Ikhtisar: Pemkot Samarinda mematangkan rencana terminal multipurpose di Palaran untuk penguatan fiskal daerah dan penataan ulang aktivitas pelabuhan.
Balikpapan TV - Hai Cess! Rencana besar sedang dimatangkan di Samarinda. Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan mulai serius menggeser aktivitas pelabuhan dari kawasan padat Jalan Yos Sudarso ke Kecamatan Palaran. Fokusnya jelas, membangun terminal multipurpose yang bukan sekadar pelabuhan biasa, tapi pusat logistik dan ekonomi baru.
Langkah ini dibahas intensif pada Selasa (27 Januari 2026). Dishub memaparkan opsi lokasi strategis, kebutuhan lahan, hingga skema pengelolaan yang tidak bergantung penuh pada APBD. Intinya singkat, padat, jelas. Pelabuhan lama tak lagi memadai untuk kebutuhan kapal besar dan fungsi serba guna.
Nah, bagian menariknya ada di detail konsep dan dampaknya. Lanjut baca sampai tuntas supaya gambaran besarnya makin kebuka dan relevan dengan arah pembangunan kawasan, pahamlah ikam Cess!
Baca Juga: Bandara APT Pranoto Samarinda Buka Lagi 6 Rute ke Wilayah 3T Kaltim, Ini Daftar Lengkapnya
Mengapa pelabuhan Yos Sudarso perlu dipindahkan?
Pemindahan ini dilakukan karena kawasan Yos Sudarso selama ini hanya berfungsi sebagai pelabuhan penumpang. Kapasitas dan ruangnya terbatas, sementara kebutuhan kota bergerak ke arah pelayanan logistik skala besar yang lebih kompleks.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menegaskan, pemindahan ke Palaran sejalan dengan rencana pengembangan pelabuhan berskala multipurpose. Artinya, pelabuhan tidak hanya melayani satu jenis aktivitas, tapi berbagai komoditas dan kapal besar.
Selain fungsi, lokasi baru dinilai lebih mendukung penataan kota. Aktivitas pelabuhan berat tak lagi menumpuk di pusat kota, sehingga kawasan lama bisa lebih tertata tanpa mengganggu arus ekonomi utama.
Seperti apa konsep terminal multipurpose yang dirancang?
Terminal multipurpose di Palaran dirancang multifungsi. Kapal barang, kapal tangki, hingga kapal pengangkut batu bara dapat dilayani dalam satu kawasan terpadu. Namun untuk penumpang, tetap dipusatkan di Pelabuhan Palaran dekat TPK.
Dari sisi teknis, terminal ini membutuhkan lahan luas, minimal 30 sampai 50 hektare. Panjang bibir Sungai Mahakam yang diperlukan berkisar 300 hingga 450 meter agar kapal besar dapat bersandar dengan aman.
“Terminal ini dirancang khusus untuk melayani kapal-kapal berukuran besar. Dari sisi ekonomi, keberadaannya jelas sangat menguntungkan karena berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Samarinda,” ujar Manalu.
Apa saja fasilitas penunjang yang disiapkan?
Lahan luas bukan tanpa alasan. Di kawasan terminal multipurpose akan dibangun berbagai fasilitas penunjang kepelabuhanan. Mulai dari gudang, container yard, hingga fasilitas jasa dan bisnis yang mendukung aktivitas logistik.
Keberadaan fasilitas ini membuat terminal berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, bukan sekadar titik bongkar muat. Semua aktivitas dirancang terintegrasi agar efisien dan produktif.
Selain itu, akses jalan menjadi perhatian utama. Dishub menilai jalur masuk harus paling efisien dengan dampak sosial sekecil mungkin, karena kendaraan yang melintas didominasi truk besar, termasuk truk gandengan dan bertempelan.
Bagaimana skema pendanaan dan pengelolaannya?
Terminal multipurpose ini tidak akan dibiayai penuh oleh APBD. Pemerintah Kota membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga, bahkan skema tripartit. Investor, pemerintah kota, dan operator pelabuhan bisa berbagi peran.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan proyek ini murni investasi besar, nilainya minimal Rp700 miliar hingga Rp900 miliar. “Ini murni investor. Pemerintah kota nanti cukup memiliki saham,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan potensi pendapatan yang signifikan. “Satu kapal saja bisa menyumbang pendapatan hingga sekitar satu miliar rupiah setiap bulannya,” pungkasnya. Angka ini menjadi alasan kuat mengapa pelabuhan multipurpose dipandang sebagai penguat struktur fiskal daerah.
Insight: Pembangunan terminal multipurpose di Palaran menunjukkan arah kebijakan jangka panjang Samarinda. Bukan hanya memindahkan pelabuhan, tetapi membangun fondasi ekonomi baru yang terintegrasi, berdaya saing, dan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pembangunan pelabuhan Samarinda dan dampaknya ke depan, nah’ itu sudah Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa tujuan utama pembangunan terminal multipurpose di Palaran?
Untuk melayani berbagai jenis kapal dan komoditas serta meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
2. Apakah pelabuhan penumpang ikut dipindahkan?
Tidak. Pelayanan penumpang tetap di Pelabuhan Palaran dekat Terminal Peti Kemas.
3. Siapa yang akan mengelola pelabuhan multipurpose ini?
Pengelolaan masih dikaji dan berpotensi melibatkan investor serta operator pelabuhan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.