Ikhtisar: Proyek waterfront Samarinda rampung di tahap perencanaan, tinggal menunggu kesiapan anggaran untuk direalisasikan bertahap.
Balikpapan TV - Hai Cess!
Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membangun kawasan waterfront dan riverside road di Samarinda makin menguat. Seluruh tahapan perencanaan awal sudah kelar, mulai dari feasibility study hingga detail engineering design alias DED. Artinya, konsep besar sudah siap dipakai sebagai dasar pembangunan, tinggal satu soal penting yang masih ditimbang matang: kemampuan fiskal daerah.
Proyek ini digadang membentang dari kawasan Selili sampai Jembatan Mahkota II. Nah, sebelum ikam lanjut scroll, simak terus sampai habis karena informasi ini bukan cuma soal jalan dan taman, tapi juga wajah baru Samarinda ke depan Cess!.
Kenapa proyek waterfront Samarinda jadi sorotan sekarang?
Perhatian publik tertuju karena dokumen DED resmi telah rampung dan proses tender perencanaannya sudah selesai. Berdasarkan data LPSE Kaltim, paket pekerjaan DED Pembangunan Waterfront and Riverside Road Selili–Jembatan Mahkota II dengan kode lelang 10039844000 tuntas dilaksanakan. Nilai pagu anggarannya tercatat Rp2.551.351.705,50.
Tender tersebut berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2025, berada di bawah Satuan Kerja Dinas PUPR-Pera Kaltim. Ini menandakan perencanaan teknis proyek tidak lagi di tahap wacana, tapi sudah siap dieksekusi secara administratif dan teknis, pahamlah ikam.
Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, membenarkan seluruh tahapan awal sudah diselesaikan untuk Samarinda. “Kalau di Balikpapan, itu baru FS. Untuk Samarinda sudah FS dan DED-nya,” ujarnya, Sabtu (31/1).
Apa saja isi desain kawasan Selili hingga Mahkota II?
Secara konsep, kawasan waterfront ini dirancang menyatu dengan aktivitas warga. Jalurnya membentang di sisi sungai, dilengkapi jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan pedestrian nyaman di tepi air. Jadi bukan cuma jalur lalu lintas, tapi ruang publik yang hidup.
“Nanti kita buat pedestrian, bisa untuk jogging, orang selfie-selfie. Kendaraan roda empat juga bisa lewat,” jelas Fitra. Desain ini memberi ruang bagi aktivitas santai sampai mobilitas harian, tanpa saling ganggu.
Di titik tengah antara Selili dan Jembatan Mahkota II, bakal hadir pusat keramaian baru. Fasilitas publik seperti amphitheater dan ruang terbuka disiapkan untuk kegiatan sosial dan rekreasi. Konsepnya sederhana tapi fungsional, bikin kawasan sungai jadi tempat kumpul yang lebih ramah warga, nah’ itu sudah.
Bagaimana kesiapan anggaran dan tantangan fiskalnya?
Meski perencanaan sudah beres, realisasi pembangunan masih menunggu kondisi fiskal daerah. Pemangkasan dana transfer pusat ke daerah membuat Pemprov Kaltim harus realistis menentukan prioritas.
“Secara konsep sudah oke. Tinggal nanti kita tunggu pendanaan, kemampuan fiskal kita cukup atau tidak. Karena tahun ini prioritas pak Gubernur banyak,” kata Fitra. Dengan kondisi ini, proyek besar seperti waterfront perlu perhitungan ekstra.
Perkiraan kebutuhan anggaran pembangunan kawasan ini mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut berasal dari perhitungan awal berbasis desain yang sudah ada. Jadi, bukan angka asal sebut, tapi hasil kajian teknis yang matang.
Apakah proyek ini berdampak langsung ke warga sekitar?
Dari sisi teknis dan sosial, Pemprov Kaltim menilai proyek ini relatif aman. Tidak ada rencana relokasi warga karena pembangunan dilakukan di sisi sungai tanpa mengganggu permukiman.
“Kita tidak ada relokasi. Karena pembangunannya di sisi sungai dan tidak mengganggu warga. Justru mereka akan diuntungkan,” ujar Fitra. Akses jalan besar dan munculnya pusat keramaian baru dinilai memberi nilai tambah bagi kawasan sekitar.
Soal pembiayaan, peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat juga terbuka. Bantuan keuangan di luar APBD Kaltim memungkinkan, apalagi jalur ini berpotensi menjadi jalan pintas dari kawasan pelabuhan ke Mahkota. Ya’kalo dipikir, manfaatnya lintas sektor, pahamlah ikam.
Insight: Rampungnya DED menandai kesiapan teknis proyek waterfront Samarinda. Meski anggaran masih jadi penentu utama, konsep yang matang membuka peluang pembangunan bertahap. Bagi warga, proyek ini berpotensi menghadirkan ruang publik baru, akses jalan yang lebih baik, dan aktivitas ekonomi yang tumbuh alami di tepi sungai.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pembangunan Samarinda ke depan Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa itu proyek waterfront Samarinda?
Proyek penataan kawasan sungai dengan jalan, pedestrian, dan ruang publik dari Selili hingga Jembatan Mahkota II.
Apakah proyek ini sudah pasti dibangun tahun ini?
Belum. Realisasi masih menunggu kesiapan fiskal dan penentuan prioritas anggaran daerah.
Apakah ada warga yang direlokasi?
Tidak. Pemprov Kaltim memastikan pembangunan tidak memerlukan relokasi warga.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.