisi jalan saat itu kada terlalu padat sehingga dampak kejadian dapat dikendalikan.

Baca Juga: Rumah Ramai Anak, Penyakit Cepat Menyebar! 6 Cara Sederhana Cegah Penularan Antar Saudara di Rumah

Apa yang Terjadi Sebelum Kecelakaan Menurut Sopir Bus?

Sopir bus bernama Hafid menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, dirinya baru saja mengisi bahan bakar solar di wilayah Samarinda Seberang. Setelah itu, ia berencana kembali memarkirkan bus di area parkir Masjid Daruni’mah di Jalan Slamet Riyadi.

“Baru habis isi solar dari seberang, rencananya mau kembali parkir di Masjid Daruni’mah. Bus ini memang standby, karena dipakai kalau ada yang menyewa,” terangnya.

Namun di perjalanan, ia mulai merasakan ada yang tidak beres pada kendaraan yang dikemudikannya.

“Dari seberang sudah terasa ada yang tidak beres. Remnya blong, kopling juga tidak bisa difungsikan, jadi tidak bisa netral,” jelasnya.

Situasi itu membuat bus sulit dikendalikan. Meski begitu, Hafid tetap mencoba membawa kendaraan melewati Jembatan Mahakam I sebelum mencari cara agar bus dapat berhenti dengan aman.

Kenapa Sopir Memilih Membelokkan Bus di Dekat Turunan Jembatan?

Keputusan cepat diambil sopir ketika kendaraan melewati turunan jembatan. Kondisi lalu lintas di depan bus membuatnya harus berpikir cepat agar tidak menabrak kendaraan lain.

“Saya paksakan dulu lewat jembatan. Sempat telepon teman juga supaya siap-siap kalau harus bantu ganjal,” jelas Hafid.

Namun situasi berubah saat bus berada di bawah jembatan. Di lokasi tersebut terdapat lampu merah dan kendaraan lain di depan jalur.

“Di bawah jembatan ada lampu merah dan di depan masih ada mobil. Daripada menabrak kendaraan lain, saya paksa belok kiri,” ujarnya.

Bus kemudian menghantam tiang listrik serta median taman di tengah jalan. Benturan tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.

Bagian depan bus mengalami kerusakan cukup berat akibat benturan tersebut.

Bagaimana Kondisi Sopir Setelah Insiden Terjadi?

Setelah kecelakaan, sopir bus mengalami luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari petugas di lokasi kejadian. Ia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas kepolisian segera mengamankan lokasi agar proses evakuasi dapat berjalan lancar. Meski kendaraan terguling di badan jalan, situasi lalu lintas relatif terkendali.

Menurut Iptu Ismail Marzuki, kondisi arus kendaraan saat kejadian sudah mulai landai karena jam sibuk pagi telah terlewati.

"Untungnya saat kejadian arus lalu lintas sudah agak landai, sehingga tidak menimbulkan dampak kemacetan yang signifikan," pungkasnya.

Nah, situasi itu membuat proses penanganan di lapangan berjalan lebih terkendali.

Baca Juga: Rumah Sederhana di Desa Terasa Lapang dan Sejuk? Intip 6 Inspirasi Teras Terbuka yang Banyak Dipakai Hunian Nusantara

Kenapa Proses Evakuasi Bus Memerlukan Waktu Cukup Lama?

Proses evakuasi kendaraan tergolong menantang karena posisi bus berada dalam kondisi terbalik di badan jalan. Petugas harus menunggu mobil derek crane untuk mengangkat badan kendaraan secara hati-hati.

"Kurang lebih sekitar 45 menit kami menunggu mobil crane untuk proses evakuasi. Tantangannya karena kondisi kabin bagian atas bus sudah rusak dan kaca pecah, jadi harus sangat hati-hati saat menegakkan kembali bus tersebut," jelas Ismail.

Setelah berhasil didirikan kembali, kendaraan kemudian dipindahkan ke Terminal Sungai Kunjang untuk penanganan lanjutan.

Dalam koordinasi awal dengan Dinas Perhubungan Samarinda, diketahui kendaraan tersebut berasal dari luar daerah. Data uji berkala kendaraan atau keur sementara belum ditemukan dalam sistem Dishub Samarinda.

"Informasi sementara dari Dishub, data keur kendaraan ini tidak terdaftar di sistem Dishub Samarinda. Nanti akan ditindaklanjuti lebih lanjut unit Laka," kata Ismail.

Poin Penting dari Kejadian Ini

1. Bus pariwisata PO Goraya terguling di Jalan Untung Suropati Samarinda pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita.
2. Dugaan awal kecelakaan dipicu gangguan pada sistem pengereman kendaraan.
3. Bus dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
4. Sopir bernama Hafid mengalami luka dan dirawat di RS Hermina Samarinda.
5. Proses evakuasi kendaraan memerlukan mobil crane dan memakan waktu sekitar 45 menit.

Insight: Insiden ini memperlihatkan satu hal penting dalam dunia transportasi jalan. Kendaraan besar memerlukan sistem keselamatan yang benar-benar siap sebelum turun ke jalan. Saat rem bermasalah, keputusan sopir menentukan dampak yang terjadi. Dalam kejadian ini, pilihan membelokkan kendaraan untuk menghindari mobil lain membuat potensi korban jiwa dapat ditekan. Nah, dari sini terlihat bahwa respons cepat di lapangan kadang jadi pembeda besar. Pahamlah ikam, keselamatan di jalan kada hanya soal kendaraan, tapi juga keputusan detik terakhir.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kronologi kejadian di Samarinda Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa penyebab bus pariwisata terguling di Samarinda?
Dugaan awal kecelakaan disebabkan oleh sistem pengereman bus yang tidak berfungsi sehingga kendaraan sulit dikendalikan.

Apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut?
Tidak ada korban jiwa karena bus dalam kondisi kosong. Hanya sopir yang berada di dalam kendaraan.

Ke mana bus dievakuasi setelah kecelakaan?
Setelah proses evakuasi menggunakan crane, bus dipindahkan ke Terminal Sungai Kunjang untuk penanganan lanjutan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Jalan Untung Suropati #Sungai Kunjang Samarinda #Terminal Sungai Kunjang #bus pariwisata Samarinda #RS Hermina Samarinda